
Pangeran Tatius yang telah melesat pergi dengan cepat meninggalkan istana kerajaan Sangkala terbang menuju kerajaan Awang Awang Vampir, tidak menunggu berapa lama pangeran Tatius sudah sampai di kerajaan Awang Awang Vampire.
Kerajaan Awang Awang Vampire bagian depan terlihat sangat hening dan sunyi.
"Seperti nya tidak terjadi apa-apa? semua terlihat tenang dan hening mungkin karena hari sudah sangat malam sehingga mereka semua telah tertidur pulas."Gumam pangeran Tatius.
Kakinya terus melangkah menuju ke dalam Puri istana kepribadian sang Raja, tapi ketika hendak melangkah tanpa sadar mata Pangeran Tatius melihat arah ujung bagunan rumah yang biasa di gunakan untuk melihat segala kejadian yang ada di dalam istana karena di dalam rumah itu terdapat banyak pantauan CCTV.
"Tumben, terbuka apa Raja lupa menutupnya,coba aku lihat."
Pangeran Tatius masuk ke dalam dan mengedarkan pandangannya pada setiap penjuru ruangan dan pangeran Tatius terbelalak kaget ketika salah satu mesin penghidup CCTV belum di matikan dan terpampang dengan jelas beberapa adegan mengerikan yang sedang terjadi di istana belakang kerajaan Awang Awang Vampire.
Tubuh Raja yang tidak berdaya sedang di buat bulan bulanan sang Raksasa dan di sebelah kiri terdapat putri Lin Ying dan pangeran Yervan yang sedang menangis dan berteriak tapi mereka tak ada yang bergerak menolong Raja.
"Raja, kalah! ini mustahil tidak ada kekuatan apapun yang bisa menggalahkan Raja, meskipun dia kehabisan tenaga lalu kenapa sekarang bisa seperti itu pasti ada yang tidak beres aku harus kesana."
Pangeran Tatius segera terbang melesat ke istana kerajaan Awang Awang Vampire bagian belakang, terlihat lah putri Lin Ying dan pangeran Yervan sedang meneriaki nama Raja, pangeran Tatius mengedarkan pandangannya akan tetapi dia tidak melihat sang Raja maupun Raksasa yang dalam rekaman CCTV menyerang Raja dengan membabi buta.
"Putri Lin Ying, di mana Raja?" kenapa kalian diam mematung di sini!"
"Pangeran Tatius, cepat tolong Raja Raksasa itu telah membawa Raja ke arah barat dan kami tidak bisa mengejarnya karena kami tidak bisa keluar dari tempat ini,"
"Benar, adik! kami tidak bisa keluar dari tempat ini."seru pangeran Yervan membenarkan.
"Kenapa bisa seperti itu coba ku lihat."
Pangeran Tatius segera berjalan mendekati tempat putri Lin Ying dan pangeran Yervan berdiri dan ketiika tangan pangeran Tatius ingin meraih tangan Putri Lin Ying yang sudah terulur tiba-tiba pangeran Tatius jatuh terpental ke tanah.
"Tempat kalian berdiri ada dinding perisai nya, akan ku lepaskan."
pangeran Tatius mundur beberapa langkah kebelakang kemudian melompat terbang tinggi sebelum menjatuhkan pukulan pada titik putih yang terlihat samar, sebuah titik putih yang jika di hancurkan maka terbukalah dinding perisai.
Dari pukulan pangeran Tatius menimbulkan bunyi ledakan kecil berkali kali dengan kilat warna putih menggelegar di langit.
"Keluar lah, kalian sudah bebas,"
Putri Lin Ying yang tak bisa menahan rindu pada orang yang sangat dia cintai dengan serta Merta langsung menghambur dalam pelukan Pangeran Tatius.
"Aku merindukan mu pangeran!" lirih putri Lin Ying membuat pangeran Tatius mendelik kaget dengan perlahan lahan di jauhkan nya tubuh putri Lin Ying dari nya, sungguh wajah pangeran Tatius mendadak berubah merah dadu karena malu terlebih Tatapan mata pangeran Yervan yang sangat menikam.
"Maaf, aku harus pergi mencari Raja!"
Tanpa menunggu jawaban apapun baik dari putri lin Ying maupun pangeran Yervan yang kala itu juga berada di tempat itu pangeran Tatius segera melesat terbang tinggi ke arah barat, tapi sebelum itu pangeran Tatius menangkap kembali percikan api yang berubah menjadi cincin berbentuk ular naga, dan menyimpan nya di balik baju.
Pangeran Tatius berputar dan berkeliling di sekitar arah Barat mencari keberadaan Raja dan Raksasa. Setelah beberapa lama berputar-putar akhirnya pangeran Tatius menukan sang Raja yang tergeletak di atas batu dan sang Raksasa yang ada di depannya. Keadaan Raja sangat begitu mengenaskan darah hitam banyak keluar dari mulutnya dan tubuh nya memar penuh dengan luka, kelihatan nya Raksasa itu ingin menghabisi Raja melihat kaki Raksasa yang diangkat tinggi dan hendak di hujamkan pada tubuh sang Raja. Melihat itu pangeran Tatius segera melempar tinggi cincin berbentuk ular naga.
