
Pangeran Tatius menyunggingkan senyumnya ketika laki-laki bangsa manusia menyapanya.
"Salam, senang juga berjumpa dengan mu kembali Tuan laki-laki dari bangsa manusia, tapi aku masih heran kenapa masih saja ingin menghidupkan mayat yang sudah tiada aku pikir mayat Putri itu sudah terkubur, sudah tenang di alam sana, tapi kenapa dia masih kaubiarkan begitu saja bahkan sekarang ingin kau hidupkan kembali aku tidak tahu Apa tujuanmu, tapi aku tahu apa yang kamu lakukan itu menyiksa dirinya bukan membuatnya bahagia."
"Omong kosong apa, kamu anak muda, kamu tidak mengerti apapun tentang diriku dan aku tidak suka kamu bicara banyak mari kita selesaikan masalah kita, karena jika kau masih menghalangi aku menggambil darah perawan aku tidak segan-segan akan membunuhmu."
ucap laki-laki bangsa Manusia dengan penuh penekanan mendengar ucapan dari laki-laki bangsa manusia, Pangeran Tatius menyunggingkan sebuah senyuman.
"Baiklah, silahkan Aku siap melayani."
"Sombong sekali kau anak muda, tapi baiklah aku akan melayani tantangan mu, mari kita lihat saja Apakah hari ini kau juga masih bisa mengalahkan ku, Jangan Kau pikir aku kan sama dengan tahun yang lalu,"
"Tentu saja kau tidak akan sama dengan tahun yang lalu, aku tahu kemampuanmu kali ini akan lebih matang daripada tahun-tahun yang lalu, tapi tidak masalah bagiku karena sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kau mengganggu Putri Lin Ying, aku sudah bilang apa yang kau lakukan tidak akan membuat junjungan mu bahagia dengan rencanamu yang ingin menghidupkannya dan jika kau tidak percaya terserah dirimu,"
Perkataan Pangeran Tatius yang tenang dan tidak terkesan tegang membuat laki-laki bangsa manusia menelan ludahnya dengan kasar, sementara Putri Lin Ying yang tadinya memejamkan mata mulai membuka kedua bola matanya, dan ketika dia mengetahui siapa yang. sedang berdiri di hadapan nya Putri Lin Ying langsung menyunggingkan sebuah senyuman.
"Pangeran Tatius...! dia datang, dia benar benar perduli dengan ku,"lirih putri Lin Ying yang kemudian dengan cepat putri Lin Ying yang kedua kaki dan tangan nya tidak terikat buru buru bangkit dari tempat nya, dia memilih menjauh dari kedua orang yang saling berhadapan dengan saling menatap tajam satu dengan lainnya.
"Kau sudah siap anak muda?"
Pangeran Tatius tersenyum sambil mengagguk sebagai jawaban.
"Ketenangan anak muda ini sangat mencurigakan ada beberapa ilmu yang pernah dia gunakan dan tunjukkan padaku kala itu, tapi tidak ada salahnya jika aku pura-pura lupa dengan ilmu yang dia miliki sehingga dia tidak akan menyangka dan menyadari, jika aku sudah menguasai beberapa ilmu yang lebih dahsyat dari sebelumnya dan akan aku tunjukkan di. akhir aku akan berikan serangan yang mematikan hingga membuat nya tak berdaya."
Laki-laki bangsa manusia mundur untuk beberapa langkah dan pada detik berikutnya, laki-laki bangsa manusia memberikan serangan kepada Pangeran Tatius.
"Hiyaaaa...!tubuh laki-laki bangsa manusia membumbung tinggi sebelum kemudian salah satu kakinya memberikan tendangan samping kepada pangeran Tatius, dengan kecepatan yang tinggi dan sebelum Pangeran Tatius memberikan serangan balasan kembali dan lagi-lagi laki-laki Bangsa manusia memberikan tendangan pada pungguung Pangeran Tatius.
"Wuuuuuuzz... duuuussssss..!"Pangeran Tatius yang baru saja menghindari serangan bangsa manusia dari arah samping tidak menyadari jika laki-laki bangsa manusia melakukan serangan kedua dari belakang dengan menendang pungguung, tak aya lagi tubuh Pangeran Tatius langsung tersungkur jatuh. melihat Pangeran Tatius tersungkur jatuh laki-laki bangsa manusia tidak mau menyia nyiakan kesempatan, sebelum Pangeran Tatius bangkit dari jatuhnya, laki-laki bangsa manusia langsung menghujamkan kakinya dengan kuat ke tubuh Pangeran Tatius, yang ketika itu sedang jatuh tersungkur.
