The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.40.APES.



Devan segera masuk kedalam kelas dan


dia memilih duduk di dekat Tania.


"Woi...!Itu tempat duduk ku ,",Ucap Mira pada


Devan.


"Kamu, pindah saja, tuh di sana tuh ada yang


masih kosong,"


"Enak saja !"kamu tuh yang harus nya pindah,"


Ucap Mira ketus.


Devan terkekeh seraya menjulurkan lidahnya


tanda mengejek Mira, melihat itu Mira tidak


terima dengan cepat dia mencari sosok


Tania dan ketemu.


Dengan cepat Mira menghampiri Tania


dan mengadukan semua kepada Tania.


"Usir Devan, dia duduk di samping mu tuh !"


Sunggut Mira kesal.


Tania cuma tersenyum melihat celoteh


temannya.


"Sudah ngak papa, kamu duduk di sana


saja," Ucap Tania kepada teman nya Mira.


Tania sengaja membiarkan Devan duduk


di dekatnya agar ketika pelajaran dari pak


guru Wili jika mendapat hukuman ada


temannya.


Dengan kesal akhirnya Mira pindah duduk


juga.


Suara hiruk piuk para siswa siswi SMA


cemara indah bersahut sahutan tiba tiba


terhenti ketika Pak guru Wili memasuki


kelas. Dengan rapi semua kembali ketempat


duduknya masing-masing.


"Selamat siang, anak anak, sekarang


kita mulai pelajaran Matematika,


seperti biasa nya, kumpulkan PR kalian


dan yang tidak mengerjakan tugas silahkan


maju ke depan."


Semua siswa siswi bergegas mengumpulkan


PR, dan yang tidak langsung mereka maju


ke depan.


Tania yang lupa tidak mengerjakan PR


segera bangkit dari duduknya.


Melihat Tania bangkit tanpa membawa


buku, Devan langsung menarik tangan Tania


untuk duduk.


"Mana buku PR kamu ?"Tanya Devan seolah


sedang berbisik.


"Lupa !" ngak ngerjakan,"Jawab Tania.


Entah apa yang di lakukan Devan tiba tiba


dia mencoret nama yang ada di bukunya


dan dengan tiba tiba menganti namanya


dengan nama Tania.


Setelah semua dirasa cukup beres dan selesai


buru buru Devan menyodorkan bukunya.


"ini...!"kamu kumpulan, biar aku yang maju


mengantikan kamu yang tidak mengerjakan."


Ucap Devan pada Tania.


"Tapi...!'


"Sudah, jangan banyak bicara, cepat


kau kumpulkan."Ucap Devan tegas.


Tanpa menunggu jawaban dari Tania


Devan sudah maju dan berdiri di barisan


para teman teman nya yang tidak


mengerjakan tugas.


Akhirnya Tania menerima buku yang di


berikan Devan kepada nya dan maju


untuk mengumpulkan nya.


Tanpa Devan dan Tania sadari, sikap


Devan kepada Tania tertangkap mata


tajam Pak guru Wili, membuat pak guru


Wili menarik nafas panjang kemudian


menghembuskan nya dengan kasar.


"Sampai segitunya, perhatian itu anak,


apa jangan jangan Devan suka sama


Tania,"Gumam pak guru Wili dalam hati.


"Baik..!'apa semua sudah mengumpulkan,"


Tanya pak guru Wili kepada murid murid


nya, Serentak para siswa dan siswi


menjawab.


"Sudah, Pak..!"


"Bagus, sekarang kalian baca halaman 70


lalu kerjakan,"


"Baik, pak..!"


"Dan untuk kalian yang tidak mengumpulkan


tugas, keluar dan lari sebanyak 20 kali,


setelah itu kalian boleh masuk dan kembali


menggikuti pelajaran dariku apa kalian mengerti?"


"Mengerti, pak !"


Bergegas para siswa dan siswi yang tidak


mengerjakan tugas berhamburan keluar


kelas menuju lapangan sekolah, begitu juga


dengan Devan.


"Tania..!"nanti setelah pelajaran usai, kamu


ikut aku ke kantor,"


"Datang saja nanti juga tau,"


"Baik, pak..!"


