The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.106.SERANGAN RAKSASA



Suasana malam yang hening tiba-tiba menjadi riuh dan gaduh oleh beberapa prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang berhamburan dan berlarian ke sana kemari dengan teriakan teriakan histeris.


"Tolong.....!' tolong...!"ada Raksasa...?" seru beberapa pengawal istana kerajaan Awang Awang Vampire.


Para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire mulai berhamburan keluar dan menghadang Raksasa yang sedang mengamuk, semua bangunan istana di hancurkan beberapa Vampire tergeletak mati dengan tubuh yang sangat menggemaskan.


Jeritan dan tangisan serta teriakan para Dayang yang berlari menghindari amukan dari Raksasa membuat suasana kerajaan belakang istana kerajaan Awang Awang Vampire kacau balau dengan beberapa bagunan roboh dan hancur.


Penyerangan yang dilakukan Raksasa Secara mendadak membuat para pengawal yang tidak siap banyak yang jatuh terbunuh gugur dalam melawan amukan Raksasa.


Salah satu kerajaan Awang Awang Awang Vampire yang tidak terlihat mata Raksasa segera menyelinap diam diam pergi ke kerajaan istana Awang-awang Vampire bagian depan yang jaraknya sekitar dua ratus meter dari istana kerajaan Awang Awang Vampire bagian belakang.


"Raja...!" Tolong....!"Raja...?"


Teriakkan pengawal yang sangat berisik dengan menghidupkan tombol merah tanda bahaya membuat para pengawal kerajaan istana depan mulai terganggu hingga membuat mereka terbangun dan membuka pintu gerbang utama pintu bagian belakang dengan tergesa-gesa.


"Apa apa?"kau berteiak teriak malam malam begini."


"Gawat, aku harus ketemu Raja, di istana kerajaan belakang lagi di serang Raksasa besar."


"Apa?" Raksasa besar kamu jangan bercanda."


"Aku, tidak bercanda banyak yang sudah tewas dan banyak bangunan bangunan yang roboh dan hancur."


"Baik..!" kau tunggu disini aku akan menghadap Raja."


"Cepat pengawal depan nanti keburu semua pengawal belakang mati."


"Iya, tenanglah."


Pengawal depan dengan cepat melesat terbang ke istana kepribadian sang Raja dan tak menunggu berapa lama Pengawal depan sudah berada di hadapan Raja yang sedang beristirahat dengan melihat' lihat para pengawal yang lagi mempersiapkan senjata untuk di simpan setelan di bersihkan.


"Ampun, Raja!" ada pengawal belakang istana yang sedang mencari Raja, dia bilang istana kerajaan Awang Awang Vampire istana belakang di serang Raksasa besar yang sedang mengamuk."


"Apa..!" Raksasa'?"


"Benar, Raja!"


"Di mana pengawal itu sekarang?"


"Beliau ada di pendopo bagian belakang."


"Baik, aku akan ke sana secepatnya."


"Baik, Raja!"


Setelah mengucapkan undur diri pengawal depan kerajaan istana Awang Awang Vampire segera pergi.


Tinggalah Raja dalam keresahan nya. Abdi setia kerajaan Awang Awang Vampire yang melihat Raja dalam gelisah pun bertanya.


"Ada apa Raja?" kenapa kau terlihat sangat gelisah,"


"Bawa, Ratu Derba dan yang lainnya masuk ke dalam istana Rahasia bawa tanah, sepertinya kita kedatangan tamu yang sangat berbahaya jadi selamatkan mereka di sana jangan lupa kabari dan bawa serta pangeran Yervan dan calon istrinya putri Lin Ying masuk ke dalam istana kerajaan Bawah tanah agar mereka semua aman dan jangan biarkan mereka keluar dari sana, kau mengerti?"


"Saya, mengerti Raja."


"Tapi, Raja!" bagaimana dengan Raja sendiri, ini pasti sangat berbahaya."


"Tentu saja, berbahaya apakah dengan berbahaya lantas kau menyuruh ku bersembunyi juga tidak kan, aku Raja di sini keamanan dan keselamatan rakyat Vampire sudah menjadi tanggung jawab ku cepat kau kerjakan perintahku,"


Baik, Raja!"


Pengawal kerajaan itupun segera melesat pergi untuk membawa Ratu Derbah dan lainnya untuk bersembunyi sementara Raja Awang Awang Vampire terbang melesat ke sebuah bangunan kecil yang terletak di ujung kerajaan istana depan Awang Awang Vampire.


"Sial...! Raksasa seperti apa yang lagi merusak istana belakang aku harus cepat memutar CCTV nya ...agar aku tau seperti apa musuhku itu,"


Setelah masuk dan membuka Raja Awang Awang Vampire tertegun untuk beberapa saat.


"Bagaimana dia bisa lepas, aku sudah menggurungnya dan membentengi dengan kunci perisai, dia tidak mungkin lepas sendiri pasti ada yang telah membukanya lalu siapa yang telah lancang berani membuka nya, kurang ajar ini tidak bisa di biar kan aku harus cepat menghadangnya, meskipun aku tidak tau apakah aku akan mampu melawannya atau tidak, karena jika tidak bisa di hentikan akan semakin banyak korban Raksasa itu sangat berbahaya.,"


Tanpa membuang buang waktu lagi Raja Awang Awang Vampire langsung melesat terbang tinggi ke istana belakang kerajaan Awang Awang Vampire dan ketiika sudah sampai terlihat lah pemandangan yang sangat memprihatikan banyak para pengawal yang jatuh menjadi korban ke ganasan Raksasa.


