
Devan segera masuk kedalam kelas dan
dia memilih duduk di dekat Tania.
"Woi...!Itu tempat duduk ku ,",Ucap Mira pada
Devan.
"Kamu, pindah saja, tuh di sana tuh ada yang
masih kosong,"
"Enak saja !"kamu tuh yang harus nya pindah,"
Ucap Mira ketus.
Devan terkekeh seraya menjulurkan lidahnya
tanda mengejek Mira, melihat itu Mira tidak
terima dengan cepat dia mencari sosok
Tania dan ketemu.
Dengan cepat Mira menghampiri Tania
dan mengadukan semua kepada Tania.
"Usir Devan, dia duduk di samping mu tuh !"
Sunggut Mira kesal.
Tania cuma tersenyum melihat celoteh
temannya.
"Sudah ngak papa, kamu duduk di sana
saja," Ucap Tania kepada teman nya Mira.
Tania sengaja membiarkan Devan duduk
di dekatnya agar ketika pelajaran dari pak
guru Wili jika mendapat hukuman ada
temannya.
Dengan kesal akhirnya Mira pindah duduk
juga.
Suara hiruk piuk para siswa siswi SMA
cemara indah bersahut sahutan tiba tiba
terhenti ketika Pak guru Wili memasuki
kelas. Dengan rapi semua kembali ketempat
duduknya masing-masing.
"Selamat siang, anak anak, sekarang
kita mulai pelajaran Matematika,
seperti biasa nya, kumpulkan PR kalian
dan yang tidak mengerjakan tugas silahkan
maju ke depan."
Semua siswa siswi bergegas mengumpulkan
PR, dan yang tidak langsung mereka maju
ke depan.
Tania yang lupa tidak mengerjakan PR
segera bangkit dari duduknya.
Melihat Tania bangkit tanpa membawa
buku, Devan langsung menarik tangan Tania
untuk duduk.
"Mana buku PR kamu ?"Tanya Devan seolah
sedang berbisik.
"Lupa !" ngak ngerjakan,"Jawab Tania.
Entah apa yang di lakukan Devan tiba tiba
dia mencoret nama yang ada di bukunya
dan dengan tiba tiba menganti namanya
dengan nama Tania.
Setelah semua dirasa cukup beres dan selesai
buru buru Devan menyodorkan bukunya.
"ini...!"kamu kumpulan, biar aku yang maju
mengantikan kamu yang tidak mengerjakan."
Ucap Devan pada Tania.
"Tapi...!'
"Sudah, jangan banyak bicara, cepat
kau kumpulkan."Ucap Devan tegas.
Tanpa menunggu jawaban dari Tania
Devan sudah maju dan berdiri di barisan
para teman teman nya yang tidak
mengerjakan tugas.
Akhirnya Tania menerima buku yang di
berikan Devan kepada nya dan maju
untuk mengumpulkan nya.
Tanpa Devan dan Tania sadari, sikap
Devan kepada Tania tertangkap mata
tajam Pak guru Wili, membuat pak guru
Wili menarik nafas panjang kemudian
menghembuskan nya dengan kasar.
"Sampai segitunya, perhatian itu anak,
apa jangan jangan Devan suka sama
Tania,"Gumam pak guru Wili dalam hati.
"Baik..!'apa semua sudah mengumpulkan,"
Tanya pak guru Wili kepada murid murid
nya, Serentak para siswa dan siswi
menjawab.
"Sudah, Pak..!"
"Bagus, sekarang kalian baca halaman 70
lalu kerjakan,"
"Baik, pak..!"
"Dan untuk kalian yang tidak mengumpulkan
tugas, keluar dan lari sebanyak 20 kali,
setelah itu kalian boleh masuk dan kembali
menggikuti pelajaran dariku apa kalian mengerti?"
"Mengerti, pak !"
Bergegas para siswa dan siswi yang tidak
mengerjakan tugas berhamburan keluar
kelas menuju lapangan sekolah, begitu juga
dengan Devan.
"Tania..!"nanti setelah pelajaran usai, kamu
ikut aku ke kantor,"
"Datang saja nanti juga tau,"
"Baik, pak..!"
