The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.26.MISTERI BINGKAI FOTO.



Setelah memalui beberapa pemikiran yang


matang, Pangeran Yervan segera berangkat


ke kerajaan Sangkala, untuk menemui


pangeran Tatius.


Tujuannya hanya satu ingin membuat


pangeran Tatius mengundurkan diri dari


lomba sayembara yang diadakan Raja Vampire


Barat Daya.


Kerajaan Awang Awang Vampire dan kerajaan


Sangkala tidak terlalu jauh, sehingga waktu


satu hari, cukup untuk menempuh perjalanan


ke sana.


Kerajaan Sangkala sangat unik hiasan dinding


untuk pintu gerbang masuk dan segala yang


ada di dalam nya memiliki jiwa seni yang


luar biasa keunikan indahnya, Pangeran Yervan


yang baru pertama kali singgah dan datang sendiri, di buat tercengang melihat keindahan


istana Sangkala.


Ketika Pangeran Yervan hendak memasuki


halaman tiba tiba beberapa pengawal istana


Sangkala menghadang langkah nya.


"Anak muda, apa yang kau lakukan disini?"


"Aku ingin bertemu, dengan pangeran Tatius."


"kamu siapa, ingin bertemu dengan pangeran Tatius,"


"Aku, kakaknya,"


Beberapa pengawal itu saling berpandangan


kemudian beberapa pengawal itu tertawa


bersama sama.


"Ha...ha..ha...ha...!"


"Jangan coba coba, membohongi kami, anak muda, Ratu permaisuri Shima, hanya memiliki


satu putra, hanya pangeran Tatius saja putranya


Sekarang kau bicara kau adalah kakaknya,


Pergilah, sebelum Raja Sangkala melihatmu pasti kau akan di usir dengan kejam."


"Pengawal, tolong, katakan saja kepada pangeran Tatius, kakak nya pangeran Yervan


ada disini, aku mohon..!"


Ucap Pangeran Yervan menyakinkan para pengawal istana.


"Bagaimana ini, dia memaksa Ingin bertemu


dengan pangeran Tatius,"Ucap pengawal itu


kepada kedua temannya.


"Kau, panggilkan saja, biar aku yang jaga dia


disini,"


"Jangan...!"Ucap pengawal istana yang lain.


"Pangeran Tatius, sedang dalam, fase, memperdalam ilmunya, yang langsung dilatih


Raja Sangkala, kalau kau kesana, itu akan


menggaggu, dan Raja Sangkala bisa marah


dan menghukum mu,"


"Lalu, kita harus bagaimana?"


"Hei...anak muda, kau pulang saja jangan


menggagggu pangeran Tatius karena saat ini


pangeran Tatius sedang dalam pelatihan


ekstra dari Raja Sangkala."


"Apakah pelatihan itu, satu hari penuh tanpa


istirahat."


"Apa maksud dari ucapanmu itu, anak muda,"


"Aku akan menunggu, jam dan waktu istirahat


pangeran Tatius, agar pelatihan nya tidak


terganggu,"


Ketiga pengawal itu berpandangan sebelum


akhirnya memberikan keputusan.


"Baiklah, kamu tunggu, disana ,tuh kamu boleh


duduk disana, tapi ingat jangan macam macam,"Ancam pengawal itu.


" Baiklah, trimakasih,"Ucap pangeran Yervan.


"Hey...!sudah, sana pergi, dan tunggu di sana, kenapa masih bengong dan berdiri disini."


"Bagaimana pangeran Tatius bisa tau, kalau


ada yang menunggu nya, jika kalian tidak


memberi taunya."


"Hey, apa maksud mu! kau ingin memerintah


kami hah...!"Ucap pengawal satunya geram.


"Maafkan aku, tapi coba pikirkan, bagaimana


mungkin pangeran Tatius bisa tau ada yang


menunggunya jika kalian tidak melapor dan


memberitaunya."


"Haiya...!baiklah, aku akan kasih tau pangeran Tatius, sekarang kamu tunggu disana,"


"Trimakasih,"Ucap pangeran Yervan seraya


melangkah pergi menuju tempat yang di


tunjukkan para pengawal itu.


Dari kejauhan pengawal itupun tertegun


untuk beberapa saat, pasalnya, dia takut untuk


mengaggu kegiatan pangeran Tatius.


Raja Sangkala yang melihat kehadiran


penggawal nya segera menghampiri.


"Ada apa ?"


Dengan gugup dan bergetar sang pengawal


pun bicara dengan terbata bata.


"Anu .Raja, anu....itu...anu...Raja."


"Hey, kenapa bicara mu aneh begini, anu ...!anu..!anu.. ,apa ? bicara yang jelas."


Bentak Raja Sangkala, kepada pengawal nya.


Penggawal yang di bentak pun semakin


bergetar tubuhnya menggigil, keringat dingin


mulai bermunculan di pelipis wajah nya.


Pangeran Tatius, yang mendengar bentakan


kakeknya kepada penggawal segera menghentikan latihan nya dan mendekati


sang kakek dan pengawal.


"Ada, apa Kek?"


"Tidak tau, pengawal ini mengaggu saja"


Dengan senyum ramah dan menyejukkan


pangeran Tatius mendekati sang pengawal


yang berdiri ketakutan dengan wajah menunduk.


"Katakan lah, ada perlu apa kau datang kemari?"


"Ampun, pangeran Tatius, saya tidak bermaksud ingin menggaggu tapi...!"Pengawal


itu tidak melanjutkan ucapannya.