Ketika pelajaran dari pak guru Wili usai


Tania berniat pergi ke kantor untuk menemui


pak guru Wili. Namun langkahnya terhenti


ketika Devan berdiri tepat di hadapan nya.


"Mau kemana ?"Tanya Devan penasaran.


"Ke kantor,"


"Ngapain..!"


"Mana ku tau," Jawab Tania enteng.


"Kamu sudah makan belum ?"Tanya Devan.


Tania mengelengkan kepala nya, sebagai


tanda ucapan bahwa dia belum makan.


"Sudah ku duga, pasti belum, ayo kita


ke kantin dulu makan, aku juga lapar


habis lari serasa tak punya tenanga ini


badan,"Keluh Devan pada Tania.


"Tapi..!"Perintah pak guru Wili bagaimana?"


Tanya Tania pada Devan.


"Sudah, nanti saja sehabis makan, kalau


semisal kamu dapat hukuman dari guru


galak itu, setidaknya kamu tidak akan


jatuh pingsan karena menahan lapar,"


Ucap Devan menjelaskan sambil terkekeh.


Akhirnya Tania menggikuti Devan pergi


ke kantin untuk mengisi perutnya yang


sedari tadi bernyayi minta di isi.


"Karena aku menggantikan posisi kamu


yang di hukum pak guru galak itu, maka


imbalannya kamu harus traktir aku,


bagaimana?"Tawar Devan pada Tania.


"Boleh..!"Sekarang, katakan kamu mau


aku traktir makan apa?"Tanya Tania.


"Hmmm, Bakso saja kali enak,"Jawab


Devan.


"Ok, ayo,"


Bergegas Tania dan Devan pergi ke kantin.


Setelah memesan dua mangkok Bakso


Tania dan Devan menikmati makan mereka


dengan lahap.


"Enak, ya kalau lapar begini,"Tanya Devan


pada Tania.


Tania cuma mengangguk sebagai jawaban


dari pertanyaan Devan.


"Aku, masih kurang nih, Bakso kamu


buat aku ya,"Pinta Devan pada Tania.


Tanpa menunggu jawaban dari Tania


Devan yang sengaja usil langsung


nencomot Bakso bulat yang paling


gede dari mangkok Tania.


Tentu saja hal itu membuat Tania geram.


"Eh, jangan...!"Itu punyaku kalau mau


sana minta lagi jangan ambil punyaku,"


Sunggut Tania kesal.


"Ngak mau !" Aku mau ini saja,"Goda


Devan.


Tania yang geram segera meraih mangkok


Devan dan hendak menggambil kembali


Bakso miliknya. Ketika Devan dan Tania


sibuk berebut mangkok tiba tiba terdengar


suara yang sangat keras seperti halilintar.


"Tania...???"


Dengan cepat Tania dan Devan berhenti


berebut, ketika mendengar namanya


di panggil dengan keras oleh suara yang


sudah tidak asing lagi.


"Pak... guru Wili ?"Desis Tania lirih yang


kemudian membuat nya cepat cepat


berdiri dengan tegak.


"Kenapa, tidak datang ke kantor?"Bukankah


aku menyuruh mu datang untuk menemui


ku di kantor," Bentak pak guru Wili.


Tania merasa kerongkongan nya tiba tiba


kering sehingga berkali kali menelan


ludahnya dengan kasar.


Melihat Pak guru Wili memarahi Tania


dengan cepat Devan bangkit berdiri dan


menjawab.


"Tania, lapar pak, jadi kami makan dulu,"


Sahut Devan membela Tania.


"Aku, tidak mau tau..!"cepat sekarang juga


kalian berdua ke kantor ku,'Ucap pak guru


Wili dengan tegas yang kemudian pergi


meninggalkan mereka berdua.


Tania dan Devan saling berpandangan


"Kita dapat hukuman lagi, ini !"Keluh Tania.


"Tauk, tuh..!Guru satu itu suka sekali dia


menghukum kita,"Timpal Devan.


"Ini, yang dinamakan Apes,"Ucap Tania


sambil nyengir kuda dia lagi menertawakan


Nasib nya sendiri.