Ketika pelajaran dari pak guru Wili usai
Tania berniat pergi ke kantor untuk menemui
pak guru Wili. Namun langkahnya terhenti
ketika Devan berdiri tepat di hadapan nya.
"Mau kemana ?"Tanya Devan penasaran.
"Ke kantor,"
"Ngapain..!"
"Mana ku tau," Jawab Tania enteng.
"Kamu sudah makan belum ?"Tanya Devan.
Tania mengelengkan kepala nya, sebagai
tanda ucapan bahwa dia belum makan.
"Sudah ku duga, pasti belum, ayo kita
ke kantin dulu makan, aku juga lapar
habis lari serasa tak punya tenanga ini
badan,"Keluh Devan pada Tania.
"Tapi..!"Perintah pak guru Wili bagaimana?"
Tanya Tania pada Devan.
"Sudah, nanti saja sehabis makan, kalau
semisal kamu dapat hukuman dari guru
galak itu, setidaknya kamu tidak akan
jatuh pingsan karena menahan lapar,"
Ucap Devan menjelaskan sambil terkekeh.
Akhirnya Tania menggikuti Devan pergi
ke kantin untuk mengisi perutnya yang
sedari tadi bernyayi minta di isi.
"Karena aku menggantikan posisi kamu
yang di hukum pak guru galak itu, maka
imbalannya kamu harus traktir aku,
bagaimana?"Tawar Devan pada Tania.
"Boleh..!"Sekarang, katakan kamu mau
aku traktir makan apa?"Tanya Tania.
"Hmmm, Bakso saja kali enak,"Jawab
Devan.
"Ok, ayo,"
Bergegas Tania dan Devan pergi ke kantin.
Setelah memesan dua mangkok Bakso
Tania dan Devan menikmati makan mereka
dengan lahap.
"Enak, ya kalau lapar begini,"Tanya Devan
pada Tania.
Tania cuma mengangguk sebagai jawaban
dari pertanyaan Devan.
"Aku, masih kurang nih, Bakso kamu
buat aku ya,"Pinta Devan pada Tania.
Tanpa menunggu jawaban dari Tania
Devan yang sengaja usil langsung
nencomot Bakso bulat yang paling
gede dari mangkok Tania.
Tentu saja hal itu membuat Tania geram.
"Eh, jangan...!"Itu punyaku kalau mau
sana minta lagi jangan ambil punyaku,"
Sunggut Tania kesal.
"Ngak mau !" Aku mau ini saja,"Goda
Devan.
Tania yang geram segera meraih mangkok
Devan dan hendak menggambil kembali
Bakso miliknya. Ketika Devan dan Tania
sibuk berebut mangkok tiba tiba terdengar
suara yang sangat keras seperti halilintar.
"Tania...???"
Dengan cepat Tania dan Devan berhenti
berebut, ketika mendengar namanya
di panggil dengan keras oleh suara yang
sudah tidak asing lagi.
"Pak... guru Wili ?"Desis Tania lirih yang
kemudian membuat nya cepat cepat
berdiri dengan tegak.
"Kenapa, tidak datang ke kantor?"Bukankah
aku menyuruh mu datang untuk menemui
ku di kantor," Bentak pak guru Wili.
Tania merasa kerongkongan nya tiba tiba
kering sehingga berkali kali menelan
ludahnya dengan kasar.
Melihat Pak guru Wili memarahi Tania
dengan cepat Devan bangkit berdiri dan
menjawab.
"Tania, lapar pak, jadi kami makan dulu,"
Sahut Devan membela Tania.
"Aku, tidak mau tau..!"cepat sekarang juga
kalian berdua ke kantor ku,'Ucap pak guru
Wili dengan tegas yang kemudian pergi
meninggalkan mereka berdua.
Tania dan Devan saling berpandangan
"Kita dapat hukuman lagi, ini !"Keluh Tania.
"Tauk, tuh..!Guru satu itu suka sekali dia
menghukum kita,"Timpal Devan.
"Ini, yang dinamakan Apes,"Ucap Tania
sambil nyengir kuda dia lagi menertawakan
Nasib nya sendiri.