The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.326. BINGUNG



Pilihan terakhir, akhirnya Tania memilih Kembali ke dunia manusia, di mana di sanalah tempat yang sesungguhnya seharusnya dia berada dengan bantuan laki-laki paruh baya yang selalu di panggil dengan sebutan paman Patih lembu ireng.


Seorang Senopati panglima besar dari kerajaan Sangkala, di mana dia adalah orang kepercayaannya dari Kakek nya pangeran Tatius.


Sejak kecil Ratu Shima selalu membawa Pangeran Tatius pergi ke kerajaan Sangkala untuk bertemu dengan kakeknya, karena Raja Sangkala tidak pernah mau datang ke kerajaan Awang Awang Vampire, semua terjadi karena masih memiliki kisah dendam lama yang terjadi antara Raja Sangkala dan Raja Awang-awang Vampire yaitu Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti di mana dalam diri Raja Awang-awang Vampire mengalir darah seorang teman yang sungguh tega merampas dan menghianati persahabatan dengan mrnggambil Kekasih dari Raja Sangkala dan menjadikan nya istri hingga lahirlah Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti Ayah dari Pangeran Tatius.


Selalu dekat dan selalu bersama di dalam kerajaan Sangkala antara Patih lembu ireng dengan pangeran Tatius membuat Patih lembu ireng sangat sayang dan taat akan semua perintah dan keinginan yang di perintahkan Pangeran Tatius.


Sementara di area pertempuran Pangeran Yasza menatap geram pada Pangeran Tatius yang selalu bisa selamat dari segala serangan nya.


"Sial, gagal lagi siapa wanita Vampir itu, kenapa dia rela mengorbankan nyawa nya demi laki-laki bodoh itu, banyak sekali kekasih Pemuda ini, ciiih memalukan ternyata dia tak lebih dari seorang play boy kelas kakap, mau-maunya wanita itu menyelamatkan pangeran bodoh itu, tapi sudahlah itu bukan urusanku dan sekarang aku akan menghabisi mereka dimana kini keduanya sedang lengah."


Pangeran Yasza segera mengarahkan anak panahnya ketubuh Pangeran Tatius dan seorang Wanita cantik yang sedang berada dalam dekapan nya.


"One ...two...three....!" sreeeeeeettttt....!


satu anak panah meluncur dengan cepat ke arah pangeran Tatius dan seorang Wanita cantik yang ada bersamanya, tapi pada saat yang bersamaan sebuah bayangan hitam berkelebat dengan sangat cepat ke arah pangeran Yasza dan menghalu anak panah yang meluncur dengan senjata panjang berwarna kuning keemasan.


"Ting.....trak...!"benturan keras antara pedang panjang berwarna kuning keemasan dengan anak panah yang meluncur dengan cepat tak dapat dielakkan, sehingga anak panah itu langsung jatuh terpental dengan keadaan yang mengenaskan di mana anak panah itu patah menjadi dua.


Pangeran Yasza yang melihat semua itu terkesiap tak percaya dengan kekuatan pedang yang sangat dahsyat. Belum juga rasa keterkejutan dari pangeran Yasza selesai sosok yang juga berjubah hitam itu segera memberikan serangan dengan sangat gencar pada pangeran Yasza.


Sedikit kewalahan karena posisi belum siap itulah yang terjadi pada Pangeran Yasza, yang kini harus berjuang sekuat tenaga menghindari serangan pedang dari sosok pemuda berjubah hitam.


"Hei ....! siapa kau kenapa kau berani ikut campur urusan ku," teriak Pangeran Yasza di sela sela gerakan tubuhnya yang menghindari serangan dari sosok pemuda yang ada di depannya.


Dengan Tersenyum miring sosok pemuda itu memilih diam dan hanya mempercepat fan memperkuat serangan nya sehingga pangeran Yasza begitu kewalahan.


"Hai, prajurit..! kenapa kalian cuma menjadi penonton ayo cepat tangkap pemuda ini panah dia ."


"Siap, pangeran!


Bergegas para prajurit kerajaan Ambarwata mempersiapkan panah panah mereka, Mendengar perintah pangeran Yasza pada para prajurit nya, sosok pemuda berjubah hitam dengan kecepatan tinggi terbang melesat ke arah pangeran Yasza di sertai dengan tendangan telak pada bagian depan dan di ikuti dengan pukulan tangan dari arah samping kanan dan kiri membuat pangeran Yasza langsung jatuh tersungkur, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sosok pemuda berjubah hitam segera menodongkan pedang kuning keemasan nya pada leher Pangeran Yasza.


"Suru prajurit mu menghentikan anak panahnya, jika tidak jangan salahkan aku jika pedang ini membunuh mu." Ancam sosok pemuda berjubah hitam.


Pangeran Yasza Tersenyum miring mendengar ancaman dari sosok pemuda berjubah hitam.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu,"seru pangeran Yasza dengan tegas. Pangeran Yasza berfikir sosok pemuda yang ada di depannya juga akan memiliki sifat sama seperti Pangeran Tatius yang tidak akan mungkin melakukan ancaman nya, mereka hanya berani mengancam tanpa mampu melakukan nya.


