The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.47.KEPING EMAS.



Hari masih sore, suasana belum terlalu gelap dan perjalanan ke kerajaan Barat Daya masih cukup jauh, patih lembu ireng bersama dengan pangeran Tatius memutuskan untuk beristirahat sejenak.


"Paman kita beristirahat di sini dulu,"


"Baik, pangeran!"


"Menurut paman, kita butuh waktu berapa lama lagi, untuk bisa sampai ke istana kerajaan Barat Daya."


"Mungkin sekitar dua hari lagi pangeran,"


"Menurut paman apa yang istimewa dari keris ini, aku masih sangat penasaran paman, kenapa para Harimau terlihat sangat takut untuk menyakiti kita,"


"Saya juga tidak tau pangeran,"


"Paman kita beristirahat di bawah, pohon itu saja,"


"Baik pangeran,"


Bergegas patih lembu ireng dan pangeran Tatius segera menghampiri pohon rindang, dengan santainya pangeran Tatius dan patih lembu ireng, merebahkan dirinya tidak berapa lama, patih lembu ireng, sudah tertidur dengan pulas sementara pangeran Tatius masih belum bisa tidur, rasa penasaran nya membuat pangeran Tatius menggeluarkan keris yang ada di balik bajunya. Cukup lama pangeran Tatius mengamati keris yang terlihat sangat biasa saja, kini langkah kedua membuka kerangka pembungkus keris, ketiika kerangka keris itu terbuka semuanya terlihat biasa saja tidak ada yang begitu istimewa. Pangeran Tatius kemudian bangkit berdiri dan mencoba memainkan keris itu dengan membabat semua dedaunan.


Tidak di sangka, keris kecil yang terlihat sangat biasa dengan cepat menyambar nyammbar dedaunan yang ada hingga berhamburan bahkan memiliki suara yang unik di mana setiap sabetan keris menimbulkan suara keras bagai angin.


"Keris ini sangat dahsyat, lalu kenapa kakek memberikan nya padaku, aku tidak boleh menerima nya, keris ini pasti sangat berharga bagi kakek, setelah pulang dari sayembara ini aku akan kembalikan keris ini," Gumam pangeran Tatius.


Setelah di rasa cukup melihat dan mengetahui keistimewaan apa yang ada pada keris, yang bentuknya terlihat sangat biasa saja, pangeran Tatius hendak menghampiri patih lembu ireng yang dia biarkan tidur di bawah pohon.


Namun langkah nya terhenti ketika telinga tajamnya mendengar sebuah teriakan orang yang minta tolong.


"Tolong.... Tolong... Tolong....!"


"Jangan, ampun...,!" jangan pukul saya."


Mendengar suara itu, dengan cepat pangeran Tatius segera berlari, menuju di mana sumber suara itu berasal. Terlihatlah dengan jelas seorang wanita sedang di pukul beberapa orang laki-laki dan perempuan.


"Hentikan...!"teriak pangeran Tatius dengan lantang.


Namun teriakan pangeran Tatius tidak di hiraukan, Mereka tetap memukuli wanita itu dengan membabi buta. Melihat hal itu pangeran Tatius pun mengambil tindakan, dengan cepat di serangnya orang orang yang sedang mengkroyok sang wanita. Mendapatkan serangan dari pangeran Tatius beberapa orang jatuh tersungkur.


"Hay..anak muda, !"siapa kau, berani sekali mencampuri urusan kami," Bentak salah' satu orang yang terlibat dalam pengkroyokan itu.


"Seharusnya aku yang bertanya pada kalian, apa salah dari wanita ini kenapa kalian mengkroyok nya?"


"Wanita itu, sudah mencuri makanan kami, untuk itu, kami harus menangkap dan memberikan pelajaran padanya".


"Hanya mencuri makanan kalian, harus menghajarnya, betul betul kalian tidak punya hati, berapa kerugian yang dia lakukan pada kalian, katakan, aku akan mengantinya."


"Apakah ini cukup untuk menganti kerugian kalian," pangeran Tatius mengeluarkan keping emas dari balik bajunya.


Beberapa orang yang mengkroyok sang wanita tertegun, Mereka berlomba lomba untuk mendekat dan menyentuh keping emas yang ada di tangan pangeran Tatius.


"Uang emas...!" Wah aku baru kali ini melihat langsung uang Emas seperti itu,"Celetuk salah satu di antara mereka.


"Ini, cukup buat kami," Ucap salah satu pemuda yang juga ikut menghajar sang pencuri.


"Kalau begitu ambilah, uang keping emas ini," Ucap pangeran Tatius.


Dengan segera orang itu mengambil keping emas dari tangan pangeran Tatius, kemudian mereka melangkah pergi.


"Tunggu...!" teriak pangeran Tatius.


"Ada, apa lagi?"


"Bukan satu kepin emas untuk kalian berlima, tapi aku akan memberikan masing-masing satu kepin emas,"


Wajah mereka segera berbinar binar.


"Benarkah..?"


Pangeran Tatius mengagguk pasti, kemudian tangannya merogoh kantong uang yang ada di balik bajunya, kemudian menyerahkan kepada orang orang itu, masing-masing satu keping emas. Sangat terlihat jelas wajah bahagia dari mereka manakala mendapatkan satu keping emas.


"Wah, kita akan kaya,"Seru salah satu dari mereka.


"Ha ..ha ..ha...!" aku kaya," Seru mereka kegirangan.


"Trimakasih, pemuda, kami pergi dulu, ayo, kita pergi,"


Semua melangkah pergi, tapi salah satu diantara mereka ada yang tiba-tiba menghampiri sang wanita yang terduduk di tanah.


"Ada untungnya juga, kau mencuri makanan ku," seru salah satu di antara mereka dengan menarik rambut sang wanita agar tengadah menghadapnya. Sedangkan sang Wanita tidak mampu bicara apa-apa selain pancaran tatapan matanya yang tajam. Sementara pemuda itu Tertawa lebar.


"Ha...ha ...ha....ha...!" kita pergi sekarang,"


Setelah kepergian mereka, pangeran Tatius mendekati sang wanita yang tertunduk.


"Kau tidak apa-apa?" Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir sang wanita , Karena wanita itu hanya menjawab dengan mengelengkan kepalanya.


"Ayo, aku bantu mengobati lukamu," tawar pangeran Tatius yang kemudian membantu sang wanita untuk berjalan ke tempat yang tidak banyak di tumbuhi pohon liar, dan mendudukkan nya.