
Wajah Naga putih jelmaan manusia itupun langsung berubah pucat, dia tidak menyadari jika Vampire yang sudah berhasil merampas bayi hasil curiannya masih berambisi mengejarnya, bahkan bisa dengan mudah menemukan dimana dirinya bersembunyi, itu artinya Vampire di depannya juga mengginginkan kematian nya dan kali ini tamatlah riwayatnya dia akan mati di tangan seorang Vampire berdarah dingin.
"Apa lagi yang kau inginkan dari ku hah..!"bukankah kau sudah mendapatkan bayi yang ku curi itu dan bukankah itu artinya kau dan aku tidak ada lagi persoalan, kenapa kau masih mengejar ku, apakah kau juga berniat ingin membunuhku? katakan apa mau mu." seru wanita jelmaan Naga putih itu lantang, meskipun hatinya memiliki rasa ketakutan yang dalam akan tetapi dia tidak akan menunjukkan rasa takut itu pada lawan, setidaknya dia akan mati secara jantan dan terhormat.
Patih lembu ireng tersenyum menyeringai, tanpa bicara Patih lembu ireng menyambar beberapa daun yang ada di sekitar tempat itu dan mengunyahnya.
"Gilaa...!ini Vampire termasuk hewan herbivora kah, kenapa dia makan tumbuhan dasar Vampire aneh, aku saja yang nyata nyata hewan seekor Naga tidak sudih makan tumbuhan betul betul Vampire yang rakus dia mau memangsa semuanya, bayi dia mau darah manusia dia mau dan hewan seperti ku seperti nya dia mau memangsa ku juga dan tumbuhan diapun mau itu, bener bener perut Vampire itu tong sampah, selagi Vampire busuk itu sibuk mengunyah daun aku harus cepat cepat lari dari sini, karena aku tidak mungkin bisa melawan nya benar ini kesempatan ku untuk bisa melarikan diri aku akan merubah kembali tubuh ku agar bisa menjadi Naga agar aku bisa terbang menjauh dari Vampire terkutuk ini."Gumam Rumi Xo dalam hati.
Diam diam Rumi Xo mengeluarkan kekuatan nya untuk merubah diri dan beberapa detik kemudian tubuh Rumi Xo melesat terbang menjauhi tempat di mana di situ ada Patih lembu ireng yang sedang mengunyah dedaunan.
Pergerakan dari Rumi Xo tak lepas dari mata tajam Patih lembu ireng yang kala itu sedang mengunyah dedaunan.
"Dasar Naga betina bodoh, mau di bantu Mala kabur, aku akan mengejar mu."
"Hoooop....!"
Tubuh Patih lembu ireng pun terbang melesat mengejar Naga betina tak menunggu lama Patih lembu ireng bisa melihat keberadaan sang Naga, Patih lembu ireng menambah kekuatan daya terbangnya sehingga kini bisa menjajari terbangnya Naga betina.
"Sial... Vampire busuk itu masih mengejar ku, bahkan kini berada di samping kiri ku aku harus bagaimana, ayo Rumi Xo putar otakmu bagaimana bisa menghindari kejaran Vampire itu."Keluh Rumi Xo dalam hati dia benar benar putus asa. Ketika semua pemikiran buntu tiba-tiba terbersit niatan untuk menukik turun ke bawah.
"Pasti Vampire itu akan kerepotan jika aku tiba-tiba menukik ke bawah dan tiba-tiba juga terbang naik ke atas ini pasti seru, setidaknya buat Vampire busuk itu kecapekan sebelum aku yang di musnahkan."
Dengan Cepat Rumi Xo kecepatan terbang nya dia lajukan untuk menukik.
"Sruuuuuuttttt...!"
Tubuh Rumi Xo yang awal nya berada di ketinggian sekitar lima puluh kaki dari permukaan tanah kini langsung menanjak turun dua meter dari permukaan tanah, hal itu membuat Patih lembu ireng sedikit gedek.
