
Patih Ramboka menyungingkan sebuah senyuman.
"Oh, ternyata ini kerajaan Ambarwata, cukup bagus meskipun terlihat kurang luas, ini tidak jadi masalah yang penting aku akan mendapatkan dukungan dari kerajaan ini."desis Patih Ramboka dalam hati.
"Hei...ayo jalan kita masuk cepat."
"Tidak bisa patih!
"Kenapa?"
"Kau tunggu disini, aku akan menghadap Pangeran dan meminta ijin padanya."
"Apa? aku kamu suruh menunggu di sini, tidak sudih aku akan ikut dengan mu."
Laki-laki muda junxian menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Mengertilah, ini aturan di kerajaan kami."
"Aturan macam apa itu, seperti nya itu aturan tidak berguna jadi abaikan saja."
"Tidak bisa patih, kamu jangan keras kepala cuma di suruh menunggu sebentar kamu jangan membuat kekacauan, ayolah kali ini kamu ikuti apa yang aku katakan."
Patih Ramboka menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, raut wajahnya menampakkan ketidakpuasan akan tetapi hatinya menggakui apa yang di katakan laki-laki muda junxian bukan permintaan yang sulit.
"Baiklah, kali ini aku ikuti kemauan mu." Jawab Patih Ramboka.
"Bagus, kalau begitu tunggu aku disini aku pergi dulu, ingat jangan buat kekacauan."
Patih Ramboka tidak menjawab pesan dan nasehat dari Junxian.
****
Di dalam istana Pangeran Yasza yang sedang berdiskusi dengan beberapa panglima kerajaan terpaksa menghentikan pembicaraan nya ketika mereka melihat kedatangan dari laki-laki muda junxian.
"Salam, Pangeran!"
Pangeran Yasza yang tidak menyangka akan kedatangan dari mata-mata nya sedikit terkejut, dia mengeryitkan dahinya.
"Kau! kenapa kau datang tidak memberi kabar terlebih dahulu."
"Ampun, Pangeran! semua nya terlihat mendadak karena aku datang ke istana ini tidak sendirian."
"Apa, maksudmu?"
"Aku, datang bersama dengan seorang patih yang tidak waras Pangeran."
"Apa? patih yang tidak waras..!" kau benar-benar gila apa membawa orang tidak waras ke istana kerajaan ini, memangnya kau pikir istana kerajaan Ambarwata ini tempat penampungan orang orang yang tidak waras, aku tidak mau tau bawa pergi orang yang tidak waras itu dari istana kerajaan ini, bisa-bisa nya kau datang datang membawa orang yang tidak waras."sunggut Pangeran Yasza geram.
Laki-laki muda junxian menelan ludahnya dengan kasar mengatur alur deru nafas yang tiba-tiba terasa konslet akibat menahan tawa, karena Pangeran Yasza ternyata tidak paham dan salah paham.
"Ampun, Pangeran,! bukan begitu maksudnya"
"Bukan begitu maksud nya apa, bicara yang jelas."
"Maksud saya patih yang pemikiran nya sedikit tidak waras, karena dia mau menawarkan kerjasama dengan pangeran."
"Apa? menawarkan kerjasama, maksdnya bagaimana."
"Dia mendukung Pangeran Yasza untuk menyerang kerajaan Awang Awang Vampire."
"Oh, jadi Patih itu pemberontak yang tidak punya dukungan."
"Benar, Pangeran!"
"Baiklah, bawa dia kehadapan ku aku ingin tau apa yang dia inginkan dan tawaran apa yang bisa mengguntung kan kerajaan ini."
Setelah memberikan salam laki-laki muda junxian melangkah pergi meninggalkan istana dimana beberapa panglima sedang berkumpul.
"Bagaimana, . menurut paman, apakah orang asing yang minta kerjasama itu kita percaya."
"Jangan dulu terlalu percaya Pangeran karena kita tidak tau yang sebenarnya bisa jadi itu cuma siasat lawan untuk menjebak kita dan ingin mengetahui seberapa besar kekuatan kita."
"Kau, benar, kita lihat saja apa alasan dan apa sesungguhnya tujuan orang itu, kalau begitu diskusi kita akhiri Nanti kita lanjutkan lagi."
*****
Matahari pagi mulai muncul dari ufuk timur meskipun masih dengan malu malu dan pangeran yasza yang selalu pergi di pagi hari sebelum matahari benar benar menampakkan diri sudah sampai di tempat dimana dia selalu melakukan latihan.
