
Tania yang kesal tidak menghiraukan teriakan dari pangeran Tatius, hatinya merasa kesal dan terabaikan, merasa gadis di depannya lagi tidak baik-baik saja dengan cepat pangeran Tatius melesat terbang menghadang di depannya, membuat langkah Tania mau tidak mau terhenti.
"Tania...!" mengertilah aku tidak sedang berbohong aku tadi mendengar suara benturan keras yang sangat dahsyat dan suaranya memekakkan telinga untuk itu aku menutup kedua telingaku dengan tangan Tolong jangan berfikiran Negatif, apa kamu tau aku bisa berdua dengan mu itu saja sudah membuat ku bahagia."
"Benarkah?"
Pangeran Tatius tersenyum smrik kemudian mengangguk kan kepala.
"Kau tidak lagi marah padaku kan?"
Akhirnya Tania pun menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu tidak keberatan jika acara kita yang jalan jalan ingin melihat lihat keindahan istana Sangkala untuk sementara kita tunda dulu."
"Tidak..!"
"Trimakasih, atas pengertian mu, ayo...!"ucap pangeran Tatius seraya menyambar tubuh Tania dan membawa nya terbang membuat Tania menjerit histeris karena takut.
"Tatius..!" lepaskan, aku takut dengan ketinggian."
"Ha..ha ..ha tenang Nona, kamu tidak akan jatuh, bukankah kamu pernah terbang seperti ini dengan ku."
"Kapan?"belum pernah lah, ketemu Vampire juga baru kali ini."
"Oh, ya! berarti kamu sudah lupa dong.'ucap pangeran Tatius sambil tertawa untuk sesaat rasa cemas yang tadi nya tiba-tiba datang dan hadir tiba-tiba menghilang begitu saja terlupakan dengan keberadaan Tania bersama nya.
Di Krajaan Awang Awang Vampire Raja yang juga mendengar suara benturan benda keras bagaikan Bom Nuklir, berdiri dari tempat duduknya dan segera membuka jendela kamar dan menatap ke langit.
"Kenapa ada suara aneh ini!" apakah ada yang coba-coba membuka pintu perisai tujuh Bintang milik pangeran Tatius?" tidak mungkin ada yang bisa dan mampu membuka nya, hanya orang orang yang memiliki kemampuan cukup tinggi yang mampu membuka perisai tujuh bintang milik pangeran Tatius, pangeran Yervan? tidak.. tidak dia tidak bisa apa-apa saat kecil kerjanya hanya bolos dan membangkang semua tugas dari gurunya dan semua tugas dia serahkan dan dia limpahkan pada pangeran Tatius hingga kemampuan ilmu Kanuragan pangeran Yervan tidak ada seujung kuku dari kemampuan Pangeran Tatius yang sangat pintar dan berotak cerdas.
Kemalasan dari pangeran Yervan adalah sifat yang diturunkan ibunya dia sangat pemalas tapi dia ingin selalu menang jadilah selalu menggunakan akal licik untuk mencapai semua tujuan nya.Mungkin telinga ku salah dengar, sudah puluhan tahun pintu itu terkunci dengan dinding perisai tujuh bintang dan tidak ada satu pengawal abdi dari kerajaan yang berani mendekati tempat itu, jadi ini sangat mustahil, ,benar mungkin aku salah dengar, mungkin aku terlalu khawatir dan mungkin juga efek dari kehilangan Ratu Shima otakku dan telinga ku jadi kurang beres."
"Betul...!"apa yang Raja katakan memang betul, otak dan telinga Raja sudah konslet parah," seru pangeran Yervan yang tiba-tiba masuk tanpa memberi tau ataupun mengguncapkan salam membuat Raja mendelik seketika.
"Anak, Nakal!"sejak kapan kau berada disini hah....?apa tidak bisa kau bersikap sedikit sopan pada Ayah mu ini."
"Aduh..Raja!" kenapa kau menggeluh, bukankah memang seperti ini sifat yang kau turunkan pada putramu, harus selalu menang dan berwibawa."
"Sudah pandai menggurui rupanya kau?"
"Raja..!" aku kesini mau menunjukkan ini lihat bekas dari seorang anak panah dari orang misterius itu memang ada aku tidak main main apalagi aku sedang menggigau, ini buktinya."
"Hei.. pangeran Yervan, apa kau pikir aku itu orang yang mudah di bodohi, bisa saja kamu merobek sendiri dan berkata ini terjadi karena serangan anak panah orang misterius."
"Raja..!"apa yang ku katakan ini benar aku tidak bohong."
