The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.94. PINGSAN



Pangeran Tatius berhenti di pinggir hutan dia berteiak dengan histeris.


"Araaaaaagggghhhh....!" kenapa aku bisa kehilangan jejak nya dan kenapa Indra penciuman ku tak dapat menjangkau keberadaan nya, Tania dimana kamu, kemana lagi aku harus mencari mu...!"Sial... ini semua karena kebodohan ku, membiarkan dirinya sendiri di alam dunia Vampire, yang penuh dengan bahaya andai ketika itu aku menemaninya andai ketika itu aku tidak memperdulikan ucapan konyol temannya, semua ini tidak akan terjadi, Tania berikan petunjuk mu kamu di mana?"


"Aaaaaaaaaaa....!!!pangeran Tatius yang marah dan kesal pada diri nya sendiri segera mencabut keris dan dibabatkan nya keris itu ke segala arah, pohon dan dedaunan jatuh tumbang berserakan dan berterbangan tak beraturan tubuhnya terasa lemas tak bertenaga hatinya begitu sedih terlebih melihat Sinaran mentari senja mulai menyapa kekhawatiran nya semakin dalam.


"Aku harus mencari kemana?"Tania kau di mana, jika terjadi sesuatu padamu aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri,"


Pangeran Tatius yang sudah putus asa jatuh terduduk menatap tanah tapi tak lama kemudian Pangeran Tatius bangkit dari duduknya.


"Jika aku tidak bisa mencium keberadaan nya itu artinya orang yang membawa Tania sengaja menghilangkan Indra penciuman mahkluk lain coba aku cari ke arah selatan."


Pangeran Tatius segera melesat terbang ke arah selatan dia mengunakan Indra penciuman untuk bisa mencium sesuatu yang ada di tempat itu, dan rupanya apa yang dilakukan pangeran Tatius berhasil, di tempat itu dia bisa mencium bau mahkluk lain seperti binatang melata atau pun binatang reptil lainnya.


"Di sini aku bisa mencium semua nya tapi kenapa di tempat tadi tidak bisa itu artinya Tania berada di sekitar tempat tadi itu dan karena hanya tempat itu yang tidak bisa tercium keberadaan mahkluk tidak ada bau Manusia tidak ada bau hewan melata lainnya."


Setelah merasa yakin pangeran Tatius segera terbang melesat kembali ke tempat itu.


"Kali ini aku harus menggunakan akal pikiran dan hati agar aku bisa menemukan nya, pangeran Tatius segera mengecek segala penjuru tempat yang ada di tempat itu di sini tidak ada tempat yang Rahasia lalu di mana orang misterius itu membawa Tania.


Dalam keresahan nya Pangeran Tatius mondar mandir tidak karuan pikiran nya begitu kacau dan resah, kembali pangeran Tatius meluapkan amarahnya.


"Araaaaaagggghhhh...!" satu sabetan keris menghancurkan dedaunan yang tumbuh dengan rindang, pangeran Tatius sangat terkejut ketika dedaunan yang sudah berhamburan di tanah menampakkan jelas sebuah celah yang cukup besar dan gelap.


"Celah apa ini?"


Perlahan-lahan pangeran Tatius berjalan mendekati dan karena celah itu sangat besar pangeran Tatius sedikit curiga,


"Apa mungkin, Tania ada di dalam sana?" tidak ada salahnya jika aku mencoba untuk mengeceknya."


Perlahan-lahan pangeran Tatius masuk kedalam celah yang mirip seperti goa di tempat lain Devan yang berlari dengan kencang berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya yang seakan akan sudah putus putus, Devan sedikit bingung ketika dihadapannya terpampang pemandangan yang memusingkan kepala, Pohon tumbang tak beraturan dedaunan tercecer di segala penjuru arah, Devan mengeryitkan dahinya.


"Pasti ini. ulah si Vampire jelek itu, ngapain merobohkan semua pohon dan dedaunan kurang kerjaan saja dan aku yakin Vampire jelek itu ada di sekitar sini aku akan mencari nya.


__________


"Bagaimana..?" apa kamu sudah siap cantik, Ha .. ha...ha..aku sudah memberimu waktu dua jam sekarang ucapkan selamat tinggal pada orang orang yang kau sayang karena ini akan menjadi hari terakhir mu.


Tania menatap tajam wanita cantik yang ada didepannya kini tidak lagi Tania menunjukkan rasa ketakutan, hari ini adalah penentuan bagi hidup nya antara hidup dan mati, Tania sudah mempersiapkan apa yang akan dia lakukan, ketika putri Lin Ying menggikat kaki dan tangannya ketika putri Lin Ying memberikan kesempatan untuk nya beberapa saat diam-diam Tania berhasil melepaskan ikatan tali yang membelenggu tangan dan kakinya sengaja Tania tidak lari karena hal itu percuma wanita Vampire itu bisa mengejarnya dengan terbang dan pastinya yang terjadi dirinya akan di bunuh dengan seketika.