"Iya, lanjutkan,"Ucap Pangeran Tatius ramah.


"Anu, pangeran, itu..!Anu..ada...


Belum juga pengawal itu selesai bicara Raja


Sangkakala yang geram sudah lebih dulu


membentaknya.


"Bicara yang jelas,"Ucap sang Raja Sangkala dengan nada tinggi.


Membuat pengawal itu semakin ketakutan.


dan bicara dengan galak begitu, dia akan


takut.


"Ya, sudah, urus pengawal menjengkelkan itu,"


Setelah mengucapkan kalimat itu sang Kakek


pergi.


Pangeran Tatius hanya mengelengkan kepalanya melihat sang kakek yang selalu


bersikap kasar dan keras kepada semua


pengawalnya.


"Ayo, sekarang bicaralah, jangan takut."


"Pangeran Tatius, engkau sungguh sangat


bijak dan lembut, bahkan aku merasa


pangeran Tatius bukan keturunan dari Raja


Sangkakala, pangeran sangat lembut."


"Ha.ha...ha...! berhenti lah memuji ku pengawal


kamu belum tau saja kalau aku lagi marah,


coba sekarang katakan, ada apa kau kesini,"


"Pangeran diluar sana ada seorang pemuda


yang menggaku sebagai kakak pangeran,


namanya kalau tidak salah Yervan."


"Oh, ya benar, dia kakakku dimana dia sekarang?"


"Saya,suruh menunggu di puri halanan istana pangeran."


"Baiklah, aku akan kesana, sekarang kau


boleh pergi."


Setelah memberi hormat pengawal itupun


pergi meninggalkan pangeran Tatius.


****


Di tempat yang berbeda, Devan dan sang


Nenek berjalan ke ruang tamu, dimana disana


ada Tania yang sedang menunggu.


"Tania..! kenalkan ini Nenek ku !"


Dengan senyum ramah dan penuh kesopanan


Tania memberikan ucapan salam kepada sang


Nenek.


"Selamat siang Nek,"Ucap Tania ramah.


"Selamat siang, namamu siapa ?"


"Tania, Nek..!"


"Kamu, temannya Devan?"


"Iya, Nek !


"Masih pakai seragam sekolah, apa kalian tadi


bolos dari sekolah?"


Dengan malu malu, Tania menjawab.


"Iya, Nek !


"Bukankah itu perbuatan tidak baik, kenapa


kalian lakukan."


"Ah, Nenek, bolos cuma sekali saja gak


masalah kan,"Ucap Devan membela diri.


Sang Nenek hanya mengelengkan kepalanya.


"Pulang, sekolah pasti lapar, kan?ayo ikut


Nenek kita makan siang bersama."


"Ngak usah repot-repot Nek, Tania belum


lapar koh,"


"Sudah, ayo makan, jangan menolak, masakan


Nenek ku itu, enak lho," Ucap Devan promosi


makanan Nenek nya.


"Benar, apa yang di katakan Devan, ayo Tania


coba cicipi masakan Nenek ya, biar


tau masakan Nenek rasanya bagaimana?Timpal Nenek kepada Tania.


Akhirnya Tania tidak bisa menolak, dan dia


menerima ajakan sang Nenek.


Ketiganya berjalan keruang makan.


"Tunggu disini, Nenek siapkan dulu makanannya."


"Tania, bantu ya Nek !"Ucap Tania menawarkan


diri.


"Boleh, ayo ikut aku ke dapur,"


Tania menggikuti sang Nenek, semua yang


ada di dapur, di siapkan ke meja makan.


"Tania..!"


"Iya, Nek !


"Tinggal sendok dan piringnya, kamu siapkan


sendiri ya, Nenek mau ke belakang dulu


angkat jemuran, sepertinya mau turun hujan."


"Baik, Nek,"


Bergegas Tania menggambil piring dan sendok


Namun karena kurang hati hati piring yang


di pegang Tania jatuh dan pecah.


"Py aaaarrr..",


Suara bunyi piring yang jatuh, berbegas Tania


ke belakang dan berteriak.


"Nek...! piringnya jatuh dan pecah, bagaimana ini ?"


"Tidak apa apa , Tania, kamu ambil lagi piring


baru, yang ada di ruang samping dapur, disana


banyak piring dan sendok."


Teriak Sang Nenek dari belakang rumah yang


lagi mengaggkat jemuran.


"Baik, Nek..!"


Bergegas Tania mencari tempat piring dan sendok yang di simpan Nenek di samping


dapur.


Ketika tangannya meraih piring dan hendak


pergi ke ruang meja makan matanya


Nanar melihat, sebuah bingkai foto yang


tergeletak di lantai, seolah foto itu baru di


turunkan dari dinding.


Wajah muka nya tidak terlihat, karena cat blok


warna hitam menutupi nya, yang terlihat


hanya ukuran tinggi badan beserta baju yang


di kenakan nya.


"Kenapa gambar foto ini tidak memperlihatkan


wajahnya, lebih tepatnya kenapa wajahnya di


blok tinta hitam, bajunya sangat bagus


seperti baju orang kerajaan, penuh


dengan gemerlap ke emasan, mungkin ini


foto Kakeknya, Devan, ya sudahlah aku


harus cepat pergi pasti mereka sudah menunggu di ruang makan",Gumam Tania


dalam hati.


Namun ketika hendak melangkah pergi tiba


tiba mata indahnya melihat..