"Sial .... tendangan anak muda ini cukup kuat meskipun dia melakukan dorongan hanya dengan menggunakan satu tangan, beruntung aku sangat matang dalam mengguasai keseimbangan sehingga tendangan nya tak sampai membuat ku jatuh. Aku harus membuatnya terjatuh dan segera menggikat nya agar aku bisa segera melakukan ritual penyempurnaan jasad dari Tuan putri."
laki-laki bangsa manusia itu segera mengambil kuda-kuda dengan mulut kumat Kamit seakan membaca mantra manusia itu langsung menginjakkan kakinya ke tanah dengan keras yang mana dengan tiba-tiba menimbulkan angin yang sangat kencang dan dahsyat menerjang ke arah pangeran Tatius, dengan datangnya sebuah angin dengan kekuatan yang sangat besar Pangeran Tatius segera melakukan keseimbangan dengan menggeluarkan tenaga dalam, sehingga terpaan angin yang cukup kencang dan dahsyat tidak mampu membuat Pangeran Tatius ikut terbawa angin.
menyadari ilmunya tidak mampu membuat Pangeran Tatius terbawa angin dengan cepat laki-laki bangsa manusia itu mengambil sebuah
tali berbentuk cambuk kemudian sebelum cambuk itu di hentakkan ke tanah cambuk itu di putar putarnya beberapa kali ke udara cambuk kecil dengan tebal tiga sentimeter sebelum kemudian cambuk itu di hentakkan ke tanah menggarah pada tubuh Pangeran Tatius.
Cambuk yang beda dari pada cambuk cambuk lainnya dimana setiap kali di hentakkan ketanah menimbulkan percikan api yang cukup besar dan cukup membuat Pangeran Tatius harus selalu waspada, karena jika sedikit saja lengah maka cambuk yang menggeluarkan api itu akan dengan mudah membakar kulitnya, beberapa kali Pangeran Tatius harus menghindar, senyum menyeringai tersungging dari bibir laki laki bangsa manusia.
"Kali ini kau tidak akan lolos, menghindar lah terus sampai kau kelelahan sedangkan cambuk ini memiliki seribu kekuatan di mana dia dari menit ke menit kekuatan hentakan cambuknya menimbulkan percikan api semakin lama semakin cepat dan semakin lama semakin besar apinya." Gumam laki-laki bangsa manusia dengan tersenyum menyeringai.
Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya ketiika menyadari setiap kali dia menghindar dan mencoba memberikan serangan balasan tidak bisa, dimana kecepatan dari cambuk laki-laki Bangsa manusia semakin tinggi dan cepat membuat Pangeran Tatius menghidar dengan cara membumbung tinggi dan kesempatan itu pangeran Tatius gunakan untuk mengeluarkan jurus seribu pisau di mana pisau itulah yang akan menghadang setiap gerakan cambuk laki-laki bangsa manusia.
Pertarungan masih terus berlangsung dengan sengit dimana kedua duanya sama sama menggeluarkan ilmu nya masing-masing, disisi lain Pak guru Wili yang menggikuti Pangeran Tatius dan kehilangan jejak mulai mencari keberadaan Pangeran Tatius dengan menggelilingi semua ruangan yang ada di dalam Rumah itu.
Setelah beberapa lama Pak guru Wili tidak menemukan tanda tanda keberadaan Pangeran Tatius, Pak guru Wili berniat akan pergi meninggalkan Rumah itu melewati jalan samping.
Ketika pak guru Wili sedang fokus menyusuri jalan di mana melewati sebuah ruangan luas dan terlihat Asri, Pak guru Wili tertegun ketika melihat sebuah lukisan seorang wanita cantik yang ada di dinding.
"Bukankah ini lukisan ku dan wanita itu adalah gadis yang pernah meminta ku untuk melukis wajahnya, Oh rupanya dia tinggal disini tapi dimana dia kenapa rumah ini terlihat sepi, mungkin ini rumah barunya."
Ketika Pak guru Wili sedang asik dengan lamunannya tiba-tiba telinga nya mendengar suara bising dan ribut ribut seperti orang yang sedang berkelahi, dengan langkah pasti dan dengan sikap waspada pak guru Wili mencari sumber suara dari keributan yang terdengar.
"Suaranya berasal dari sini lalu dimana orang orang yang berisik itu kenapa aku tidak melihat nya." desis Pak guru Wili yang merasa heran dengan keadaan yang ada di mana sumber bunyi suara yang ada di ruangan itu tidak tampak dan tidak terlihat seorang pun, sehingga Pak guru Wili berniat untuk pergi dan meninggalkan tempat itu, pak guru Wili berfikir mungkin itu hanya halusinasi nya tapi pada saat pak guru Wili akan pergi tiba-tiba kedua bola matanya melihat sebuah anak tangga yang menurun, karena penasaran pak guru Wili mendekati anak tangga itu dan suara berisik orang yang sedang berkelahi terdengar jelas dan asal suaranya terdengar berasal dari bawah tangga, karena penasaran Pak Guru Willi segera menuruni anak tangga dan ketika sudah sampai ruangan bawah, pak guru Wili tersentak kaget ketika menggetahui siapa orang yang sedang berkelahi tersebut, bahkan yang lebih menggejutkan adalah sosok gadis cantik yang ada di dalam lukisan juga berada di tempat itu tapi dengan wajah pucat bagaikan mayat.