The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.99.BERTENGKAR



"Sial..sial..sial..!"Duuuussssss, pyaaaaarrrr..!" Sebuah guci cantik tekena tendangan kaki pangeran Yervan yang pecahannya jatuh berserakan di lantai, membuat Putri Lin Ying yang juga berada di istana kerajaan Awang Awang Vampire terperanjat kaget, terlebih melihat kedatangan pangeran Yervan dengan wajah yang merah padam.


"Pangeran..!" apa yang kau lakukan, kelakuan mu seperti kriminal saja," ledek putri Lin Ying mencibir sikap pangeran Yervan yang sangat kasar.


"Apa kamu tau, apa yang terjadi di sini setelah kepergian ku."


"Tentu saja aku tidak tau, pangeran?" bukankah aku tamu yang baru datang di istana mu ini, lagi pula kamu belum menggajakku berkeliling jadi mana tau,"ucap Putri Lin Ying Cuek meskipun dia juga bisa merasakan ada sesuatu yang sangat membebani pikiran pangeran Yervan hingga membuat nya marah dan tersulut emosi tapi bagi putri Lin Ying, itu tidak penting karena yang terpenting baginya bagaimana caranya bisa memisahkan pangeran Tatius dengan gadis manusia selain itu semua nya tidak lah penting.


"Dengarkan aku!"


Pangeran Yervan meraih tangan Putri Lin Ying dan menggenggam nya, membuat putri Lin Ying membulat kan kedua bola matanya dia tidak menyangka jika pangeran Yervan akan selebay ini.


"Pa-pangeran..apa yang kau lakukan?"


"Dengar, Raja telah berbuat tidak adil kepada Ibu Ratu, Raja telah menghukum Ibu Ratu yang tidak bersalah, sekarang Ibu Ratu menderita akibat dari Hukuman yang Raja berikan padanya."


"Menderita, memangnya IBu Ratu di hukum apa?"


"Ibu Ratu di masukkan ke dalam penjara bawah tanah, kemudian di cambuk disiram dengan air di seret dan di tendang."


Putri Lin Ying yang tidak menyangka pangeran Yervan akan menceritakan kekejaman Raja Awang Awang Vampire segera menarik tangannya dari genggaman pangeran Yervan dan menutup mulut dengan kedua tangannya dengan sikap terkejut dan tak percaya.


"Apakah sekejam itu sikap Raja?"bukankah Ratu Derbah adalah permaisuri nya Kenapa dia di perlakukan seperti itu?"


"Raja tidak pernah membedakan hukum man Antara permaisuri keluarga kerajaan atau abdi biasa jika kami melakukan kesalahan maka kami akan mendapatkan hukuman yang sama dulu pangeran Tatius juga pernah tinggal di penjara bawah tanah, ketiika semua bukti mengarah pada pangeran Tatius yang bersalah."


"Ini sangat mengerikan, seburuk buruknya kesalahan jika itu di lakukan keluarga Kerajaan pasti lah akan mendapatkan perlindungan dan tidak akan mendapatkan hukuman seburuk itu,"


"Itu, kan di krajaan mu bukan di krajaan kami, Raja Awang Awang Vampire sangat adil dalam hukum, jadi kami tidak pernah bisa melakukan kekuasaan kami sebagai keluarga kerajaan untuk berbuat sesuka hati, sekarang katakan padaku apa yang harus aku lakukan, aku tidak trima Ibu Ratu menderita karena perbuatan Raja, berikan aku solusi untuk menghadapi ini!"


"Coba kamu tanya baik baik apa kesalahan dari Ibu Ratu dan mengapa harus di hukum sekejam itu."


"Seperti nya ini sulit putri,aku tidak bisa kalau harus bersandiwara bicara baik-baik padahal hatiku sedang sekarat sakit."


"Lalu, mau pangeran bagaimana?"


"Aku mau Raja bertanggung jawab atas perbuatannya aku mau dia minta maaf pada ibu Ratu dan mengobati luka ibu Ratu."


"Tapi jika memang ibu Ratu yang bersalah bagaimana?"


"Tidak mungkin .. Tidak mungkin ibu Ratu melakukan salah beliau selalu baik dan terlihat baik tidak ada sedikitpun sikapnya yang tidak baik.


"Itu kan menurutmu sebagai putra nya."


"Apa kau meragukan kenaikkan ibu Ratu."


"Tidak....cuma siapa tau saja"


"Sudahlah...capek bicara dengan kamu yang cuma membela Raja, aku pergi dulu aku mau minta pertanggungjawaban dari Raja, kamu tunggu di sini saja, ingat jangan kemana mana kau bisa tersesat di tempat ini."


"Ya, baiklah sana pergi..!


