The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 268.CURIGA



Pagi yang cerah menjadi sangat mendung ketika Pangeran Tatius mengetahui kekasihnya sedang terluka menahan sakit akibat dorongan dari pangeran Tatius yang cukup keras.


"Sayang, apa rasanya sangat sakit?"


Tania mengagguk lemah.


"Maafkan aku, sini, coba luruskan kakinya biar aku bantu."


Dengan penuh kasih sayang Pangeran Tatius membantu membersihkan darah yang ada di lutut kekasih nya, dengan menekan perlahan lahan, Tania meringis memejamkan mata menahan sakit.


Netra Pangeran Tatius membulat seketika melihat lutut Kekasihnya yang mana di dalam kaki mulus itu tertancap satu butir kecil pecahan batu krikil. Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Pantas kesakitan ternyata ini penyebab nya ada batu kecil yang nyakut di kulit nya, aku harus mengambil batu itu tapi bagaimana caranya, pasti rasanya akan sangat sakit dan dia akan semakin menanggis."Pangeran Tatius memutar otak nya berfikir keras bagaimana caranya agar batu kecil yang bersarang di kaki Tania bisa di ambil, kalau di ambil secara paksa pasti Tania kesakitan kalau di biarkan juga kesakitan.


Dalam keresahan nya tiba-tiba muncul satu ide, karena Pangeran Tatius tidak akan bisa dan tidak tega jika melihat kekasihnya menangis.


"Sayang, coba tarik nafas panjang dan tahan nafas sedikit."


"Kenapa?'


"Tidak, ada cuma ingin minta cup dikit aja."


"Apa?"


Tania membulat kan kedua bola matanya karena merasa geram dengan keinginan kekasihnya."Kakiku tuh lagi sakit bisa bisanya bicara begitu, ogah, ngak mau aku."tolak Tania sambil memalingkan wajahnya.


"Sayang, satu menit saja lah."


"Kok, maksa sih, ngak mau kakiku sakit."


"Biar sakitnya sedikit berkurang, sayang."


Pangeran Tatius menatap dengan tatapan sendu yang akhirnya membuat Tania iba dan membiarkan kekasihnya mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Jangan lama,"


"Siap!"


Perlahan-lahan Pangeran Tatius mendekat kan bibirnya pada Bibir kekasihnya yang selalu membuat nya candu dan tangan kanan sudah bersiap mengeluarkan batu krikil kecil yang bersarang di kaki kekasih nya tanpa Tania sadari.


Ketika bibir mereka sudah bertaut dengan gerakan cepat tangan kanan Pangeran Tatius segera menggeluarkan batu krikil yang ada di kaki kekasihnya, Tania yang merasakan ada tarikan keras dari arah lututnya, berteriak akan tetapi bibirnya yang tertahan bibir Pangeran Tatius hanya bisa, menggeluarkan suara.


"Mmmmp.... mmmmp..!"


Karena kelincahan dan gerakan cepat Pangeran Tatius sehingga proses pengambilan batu kecil yang bersarang di lutut Tania selesai dengan cepat dan hanya beberapa detik saja.


Setelah Pangeran Tatius melepaskan tautan bibirnya dengan cepat, Tania memukul mukul wajah Tampan yang ada di depannya sambil beberapa kali memberikan tamparan dan cakaran.


"Apa yang kau lakukan, sakit sekali tauk."


"Maaf, aku cuma mau bantu mengeluarin ini," ucap Pangeran Tatius sambil menunjuk kan batu krikil kecil yang sudah berhasil di ambilnya."


"Kau...!"


"Ini yang membuat mu sakit, sekarang coba berdiri, sakitnya sudah berkurang belum."


Tania tidak membantah ucapan dari Pangeran Tatius dengan sigap dia berdiri dan mencoba berjalan dan sungguh di luar dugaan rasa sakit nya kini sudah jauh berkurang.


Pangeran Tatius bangkit berdiri.


"Bagaimana?" apa sakit nya sudah berkurang."


Dengan malu malu Tania mengagguk, dia merasa sangat bersalah karena telah menampar dan memukul kekasih nya yang mana semua yang dia lakukan hanya untuk membantu nya agar tidak merasakan sakit sehingga Pangeran Tatius menggalihkan perhatian nya dengan menaut bibirnya.


"Maafkan, aku! desis Tania lirih dengan menundukkan wajahnya.


Pangeran Tatius yang melihat itu Tertawa lebar.


"Kenapa harus minta maaf."


"Gara-gara aku lihat wajahmu merah semua akibat dari bekas tamparan dan cakaran ku."


"Oh, ini!"


"Hahaha...! ini cuma luka kecil ayo sekarang kita pulang, aku khawatir disini akan terjadi hal-hal aneh lagi, yang penting bagiku kamu sudah tidak kesakitan, mari pulang.'ajak Pangeran Tatius pada Tania yang dengan sabar membantu Tania berjalan.


