The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.154.KHAWATIR



Malam teleh terlewati dan kini berganti dengan indahnya sang pagi cahaya bersinar terang menembus dan mengkikis sang Raja malam hingga menjauh pergi, para wanita yang kala itu berwajah cantik kini kembali berubah menjadi naga.


"Ayo...! kita harus cepat kembali ke istana sebelum Ratu melihat kita di sini."seru salah satu di antara mereka.


"Baik, ayo kita kembali!" Hei...putri apa yang kau lakukan, kita harus kembali sekarang."


"Kalian saja yang kembali, aku masih mau bersenang senang di luar istana."


"Putri, jika Ratu bertanya dan mencari bagaimana?"


"Katakan saja aku akan secepatnya kembali."


"Tapi...!"


"Pergilah... jangan sampai warga perkampungan ini melihat wujud aslimu."


"Baiklah putri kami pergi dulu dan Nanti malam kita akan mencuri arak lagi untuk kita buat pesta rasanya masih belum puas juga."


"Sudah pergi sana cepat..!"


"Baik, selamat tinggal putri jaga dirimu baik-baik."


Beberapa naga betina melesat terbang dan masuk ke dalam lautan samudera dan tinggallah putri Naga seorang diri. Dia duduk di antara bebatuan yang ada di tempat itu dimana sebuah toko kedai arak teepaksa di tinggalkan pemilik nya karena ketakutan melihat beberapa naga yang datang menghampiri kedai itu hingga siang hari sang pemilik kedai pun tak jua datang, mungkin masih merasa takut dan trauma atas kejadian semalam.


"Bagaimana bisa Ratu berbuat tercela dan tega padaku, bukankah IBu Ratu tau jika Pangeran Mahesa adalah kekasih ku, lalu kenapa mereka berdua berkhianat di belakang ku, pangeran Mahesa kurang apa aku padamu, apapun yang kamu mau dan kamu minta, aku selalu berikan bahkan kepuasan Ranjang untuk mu pun aku lakukan, lalu kenapa kau masih kurang dan yang lebih menjijikkan kau bermain dengan Ibu Ratu, tidak!" aku tidak sudih kembali ke istana aku tidak butuh darah bayi atau darah gadis perawan agar bisa merubah wujud sebagai manusia, meskipun itu hanya di kala malam saja, aku sudah memiliki mutiara hijau yang tanpa sengaja tertelan, IBu Ratu tidak tau kalau aku bisa menjadi manusia baik itu pagi maupun malam dan ya...ambil saja pangeran Mahesa aku tidak sudih lagi, aku akan mencari seorang yang lebih tampan dan lebih mencintai bukan seperti pangeran Mahesa yang hanya suka bermain Ranjang huuff ...andai wanita itu bukan IBu Ratu sudah ku hancurkan kalian,"Geram Putri Xiao er dalam hati.


Di dalam istana Naga, Ratu dan beberapa naga lainnya berkumpul untuk merencanakan pencurian bayi dan darah perawan manusia agar mereka bisa setiap saat menjadi manusia. di tengah perundingan datanglah pangeran Mahesa dengan senyum mengembang di bibirnya dan Ratu pun menyambut kedatangan pangeran Mahesa dengan suka cita. Apa yang dilakukan Ratu dan Pangeran Mahesa tak lepas dari pandangan mata putri Rinxi er sang kakak dari Xiao er, Rinxi er merasa muak dengan kelakuan sang Ratu yang tak lain adalah ibunya, tapi mau bagaimana lagi Rinxi er menyadari jika ibunya juga membutuhkan kehangatan seorang pria di mana Ayah. nya sudah lama tiada, akibat perang saudara yang terjadi di kawasan lautan samudera x guna memperebutkan lautan samudera z yang ketika itu seluruh nya di kuasai oleh Ayahnya, kehidupan mereka dahulu sangat makmur tidak pernah rakyat nya kekurangan bahkan tak pernah mengaggu kehidupan manusia karena mereka merasa cukup.


Akan tetapi semenjak perang saudara dan Ayahnya gugur dalam medan pertempuran, kawasan lautan samudera z di ambil alih oleh musuh yang juga masih saudara Ayahnya, akibatnya hanya menempati lautan samudera x yang wilayahnya sangat kecil dan sejak saat itu kehidupan Rakyatnya sangat kekurangan dan menderita terlebih sang Ratu yang tak lain ibu nya tidak mampu menjadi pemimpin yang bisa mencukupi warganya, untuk itu semua warga Naga seringkali berkeliaran di kawasan penduduk manusia, mereka merampas dan mrnggambil apapun yang mereka suka, Akibat nya kawasan desa itu jika malam terasa mencekam karena banyak Naga yang berkeliaran mencari mangsa.


Tidak terlihat kehadiran dari putri Xiao er sang Ibu Ratu bertanya.


"Di mana Putri Xiao er?"