"Katakan, bagaimana aku bisa mempercayai orang licik seperti mu?"
"Raja....!"segitu rendahnya kau menilaiku."
"Ha..ha...ha... pangeran, apakah kau akan langsung percaya pada orang yang telah berbuat licik padamu?"tentu tidak kan semua harus ada bukti dan saksi agar ucapan kita bisa di percaya."
"Tapi, Raja?"
"Sudah...!" tidak ada alasan apapun kamu hari ini tetap harus mendapat kan hukuman."
"Raja?" ini tidak adil aku tidak bersalah dan aku tidak berdusta."
"Simpan semua keluhanmu, ayo ikut aku!"
Dengan terpaksa Pangeran Yervan mengikuti langkah Raja Awang-awang Vampire dan langkah kaki Raja berhenti di dekat dinding.
"Ngapain berdiri di depan dinding begini? apa hukumnya aku harus berdiri dan bersandar di dinding begitu, dasar Raja sudah konslet." Grutu pangeran Yervan dalam hati.
Raja yang berdiri di depan dinding mengaggkat tinggi Tinggi tangannya dan pangeran Yervan yang melihat tingkah Raja Awang Awang Vampire hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Apa dinding ini mau di pukul dan di hancurkan begitu?' ada ada saja tingkah Raja, oh aku tau biar tanganku terluka pastilah Raja akan memerintahkan aku untuk memukul dinding itu, dasar Raja, apa tidak ada hukuman yang lebih baik dari pada memukul benda benda mati yang keras." pangeran Yervan menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar merasa apa yang dilakukan Raja adalah sesuatu hal yang konyol, pangeran Yervan memilih memalingkan wajahnya dan duduk di kursi yang ada di sekitar tempat itu.
Raja yang telah menggangkat tinggi Tinggi tangannya, kini kedua tangan itu di tempelkan kedinding dan dengan kekuatannya dinding itupun mulai terbuka.
"Ayo, masuk pangeran!"
Pangeran Yervan yang tadi duduk melamun tersentak kaget ketika di depannya tak lagi ada dinding yang ada sebuah pintu Rahasia.
Sang Raja hanya mengagguk.
"Ayo, masuk dan ku tunjukkan hukuman apa yang cocok untuk mu."
Raja masuk ke dalam ruangan rahasia dengan diikuti pangeran Yervan.
"Raja..! kenapa aku baru tau jika di istana kita ada ruangan Rahasia."
"Apakah kamu pernah mencari tau apa saja rahasia yang ada dalam istana kita ini, tidak kan? jadi mana mungkin kamu bisa tau jika kamu sendiri tidak ingin tau."
"Raja....!" itu apa yang tergantung di atas langit langit atap kenapa berkilau dan membentuk lingkaran."
"Itu, bukan apa apa hanya hiasan biasa!"
"Raja...!" apakah ruangan Rahasia ini pangeran Tatius juga tau."
"Menurut mu, bagaimana?"
"Aku tidak tau Raja, untuk itu aku ingin tau dari Raja."
"Pangeran Tatius menggetahui semua isi dan keadaan dalam kerajaan ini."
"Sudah ku duga Raja memang Ayah yang tidak adil pangeran Tatius saja tau kenapa aku tidak tau.'
"Aku tidak pernah memberi tau Pangeran Tatius tapi dia sendiri yang tau melalui akal dan kecerdasan nya."
"Membosankan lagi lagi pangeran Tatius yang Raja Bangga kan huuuffp."
"Berhenti, di sini, kau lihat sekeliling mu penuh dengan pusaka dan benda benda bersejarah yang kami simpan tugasmu bersihkan semua nya, ingat...!" jangan sampai membersikan kulit mu terluka apalagi sampai menggeluarkan darah, jika tanpa sengaja terluka kau cepat hapus dan tutup luka berdarah mu dengan kain sampai kering, apa kau mengerti?"
"Raja...!" ini hukuman sepele tapi ini tidak pantas aku lakukan ini pekerjaan pembantu Dayang istana bukan untuk ku."
"Baiklah, jika tidak mau menerima hukuman yang ini ada hukuman lain sebagai pilihan mu?" kau Naik ke atas ambil kristal kristal itu dan letakkan pada dinding berlobang itu jumlahnya ada duapuluh lima jangan sampai kurang karena jika kurang akan terjadi ledakan yang buruk di tempat ini karena untuk menghentikan nya kau harus bisa dengan cepat menemukan kristal yang kurang, kau mengerti kan? sekarang aku tinggal dulu selamat bekerja."