Putri Lin Ying semakin mendekat dan dengan kasar menangkup wajah cantik Tania kukunya yang panjang dan giginya yang runcing mulai mendekati leher putih Tania, meskipun sedikit ketakutan Tania tetap berusaha menunggu dengan sabar gigi gigi runcing itu terbuka lebar di balik punggung belakang Tangan Tania sudah menggenggam sebuah kayu kecil dan runcing dengan kayu itu Tania berharap bisa melukai Vampire yang ada di depannya dengan cara menancapkan kayu kecil dan runcing itu pada gigi Vampire yang terbuka.


Hitungan Tania dalam hati,


"Aaaaaawwwh...!" pada saat yang bersamaan cengkraman Vampire pun terlepas sang Vampire terhuyung kebelakang sambil memegangi mulut nya yang tertancap kayu dengan kasar di cabut ya kayu yang ada di dalam mulut nya darah Hitam mulai keluar dari sana.


"Hiaaaaaaaaaa...!" sang Vampire wajahnya berubah merah padam dan dengan sangat marah terbang melesat mengejar Tania yang berlari, Tania berfikir luka yang di berikan nya tidak akan lagi membuat sang Vampire mengejarnya akan tetapi dugaannya salah sang Vampire semakin bringas dan menakutkan.


Tubuh Vampire yang garang dengan kasar menendang Tubuh Tania hingga jatuh tersungkur di tanah.


"Aaaaaaaaaa.! sebuah jeritan kesakitan lolos dari bibir Tania. Sang Vampire yang sudah tersulut emosi seperti nya tidak ingin memberi ampun lagi pada Tania Tubuh Tania yang jatuh dengan kasar di seret nya. Berkali-kali jeritan kecil keluar dari bibir Tania.


"Rupanya kau ingin merasakan bagaimana aku menyiksamu hah... trimalah ini."


Kembali Putri Lin Ying yang sudah kalap menarik Tubuh Tania dan kini mulai mengaggkat dan memutar-mutar nya di atas kemudian di lemparkan nya ke bibir dinding, tapi belum sempat Tubuh Tania terlempar ke dinding yang pastinya akan meremukkan semua organ tubuhnya sebuah bayangan hitam terbang melesat dengan cepat menyambar Tubuh Tania yang sudah tidak berdaya.


"Kurang ajar..!" siapa kau?"berani mencampuri urusan ku."teriak Putri Lin Ying geram.


Dengan perlahan bayangan hitam itu mulai mendaratkan kakinya di tanah dengan posisi tubuh membelakangi.


"Melihat bayangan hitam di depannya tidak menjawab maupun mau membalikkan tubuhnya membuat putri Lin Ying kesal dengan emosi yang tinggi kembali putri Lin Ying memberikan serangan pada laki-laki yang berjubah hitam dan lagi lagi serangan nya dapat dengan mudah di tangkis tanpa harus menoleh dan melihat lawan di depannya.


"Bedebah...?" Siapa kau, tunjukkan wajahmu atau....?"


"Atau kau akan membunuh ku...benar begitu kan?"Tuan putri Lin Ying."


"Deg....!"


Seakan jantung mau lepas dari raga nya dan seakan mendadak lumpuh kakinya putri Lin Ying terperanjat kaget dan menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Apakah....!" ini bukan mimpi... apakah benar semua ini, tidak mungkin dengan derai air mata di sertai dengan tawa sumbang putri Lin Ying berkata.


"Ha...ha..ha...ini tidak benar, kau siapa?"


"Apakah kau tidak mengenali suaraku."


"Tidak....aku tidak tau siapa kau." meskipun hati putri Lin Ying menerka satu nama Tapi dengan cepat di tepisnya pikiran itu karena tidak mungkin nama itu yang menyelamatkan gadis di depannya.


Perlahan-lahan laki-laki berjubah hitam itupun membalikkan badannya dengan mengendong Tubuh Tania yang pingsan.


"Apa masih tak mengenaliku, kamu sungguh keterlaluan Tuan putri Lin Ying."


Setelah mengucapkan itu laki-laki itupun segera melesat terbang meninggalkan tempat itu.


"Pa-pangeran Tatius...!"jangan pergi pangeran tunggu aku....!"Pangeran... ampuni aku ... pangeran....!!!! Putri Lin Ying berteriak sekuat tenaga. Dengan cepat putri Lin Ying berlari mengejar perginya pangeran Tatius.