"Ciiiihh...dia pikir dia saja apa, yang capek bicara dengan ku aku pun juga capek sebagai pendengar setia nya, minta saran di kasih, di tolak tapi ngeluh, bener bener parah amit...amit deh jangan sampai aku jadi Nikah dengan dia, tapi ngomong-ngomong seru juga ya sikap Raja jarang jarang lho ada Raja yang tega menghukum permaisuri nya kecuali sang permaisuri selingkuh, kenapa aku jadi penasaran begini kira kira seperti apa wajah dari Raja Awang Awang Vampire apakah setampan pangeran Tatius." lirih putri Lin Ying sambil senyum senyum.


Sementara pangeran Yervan sudah melesat terbang ke istana kepribadian Raja Awang Awang Vampire. Wajahnya yang penuh dengan emosi tidak dapat dia tahan apalagi dia sembunyikan kedua tangan sudah mengepal dengan nafas yang juga ikut memburu, di depan pintu kepribadian istana terlihat dua orang penjaga yang sedang berjaga jaga, melihat pangeran yarvan hendak masuk kedua pengawal kerajaan menghentikan langkahnya.


"Ampun, pangeran! Raja berpesan untuk hari ini tidak ada yang boleh menggangunya."


"Aku tidak perduli, minggir kau..!"


"Ampun, pangeran!" kami tidak bisa menentang perintah Raja lebih baik pangeran pergi saja karena hari ini seperti nya Raja sangat murka."


"Aku Tidak perduli... Minggir!" sekali lagi kalian tidak minggir aku hajar kalian."


Kedua pengawal penjaga saling berpandangan untuk beberapa saat lamanya, pangeran Yervan yang sudah tidak tahan dengan sikap mereka yang di anggap nya terlalu mengulur ulur waktu dengan cepat memberi kan tendangan kepada kedua penjaga hingga membuat mereka berdua jatuh tersungkur, melihat kedua prnjaga sudah jatuh tersungkur dengan cepat pangeran Yervan segera masuk ke dalam dan mencari keberadaan Raja Awang Awang Vampire. Setelah menemukan dengan sangat cepat pangeran Yervan langsung memberikan pukulan membuat Raja yang tak menyangka akan di serang mendadak, meringis akibat pukulan Pangeran Yervan yang tepat mengenai Wajah Sang Raja.


Melihat siapa orang yang telah memukul nya dengan tiba tiba Sang Raja terbelalak tak percaya.


"Pangeran Yervan!" apa yang kau lakukan putraku?"


"Apa?tentu saja memberikan pelajaran pada laki-laki yang tidak bisa menghargai seorang wanita."


"Aku tidak mengerti apa maksud mu, duduklah dan ceritakan padaku ada masalah apa dengan dirimu."


"Ha...ha .ha... duduk, bisa bisa nya Raja yang agung menyuruhku duduk di saat aku betul-betul ingin Raja bertanggung jawab atas apa yang Raja Lakukan pada Ibu Ratu yang tidak bersalah, kenapa Raja tega menghukum ibu Ratu dengan kejam, apa salah ibu Ratu!" Raja selalu berbuat tidak adil pada ibu Ratu."


"Ratu permaisuri Derbah telah berbuat kesalahan untuk itu dia aku hukum.'


"Ha .ha .ha .salah!" tidak, ibu Ratu tidak melakukan salah apapun tapi Raja yang selalu menyalahkan ibu Ratu, Raja terlalu buta dengan Cinta Raja pada Ibu Ratu Shima sehingga Ibu Ratu Derbah yang selalu di salahkan Raja tidak bisa bersikap adil pada kami, Raja hanya menjadikan Ratu Shima dan pangeran Tatius seperti emas mutiara tapi kepada kami tak lebih seperti sampah."Sungut pangeran Yervan kesal.


"Cukup..! Pangeran Yervan, berhenti menjadi boneka mainan dari ibumu sendiri dan aku tidak pernah menyangka jika kau berfikir sepicik itu, buka matamu...jangan hanya selalu mendengar kan apa kata ibumu, tidak kah kau bisa menggenali siapa ibu mu?" bukankah sejak dulu ibumu selalu bersikap licik."


"Tidak, Raja, ibu tidak licik dan tidak akan bersikap licik jika Raja bisa bersikap adil padanya."


"Terus saja kau memuji ibu mu dasar anak bodoh."


"Terus saja Raja menyalahkan Ibu Ratu, semua bukan karena Ibu Ratu salah tapi karena otak Raja yang sudah bermasalah."


"Yeeervaaan....!!! hentikan ucapan omong kosong mu atau aku akan ....


"Apa..?" menghukum ku, aku tidak takut."


"Dasar anak tidak tau diri." teriak Raja Awang Awang Vampire sambil mengangkat tinggi-tinggi tangannya dan siap untuk di darat kan di kepala Pangeran Yervan tapi pada detik yang bersamaan terdengar suara...


""Grobyaaaaaaakkk....!"


Tangan yang sudah terangkat tinggi akhirnya turun dan pangeran Yervan pun langsung menoleh ke sumber suara.


"Siapa? Di sana..!"