
Tiga mobil polisi yang membawa Vampire pun terpaksa menghentikan lajunya secara bersamaan. mereka turun dari mobil dan melangkah menghampiri pangeran Tatius yang berdiri membelakangi.
"Siapa kau..?berani sekali menghentikan kendaraan kami, minggir !"atau aku tabrak kau."
"Tabrak..saja jika kalian bisa," ucap pangeran Tatius yang tetap dengan posisi membelakangi.
"Kurang ajar...!" kau menantangku, baik akan ku tabrak kau sekarang juga." seru si pengemudi mobil yang duduk paling depan.
"Tenang...tenang stop .!" jangan lakukan itu biar orang gila ini kami yang urus." kata si pengemudi nomor dua dan nomor tiga yang mana mereka sudah turun terlebih dahuku dari mobilnya.
"Tugasmu membawa Vampire itu dengan selamat ke museum istana negara jadi Jangan buang buang waktu hanya untuk mengurusi orang gila ini, jadi cepat pergi lah biar kami yang akan menyelesaikan nya."seru salah satu pengemudi mobil itu.
"Baiklah teman kalau begitu, aku pergi dulu."
Dengan sangat cepat si pengemudi menyalakan mobil nya. dan dengan santainya menancapkan gas yang lebih kencang ketika melewati Pangeran Tatius.
Untuk beberapa saat pangeran Tatius tertegun dengan sikap si pengemudi mobil yang sangat berani melewatinya, bahkan secara halus seolah olah sedang mengejeknya.
"Sial, dia pergi membawa Bibi Derbah aku harus mengejar nya."gumam pangeran Tatius dalam hati dan ketiika dia membuat persiapan untuk terbang mengejarnya, tiba-tiba sebuah tembakan melesat di dekat kaki Pangeran Tatius.
"Doooor....!" ha .ha .ha..mau lari kemana kau?"jangan harap kau bisa menghentikan kami kau pasti seorang pencuri yang berniat mencuri Vampire hasil tangkapan kami." seru salah satu pengemudi mobil nomor dua.
"Betul, pasti kau mau merampas dan membawa kabur Vampire tangkapan kami.'
Pangeran Tatius terkekeh mendengar semua ucapan yang mereka tuduhkan dengan sangat tenang pangeran Tatius membalikkan badannya dan menunjukkan gigi gigi runcing nya, serta memperlihatkan kuku kukunya yang panjang. Kedua orang pengemudi mobil itupun langsung beringsut mundur mereka saling bertatapan sebelum kemudian.
"Ayo, tembak dan tangkap Vampire itu?"
"Dooor......!"Dooor...!"Dooor...!"
Tembakan bertubi-tubi menghujami pangeran Tatius bagaikan anak panah. Pangeran Tatius melompat dan menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri terkadang diapun harus berguling guling di tanah, ingatan pangeran Tatius yang menggingat perlakuan kasar dari salah satu di antara mereka membuat pangeran Tatius tidak takut dan gentar menghadapi banyaknya peluru yang melesat ke arah tubuhnya bahkan pangeran Tatius pun terlihat memberikan serangan balik, setelah menghindar dari terjangan peluru pangeran Tatius memberikan tendangan pada salah satu sang pengemudi mobil yang mana memang dialah yang paling bersikap kasar dan tak manusiawi pada Bibi Derbah karena tega menyeret dan mrnjambak serta mendorong dan menampar Bibi Derbah.
Kemarahan pangeran Tatius tak dapat di redam lagi, tanpa ampun pangeran Tatius pun menendang dan memberikan serangan yang bertubi-tubi pada salah satu si pengemudi mobil yang di nilai Pangeran Tatius sangat kasar pada Bibi Derbah, sang pengemudi tak menyangka akan kenekatan pangeran Tatius, yang berani menantang hujaman dari tembakan yang di berikan nya dengan sangat cepat si pengemudi mobil pun lagi-lagi menghujamkan pelurunya.
"Doooor....!"Dooorr...!"
Tembakan terus di lakukan kedua pengemudi mobil yang memakai seragam polisi, benda timah panas peluru memang sulit di lawan tapi bukan berarti tak kan bisa dan mampu untuk di redam, ketika satu tembakan mengarah pada lengan kanan, pangeran Tatius menjatuhkan dirinya seperti orang yang sedang kayang, setelah itu kembali tegak berdiri dan melompat terbang melesat dengan kecepatan yang tinggi menendang sang pengemudi mobil, tendangan yang jitu sang pengemudi pun terhuyung kebelakang tanpa memberikan kesempatan pada sang lawan pangeran Tatius langsung memberikan tendangan lagi pada lengan kanan yang mana lengan itu memegang senjata api. Tendangan nya yang kuat membuat senjata api milik sang pengemudi lepas dari tangannya dan ketika sang pengemudi hendak mengambil senjata itu dengan cepat pangeran Tatius lebih dulu menendang pistol itu hingga jatuh terpental sangat jauh.
Kini keadaan seimbang sama sama tak memiliki senjata, pangeran Tatius yang murka dengan sigap menarik krah sang pengemudi lalu mengaggat dan menjatuhkan nya kembali ketanah bagaikan orang yang sedang membanting sesuatu,
"Bruuuuuggg....!"
"Auuuw....!" rintih sang pengemudi yang merasakan seluruh tubuh dan otot ototnya remuk.