"Apa apaan ini!" Desis Patih lembu ireng yang kemudian menggikuti Rumi Xo ikut menanjak turun dan ketiika patih lembu ireng menanjak turun dengan cepat Rumi Xo kembali melesat terbang ke atas dengan ketinggian yang sangat tinggi.
"Rupanya mau mengajakku bermain main dasar Naga Betina akan ku ikuti permainan mu."
geram Patih lembu ireng yang merasa kesal karena telah di permainkan. Dengan gerakan cepat pula Patih lembu ireng kembali ikut melesat terbang tinggi, lebih tinggi dari Rumi Xo sehingga bayangan dari Patih lembu ireng pun tak terlihat. Rumi Xo tersenyum senang karena telah berhasil mengecoh Patih lembu ireng.
"Rasain, tuh!"ucap Rumi Xo dari atas ketinggian, yang mana dia tidak lagi melihat bayangan Tubuh Patih lembu ireng yang mengejarnya. Tanpa Rumi Xo sadari Patih lembu ireng tersenyum melihat senyum bahagia dari Rumi Xo yang merasa dirinya pasti tak lagi menggejarnya. Patih lembu ireng tersenyum menyeringai.
"Ini saatnya memberikan kejutan padamu, sudah cukup bermain main nya, hei Naga Betina." Lirih Patih lembu ireng dari ketinggian yang tiba-tiba tubuhnya langsung menukik ke bawah dan bertengger di atas punggung sang Naga. Rumi Xo yang terkejut dengan kehadiran patih lembu ireng terlebih Patih lembu ireng sudah bertengger di punggung nya dengan gerakan cepat meliuk liukkan tubuh nya agar tubuh Patih lembu ireng jatuh ke tanah, akan tetapi usaha dari Rumi Xo dia sia belaka, karena Patih lembu ireng bertengger dengan sangat kuat hal itu membuat geram dan kesal Rumi Xo.
"Vampire busuk turun kau dari punggung ku!'
"Ha..ha...ha... kenapa?" bukankah enak di naikin pemuda tampan seperti ku ha...ha...ha!"ledek patih lembu ireng yang langsung membuat Rumi Xo geram dan murka dengan sangat cepat Rumi Xo jelmaan sang Naga Betina menukik keras dari atas ketinggian dan turun bawah. Hal konyol yang pasti nya juga merugikan dirinya sendiri karena dengan menjatuhkan tubuhnya dengan keras ke tanah diapun akan ikut merasa sakit nya mencium tanah, setelah berada dari atas ketinggian, tapi rupanya Rumi Xo sudah tidak perduli lagi, bagi nxa cepat atau lambat dirinya pasti juga akan mati untuk itu sama saja luka sedikit ataupun besar.
Ketika menjatuhkan tubuhnya dari atas ketinggian Rumi Xo pun dengan cepat merubah dirinya menjadi manusia kembali dan dengan gerakan cepat setelah terjatuh dari ketinggian dengan membawa beban bobot tubuh Patih lembu ireng di atasnya kini Rumi Xo menggulingkan tubuhnya ketanah dengan sangat kuat hingga tubuh Patih lembu ireng yang berada di atasnya pun jatuh terpental.
"Kali ini hidup ataupun mati Rumi Xo bertekad melawan dengan menyerang sebisanya.'
Patih lembu ireng yang tak mau bermain main pun dengan cepat menarik tangan Rumi Xo yang ketika itu memberikan serangan padanya, tangan Rumi Xo ditarik kebelakang, membuat Rumi Xo meringis menahan sakit.
"Apa maumu Vampire?"kita sudah tidak punya urusan lagi, bayi itu sudah kamu rampas dariku lalu apa lagi yang kau inginkan, apa kau ingin membunuhku hah!" teriak Rumi Xo geram.
"Diamlah dan ikuti semua perintah ku."ucap Patih lembu ireng yang kini tubuhnya sangat dekat dengan tubuh Rumi Xo, dengan perlahan-lahan Patih lembu ireng meyibakkan anak rambut dari Rumi Xo yang berada di sekitar leher Rumi Xo, gerakan Vampire yang sangat mendebarkan jantung Rumi Xo membuat bulu kuduk nya meremang, bagaimana pun dia seorang wanita jika mendapat kan sentuhan lembut tentulah menimbulkan percikan api gairah.
