The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.251.KESAL



Setelah mendapatkan ponsel yang dia cari Pangeran Tatius segera terbang melesat kembali ke kerajaan istana awang-awang Vampir dimana di sana kekasih nya berada.


Tidak perlu memakan waktu yang lama pangeran Tatius sudah sampai berada di kerajaan istana awang-awang Vampire.


Suasana di dalam ruangan yang lenteranya menyala dengan redup menandakan semua dalam keadaan tidur, perjalanan ke alam manusia tidak memakan waktu lama setelah kejadian sore hari dimana Pangeran Tatius melempar lempar benda pipih milik kekasihnya, yang akhirnya hancur. Di mana sesungguhnya hancur nya benda pipih itu akibat ulah jahil dari Putri Lin Ying yang cemburu dengan perlakuan Pangeran Tatius terhadap Tania.


Dengan mengendap endap Pangeran Tatius menuju kamar dimana Tania beristirahat, perlahan lahan Pangeran Tatius membuka pintu kamar dan terlihat lah sosok gadis cantik yang sedang tertidur pulas dengan selimut sebatas da da. Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat pemandangan yang mampu membuat hatinya berdebar debar dengan begitu kencang.


"Baru juga melihat nya, jantung sudah tidak karu karuan, bagaimana jika menikmati malam pertama, ****..kenapa pikiranku jadi mesum begini beruntung Tania sedang tidur jadi dia tidak mengerti." gumam Pangeran Tatius dalam hati sambil tersenyum smrik.


Melihat Tania tidur dengan lelap Pangeran Tatius juga ikut merebahkan kepalanya di tepi ranjang dekat Tania dengan kaki berselonjor di lantai.


Di tempat lain Putri lin Ying yang dari sore mencari keberadaan Pangeran Tatius sibuk menggelilingi bangunan rumah kecil tak jua menemukan, bahkan ketika dirinya bertemu dengan Tania Pangeran Tatius juga tidak ada bersamanya di sana, hal itu membuat putri Lin Ying sedikit khawatir karena tidak biasanya pangeran tatius tidak berada di tempat atau pergi tanpa memberi tahu terlebih dahulu.


Kelelahan akibat mencari Pangeran Tatius membuat Putri lin Ying memilih duduk bersandar di kursi, untuk melepaskan kelelahan nya. Pikirannya melayang jauh mengira ngira di mana Pangeran Tatius kini berada.


"Kemana Pangeran Tatius pergi, jangan jangan Pangeran Tatius sudah masuk istana kerajaan Awang Awang Vampire bagian depan, apa benar begitu katanya sangat mencintai Tania gadis manusia tapi mengapa dengan mudah di tinggalkan begitu saja, aku yakin Pangeran Tatius itu tidak mencintai Tania dia hanya sebatas mengagumi saja, buktinya dua kali berada dekat dengannya, tidak membuat betah, Pangeran Tatius itu kan masih sangat muda pasti pikiran nya juga masih labil dimana dia Belum bisa memahami makna cinta yang sebenarnya.


Putri Lin Ying tersenyum simpul, hatinnya bernafas dengan lega karena apa yang dia sangka dan duga jika Pangeran Tatius sangat mencintai Tania itu cuma omong kosong belaka, karena faktanya Pangeran Tatius tidak bisa bertahan lama di samping kekasihnya.


Sambil merebahkan kepalanya bersandar pada kursi Putri Lin Ying menyunggingkan sebuah senyuman. Tanpa putri Lin Ying sadari pergerakan dirinya tak lepas dari mata tajam berwarna hitam milik Pak guru Wili.


"Ada apa dengan mu, kenapa kau senyum senyum begitu."tanya pak guru Wili sambil berjalan mendekati tempat duduk putri Lin Ying dan menarik satu kursi kemudian duduk di depan nya.


"Kenapa kau belum tidur? tanya Putri lin Ying pada pak guru Wili yang justru menemani nya duduk dan mengaggu lamunannya.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku kini justru kau yang bertanya."


Putri Lin Ying menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, mengontrol semua aliran darah dalam pernafasan nya, menahan perasaan kesal yang hadir akibat dari pak guru Wili yang sudah menggaggu lamunannya.


"Aku, tidak apa-apa cuma tersenyum saja dan hal itu baik kan dari pada marah." ucap nya dingin.


Pak guru Wili mengeryitkan dahinya dia yang berprofesi sebagai seorang guru, dimana dia bisa memahami banyak sifat dari seluruh anak didik nya bisa dengan mudah memahami perkataan dari putri Lin Ying.


"Apakah kau merasa terganggu dengan kehadiran ku?" kembali Pak Guru Willi memberikan pertanyaan.


Putri Lin Ying menelan ludahnya dengan kasar karena apa yang ada di dalam pikiran nya ternyata mampu terbaca oleh laki-laki yang ada di depannya.


"Jika kau sudah tau seharusnya kau pun tau apa yang harus kamu lakukan."


Pak guru Wili tersenyum simpul mendengar perkataan dari putri Lin Ying.


"Aku tidak sengaja datang untuk mu, aku hanya ingin menemui Tania karena dia sudah tidur aku berniat menunggu dia bangun di sini, jadi aku hanya kebetulan bertemu dengan mu, untuk itu bukan niatku ingin menemui atau mengaggumu." Jawab pak guru Wili dengan santai, yang mana jawaban itu membuat Kedua pipi putri Lin Ying merah merona karena malu, telah berprasangka buruk dengan begitu yakin merasa jika pak guru Wili Bangun hanya untuk menemuinya.


