The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab. 162.MENYEBALKAN



Pak guru Wili menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, ketika Pangeran Tatius sudah pergi meninggalkan Puri kamar tamu dimana dirinya kini berada.


Tak henti-hentinya pak guru Wili mengeleng geleng kan kepala melihat tingkah dan kelakuan dari Pangeran Tatius yang sangat posesif terhadap kekasihnya.


"Busyet, benar benar Vampire aneh, aku tidak menyangka sampai segitunya posesif sama pacarnya, aku tidak boleh gegabah apalagi main-main bisa gawat Nanti, Vampire jelek itu tidak hanya mengancam tapi juga akan melakukan, lihat saja aku hampir babak belur di Hajar nya." keluh pak guru Wili yang kemudian membaringkan tubuhnya di atas Ranjang setelah beberapa kali mengobati luka luka kecil nya dengan obat obatan yang di sediakan oleh beberapa pengawal yang katanya ramuan dari Tabib istana.


Di dalam Puri istana kepribadian Pangeran Tatius, seorang gadis terlihat lebih segar dan berseri setelah melakukan ritual mandi dengan rambut terurai basah. Tubuh nya yang ramping berjalan menuruni anak tangga dan berjalan berkeliling melihat lihat pemandangan istana yang sangat menakjubkan.


Tania tak henti-hentinya berdecak kagum dengan semua keindahan yang ada di dalam kerajaan istana Awang Awang Vampire.


Mata indah Tania teetuju pada sosok wanita paruh baya sedang, merawat bunga bunga yang sedang bermekaran. Kalau di dunia manusia bunga bunga itu di rawat tukang kebun tapi di dunia Vampire kelihatan nya tukang kebunnya seorang wanita.


Di dalam Puri istana kepribadian Pangeran Tatius sedang celingukan mencari keberadaan Tania, karena tidak menemukan nya Pangeran Tatius segera pergi keluar.


"Pengawal...!"


Mendengar teriakkan panggilan dari pangeran Tatius bergegas salah satu pengawal berlari menghadap.


"Siap, Pangeran!"


"Apa kau melihat Nona Tania."


"Tadi kelihatan nya pergi ke arah sana Pangeran," tunjuk salah satu pengawal istana.


Setelah mengetahui kemana Tania pergi bergegas Pangeran Tatius keluar.


"Gawat, cari masalah saja main keluar tanpa minta ijin,"


Pangeran Tatius yang resah dan menghawatirkan Tania segera mencari, sementara di tempat lain Tania yang sangat menyukai dengan berbagai tanaman bunga terus saja berjalan menyusuri jalan taman bunga.


"Istana kerajaan Awang Awang Vampire ternyata lebih indah dari kerajaan Sangkalah, tempat kakeknya Tatius berada, disini seolah olah taman sejuta bunga, ada benyak bunga yang indah dan menakjubkan, apa boleh aku menetik satu saja, rasaanya tanganku sangat gatal dan ingin sekali memegang bunga itu, di negeri manusia bunga seperti itu belum ada Nanti aku mau minta sama Tatius bibit bunganya, agar bisa ku tanam di rumah, bunganya Cantik sekali."


Tania yang asik memandangi bunga terus saja kaki nya berjalan maju dan maju yang mana semakin lama semakin dekat kau dari Puri Istana kepribadian Pangeran Tatius.


Karena fokus melihat dan memandang bunga Tania yang tidak konsentrasi dalam berjalan setelah netranya menunduk menggamati bunga bunga yang menurutnya sangat menakjubkan, akibat nya Tania tidak sengaja menabrak, sosok laki-laki Vampire yang kala itu juga sedang berada di tempat itu, akibatnya laki-laki itupun langsung menatap tajam pada diri Tania yang mana Tania justru di buat tertegun dengan wajah sosok Vampire yang ada di depannya.


"Waoo..! desis Tania dalam hati.


"Siapa kau, anak manusia?" dan mengapa kau berada disini."


Tania yang Masih terpesona dengan sosok laki-laki yang ada di depannya tidak segera menjawab bahkan tanpa sadar menelan ludah nya.


"Hei...! aku bertanya padamu siapa kau...!


"Idih.... cakep-cakep galak, Tatius saja tidak segalak ini." gumam Tania dalam hati.


"Apa kau tidak punya telinga, sehingga kau tidak menjawab pertanyaan ku." ulang laki-laki itu dengan sorot mata yang tajam.


"A-aku..!


Belum sempat Tania menjawab tiba-tiba datang seorang wanita cantik paruh baya yang tidak begitu tua langsung memotong dan menjawab pertanyaan dari


"Dia, tamuku, Raja!sahut seorang wanita cantik yang entah dari mana datangnya tiba-tiba sudah berada di tempat itu.


"Ratu Shima..!sejak kapan kau memiliki Tamu dari bangsa manusia."


"Raja, terlalu sibuk jadi Raja tidak tau, kami permisi dulu Raja, aku khawatir tamuku akan syok jika Raja bertanya dengan sangat kasar padanya."


"Baiklah, cepat bawa dia pergi!"bahkan akan lebih baik suru pergi juga dari kerajaan ini, disini bukan tempat bermain anak manusia."seru sang Raja dengan penuh penekanan.


Ratu Shima tersenyum smrik.


Tania mengagguk tapi ketika langkah kakinya berada dekat dengan sang Raja, Tania menghentikan langkah kakinya.


"Oh, ini yang Namanya Raja! sangat galak, kalau aku punya suami seperti mu pasti sudah ku tendang, cakep tapi menyebalkan." ucap Tania yang sengaja di katakan dengan jelas, yang pastinya Sang Raja bisa mendengar dengan jelas perkataan dari Tania.


