
Dalam kekalutan hatinya dan kekesalan yang melanda jiwanya, Raja pergi ke suatu tempat di mana tempat itu sangat sepi dan hening, tidak ada satu mahluk Vampire pun yang lalu lalang di sana, di dekat perairan sungai dan di bawah bukit bukit Raja melampiaskan kekesalan dan kemarahan nya, kebetulan Ratu Derba yang melihat perselisihan antara Raja Awang Awang Vampire dengan Ratu Shima tersenyum bahagia dan dengan diam diam menggikuti kepergian Raja.
"Ini kesempatan ku untuk menarik hati Raja, kali ini Pangeran Yervan lah yang kelak akan menjadi Raja dan menduduki kerajaan Istana Awang Awang Vampire ini, dan semua harta kerajaan akan jatuh ke tanganku ha. ha ..ha ..Ratu Shima yang malang, tinggal menunggu hari dan waktu yang tepat kau pasti akan terusir dari kerajaan ini dan Aku lah yang akan jadi Ratu bukan lagi selir Raja, untuk sementara aku biarkan saja Raja melampiaskan amarahnya, setelah Raja puas meluapkan Amarahnya pasti akan sangat mudah bagiku untuk mempengaruhi nya dan aku akan meminta Raja agar mengusir Ratu Shima dan pangeran Tatius dari kerajaan Awang Awang Vampire ini , aku sungguh tidak sabar menunggu hari itu, di mana Raja bertemu dengan pangeran Tatius dalam keadaan murka dan Ratu Shima yang tak berdaya yang keberadaan nya tidak akan di anggap lagi. Aku yakin rencana ku pasti akan berhasil sama seperti rencana ku beberapa tahun yang lalu di mana aku bisa dengan mudah menyingkirkan Putri Tabib istana dan menggambil surat wasiat nya meskipun aku harus menyamar menjadi putri Tabib dan mengganti namaku dengan Nama Derbah nama yang jelek tapi demi bisa menjadi selir Raja terpaksa aku trima dan gadis malang bernama Derbah yang ku usir dari rumah ku pasti dia telah mati, sangat memprihatikan sekali nasibmu saudara sepupu tapi mau bagaimana lagi demi mencapai tujuan ku maka terpaksa kau ku singkirkan, kini rencana ku ingin menyingkirkan Ratu Shima yang sampai saat ini belum bisa terwujud padahal aku sudah menggunakan banyak cara tapi selalu menggalami kegagalan tapi kali ini aku yakin tidak akan gagal lagi, aku yakin Ratu Shima akan membela putranya dan Raja sudah barang tentu akan murka karena nya setelah itu, ....Tiung." Ratu Derbah memainkan jarinya lentiknya membentuk huruf O kemudian menyentil nya ke udara dengan bibir meniupkannya." Kau akan seperti ini besok terbang dan jatuh dan kerajaan Awang Awang Vampire akan jadi milikku."Desis Ratu Derbah dalam hati.
Sementara Raja Awang Awang Vampire yang sedang melampiaskan kekesalan dan amarah nya dengan kekuatan maha dahsyat Raja menghantam semua batu karang hingga hancur menjadi butiran debu yang kemudian bertebaran di tanah, bagaikan orang yang sedang berlatih ilmu Kanuragan Raja Awang Awang Vampire berlari di atas air dengan sesekali memainkan tongkat yang ada di tangannya di pukul pukulkan nya tongkat itu kedalam air. Sementara Ratu Derbah yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Ini Raja, lagi marah apa lagi melatih ilmu kesaktian nya, ah pusing lebih baik aku tunggu sambil rebahan."Desis Ratu Derbah dalam hati yang kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas rumput dan berbantal lempeng batu yang ada di sekitar tempat itu.
Raja yang masih sibuk memainkan tongkat nya dengan kekuatan tenaga dalam membuat ikan yang ada di dalam air terlepar keluar permukaan dan berhamburan ketanah.
"Pluuuk..!" sebuah ikan besar jatuh di atas kepala Ratu Derbah, membuat Ratu Derbah tersentak kaget' dan dengan gerakan refleks terbagun dari tidurnya.