Lagi-lagi Putri Lin Ying menelan ludahnya dengan kasar sebelum kemudian bangkit meninggalkan pak guru Wili tanpa berkata apa-apa.


Pak guru Wili tersenyum melihat tingkah lucu dan aneh dari gadis Vampire yang pernah menyelamatkan nya.


"Mencintai dengan posisi bertepuk sebelah tangan itu sakit, tapi akan lebih sakit kalau kita paksakan, aku sekarang lebih membiarkan orang yang aku cintai bahagia dengan pilihan nya, karena cinta yang tulus dia tidak meminta balas kasih aku sudah mengikhlaskan Tania yang mencintai Vampire jelek itu, asal Tania bahagia, akupun akan merasa bahagia." Gumam pak guru Wili dalam hati.


Putri Lin Ying yang kesal memutuskan untuk pergi beristirahat ke dalam kamar nya, akan tetapi langkah kaki nya terhenti ketika melihat pintu kamar Tania sedikit terbuka, dengan iseng Putri Lin Ying mendekati pintu dan melongokkan wajah nya, Alangkah terkejut nya putri Lin Ying ketika melihat siapa yang berada di dalam kamar itu.


"Pangeran Tatius...! kenapa dia ada di sana, sejak kapan Pangeran Tatius ada di sana, lalu sore tadi, saat ku cari tidak ada apakah Pangeran Tatius sedang berada di dalam kamar, menunggu Tania yang tadi bicara sendiri seperti orang gi la, karena dia bicara dengan benda pipih yang tak bisa bergerak, sikap manusia itu aneh aneh kenapa bisa Tertawa dengan benda yang tidak bisa bicara, Pangeran Tatius apa juga sedang tertidur, kulihat dia diam saja, lebih baik aku pergi ini pemandangan yang sangat menyebalkan, ternyata Pangeran Tatius benar benar mencintai gadis manusia itu sampai rela tubuhnya berada di lantai yang dingin hanya untuk menemani kekasihnya tidur, huuuuuff.....andai saja perhatian itu di berikan kepada ku, Araaaaaagggghhhh.....bikin sesak saja." keluh Putri Lin Ying yang kemudian berjalan dengan tergesa-gesa pergi.


Karena pergi dengan hati yang kesal dan emosi tanpa sadar gerakan lambaian tangan dari putri Lin Ying yang jubah panjang nya berkibar menyambar satu buket bunga yang ada di ruangan itu.


"Pyaar...!" suara jatuhnya benda dari ruang tamu akibat dari tersenggol tangan berjubah panjang putri Lin Ying.


"Tatius...!" kenapa dia tidur di sini " Gumam Tania dalam hati dan itu tadi suara apa di luar kok seperti ada benda jatuh, lebih baik aku pergi untuk melihat nya."


Dengan penuh hati-hati dan perlahan-lahan Tania turun dari Ranjang dan berniat pergi ke ruang tamu, tapi belum ada satu langkah tangan Tania sudah digengam erat Pangeran Tatius.


"Mau, kemana?"tanya Pangeran Tatius, yang melihat kekasihnya akan pergi keluar.Tania sendiri tidak menyangka jika Pangeran Tatius juga ikut terbagun.


"Aku mau melihat di luar ada apa tadi aku mendengar ada benda jatuh di sana."


"Baiklah, ayo kita lihat bersama."


"Tidak, biar aku sendiri saja sepertinya kamu masih mengantuk lebih baik kamu beristirahat tidur, jangan tidur di lantai naik saja ke atas Ranjang.


"Boleh...! tanya Pangeran Tatius berbinar senang.


Tania hanya memberikan Jawaban dengan menggagguk kan kepala.


"Asik....bisa tidur satu Ranjang nih," cicit Pangeran Tatius senang.


"Aku, tidak tidur, karena aku tadi sudah tidur jadi aku tidak mengantuk, kamu pakai saja Ranjang ku "


"Jadi, maksud nya aku tidur sendiri di sini."tanya Pangeran Tatius dengan nada kecewa.


Tania mengagguk sebagai jawaban.


"Kalau begitu sih sama saja bohong, malas lah tidur sendiri, aku ikut keluar saja, biar aku temani kamu."


"Tidak perlu, kamu tunggu disini saja."


"Baiklah, tapi Nanti kita tidur satu ranjang ya,?"


"Mau apa minta tidur satu Ranjang, mau berbuat mesum ya!"


"Kalau boleh." jawab Pangeran Tatius sambil terkekeh.


"Awas kalau berani berbuat macam-macam aku tidak akan memaafkan mu."Sungut Tania kesal.


"Idih, ngancam, kalau aku cuma mau begituan dari kamu, sudah dari dulu dulu aku lakukan, aku mencintaimu dan akan menjagamu jangan khawatir aku tidak akan melewati batasan ku sebelum kamu sah menjadi milikku."


"Baguslah, kalau begitu, kamu tunggu disini aku keluar dulu,"


"Ok, cepat kembali ya, ingin memelukmu di sini."


Tania tidak menghiraukan ucapan Pangeran Tatius, dengan cepat Tania langsung pergi keluar, mata indahnya celingukan kesan kemari namun tak menemukan apapun, akhirnya Tania berniat kembali masuk ke dalam kamar nya.


Namun belum ada dua langkah suara berat dan serak memanggil nya.


"Tania...!"


Mendengar ada yang memanggil namanya, dengan gerakan refleks Tania menoleh dan terlihat lah dalam lampu remang-remang sosok laki-laki yang sudah berumur sedang memanggil nya.


"Pak guru Wili...!'


"Sini..!"


Tania Mulai berjalan mendekati Pak guru Wili yang duduk di kursi dengan lampu remang-remang.