Belum lagi siap memberikan perlawanan lagi-lagi pangeran Tatius melakukan hal yang sangat kejam hingga membuat sang pengemudi berbaju seragam polisi itu meringis dan berteriak kesakitan, karena yang dilakukan pangeran Tatius menyeret tubuh sang pengemudi, Sementara sang pengemudi satunya merasa binggung bagaimana dia bisa menolong teman satunya keahlian nya amatlah amatiran di mana dia masih orang baru dalam lingkup kepolisian, cara menembaknya pun masih dengan tangan bergetar.
"Azis...!" tembakan senjatamu, cepat Tolong aku ini sakit aku tidak kua lagi...!"teriak sang pengemudi yang masih di seret Pangeran Tatius.
Mendengar perkataan dari sang pengemudi mobil, pangeran Tatius menghentikan loncatan nya, yang mana ketika meyeret tubuh sang pengemudi pangeran Tatius harus meloncat jika loncatan nya kecil dan rendah maka kekuatan menyeret nya tidak terlalu jauh dan pasti nya tidak akan terlalu sakit tapi ketika loncatan pangeran Tatius sangat jauh jaraknya, maka tubuh sang pengemudi ketika di seret akan terseret sangat jauh dan pasti nya akan sangat sakit.
"Kenapa mengeluh, bukankah seperti ini juga yang kau lakukan pada Vampire temanku!"kau memperlakukan nya seperti hewan, lalu kenapa sekarang kau merasa sakit, ini tidak sakit kan?" seru pangeran Tatius yang membuat sang pengemudi mobil tertegun tak percaya.
"Kenapa?" apa temanku tidak berteriak minta ampun kala itu, dia. berteriak dia menjerit dan menangis tapi apa yang kau lakukan kau juga bersikap seperti ini padanya, begini kan yang kau lakukan.
"Sreeeeeeettt...!"pangeran Tatius menarik dengan kuat rambut pendek sang pengemudi
"Aoowwww....!"sakit.
Pangeran Tatius Tersenyum menyeringai.
"mau lagi....?"
"jangan...!"Aziz cepat.....Aziz jangan jadi bodoh cepat tembak Vampire bodoh ini." seru sang pengemudi mobil yang berbaju seragam polisi itu
Dengan tangan yang masih bergetar sang pengemudi mobil satunya pun mulai mengarah kan tembakan nya pada Pangeran Tatius.
"Dooor...!" satu tembakan yang di hujamkan Aziz dengan mudah di hindari pangeran Tatius dengan membungkukkan badannya, sehingga tembakan itu meleset tak mengenai kulit pangeran Tatius, peluru itu melesat cepat menggenai pohon yang ada di belakang Pangeran Tatius.
Di saat Pangeran Tatius kembali menegakkan badannya dan fokus pada sang pengemudi yang di seret nya.
"Dooor....!" kembali satu tembakan tak terduga melesat ke arah tubuh Pangeran Tatius tak aya lagi lengan kiri pangeran Tatius terkena tembakan itu, darah hitam mulai menggalir dari lengan nya dengan gerakan spontan pangeran Tatius mengerang kesakitan dengan memegangi lengan kirinya. Kesempatan itu di gunakan sang pengemudi mobil yang tadinya di seret pangeran Tatius untuk lari menjauh.
"Tembak, terus Vampire itu, Aziz...!"seru sang pengemudi mobil. Karena tembakan nya berhasil Aziz pun bersemangat untuk memberikan tembakan untuk yang kedua kali, tapi belum sempat Aziz melakukan tembakan yang kedua Pangeran Tatius yang geram karena tawanannya lepas dengan cepat terbang melesat ke arah sang pengemudi dan dengan gerakan sangat cepat, Pangeran Tatius menyambar tubuh sang pengemudi mobil dan membawa nya terbang melesat jauh tinggi membuat Aziz yang Ingin menembak untuk yang ke dua kalinya jadi melongo.
Sementara sang pengemudi mobil yang tak menyangka dirinya akan di bawa terbang berteriak Teriak karena ketakutan. pangeran Tatius tidak memperdulikan teriakan dari sang pengemudi mobil dan luka tangan kirinya yang masih terus menggeluarkan darah hitam, tidak menunggu lama terlihat lah mobil yang membawa Bibi Derbah di bawah nya sedang melaju dengan kecepatan sedang.
Melihat gerakan terbang pangeran Tatius sedikit berkurang, sang pengemudi mobil bergidik ketakutan ketika dia melihat mobil temannya di bawah, pikiran nya sudah traveling "jangan.... jangan Vampire ini akan menjatuhkan ku di depan mobil itu, jika itu benar maka tamatlah riwayat ku hari ini."Gumam sang pengemudi mobil.
"Apa yang kau pikirkan memang benar, aku akan menjatuhkan mu ke sana?"
"Ha...! Vampire ini bisa membaca isi hatiku."keluh sang Pengemudi mobil dalam hati.
"Bersiaplah, aku akan menjatuhkan mu Sekarang juga," seru pangeran Tatius
"Jangan. !" jangan...!"aku mohon jangan, aku bisa mati," teriak sang pengemudi mobil.
Pangeran Tatius tidak mau menanggapi, dia hanya tersenyum sinis.
"Mulai, bersiap lah...dari sekarang satu...dua ..
"Ja-jangan...!" ku mohon jangan.
"Tiga.....!"
"Jaangaaaan..... !"
"Sruuuuuuut...... Bruuugh...!"
"Ciiiiiiiiiittttt....!" sebuah rem dadakan di lakukan sang pengemudi mobil ketika melihat sesuatu yang jatuh di depan mobilnya, hingga suara rem yang keras dan dadakan membuat kepala Bibi Derbah tejadug ke depan, begitu juga dengan sang pengemudi mobil yang tiba-tiba nafasnya menjadi ngos ngosan seperti habis berlari maraton.