Usai mengatakan itu sang Raja pun melangkah pergi dan sampai di istana kepribadian nya Raja langsung memanggil salah satu abdi kerajaan.
"Aku tugaskan kepada mu lindungi dan awasi pangeran Yervan, aku takut dia croboh."
"Baik, Raja."
Dengan cepat salah satu pengawal kerajaan pun langsung masuk ke dalam dan menggamati setiap gerak gerik dari pangeran Yervan.
Sementara Putri Lin Ying yang sudah berhasil membuka pintu dengan cepat melesat masuk ke dalam Bangunan Rumah yang sudah tua.
"Tempat nya cukup luas tapi, tak ada apapun disini, hanya ada sarang laba-laba di sana sini mungkin karena tidak pernah di masukin dan di bersihkan, lalu kenapa para pengawal itu bilang angker? Hem... pasti mereka mendapatkan cerita dongeng yang tak ada kebenaran nya, kenapa ada tangga lagi, coba aku turun, tidak terlalu dalam hanya dua meter dari atas."
Ketika putri Lin Ying asik melihat lihat tiba-tiba terdengar suara keras benda jatuh.
"Klotaaaaakkk...!"
Di karenakan terlalu fokus, sedikit tegang dan was was suasana serasa seram membuat putri Lin Ying menjerit kaget.
"Aaaaaaaaa....!" ku pikir ada apa ternyata hanya balok kayu yang jatuh.
Awalnya putri Lin Ying membiarkan balok kayu itu jatuh tanpa mau mengembalikan pada tempat nya tapi entah mengapa setelah berjalan melihat lihat cukup lama putri Lin Ying merasa capek.
"Aku istirahat di mana, semua tempat berdebu tak ada kursi lagi, Rumah tanpa perabotan apapun di bilang angker, ada ada saja pengawal kerajaan istana ini, mereka sangat penakut jika di bandingkan dengan pengawal kerajaan Barat Daya, Ayah telah mendidik mereka dengan sangat kuat dan pemberani tidak seperti pengawal kerajaan sini, tapi pangeran Tatius kenapa memiliki ilmu yang sangat luar biasa hebatnya ya, di tambah di juga pemuda yang tampan, Isshh...bikin kagen, saja, kalau aku sudah bisa merayu Raja Awang Awang Vampire untuk menerima aku sebagai menantunya aku akan mencari pangeran Tatius, hei....itu ada kursi di pojok dinding lebih baik aku istirahat disana dari pada duduk di lantai bikin kotor bajuku saja, yeaaah... bagaimana aku bisa duduk jika di atas kursi ada rantai besar begini, aku singkirkan dulu rantainya."
Perlahan-lahan putri Lin Ying mengambil rantai yang tergeletak sembarangan di atas kursi.
"Kenapa rantai ini tidak bisa ku ambil, ah...yang benar saja mana ada rantai bermagnet coba kutarik lebih kuat lagi."
Dengan kekuatan tenaga dalam putri Lin Ying menarik rantai yang ada di atas kursi akan tetapi berkali-kali mencoba hasil nya tetap sama, Rantai tetap tidak bergerak ataupun bergeser.
"Ini aneh kenapa Rantainya tidak bisa bergerak ataupun bergeser apakah rantai ini di pagari kekuatan juga..?" ada ada saja Raja di sini kursi saja di pagari dengan kekuatan,siapa juga yang mau mencuri kursi jelek begini, bikin penasaran akan ku buktikan pada Raja Awang Awang Vampire aku bisa juga membuka perisai kunci dari kekuatan nya."
Putri Lin Ying mundur beberapa langkah kemudian tangan nya di satukan kedalam dada dan dengan bersamaan kedua tangan di buka dan didorong kedepan bibir Putri Lin Ying meniupkan angin tapi yang di dalamnya menggeluarkan percikan api yang langsung di arahkan ke rantai maka terdengarlah suara keras yang bersahut sahutan seperti petasan dengan bermunculan cahaya api kecil kecil menyelimuti rantai, tidak berapa lama dari dalam kursi muncullah asap tebal dan tinggi dengan disertai suara tawa yang keras.
"Hua....ha..ha..ha....aku bebas...!"Trimakasih gadis cantik Nanti aku akan menemuimu setelah urusanku selesai."
Setelah mengucapkan kalimat itu Asap tebal yang kemudian membentuk Raksasa segera menyemburkan sesuatu dari mulut nya ke arah putri Lin Ying yang seketika itu langsung membuat putri Lin Ying jatuh pingsan.