The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.34.TIDAK TERTARIK



Tania melangkah kan kakinya duduk kembali ke kursi yang kemudian di ikuti oleh pak guru Wili di belakangnya, Pak guru Wili sangat tau kalau saat ini Tania sedang kesal padanya, tapi mau bagaimana lagi, dia tak mampu mengontrol debaran hatinya yang tiba tiba muncul dalam situasi yang tak bersahabat.


"Tania...!cepat kau kerjakan tugas tugas ini,"


"Aduh, pak. ! hari ini Tania lagi malas nanti malam saja ya,"Rengek Tania pada pak guru Wili.


"Tidak bisa.. ! tugas ini kerjakan sekarang juga, aku tunggu disini, jika ada yang tidak di mengerti tanya padaku,"


Dengan berat hati Tania mengerjakan tugas yang di berikan pak guru Wili kepadanya.


***


Sementara itu, Pangeran Yervan dan pangeran Tatius yang sudah menyelesaikan makan siang mereka berjalan jalan melihat keindahan istana kerajaan Sangkala.


"Kakanda pangeran Yervan, mengginaplah disini jika berkenan,"


"Tidak, adinda pangeran Tatius, ibunda Ratu pasti sudah menunggu ku, jadi aku harus pulang, lagi pula kerajaan Awang Awang Vampire tidak jauh dari sini,"


"Baiklah, kalau begitu kakanda pangeran Yervan, mari aku ajak melihat lihat berbagai macam buah yang ada di istana ini,"


"Kerajaan kakekmu, sangat luas adinda pangeran Tatius , semua serba indah dan istimewa, tapi lain kali saja aku melihat lihatnya


ini sudah sore dan aku harus segera kembali,


"Baiklah, kakanda pangeran Yervan, mari aku antar,"


"Pangeran Tatius, tolong ingat dan tepati perjanjian kita."


"Tenanglah, kakanda pangeran Yervan, aku akan menepati janji kita,"


"Aku, senang sekali mendengar nya, baiklah sampai jumpa di tempat perlombaan sayembara pangeran Tatius, ingat aku akan memberikan kostum yang sama buat kita."


"Dengan senang hati, kakanda Pangeran Yervan aku akan menerimanya."Ucap pangeran Tatius


memastikan.


Setelah melewati beberapa lorong yang ada di dalam istana Sangkala, pangeran Tatius mengantar pangeran Yervan menuju pintu gerbang istana di mana di sanalah jalan keluar istana.


"Salam buat, ibunda Ratu Derbah dan Ratu Shima, kakanda pangeran Yervan !


"jangan khawatir, pasti aku sampaikan adinda


pangeran Tatius, baiklah aku pergi dulu."


"Hati hati kakanda pangeran Yervan,"


Secepat kilat seperti angin bayangan pangeran Yervan sudah hilang dari pandangan dan ketika pangeran Tatius masuk kedalam istana, sang Raja Sangkala sudah berdiri di depan pintu gerbang, tatapan matanya yang tajam mempu menghipnotis semua para pengawal istana sehingga tak ada satupun yang berani menengadahkan kepala, semua nya menunduk.


"Kakek...! kenapa ada disini," Sapa pangeran Tatius kepada Raja Sangkala.


"Apakah, kakak mu sudah pergi pangeran Tatius,"


"Kakek, mau bicara dengan mu, ikut kakek sekarang,"


"Baik, kakek."


Pangeran Tatius menggikuti langkah sang kakek, di dekat sebuah taman bunga yang di kelilingi berbagai macam pepohonan kecil


sang kakek duduk.


"Kemarii dan duduklah pangeran Tatius,"


"iya, kakek,"


"Sekarang ceritakan pada kakek , apa maksud dari kedatangan pangeran Yervan kesini, untuk menemui mu,"


"Tidak ada kakek, pangeran Yervan sekedar rindu saja," Ucap Pangeran Tatius berbohong.


pangeran Tatius sengaja tidak bicara dengan jujur karena khawatir sang kakek tidak menyukai nya.


"Pangeran Tatius, kenapa mesti berbohong pada kakek, ayo bicaralah terus terang."


"kenapa kakek begitu tidak percaya !"


"Dari tampangnya saja sudah terlihat tidak baik, pasti lah tujuan nya kesini juga tidak baik,"


"Kakek, salah, pangeran Yervan tidak memiliki tujuan apapun jadi kakek, tidak usah khawatir."


"Kenapa kau selalu membela kakakmu itu,"


"Maaf, kakek, kenapa kakek begitu tidak menyukai pangeran Yervan!


"Kakek, sudah, mendengar apa yang terjadi di antara kalian berdua di dalam istana Awang Awang Vampire, jadi berhentilah berbohong kepada kakek, ayo bicaralah apa tujuan pangeran Yervan datang kesini,"


karena sang kakek terus memaksa dan mendesak agar Pangeran Tatius, mau menceritakan apa tujuan pangeran Yervan datang ke istana Sangkala untuk menemui nya


akhirnya pangeran Tatius pun bicara.


"Kami hanya mengadakan perjanjian, kok kek, lagi pula baik aku maupun pangeran Yervan yang menang delam sayembara itu semua sama saja karena kami sama sama putra dari kerajaan Awang Awang Vampire."


"lalu, putri lin ying apakah dia sebuah barang, sehingga bisa kau berikan sesukamu."


"Kek, pangeran Yervan sangat ingin menjadi kan putri Lin ying sebagai istrinya jadi biarkan saja, lagi pula aku tidak tertarik kek,"


"Apa, pangeran Tatius yakin tidak tertarik pada putri Lin ying, pangeran dengar ! putri Lin ying itu sangat terkenal kecantikan nya kakek saja ingin melihat pangeran bersamanya, ini malah justru pangeran tidak mau,"


"Sudahlah, kek, lagi pula aku belum tertarik untuk hidup berumah tangga."


"Ya, sudahlah tapi jangan sampai menyesal dengan keputusan pangeran," Ucap kakek Sangkala kecewa yang kemudian meninggalkan pangeran Tatius sendiri.