
Patih lembu ireng bangkit dari duduknya dia menatap lekat lekat wajah pangeran Tatius, melihat sang patih menatapnya dengan tatapan yang sangat aneh pangeran Tatius bertanya.
"Kenapa paman menatapku begitu?"tanya pangeran Tatius ingin tau.
"Pangeran, katakanlah dengan jujur, benarkah pangeran Tatius bercanda memindahkan dan menukar keris pangeran dengan keris saya?"tanya Patih lembu ireng dengan penuh perasaan penasaran.
"Menurut paman patih bagaimana?"ucap pangeran Tatius balik bertanya.
"Menurut ku Pangeran Tatius sengaja menukar keris pangeran Tatius dengan keris yang saya punya,"
Tak lama terdengar suara gelak tawa dari pangeran Tatius sembari memukul lembut pundak Patih lembu ireng.
"Paman benar, aku memang sengaja menukar keris ku dengan keris paman, sejak awal aku sudah mencurigai wanita itu, tapi aku tidak memiliki bukti apapun, aku berfikir keras apa yang wanita itu incar, bahkan beberapa kali aku memergoki dia sedang menatap kearah keris yang ada di balik bajuku, jadi demi keamanan keris itu aku tukar dengan keris milik paman.
"Wah.."pangeran begitu pintar dan cerdas,"
"Wanita itu lebih cerdas paman, dia bahkan rela tubuhnya di gebukin orang kampung demi ingin mendapatkan keris ini.
"Ayo, paman kita lihat, mereka.
"Untuk apa pangeran?"
"Untuk mengambil keris paman kembali!"
"Tidak, usah, pangeran keris itu tidak terlalu berharga, jadi tidak masalah kalau hilang,"
Pangeran Tatius menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan,
"Saya, akan bertanggungjawab dengan apa yang saya lakukan, Karena saya keris paman hilang, jadi akan aku ambil kembali keris paman dari wanita itu, saya yakin paman, dia tidak jauh dari sini,ayo, paman kita pergi."ajak pangeran Tatius kepada Patih lembu ireng.
"Ayo, pangeran,"
Seperti bayangan kilat tubuh kedua Vampire itu melesat bagaikan anak panah, berputar putar menggelilingi hutan belantara tidak berapa lama kedua nya dapat melihat sekumpulan orang yang sedang tertawa tawa dan menari bersama sama. Seperti nya mereka semua dalam situasi yang sangat bahagia.
"Paman kita intip mereka dari sini..!"
"Baik, pangeran,"
"Oh..."ternyata wanita yang mencuri keris paman itu seorang putri, wah ...hebat bener penyamarannya rela sakit dapat gebukan dari orang orang kampung hanya untuk sebuah penyamaran agar bisa mengambil keris kita, pasti tidak lama lagi dia akan ngamuk setelah tau keris yang di curi nya salah.
"Benar.. pangeran!" pasti sebentar lagi putri itu akan marah marah."
Tidak berselang lama apa yang di khawatirkan dan katakan pangeran Tatius benar' benar terjadi.
"Lihat, kenapa keris ini tidak berfungsi, harimau harimau itu tidak mau tunduk ketika kelaparan, aku tunjukkan ini keris, coba kalian lihat di mana istimewa nya keris ini?"ucap sang putri berapi api karena marah.
"Maaf, Tuan putri , seingat saya keris nya tidak seperti itu Tuan putri?
"Tidak seperti ini?apa maksud mu?
"jadi apa menurutmu aku salah ambil keris begitu?"
" iya putri!"
"Tapi bagaimana mungkin, aku sudah mengambil yang salah? keris inilah yang ada di balik baju laki-laki muda itu?"
Tiba-tiba terdengar suara gelak tawa dari balik rimbunan pohon. Para dayang dan para pengawal serta putri menoleh ke sumber suara.
Muncullah sosok pemuda tampan yang tak lain adalah pangeran Tatius.
"apakah ini yang kamu cari? pangeran Tatius menunjukkan keris yang ada di tangannya, seketika wajah sang putri terbelalak dengan lebar ada rasa terkejut dan juga tak percaya jika orang yang kerisnya telah di curi bisa menemukan tempat persembunyian nya dengan cepat, bahkan dengan mudah mengetahui identitas dirinya yang ternyata bukan seorang wanita miskin buruk rupa.