Pangeran Yasza berlatih dengan sangat keras, berbagai macam ilmu yang di miliki sang Ayah hampir semuanya sudah bisa di kuasai oleh pangeran Yasza.
"Pok....pok....pok...! sebuah tepukan tangan dari sang Ayah mengema di dataran yang sangat luas di mana hanya ada hijaunya pepohonan dan binatang bintang yang ada di sekitar tempat itu.
"Bagus, Pangeran! kau sudah mampu menguasai semua ilmu yang aku miliki."
"Trimakasih, Raja!
"Pangeran apa kau yakin ingin menyerang kerajaan Awang Awang Vampire"
"Iya, Raja, tekadku sudah bulat dan aku sungguh berharap Raja memberikan dukungan untuk keinginan ku itu."
"Pangeran, apakah kau sudah memperhitungkan dampak dari semua nya itu."
"Sudah, Raja, aku benar-benar ingin membalas dendam atas kematian paman Hamdan."
"Baiklah, katakan padaku kapan rencana penyerangan akan di lakukan."
"Secepat nya, Raja! mungkin dua Minggu lagi."
"Bagus, masih ada waktu, pergilah kamu ke bukit tengger dan masuklah ke dalam sungai bertapa lah di sana selama tujuh hari jangan tergoda apapun yang mengganggu sampai kau dapatkan sebuah kristal putih jika sudah dapat maka kau akan selalu bisa selamat dan tidak bisa mati selama kristal putih yang masuk ke dalam tubuh mu tidak keluar."
"Apa itu artinya aku tidak bisa di bunuh oleh siapa pun."
”Benar, karena kamu sudah minum kristal keabadian."
"Wah, itu sangat luar biasa aku akan segera pergi ke sana Ayah, aku akan berusaha mendapatkan kristal putih itu."
"Pergilah dan hati-hati."
Pangeran Yasza langsung pergi menuju gunung tengger dia sangat antusias dan sangat bersemangat karena kekuatan dari kristal itu sangat besar manfaatnya.
*****
Sore hari ketika Pangeran Yasza memberikan kesempatan pada Junxian untuk membawa patih yang ingin menawarkan kerjasama jadi sebelum Pangeran Yasza pergi ke gunung tengger untuk bertapa di bawah sungai yang ada di sana, Pangeran Yasza memberikan kesempatan pada patih dari kerajaan Awang Awang Vampire untuk menawarkan kerjasama.
"Silahkan, duduk! anak buahku sudah menceritakan semuanya tentangmu pada kami tapi aku masih ingin mendengar dari mulut mu sendiri, apa alasan mu ingin melakukan kerjasama dengan kami dan keuntungan apa yang akan kami dapat jika kita melakukan kerjasama serta Siapa namamu."
"Namaku Patih Ramboka, aku sudah puluhan tahun mengabdi pada kerajaan Awang Awang Vampire, aku merasa sakit hati dan ingin melakukan pemberontakan karena Raja Awang Awang Vampire telah menjadi kan kekasihku sebagai istrinya dan anakku sebagai anaknya, aku tidak trima itu, aku inginkan mereka berdua kembali padaku, akan tetapi istriku sangat mencintai suami barunya yang memiliki kekuasaan di istana itu, aku hanya ingin istriku Kembali, padaku jadi tawaranku, kau bisa mengambil semua yang ada di dalam kerajaan dan aku cuma mengginginkan putra dan Kekasih ku kembali padaku serta harta kekayaan yang ada di dalam istana kerajaan Awang Awang Vampire kita bagi dua." bagaimana?"
"Tawaranmu, cukup menarik, baiklah aku setuju, kau boleh kembali ke kerajaan mu aku akan mempersiapkan segalanya terlebih dahulu, nanti akan aku kabarkan kapan aku akan melakukan penyerangan pada kerajaan itu."
"Baiklah, kalau begitu aku permisi,'
"Silahkan, dan tunggu lah kabar dariku."
"Baik."
Bergegas Patih Ramboka pergi meninggalkan istana kerajaan Ambarwata dengan di dampingi oleh laki-laki muda junxian.
Sementara Pangeran Yasza pergi ke gunung tengger untuk melakukan pertapaan agar bisa mendapatkan kristal putih keabadian.