The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.368.SANGAT KACAU



Paman Patih lembu Ireng terdiam untuk sesaat dia bingung harus mencari kemana Karena setelah kehilangan jejak dia tidak menemukan sama sekali di mana pangeran tatius berada.


Sementara Pangeran tatius terus berlari dan berlari sangat kencang bagaikan kilat hingga dia berada di puncak sebuah ketinggian gunung.


Napasnya tersengal-sengal air matanya luruh membasahi pipinya yang halus, bagaimanapun juga rasa sakit yang ditorehkan oleh kekasihnya sangatlah menyakitkan.


Dengan perasaan yang sangat kacau dan kalut Pangeran Tatius mengeluarkan keris yang selama ini menjadi teman kemanapun dia pergi, kilatan kilau dari cahaya sinar keris ketika kerangkanya dibuka bersinar sangat terang hingga menyilaukan mata yang memandang.


Pangeran Tatius tersenyum getir akan keadaan yang menimpa dirinya dimana dia harus menerima kenyataan jika Kekasihnya memilih orang lain.


Sangat sakit bahkan untuk sekedar bernafas rasaanya sangat sesak. untuk beberapa saat Pangeran tatius terdiam sebelum matanya menatap nanar ke langit yang cerah dan berwarna biru dimana suasananya sangat tenang, terlihat teduh dan menentramkan siapa pun yang memandang.


Lagi-lagi pangeran Tatius tersenyum getir, sambil mendengus kesal, tatapan matanya menggambarkan kebencian.


"Kau akan menemaniku, kau juga harus merasakan pahit dan gelapnya kepahitan tak kan kubiarkan kau tersenyum mengejekku, ayo sekarang kita sama-sama berduka, karena aku tidak mau berduka seorang diri saja." desis Pangeran Tatius dalam hati yang mana tatapan matanya yang tajam seolah ingin membunuh lurus keatas langit.


Beberapa menit kemudian pangeran Tatius mengeluarkan seluruh tenaga dalam nya seolah dia sedang menghadapi musuh, ketika semua kekuatan nya terkumpul dengan kecepatan kilat pangeran Tatius melemparkan keris lurus keatas langit.


"Hancur lah kau....! hiyaaaaaa......


"Boooooommmm.... Gleeeeerrr....!"


"Gleeeeerrr....!Suara benturan yang sangat dahsyat dimana dalam sekejap langit berubah menjadi hitam dan gelap kemudian dalam hitungan menit tiba-tiba guntur mengelegar bersahut sahutan, kilat menyambar nyambar, pohon dedaunan bergoyang dengan keras bagaikan tertiup angin topan, debu mulai berhamburan, keadaan siang yang cerah kini menjadi gelap mencekam.


Suara burung bersahut sahutan melompat dan mulai mencari tempat persembunyian.


Di tempat lain di dekat pantai para nelayan berteriak Teriak histeris.


"Menepi semua....! laut akan meluap cepat....!" teriak salah seorang nelayan yang belum berlayar dengan jauh ketengah tengah samudera.


"Ada apa ini?" mengapa langit tiba-tiba menjadi gelap."


"Aku tidak tau seperti nya cuaca lagi buruk."


"Sudah jangan banyak bicara menepi semua, hari ini kita urungkan untuk berlayar, laut seperti nya sedang bergolak."


Serentak para Nelayan itupun menepikan perahu mereka dengan cepat, kemudian berlari berbondong bondong kembali ke Rumah mereka.


Tak jauh berbeda dengan Devan dan Tania yang melajukan motornya tiba-tiba terkesiap melihat keadaan langit menjadi gelap dan suara Guntur bersahut sahutan berkali-kali.


"Devan, cepat kencangkan motormu seperti nya akan ada hujan badai di tempat ini."


"Iya, Tania kamu pegangan yang kuat, aku mulai kesulitan dengan keadaan yang mulai berkabut ini menghalangi laju motorku,"


"Sudah jangan banyak bicara cepatlah aku takut,"


"Iya... iya!


Devan mulai mempercepat laju motor nya menembus jalanan yang mulai gelap, Tania berkali-kali menutup telinga nya karena suara Guntur yang begitu keras dan terkesan mencekam.


Sementara Paman patih lembu ireng yang mencari Pangeran Tatius juga ikut terkejut dan terkesiap dengan keadaan alam yang tiba-tiba berubah dalam hitungan waktu.


"Ada apa ini mengapa tiba-tiba berubah begini, tidak, ini bukan keadaan yang normal ada sesuatu yang tidak beres disekitar tempat ini, aku harus mencari Pangeran Tatius kemana, langit mulai gelap dan sial nya aku kehilangan jejak bagaimana ini, aku khawatir terjadi sesuatu padanya, jangan sampai Pangeran Tatius pergi ke tepian laut karena seperti nya akan ada badai juga."


Paman patih lembu ireng mengaruk kepala nya yang tidak gatal dia begitu cemas dan kebinggungan.