"Kembali lah pada Tuan mu dan jadilah perisai untuk nya."
Cincin berbentuk ular naga berputar putar kemudian membentuk asap putih yang tebal di atas tubuh sang Raja kemudian menghilang.
Raksasa yang sudah siap menghujam kan kakinya tersentak kaget ketika kakinya tak bisa menyentuh Tubuh sang Raja, Raksasa yang geram kini juga memainkan kedua tangan panjang nya hendak mencengkram tubuh sang Raja, lagi lagi Raksasa di buat heran karena tangannya pun tak mampu menjangkau tubuh sang Raja.
Desis suara Raksasa menggema di sekitar tempat itu
"Aku..!" apakah kau masih ingat dengan ku."seru pangeran Tatius yang kini berdiri tegak di hadapannya.
"Pangeran Tatius!" lirih sang Raja yang kini bibirnya mulai tersenyum.
Haaaa!"...Haaaaaa..!"suara deru nafas Raksasa.
"Rupanya, kau anak muda!" bagus aku tidak perlu jauh jauh mencarimu untuk membalas dendam rupanya kau sudah datang ."
"Haaaa!"Haaaa!" suara deru nafas panjang sang Raksasa.
"Dulu, kau menggurungku kini aku yang akan mengurung kalian, trima ini .
"Wuuuuuusssssss...!" Raksasa itu menyemburkan api dari mulut nya, pangeran Tatius berkali-kali harus melompat ketiika semburan api mengarah pada tubuhnya. Melihat sang lawan mampu mengelak Raksasa itu semakin geram dengan membabi-buta di hancurkan dan di lemparkan semua batu yang ada di sekitar tempat itu.
"Raja yang sudah merasa lebih baik dan sedikit segar karena cincin berbentuk ular naga telah kembali kepada nya, kini ikut bangkit berdiri.
"Kali ini aku tidak akan membiarkan kau hidup Raksasa, kau harus mati karena kekurang ajaran mu,"
Dengan cepat Raja mengambil anak panah dan dengan sigap anak panah di arahkan pada kedua mata sang Raksasa. pangeran Tatius yang memiliki insting pendengaran yang sangat tajam bisa merasakan kehadiran benda tajam yang sangat berbahaya mengarah pada sang Raksasa, dengan cepat pangeran Tatius membentangkan jubah nya terbang melesat cepat ke arah Raksasa apa yang di lakukan pangeran Tatius sangat mudah di mengerti Pangeran Tatius berusaha melindungi sang Raksasa dari incaran anak panah hingga anak panah dari sang Raja justru menembus lengan pangeran Tatius.
"Pangeran Tatius!" apa yang kau lakukan,"seru sang Raja binggung.
"Tidak ada, aku cuma tidak ingin dia mati Raja."
"Tapi pangeran, Raksasa itu sangat berbahaya."
"Iya, Raja aku tau, biar aku yang akan menyelesaikan nya,"
Setelah menggikat tangannya yang terluka pangeran Tatius berdiri di hadapan Sang Raksasa.
"Kenapa kau menolong ku?" seru sang Raksasa.
"Karena aku sudah berjanji tidak akan membunuhmu."
"Kau bercanda, kau pikir aku akan bersimpati dengan sikap mu hah trimalah ini."
Raksasa itu kembali menyerang pangeran Tatius dengan sangat gencar berkali-kali semburan api keluar dari mulut sang Raksasa, pada awalnya pangeran Tatius hanya berkelit dan menghidar tapi instingnya yang mengatakan Raksasa di depannya ini memang sangat berbahaya maka pangeran Tatius berniat akan mengurung kembali Raksasa yang ada di depannya dengan perisai tujuh bintang
Tubuh pangeran Tatius berputar putar di atas beberapa kali sebelum mendarat ke bumi dengan kedua tangan yang sudah teraliri kekuatan maha dahsyat yang di arahkan pada Sang Raksasa.
"Perisai tujuh bintang, satukan Raga Raksasa ini dengan batu,"seru pangeran Tatius
Langit tiba-tiba menjadi gelap dengan petir bersahut sahutan untuk beberapa detik lamanya hingga.
"Aaaaaaah...!"
Tubuh sang Raksasa seperti teraliri arus listrik hingga tak dapat berdiri tegak Raksasa jatuh terduduk di dekat batu tanpa mampu bergerak, cahaya putih menyelimuti tubuh sang Raksasa hingga sedikit demi sedikit tubuh Raksasa mulai dari bawah menghilang tak berbentuk sampai pada leher, Raksasa pun menitikkan air mata.
"Pangeran Ampuni aku! jangan kurung aku lagi aku berjanji tidak akan membuat kerusakan aku tidak mau di kurung," seru Sang Raksasa.