"Raja....!" apa yang kau lakukan padaku."teriak Ratu Derbah kesal dengan baju kerajaan yang sangat besar dan berat bagaikan seorang Ratu permaisuri yang turun dari tahta singgasana nya, dengan susah payah Ratu Derbah berjalan menghampiri sang Raja.
"Kau bakar kan ikan itu untuk ku?"seru Raja memberikan perintah.
"Apa ?" memanggang ikan? Raja yang benar saja kau menyuruh ku untuk memanggang kan ikan ini, tidak aku tidak bisa kita bawa pulang saja ikan ikan ini biar Nanti aku akan menyuruh para pelayan untuk memanggangnya."tolak Ratu Derbah dengan memberikan saran agar ikan ikan itu di bawa pulang.
"Tidak ...! aku mau kau bakarkan ikan itu untuk ku sekarang juga."
"Tapi....Raja!"
"Apakah kau sekarang berani melawan perintah ku?"
"Ampun, Raja; saya tidak berani baiklah akan saya panggang kan." ucap Ratu Derbah kemudian yang mana dengan baju berat nya dan dengan make up setebal satu meter dan dengan bibir merah dan menor, Ratu Derbah
mencari beberapa ranting untuk di bakar kemudian mencari dua buah batu untuk di gesek gesekan agar menimbulkan percikan api kemudian menusuk beberapa Ikan dan membakar nya.
Raja Tersenyum miring melihat apa yang dilakukan Ratu Derbah dengan santai Raja Awang Awang Vampire duduk di lempeng batu besar yang ada di atas sungai dengan suara genricik air yang jernih.
Setengah jam kemudian atau tiga puluh menit kemudian Ratu Derbah dengan tergesa gesah datang menghampiri Raja dengan membawa dua panggang ikan bakar yang sudah matang.
Dengan bersemangat Ratu Derbah menghampiri sang Raja.
"Raja ini ikannya...!" seru Ratu Derbah dengan menggulurkan satu ikan bakar kepadanya.
"Trimakasih," ucap Raja sambil menggambil ikan yang di ulur kan Ratu Derbah kepadanya, dan meminta satu potong ikan lagi , yaitu ikan. yang masih dalam genggaman Ratu Derbah, Awalnya Ratu Derbah sangat terkejut karena Raja meminta kedua ikan tersebut, akan tetapi ketika Ratu Derbah menyadari mungkin Raja sangat lapar habis berlatih dan marah marah dengan langkah riang kembali Ratu Derbah memanggang ikan kali ini langsung memanggang empat ikan, Ratu Derbah khawatir Raja masih lapar.
Sementara Raja yang sudah memegang dua ikan bakar berjalan menuju pohon yang di depan nya terdapat rerumputan yang sangat lebat.
"Keluar lah, dan trima ini, aku tau kau bersembunyi di situ,"ucap Sang Raja sambil melempar kan satu ikan ke arah tempat itu dan benar lah dugaan Raja di sana ada seorang yang sedang menggintai nya, yang dengan sigap menerima ikan panggang dari Raja.
"Mau apa kau menggikuti ku," tanya Raja sambil menikmati ikan bakar yang ada di tangan."
"Tidak ada, " ucapnya sambil menggigit ikan panggang yang di dapatkan nya dari Raja.
"Apa kau mengkhawatirkan aku Ratu Shima?"
"Tidak,"
"Lalu mengapa kau menggikuti ku," tanya Raja ingin tau kenapa diam diam Ratu Shima juga menggikuti nya.
"Itu cuma kebetulan," jawab Ratu Shima santai yang tak lama kemudian muncullah Ratu Derbah dengan membawa empat ikan bakar.
"Raja, ini aku punya Ikan bakar lagi, jika Raja masih lapar,"Seru Ratu Derbah bersemangat yang dengan santainya di jawab Raja.
"Berikan dua lagi untuk ku." tanpa membantah dengan sigap Ratu Derbah memberikan dua buah ikan bakarnya.
"Ratu Shima tangkap ini untuk mu,"seru sang Raja yang membuat Ratu Derbah mendelik tak percaya.
"Ratu Shima!" jadi dua ikan ku untuk Ratu Shima, kurang ajar Raja mempermainkan ku aku di suruh capek capek sedangkan istri tersayang nya tinggal makan. awas saja akan ku balas kau " sungut ratu Derbah kesal.