Suasana hening untuk sesaat begitu juga dengan Pangeran Mahesa dia pun mulai mencari di mana kekasih nya Xiao er kenapa tidak terlihat.


Karena tidak ada yang menjawab, kembali ibu Ratu berseru.


"Kenapa kalian diam!" di mana putri Xiao er."


"Kami tidak tau Ratu!"


"Mungkin Putri Xiao er berada di kawasan penduduk manusia, Ratu."


"Nekad sekali anak itu, apa dia tidak takut jika wujud aslinya di ketahui warga atau jangan-jangan putri Xiao er di tangkap para manusia?'gawat jika ini terjadi, kalian semua dengar kan perintahku Nanti malam cari putri xiao er di kawasan penduduk manusia."


"Baik, Ratu!"


"Baiklah kalian boleh pergi dan kau Rinzi er jangan pergi ke kawasan penduduk manusia itu sangat berbahaya."


"Baik, Ibu Ratu!"


"Siap, Ratu!"


Semua Naga yang tadinya berkumpul kini mulai pergi tinggalah pangeran Mahesa dan sang Ratu.


Sementara Penasehat hyang Shu dan beberapa pengawal lainnya sudah sampai di kawasan lautan samudera x, mereka memilih beristirahat sejenak, guna membuat rencana.


"Pengawal...!" kita beristirahat dulu di tempat ini."


"Baik, penasehat hyang Shu, mari semuanya beristirahat."


Beberapa rombongan pasukan yang jumlahnya sekitar dua puluh prajurit biasa dan tujuh prajurit yang memiliki kemampuan tinggi itupun beristirahat di kawasan hutan dekat lautan samudera x. Mereka mendirikan tenda untuk mereka gunakan berteduh karena akan sangat menakutkan warga jika mereka memilih bergelantungan di pohon.


Di dalam tenda utama di mana hanya di tempati oleh tujuh orang pengawal tinggi Istana, mereka sedang berdiskusi.


"Penasehat hyang Shu apa yang akan kita lakukan selanjutnya."tanya Sang pengawal.


"Untuk sementara kita harus mencari tau keadaan dan situasi yang ada di dalam lautan samudera x karena jika kita langsung melakukan penyerangan, itu belum tentu akan membuahkan hasil, karena kita tidak tau di mana mutiara hijau itu berada dan jatuh pada naga yang mana."


"Itu artinya apakah kita akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu."


"Benar..!" kita akan mengawasi gerak gerik mereka sampai kita dapat kan informasi naga mana yang memegang dan memiliki mutiara hijau itu."


"Baiklah, nanti malam kita akan bagi tugas sekarang mari kita beristirahat, perjalanan dari kerajaan Awang Awang Vampire sampai ke lautan samudera x ini sangat melelahkan."


Di lain tempat Patih lembu ireng juga sudah sampai di lautan samudera x dia berada di kawasan penduduk yang ketika itu sangat legam dan sunyi seolah olah perkampungan itu, desa yang sudah mati tak berpenghuni.


Semua pintu tertutup rapat dan tak terlihat aktivitas dari masyarakat penduduknya hanya ada segelintir orang yang lewat di jalan itupun mereka terlihat tergesa-gesa, wajah mereka menampakkan ketakutan, karena penasaran timbul lah keinginan dari Patih lembu ireng untuk bertanya. Dengan wajah tertutup cadare dan tangan berkukuh panjang yang tertutup tidak akan membuat sang manusia curiga kalau yang bertanya padanya adalah seorang Vampire.


"Permisi...Bapak!ada apa ini kenapa desa ini sangat sepi."tanya patih lembu ireng santun.


"Semua warga lagi ketakutan, kisanak ini siapa?"seperti nya orang baru di desa ini."


"Benar, Bapak!saya baru yang kebetulan lewat jalan ini."


"Oh, hati-hati, nak di sini kalau malam berbahaya."


"Kenapa memangnya!"


"Sudah beberapa bulan ini di kawasan desa kami terjadi pencurian bayi dan gadis perawan untuk itu kami sangat takut keluar rumah."


"Pencurian bayi dan gadis perawan!"siapa yang melakukan itu."


"Kami tidak tau, sudah Nak Bapak pergi dulu takut tidak selesai dan bisa kemalaman."


"Oh, ya silahkan pak."jawab patih lembu ireng, wajah Patih lembu ireng yang tak begitu tua dapat merasakan betapa pedihnya penderitaan yang dialami penduduk warga di desa ini mereka hidup dalam ketakutan.


"Siapa yang suka melakukan penculikan bayi itu, aku harus menyelidiki kasian warga di sini apakah tidak lebih baik aku memanggil pangeran Tatius kesini, biarkan dia sendiri juga yang mencari di mana mutiara hijau itu berada, keadaan penduduk desa ini sangat memprihatikan aku kasian sekali dan kehadiran pangeran Tatius pasti sangat di butuhkan." Gumam patih lembu ireng dalam hati.