Sosok pemuda itupun Tersenyum menyeringai.


"Baiklah, rasakan ini."


"Jlesss...!"Aaaaah....!


Pangeran Yasza berteriak kesakitan mana kala pedang berwarna kuning keemasan dengan cepat melesat ke arah tubuhnya dengan sangat kuat, membuat darah hitam langsung mengalir dari punggung nya yang terkena babatan pedang dari sosok pemuda berjubah hitam.


"Mau lagi...!


"Ja-jangan...! Ampun."


jawab Pangeran Yasza dengan wajah ketakutan.


"Sial, siapa Pemuda ini kenapa dia begitu ganas dan tak berhati." keluh Pangeran Yasza dalam hati.


Sementara Pangeran Tatius yang menyadari akan datangnya kembali serangan anak panah ke arah nya dan putri Lin ying, dia bergerak dengan cepat menghalu semua anak panah yang datang dengan senjata rantai besi di putar putarnya Rantai besi itu sehingga setiap ada anak panah yang hampir dekat langsung di hadang dengan Rantai.


Melihat Pangeran Yasza cuma meminta ampun dan belum bertindak untuk menghentikan serangan anak panah dari para prajurit nya, kembali sosok pemuda itu menggangkat tinggi pedangnya dan mengayunkan nya dengan cepat ke tubuh Pangeran Yasza, Namun ketiika jarak pedang dan tubuh Pangeran Yasza tinggal satu meter, pangeran Yasza berteriak dengan lantang.


"Hentikan serangan cepat ..!


Mendengar perintah dari pangeran Yasza yang tiba-tiba, semua prajurit kerajaan Ambarwata yang melakukan penyerangan dengan anak panah langsung menghentikan serangan mereka secara mendadak.


"Bagus...! sekarang berdiri kau."perintah sosok pemuda berjubah hitam dengan masih menodongkan pedang kuning keemasan nya pada leher Pangeran Yasza.


Keadaan area pertarungan kini menjadi hening para prajurit kerajaan Ambarwata diam tak berani berbuat apa-apa ketika pangeran mereka dalam tawanan sosok pemuda berjubah hitam.


Dengan sangat kasar sosok pemuda berjubah hitam memukul kedua lutut pangeran Yasza hingga jatuh berlutut.


"Hei, Pemuda lepaskan aku kita tidak memiliki urusan apapun kenapa kau tiba-tiba menyerang ku dengan sangat kasar dan keras."


"Diam, kau...!


Sosok pemuda berjubah hitam berjalan mengitari tubuh pangeran Yasza yang mana masih dengan terus menodongkan pedang panjang nya.


Darah hitam di area punggung masih terus menggalir, kini sosok pemuda itu tidak lagi menodongkan pedangnya pada leher pangeran Yasza akan tetapi ujung pedang itu kini di letakkan tepat pada bawah dagu pangeran Yasza.


"Cepat berikan obat penawar racunnya."


"Aku tidak punya?"


"Plaaaak ....! Sebuah tamparan keras mendarat pada pipi kanan pangeran Yasza.


"Kau tidak mau memberikan obat penawarnya, baik, kalau begitu lebih baik kau juga harus mati sekarang juga."


Sosok pemuda berjubah hitam itupun menggangkat tinggi pedangnya.


"Tunggu....!" Ba-baik, aku akan memberikan obat penawarnya, jangan bunuh aku."


"Cepat....!"


"Iya-iya..! duh ngak sabar sekali sih ini orang mana dia benar benar sangat ganas dia tidak main-main dengan ucapannya."


"Mana...!"


"ini..! pangeran Yasza menggeluarkan botol kecil dari balik sakunya dan di berikan pada sosok pemuda berjubah hitam."


"Bagus..! Pangeran Tatius....!trima ini minumkan pada Putri Lin Ying dan lemparkan rantai besi yang ada di samping mu, cepat.'


Tanpa membantah putri Lin Ying segera membuka mulutnya dan menerima obat penawar racun yang diberikan oleh pangeran tatius kepadanya.


Sementara Pangeran Yasza langsung diikat dengan menggunakan rantai besi yang baru saja di berikan pangeran Tatius kepada nya.


"Bagaimana, rasaanya...! kini kau menjadi Tawanan kami, O, ya aku lupa kau bertanya siapa aku kan hahaha, aku adalah Pangeran Yervan putra pertama dari Raja kerajaan Awang Awang Vampire, bagaimana? kini kau sudah jelas kan, hahaha kali ini kau juga akan tinggal di istana kami sebagai tawanan dan kalian para prajurit kerajaan Ambarwata, jika kalian masih ingin hidup dengan tenang dan pangeran kalian yang sombong ini bisa hidup dengan selamat turuti semua perintah ku, pergi dan kalian harus menyiapkan upeti untuk kepulangan kami jika tidak Pangeran kalian akan aku habisi, apa kalian mengerti?'