"Mundur...semua!"


Mendengar teriakkan dari sang Raja para pengawal kerajaan Awang Awang Vampire langsung mundur.


"Huuu...ha ..ha...ha.... kita bertemu lagi Raja, ha...ha..ha..kali ini aku yang akan menghabisi mu."


"Siapa yang telah melepaskan mu ?"


"Aku, tidak perlu menjawab pertanyaan mu Raja, bertahun tahun kau menggikat ku dalam Peti keabadian berdinding kursi kini trimalah pembalasan ku."


Raksasa setinggi 12 meter melebihi tingginya gedung istana kerajaan dengan cepat, menyerang Raja dengan semburan semburan dari api yang keluar dari mulut nya, berkali kali Raja harus berkelit menghindari semburan dari sang Raksasa', melihat Lawan nya terus berkelit menghidar Raksasa itu semakin mempercepat serangannya, kakinya yang menginjak tanah berkali kali membuat tanah seolah bergerak dan bergoyang dan tangan Raksasa dengan sembarang arah mencakar dan merobohkan semua bagunan istana. Raja sadar Raksasa yang ada di depannya Bukanlah Raksasa biasa yang bisa dengan mudah di lumpuhkan, terlebih saat ini Raja hanya menghadapi Raksasa itu seorang diri. Sang Raja berusaha mengambil anak panah dari belakang bajunya yang sudah dia selipkan ketika hendak menemui Raksasa, Raja melesat tinggi berdiri di atas gedung istana dan mengarahkan anak panah ke tubuh Raksasa yang ada di depannya, melihat dirinya di hujani dengan anak panah Raksasa itu semakin murka dan marah dengan langkah yang bunyi kakinya memekakkan telinga dengan sigap menyambar nyambar semua anak panah yang mengarah kepada nya, tidak ada satupun anak panah yang berhasil melukai sang Raksasa. Nyali Raja sedikit menciut pasalnya Raksasa yang ada di depannya ini semakin kuat dan tinggi ilmunya di bandingkan Raksasa ketiika itu, mungkin karena di dalam kubur perisai berdinding kursi Raksasa itu telah memperkuat ilmunya.


Anak panah semakin habis dan Raja semakin gusar akhirnya dia melesat ke arah salah satu pengawal kerajaan dan mengabil sebilah pedang dan dengan cepat Raja membabatkan pedangnya ke tubuh sang Raksasa. Tapi lagi-lagi Raksasa itu seolah kebal senjata hingga suatu ketika sang Raja lena hingga tangan Raksasa mampu menyambar dan menghantamkan tubuh sang Raja dengan keras ke tanah, darah hitam mulai keluar dari mulut Raja, semua para pengawal yang berada di tempat itu tak ada yang berani menolongnya mereka berlari dan bersembunyi demi menyelamatkan diri mereka sendiri.


Melihat sang Raja jatuh terkapar dengan darah segar keluar dari mulut nya membuat sang Raksasa tertawa senang.


"Kali ini kau akan mati, trimalah kematian mu."Raksasa sudah menggangkat tinggi tinggi kakinya, Raja yang sudah lemah dan tak mampu untuk berdiri hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi, jangan kan untuk menghindar untuk menggeser tubuhnya saja Raja tidak bisa dan ketika sang Raksasa hendak menghujam kan kakinya ke tubuh sang Raja tiba-tiba.


"Sreeeeeeettttt.... sreeeeeeettttt.... sreeeeeeettttt....!"Sebuah pisau berjumlah sangat banyak menyerang Raksasa membuat Raksasa membalikkan badannya dan melihat siapa orang yang berani menyerangnya, dan ketiika Raksasa itu melihat dengan jelas wajah orang yang telah berani menyerang nya dia sangat terkejut dan murka.


"Kauuuu...!"berani sekali ikut campur urusan ku trimalah ini,"


Ribuan pisau yang tadinya digunakan untuk menyerang Raksasa kini berbalik menyerang dirinya bersusah payah orang itu berkelit melompat dan menghidar. sang Raja yang melihat siapa orang yang membantu nya sangat terkejut dengan kekuatan yang masih tersisa Raja bangkit dan memberikan serangan balasan kepada Raksasa.


"Kenapa kau ada di sini putri Lin Ying, cepat kau pergi....!"


"Tidak ...aku tidak akan meninggalkan Raja, menghadapi Raksasa ini sendiri."


"Percuma, kau tidak akan bisa pergilah sebelum terlambat aku akan alihkan perhatian Raksasa ini."


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan Raja."


"Jangan keras kepala...!" pergilah."


"Tidak, kita akan hadapi bersama sama kalaulah aku harus mati kita akan mati bersama."


"Dasar gadis gila, pergilah tidak usah hiraukan aku," Teriak sang Raja yang tidak di dengar kan oleh putri Lin Ying.