"Apa perlu aku mengendongmu?'


"Tidak, perlu! aku bisa berjalan sendiri."


"Baiklah, ayo!


Pangeran Tatius melingkar kan tangan nya pada pinggang ramping Tania dan membantunya untuk berjalan.


"Tatius, tunggu...!'


"Ya, ada apa sayang."


Tania memberikan isyarat agar Pangeran Tatius sedikit membungkuk kearahnya. Tanpa penolakan Pangeran Tatius melakukan semua yang di minta kekasihnya.


Dengan gerakan sangat cepat Tania langsung mendaratkan kecupan nya pada Wajah Tampan yang ada di depannya.


"Trimakasih..!desis Tania lirih yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Pangeran Tatius yang terbengong bengong melihat ulah kekasih yang menggemaskan.


Pangeran Tatius menggeleng kan kepalanya, sambil mengulas senyum bahagia.


"Sayang, tunggu!"


Pangdam Tatius berlari dan hendak mengaggkat tubuh ramping yang ada di depannya tapi sebuah suara keras dengan gema yang cukup memekakkan telinga membuat Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya.


"Berhenti kau...!"


Sontak saja suara itu membuat Tania dan Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya yang kemudian keduanya menoleh kebelakang.


Gerakan Refleks kedua nya yang menoleh kebelakang dan ketika mengetahui siapa yang berteriak memanggil dan berdiri di belakang mereka, keduanya langsung saling berpandangan.


"Raja...!"desis Pangeran Tatius lirih.


"Kau, Pangeran Tatius..!"sedang apa kau disini dan itu, gadis brengsek itu kenapa dia juga ada disini, bukankah kemarin dia sudah pergi."sunggut Raja dengan hati yang kesal dia masih ingat betul betapa gadis di depannya itu sangat tidak sopan dan bermulut pahit padanya.


"Hei, Raja, yang tidak pantas! sudah kubilang lebih baik kau turun dari jabatan mu dan jadi saja pengawal kerajaan sikapmu sungguh sama seperti berandalan yang ada di jalan jalan."


"Sssstttt,. . Sayang! bicara apa kamu, diamlah dan bersikap lah yang sopan."


"Apa? bersikap sopan padanya ogah."Sungut Tania kesal.


"Dia, kekasih ku, Raja!"


Mendengar perkataan dari pangeran Tatius Raja langsung terbatuk-batuk, sementara Tania tersenyum miring ke arahnya sambil menyilang kan kedua tangan di depan dada.


"Uhuk....Uhuk...!


"Raja...! kau tidak apa-apa?"


Tanya Pangeran Tatius seraya memukul mukul ringan punggung sang Raja yang terbatuk-batuk.


"Tidak, aku tidak apa-apa?" baiklah masalah gadis itu Nanti kita bicarakan di istana kepribadian ku, sekarang katakan padaku mengapa Pangeran berada di sini dan apakah Pangeran melihat orang di sekitar sini yang sudah berbuat kurang ajar padaku."


"Berbuat kurang ajar pada Raja, aku tidak melihat orang lain disini."


"Ini, lihat! dia sudah kurang ajar membalikkan panah yang aku lemparkan."


"Oh, jadi Raja! yang melempar panah ini, apa Raja tau panah sialan ini hampir saja melukai Tania, beruntung aku melihat nya jadi Raja sengaja ingin membunuh Kekasihku."tanya Pangeran Tatius dengan tatapan mata yang tajam penuh dengan kekecewaan.


"Pangeran Tatius, jaga ucapanmu, beraninya kau menuduh ku begitu."


"Aku tidak menuduh tapi aku tau Raja sangat tidak suka dengan Tania, tapi aku tidak menyangka jika Raja berniat membunuhnya."


"Tatius.....!"jaga ucapanmu?"bahkan aku tidak tau jika disini ada kalian berdua, aku sedang memanah burung gagak yang mencurigakan dari kemarin dan kau menggagalkan nya."


"Bohong...!" Raja tidak perlu bersandiwara aku tau Raja tidak suka dengan Kekasihku jadi Raja membuat alasan yang tidak jelas."


"Tatius ..!" kau...?"Tangan Raja langsung terangkat dan hendak menampar wajah Pangeran Tatius akan tetapi Raja urungkan ketika mendengar perkataan dari gadis yang ada di depannya.


""Apa yang di katakan Raja semua benar Tatius, aku berlari mengejar burung yang melintas di tempat ini burungnya sangat indah jadi aku tertarik untuk menangkap nya."


"Apa? tertarik jadi kau bukan mengejar kelinci atau apa begitu."


"Tidak, aku mengejar Burung gagak."


"Tuh...! dengar, apa yang di katakan kekasihmu itu, mana mungkin aku sengaja memanah orang."


"Maafkan aku, Raja!ucap Pangeran Tatius dengan wajah menunduk dia merasa sangat malu karena secara tidak langsung telah menunjukkan betapa sangat tidak suka nya Pangeran Tatius pada orang yang menyakiti kekasihnya.