"I-iya, kami mengerti! cepat pergi dan siapkan tandu yang terbaik untuk kami dan ingat bawa sekalian upeti untuk kami."


"Baik,"


"Hai...kau gila, kau sudah menawanku dan sekarang kau mau merampas hartaku."


Pangeran Yervan hanyaTersenyum miring mendengar semua celoteh dari pangeran Yasza.


"Hartamu cukup banyak kan, Kalau begitu aku minta sepertiganya."


"Apa? kau gila...kau perampok apa kerajaan mu tempat paling miskin sehingga harus merampas harta orang?"


"Apa, kau bilang kerajaan ku miskin, besok ketika kau sampai di dalam istana kami kau akan tau seberapa kaya kerajaan Awang Awang Vampire, sekarang kau diam disitu dengan manis, ingat kau tidak akan bisa kabur dariku, berani' bergerak aku robek kulit mu." gertak Pangeran Yervan dengan keras.


Perlahan lahan Pangeran Yervan mendekati pangeran Tatius dan putri Lin Ying.


"Bagaimana, keadaan nya."


"Sudah lebih baik kelihatan nya."


"Kau juga terluka Tatius coba kau obati luka punggung mu itu."


"Ini cuma luka kecil."


"Aku pikir yang tertangkap itu Tania ternyata, Putri Lin Ying, tapi syukurlah dia selamat"


"Tania.....!


Pangeran Tatius langsung bangkit berdiri dan ingat akan keberadaan kekasih nya yang beberapa menit lalu masih berada di dekatnya.


Wajah tampan Pangeran Tatius Kembali panik dan pucat, kedua bola matanya mengedar ke seluruh penjuru tempat yang ada di situ sambil berlari kecil dengan memanggil manggil nama Tania.


"Tania...! sayang kau ada di mana ayo keluarlah jangan bersembunyi, sayang....!


Pangeran Tatius terus berjalan mencari keberadaan Tania tapi sampai berjam-jam pangeran Tatius tak juga menemukan.


"Makanya jadi cowok jangan banyak cewek, kamu pikir mau mereka di madu."


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya mendengar perkataan dari pangeran Yasza.


"Apa maksud mu."


"pacar kamu pergi setelah melihat kamu memeluk pacar ke duamu itu,"


"Apa, kemana arah perginya."


"Akan aku tunjukkan jika kau mau melepaskan ikatan Rantai ini."


"Baik, akan aku lepaskan."


Ketika tangan Pangeran Tatius hendak bergerak melepaskan tiba-tiba suara pangeran Yervan menghentikan pergerakan tangannya.


"Apa yang ingin kau lakukan, Pangeran Tatius?"


"Aku, mau membuka Rantai ini agar dia bisa memberi tau kemana Tania pergi."


"Apa Tania ada di sini?"


"Iya!


"Hei, jawab kemana gadis itu pergi, jika kau tidak mau menjawab aku akan kuras hartamu tidak lagi aku minta sepertiga tapi setengah nya bagaimana?


"Kau, licik!


"Terserah kamu mau menjawab atau tidak."


"Ke arah sana!


Pangeran Tatius dan Pangeran Yervan menggikuti arah tangan pangeran Yasza dengan cepat Pangeran Tatius segera terbang melesat ke arah yang di tunjukkan oleh pangeran Yasza.


Sementara Pangeran Yervan mendekati Putri Lin Ying.


"Apa, masih sakit!"


Putri Lin Ying menggelengkan kepalanya, pangeran Yervan Tersenyum sambil berselonjor kaki di samping putri Lin Ying.


"Trimakasih, sudah menyelamatkan kami."


"Itu, hanya pertolongan kecil jadi tidak perlu ada ucapan trimakasih, bagaimana apakah masih bisa berjalan atau mau aku gendong untuk pergi ke depan alun alun di sana para prajurit kerajaan Ambarwata sudah mempersiapkan kepulangan kita."


"Apakah, Pangeran Yervan tidak berat jika mengendong ku,"


"Pasti beratl ah Kan bobot tuan putri tidak ringan."ucap pangeran Yervan dengan tertawa riang membuat putri Lin Ying memukul mukul kan tangannya pads dada bidang Pangeran Yervan.


Tanpa bicara lagi pangeran Yervan segera mengangkat tubuh Putri Lin Dan membawanya pergi terbang melesat meninggalkan pangeran Yasza yang berteriak memanggil namanya.


"Woi... tunggu ...! lepaskan aku jangan tinggalkan aku sendiri di sini..!"


Raja Awang-awang Vampire yang mendengar teriakkan Pangeran Yasza Tersenyum miring.


"Jangan berteiak nikmati saja hari-hari mu di sini."seru Raja Awang-awang Vampire yang juga terbang melesat ke arah Alun Alun untuk melakukan keberangkatan pulang bersama sama.