Paman Patih lembu ireng mempercepat terbang nya kedua bola matanya menatap tajam ke sekeliling berharap bisa menemukan Pangeran Tatius.


***


"Berhenti kau....! jangan lagi menyerang ku Nenek?"


"Apa? beraninya kau memanggilku Nenek, hei Vampire tua, kurang ajar sekali mulut mu itu sini aku robek."


"Kau juga beraninya memanggil ku Vampir tua aku itu Suamimu,"Sungut Raja Sangkala ikut geram dengan ulah dan perilaku suaminya.


"Suami macam apa kau bukan suamiku karena kau tidak pernah ada di samping ku."


"Sudah, cukup...! hentikan perdebatan kita yang tidak berguna ini, lihat diatas langit sana keadaan nya sungguh tidak seperti biasa nya."tunjuk Raja Sangkala pada sang Nenek.


"Hahaha, bilang saja kau sudah tidak mampu melawan ku,"cibir Sang Nenek merasa menang.


"Diamlah kau istriku? aku tidak sedang main-main buka telinga mu lebar lebar biar kau bisa mendengar "


"Mendengar apa, Mendengar celotehan kamu itu, yang aku dengar Vampire tua."


"Dasar tidak peka, sudah diam jangan mengagguku aku ingin mengetahui ada apa ini."


"Kalau langit gelap itu tandanya mau hujan, begitu saja kok pusing memangnya di bangsa Vampire tidak pernah ada hujan , tidak pernah ada mendung, tidak pernah ada petir baru melihat fenomena seperti ini sudah kalut, ini sudah biasa."


"Diamlah istriku, aku mohon jangan brisik aku tidak bisa berkonsentrasi jadinya."


"Cih, sok hebat, baik aku diam biar kamu bisa sadar ini fenomena alam yang sudah biasa, begitu saja kok di pusingin."dengus sang Nenek kesal tapi akhirnya dia diam tidak mengganggu apa yang dilakukan sang Kakek Raja Sangkalah suaminya.


Dalam hening dibawah langit yang gelap yang disertai petir dan Guntur Raja Sangkala mulai memejamkan matanya dan mengeluarkan kekuatan batin yang dimiliki, semua dia lakukan agar bisa memahami apa yang sedang terjadi dan mengapa langit berubah secara tiba-tiba, perubahan langit dirasa tidak wajar karena dalam telinga pendengar nya Raja Sangkala juga Mendengar Auman Harimau yang sangat panjang.


Sebagai pemilik keris penakluk Harimau Raja Sangkalah dapat memahami dengan cepat kekacauan yang terjadi saat ini akibat dari keris yang dimiliki nya membentur sesuatu yang tidak seharusnya sehingga kekuatan dari keris itu keluar seluruh nya.


"Ini tidak mungkin, tidak mungkin keris itu bisa mengeluarkan kekuatan nya sendiri, pasti ada yang sengaja mengeluarkan nya dan Tatius lah pemilik keris itu sekarang, itu artinya Tatius sengaja melakukan semua nya tapi mengapa langit yang menjadi berubah dan terlihat kacau jangan-jangan Pangeran Tatius sengaja menancapkan keris itu ke langit, gawat jika hal itu benar maka dia membuat masalah baru aku harus mencegahnya sebelum semua nya terlambat."


"Hei, istriku cepat kau gunakan kekuatan tusuk kondemu untuk mengetahui keberadaan pangeran Tatius sekarang juga."


"Untuk apa, tidak perlu kau mencari Tatius, dia sudah dewasa tau sendiri jalan pulang jadi tidak perlu kamu mencari nya."


"Berhenti lah untuk bercanda, kau mau membantu atau tidak, jika tidak aku yang akan melakukan nya sendiri akan aku rampas tusuk konde darimu dan aku cari sendiri dimana keberadaan Pangeran Tatius sekarang."


"Kamu mengancam ku..?"


"Diamlah, kau bantu atau tidak?"


"Iya, sabar sedikit Kenapa?"


Dengan sedikit malas akhirnya Nenek Devan menggunakan tusuk konde untuk melacak keberadaan pangeran Tatius melalui Baskom ajaib yang mana setelah tusuk konde di aliri dengan tenaga dalam dan mantra maka ketika dimasukkan kedalam Baskom berisi air maka tak lama akan menunjukkan keberadaan orang yang dicari nya.


"Cepat...!


"Iya, sabar masih loading!'jawab sang Nenek sambil terkekeh dia sungguh merasa gemas melihat laki-laki tua yang ada disampingnya begitu cemas wajahnya terlihat lucu jika dia sedang kalut."


Sementara Raja Sangkalah mendengus kesal melihat sang istri begitu tenangnya, tapi dia memaklumi semua terjadi karena istri nya tidak mengetahui apa yang akan menimpa Pangeran Tatius apabila kekacauan yang dia lakukan tidak segera di hentikan, bisa bisa Raja langit memenjarakan pangeran Tatius untuk selamanya dan jika hal itu sampai terjadi maka pangeran Tatius tidak akan pernah lagi ada di kehidupan di bumi.