"Kau....?"bagaimana kau bisa sampai di sini, dan bukankah aku mencuri' keris milikmu, lalu kenapa keris itu berubah, bukan milikmu?"
Pangeran Tatius yang selalu memakai cadar dalam mengembara, demi perjanjian nya dengan pangeran Yervan agar ketika dia bertempur dalam sayembara melawan pangeran pangeran dari berbagai macam kerajaan tidak ada yang menggenali nya, kini
dia buka demi memperlihatkan pada gadis sombong dan yang nekad rela di pukuli orang demi sebuah keris miliknya.
Dengan senyum tersungging di bibir pangeran Tatius melangkah mendekati wanita itu, dan menepuk-nepuk pipi sang putri, sang putri hanya mampu diam dan tertegun melihat pesona tampan dari sang pangeran Tatius, dia benar benar tidak menyangka jika wajah orang yang selalu ada di balik cadar sangat lah tampan.
"Kau, bodoh sekali, apa kamu pikir aku tidak tau maksud dari kehadiran mu menemui kami," ucap pangeran Tatius sambil tersenyum miring.
Ketika pangeran Tatius masih asik dan sibuk mempermainkan hati dan perasaan sang putri yang terkesima menatapnya, tiba-tiba seorang dayang datang dan mendorong dengan keras
pada pangeran Tatius sehingga pangeran Tatius jatuh tersungkur ke tanah.
"Jangan kurang ajar kepada Tuan Putri kami," ucap sang Dayang dengan emosi tidak trima pipi halus sang putri di lecehkan dengan di tepuk tepuk, pangeran Tatius bangkit dari jatuhnya dan memicingkan matanya.
"Tuan Putri?" dia seorang Putri?" tanya pangeran Tatius penasaran.
Dengan berkacak pinggang sang Dayang mendekati Pangeran Tatius hingga jarak di antara mereka berdua hanya berjarak satu meter.
"Ya, dia Tuan Putri kami, Putri Lin Ying, kamu pasti pernah mendengar nama itu kan, Dialah PUTRI Raja BARAT DAYA yang sekarang jadi rebutan para Pangeran."ucap Dayang itu mantap.
Tiba-tiba pangeran Tatius Tertawa, dengan cepat melangkah dan menerjang sebelah bahu sang Dayang dan mendekati Putri Lin Ying, setelah dekat Pangeran Tatius tersenyum simpul.
"Oh, jadi ini yang namanya Putri Lin Ying, salam sejahtera Tuan putri,"ucap pangeran Tatius dengan membungkuk hormat, sambil tersenyum miring, lirikan mata pangeran Tatius menatap tajam ke arah Putri Lin Ying.
"Aku tidak menyangka, akan bertemu dengan calon istri kakak ipar ku di sini, smoga Tuan Putri akan terbiasa dengan saya, oh, ya! Tuan Putri tolong kembalikan keris saya, aku tidak percaya jika seseorang Putri yang terhormat rela di gebukin orang satu kampung, rela merubah wajah cantiknya menjadi wanita buruk rupa , demi ingin mencuri keris saya,"ucap pangeran Tatius dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Enak, saja, mengatakan aku calon kakak ipar, dan untuk keris jelek mu ini, aku tidak butuh," ucap Putri Lin Ying seraya melempar kan keris Patih lembu ireng jauh tinggi ke udara, pangeran Tatius menatap tajam arah keris itu kemudian dengan gerakan secepat kilat, pangeran Tatius terbang dan menengadahkan tangan ketika jarak keris dan tangan pangeran Tatius tinggal beberapa senti tiba-tiba Sang putri meloncat dan dengan cepat terbang serta memberikan tendangan kaki ke tubuh pangeran Tatius, sehingga tubuh pangeran Tatius terjatuh dan keris yang melayang di udara berhasil masuk ke dalam gengaman Putri Lin Ying. Melihat pangeran Tatius jatuh ,sang Putri tertawa dengan lebar penuh dengan kemenangan.
"Mau menggambil ini?" sini, hadapi aku!" seru Putri Lin Ying tegas. Pangeran Tatius memicingkan matanya kemudian bangit berdiri, dengan tersenyum pangeran Tatius menasehati.
"jangan mengajakku bermain main sayangi lah wajah cantikmu Nanti akan jadi jelek kakak ipar!" mendengar ucapan laki laki di depannya putri semakin geram, diam diam Putri Lin Ying menggambil persiapan untuk melancarkan serangan.