"Sudahlah..!"antara pulang ke Puri Istana kepribadian mu, aku tunggu kau di istana kepresidenan ku kita perlu bicara."


"Baik, Raja,!


Pangeran Tatius menggatar Tania Kembali ke Puri istana kepribadian nya.


"Sayang, kakimu sakit dan sedang terluka, ku harap kamu jangan keluar dari kamar, kali ini turuti aku jangan bandel lagi ya?"aku akan menemui Raja ada beberapa hal yang harus kami bicarakan."


"Pergilah, paling Raja cuma mau mengatakan agar kau menjauhi aku dan melarang hubungan kita, tapi tidak apa-apa lebih baik begitu biar aku bisa cepat pulang, capek berada di tempat ini terus." sungut Tania dengan wajah yang memperlihatkan kalau sedang kesal.


Pangeran Tatius terkekeh melihat ekspresi wajah dari kekasihnya.


"Tidak ada yang bisa memisahkan kita, aku akan selalu dan selalu ada disisimu, meskipun Raja tidak merestui hubungan kita aku tidak akan . memperdulikan itu, percayalah aku tidak akan meninggalkan mu."


Tania tersenyum kecut mendengar perkataan dari pangeran Tatius.


"Saat ini kau bisa bicara begitu, tapi tidak ada yang tau apa yang akan terjadi esok,"ucap Tania dingin.


Pangeran Tatius tersenyum melihat wajah Tania yang terlihat sedang kesal.


"Baiklah, aku pergi dulu ingat, jangan keluar tanpa ijin dariku, aku tidak mau terjadi apa-apa padamu, kau mau berjanji kan?"


Sebagai jawaban Tania hanya mengagguk, Pangeran Tatius tersenyum senang kemudian dengan sangat lembut mengecup kening kekasihnya.


"Aku mencintai mu." ucap Pangeran Tatius lirih, sedangkan Tania diam tak menjawab apapun.


Di istana kepribadian Raja menunggu kedatangan Pangeran Tatius dengan perasaan tidak sabar, ada banyak hal yang ingin Raja tanyakan.


Tak lama kemudian yang di tunggu sudah datang.


"Salam, Raja!"


"Salam, duduklah Pangeran."


"Trimakasih, Raja!"


"Pangeran, sekarang jelaskan kepada ku siapa gadis itu."


"Raja, aku sudah katakan dia itu Kekasihku,"


"Pangeran, apa kau sadar dia itu bukan dari kalangan seperti kita, Pangeran putuskan hubungan mu dengan nya aku tidak mengginginkan memiliki menantu dari kalangan manusia.'


"Ampun, Raja! segala perintah mu aku akan menuruti tapi tidak untuk meninggalkan nya aku mencintainya Raja."


"Pangeran! masih banyak gadis cantik yang bisa kau jadikan kekasihmu, lupakan dia ingat kau putra mahkota kerajaan ini dan kaulah kelak yang akan menggantikan kedudukan ku, bagaimana bisa kau melakukan semua kewajiban mu, jika kau memilih wanita dari kalangan manusia."


"Raja! masih ada kanda Pangeran Yervan kerajaan ini bisa Raja serahkan padanya, karena aku akan menggikuti kemanapun Kekasih ku pergi, jika dia tidak ingin tinggal disini maka aku yang akan tinggal di sana.'


"Pangeran...!"Apakah kau membantah perintah ku.'


"Ampun, Raja!" hamba tidak berani tapi jika Raja meminta ku untuk meningkatkan nya sungguh aku tidak akan bisa."


"Kau ....!" Braak....!


Raja mengebrak meja, meluapkan amarahnya.


"Baik, kita lihat sampai dimana gadis itu bisa bertahan tinggal di sini."Sungut Raja geram.


Pangeran Tatius diam dan tak acuh dengan sikap dingin Raja pada kekasihnya.


Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Baiklah, masalah gadis itu kita akhiri sampai disini, sekarang aku mau menanyakan tentang hal lain terutama gagak yang sering ada di istana kerajaan akhir akhir ini, apa pendapat mu."


"Aku juga merasakan ada yang aneh pada gagak itu, aku curiga kerajaan lagi dalam bahaya,"


"Kau benar, Pangeran, aku juga merasakan itu, lalu langkah apa yang akan kita lakukan untuk mengatasi ini semua karena kecurigaan kita belum memiliki bukti."


"Kita harus satu langkah di depan mereka Raja, disini Raja harus bertindak dengan cepat agar kita tidak sampai kecolongan, karena kita tidak tau apa yang sedang mengancam kerajaan."


Raja Awang Awang Vampire manggut-manggut mendengarkan penjelasan dari Pangeran Tatius.


"Baiklah, Pangeran aku akan segera memberikan keputusan agar kita bisa selangkah lebih cepat dari mereka yang kita tidak tau apa tujuannya."