"Kau.. .! berani sekali menghina ku."geram sang Raja emosi sedangkan Tania justru tersenyum mengejek.


"Lebih baik kau turun saja dari jabatan mu, tidak pantas seorang Raja bersikap begitu tidak Ramah lebih bagus kau jadi pengawal saja." dengus Tania dengan tatapan yang tak kalah tajamnya


Mendengar perkataan Tania tangan Raja Prayudha menggepal dengan kuat.


"Kurang ajar, beraninya kau...!"teriak sang Raja geram yang mana teriakan nya dapat di dengar oleh Ratu Shima yang tadinya berjalan di depan Tania, mendengar suara Raja yang marah Ratu Shima menghentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang.


"Raja, bicara apa?"apakah ada masalah."


Raja tersenyum smrik seolah olah tidak terjadi apa-apa.


"Tidak ada Ratu, tamu mu sungguh cantik.'"ucap Raja, yang mana Raja sendiri tidak pernah menyangka kalau dia akan berkata begitu bahkan memuji gadis yang sangat menyebalkan menurutnya.


Ratu Shima tersenyum kecut mendengr suaminya justru memuji kecantikan gadis yang ada di belakang nya karena seumur umur menikah belum pernah sekalipun Ratu Shima mendengar Raja memuji wanita lain selain dirinya.


Melihat tatapan Tajam dari Ratu Shima kepada nya, sang Raja buru buru mengalihkan perhatiannya pada bunga bunga yang ada di samping kanan kirinya, berusaha tenang meskipun hatinya resah dan mengumpat dalam hati atas kebodohan nya, karena secara tidak langsung Raja sudah melukai hati sang istri, terlebih ketika Raja mencuri pandang pada gadis yang ada di depannya justru gadis itu memberikan senyum seolah olah sedang mengejeknya, hal itu semakin membuat hati Raja kesal.


"Raja, suka padanya."desis Ratu Shima lirih, dimana perkataan Ratu Shima membuat sang Raja terbatuk batuk.


"Uhuk..uhuk..! tidak Ratu aku cuma...Oh maaf Ratu, aku lupa kalau Tabib menunggu ku, aku pergi dulu," Ucap Raja terburu buru karena sesungguhnya Raja tak mampu menjawab pertanyaan sang Ratu.


Ratu Shima hanya mengeryitkan dahinya ketiika melihat ke gugupan dari sang Suami.Namun hal itu tak di perdulikan dengan sangat halus dan lembut Ratu Shima mengajak Tania untuk menggikuti nya.


Sementara Raja yang terlihat buru buru, melesat terbang kesana kemari seolah olah sedang binggung hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti dan beristirahat di bangku panjang dekat air yang mana sungai nya menggalir jernih.


Disisi lain Pangeran Tatius yang kebinggungan mencari Tania diapun sampai pada taman bunga yang dekat dengan anak sungai yang mengalir jernih airnya.


"Pergi kemana Tania, aku sangat khawatir kalau kalau Tania bertemu dengan Raja lebih dulu sebelum aku memperkenalkan nya, smoga mereka tidak bertemu, rasanya sangat lelah mungkin lebih baik aku beristirahat dibangku itu."lirih Pangeran Tatius dalam hati.


Ketika langkah kaki dari pangeran Tatius hendak menuju ke bangku yang ada di dekat sungai, tiba-tiba Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya.


"Bukankah itu Raja, sedang apa beliau di sini, gawat aku harus cepat pergi sebelum Raja melihat ku." dengan sangat buru buru Pangeran Tatius melangkah pergi, akan tetapi belum sampai dua langkah Pangeran Tatius pergi tiba-tiba sebuah teriakan keras menghentikan nya.


"Tatius...! mau kemana kau..?"teriak sang Raja.


"Ra-raja...!"


"Sejak, kapan kau berada di istana ini dan bagaimana kau bisa masuk, apa kau bodoh Ibumu sangat sedih memikirkan mu, apa kau sudah menemui nya, apa kau tau hari ini Ibumu sangat menyebalkan, aku sangat kesal padanya berani beraninya Ibumu membawa tamu dari bangsa manusia dan kamu tau tamu ibumu itu sangat menjengkelkan ingin rasanya aku menampar bibirnya."


"Raja, salah kalau menarmpar itu wajahnya kenapa jadi bibirnya,"


"Ya, karena bibirnya manis,"


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya mendengar perkataan dari sang Raja, membuat Pangeran Tatius tersenyum geli.


"Raja itu aneh, di satu sisi sangat marah dan mau menampar tapi di satu sisi lagi Raja memujinya."


"Diam, kau Pangeran Tatius, aku memuji nya tidak sudih aku memuji gadis menyebalkan itu, cepatlah kau temui ibumu dan katakan suru secepatnya menbawa pergi gadis itu dari istana kerajaan ini." sungut sang Raja berapi-api.


"Baik, Raja!


Dengan cepat Pangeran Tatius memutar arah menuju ke Puri istana kamar kepribadian Ratu Shima, dalam hati Pangeran Tatius merasa binggung gadis manusia yang sangat menyebalkan Raja, Pangeran Tatius menguras otaknya untuk berfikir.


"Siapa gadis itu ya?" apa jangan... jangan Tania, tidak...itu tidak mungkin, jelas jelas Raja menggatakan kalau dia Tamu ibu Ratu, Tania kan belum mengenal ibu Ratu, jadi sudah bisa di pastikan bukan Tania," desis Pangeran Tatius dalam hati yang mana dia mempercepat langkah kakinya karena merasa penasaran siapa tamu rahasia yang berasal dari dunia manusia nya Ibu Ratu Shima.