"Ssshhh... Vampire ini tidak berniat mencumbuku tapi dia sedang membuat jalan mudah ketika hendak menghisap darahku dan sekarang tamatlah aku." Rumi Xo memejamkan matanya pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya dengan tangan berada dalam gengaman Vampire dan di taruhnya ke belakang itu membuat dirinya tak lagi bisa bergerak dengan leluasa, hanya pasrah dan terima Nasib itulah yang kini dia alami.
Patih lembu ireng tersenyum geli melihat tingkah dari Rumi Xo yang menurut nya sangat aneh tapi Patih lembu ireng tidak mau ambil perduli itu dengan cepat patih lembu ireng membuka mulutnya dan mendekatkan pada leher jenjang wanita cantik jelmaan Naga Betina dan dari mulut Patih lembu Ireng menggeluarkan daun yang sudah di kunnyahnya dan di tempel kan pada luka yang ada di leher Naga betina, setelah itu Patih lembu ireng pun melepaskan cengkraman tangannya.
"Sudah, selesai lukamu tidak akan menggeluarkan darah lagi." seru Patih lembu ireng menjelaskan. Membuat Rumi Xo mendelik tak percaya dengan apa yang dialaminya.
"Kau, tidak berniat membunuhku?"dan daun yang kau makan itu hanya untuk menggobati lukaku,"tanya Rumi Xo tak percaya.
"Memangnya kau berfikir untuk apa, untuk ku makan sendiri kah, ha...ha..ha...aku tak serakus itu sampai harus makan tumbuhan, aku butuh bantuan mu, aku mau kau membawa ku ke istana Naga, karena aku ingin mencari mutiara hijau yang hilang dan di ambil salah satu Naga yang ada di sana."
"Kau gila ya..!" bagaimana bisa membawamu ke sana sedang kan kamu bukan seekor Naga yang bisa hidup di air seperti kami, maaf aku tidak bisa dan aku juga tidak tau jika ada di antara kami yang mengambil mutiara hijau mu."
"Kau benar kalau begitu tunjukkan saja di mana letak istana mu,"
"Baik, kalau soal itu aku bisa membantu tapi apa gunanya lagi pula tidak semua Naga turun kedaratan lalu bagaimana bisa kau menemukan mutiara hijau milikmu yang ada di antara kami."
"Aku juga belum tau tapi setidaknya aku akan tau di sebelah lautan sebelah mana letak istanamu."
"Baiklah, aku akan tunjukkan tapi kita tidak bisa pergi sekarang, di luar sana warga penduduk desa masih belum kembali ke rumah mereka masing-masing dan hal itu membuat kita kesulitan untuk pergi, karena jika kita pergi maka mereka akan menangkap kita."
"Tenanglah aku punya cara untuk itu, sekarang tunjukkan, jalan mana yang bisa cepat sampai ke istana Naga."
"Aku sangat capek setelah pertarungan kita apa tidak bisa kita beristirahat sejenak.'
"Kau jangan macam macam, cepat tunjukkan! karena aku tidak memiliki banyak waktu."
Dengan sedikit malas malasan Rumi Xo melangkah ke depan.
"Ke arah sana!" tunjuk Rumi Xo pada Patih lembu ireng.
"Yakin, arahnya ke sana?" kamu jangan coba coba membohongi ku ya,"
"Aku berkata benar."ucap Rumi Xo menyakinkan.
"Baiklah, kau tunggu disini aku akan segera kembali." ucap patih lembu ireng sebelum dia terbang melesat meninggalkan Rumi Xo seorang diri."
"Bodoh sekali Vampire itu, aku tunjukkan arah sana, kenapa dia justru terbang menuju arah yang berlawanan dasar Vampire bodoh, tapi ini kesempatan untuk ku bisa beristirahat sejenak aku capek sekali, Vampire itu benar benar telah membuat tenagaku terkuras habis." keluh Runi Xo yang kemudian merebahkan tubuh dan memejamkan matanya.
.