The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.223. PASRAH



Wajah Tania yang tadinya berbinar senang dan bahagia, seketika berubah pucat dan takut, ketika mengetahui Siapa yang dia peluk, sungguh Tania mengutuk dirinya sendiri yang bodoh dan tidak bisa membedakan mana kekasih mana orang lain.


Dalam langkah kakinya Tania terus berjalan mundur dan mundur sambil menutup mulut dengan kedua tangan nya, sementara Pangeran Yervan tersenyum menatap wajah cantik yang ada di depannya.


"Kenapa mundur..!sini peluk aku lagi, pelukan mu sungguh membuat melayang hatiku."


"Diam...!siapa kau... jangan mendekatiku, stop! di situ."Tania berteriak dengan suara bergetar dan sedikit berteiak histeris dia sangat menyesal dengan apa yang di lakukan nya, wajah cantik dan cerianya hilang seketika.


Pangeran Yervan semakin merasa gemas melihat tingkah dan kelakuan dari gadis yang ada di depannya, hingga membuat gejolak hati ingin mengulang pelukan yang diberikan Tania padanya dan kali ini Pangeran Yervan ingin merasakan mendapatkan pelukan itu dari depan, langkah kakinya semakin dekat dan dekat dengan Tania, yang lagi-lagi beringsut mundur dan mundur sampai tubunya tersudut di dinding.


"Jangan....jangan mendekatiku, pergi kau jangan kurang ajar padaku jika kau berani macam macam padaku, pacarku Tatius tidak akan memaafkan mu "seru Tania yang tubuhnya mulai menggigil ketakutan di mana Pangeran Yervan kini berdiri sangat dekat dengan nya hanya dengan jarak beberapa sentimeter.


Tangan kekar Pangeran Yervan dengan kuku panjang nya mulai terulur mencoba menyentuh wajah Tania, melihat pergerakan tangan dari Pangeran Yervan yang tidak pantas dengan cepat tangan Tania berusaha menahannya.


"Kau mau apa? pergilah dan jangan mengangguku.,"


Terdengar suara tawa menyeringai dari pangeran Yervan yang deru nafasnya mulai memburu, berada dekat dengan gadis cantik kekasih dari adiknya membuat gairah kelakian Pangeran Yervan muncul.


Dengan lembut tangan Pangeran Yervan mencoba menyentuh pipi Tania, sontak saja hal itu membuat Tania menangkap tangan berkuku panjang tanpa rasa takut yang tadinya hadir tiba-tiba menghilang dengan sendirinya, kini wajah nya mulai menatap Pangeran Yervan dengan tatapan mata yang sangat tajam.


"Kau mau apa, jangan coba coba berbuat kurang ajar,"Sinis Tania sambil menghempaskan tangan Pangeran Yervan yang mencoba menyentuh nya meskipun tangan itu memiliki kuku panjang Tania tidak takut dan gentar lagi baginya siapapun yang berani kurang ajar padanya maka Tania tidak akan tinggal diam.


Pangeran Yervan mengeryitkan dahinya melihat keberanian Tania yang tidak takut berbuat kasar padanya.


"Kenapa harus jual mahal toh sebentar lagi kau juga akan menjadi milikku dan aku bisa berbuat lebih padamu sesuka hatiku," ujar Pangeran Yervan mengatakan dengan senyum menyeringai.


"Siapa juga yang sudih menjadi milikmu, pergilah jangan mengangguku aku tidak tau mengapa kau juga menggunakan baju milik dari Tatius kekasih ku apa kau mencuri nya."


"Enak, saja kalau menuduh aku memakai bajuku sendiri lah, lagi pula tubuhku dengan tubuh Tatius itu jauh berbeda Tatius lebih tinggi sedikit dibandingkan dengan ku dan aku sedikit gemuk, bagaimana bisa kau samakan."


"Aku tidak menyamakan dirimu tidak begitu maksudku aku hanya bertanya mengapa pakaian yang kau pakai sama dengan pakaian pacarku, tentu saja kalian jauh berbeda pacarku lebih tampan juga dari pada kamu jadi jangan menghayal aku mau menjadi istri mu dan pergi lah kau dari kamar ini,"


Pangeran Yervan terkekeh mendengar ucapan dari Tania.


"Apa kau pikir kau memiliki pilihan, sekali aku bilang kau akan jadi milikku maka kau tidak akan bisa lepas dariku dan ya, bagaimana bisa kau menggusirku dari kamarku, ini adalah kamarku."Pangeran Yervan mengatakan semua dengan penuh penekanan Sambil tersenyum.


Tania menelan ludahnya dengan kasar, kemudian melangkah pergi dengan kaki yang sedikit sakit.


Melihat Tania pergi Pangeran Yervan berteriak.


"Mau kemana kau?


"Kau bilang ini kamarmu , jadi biarkan aku pergi, karena aku tidak mau berada di kamar orang. seperti mu,"


"Mau kemana? kau pikir aku akan membiarkan dirimu pergi."


Pangeran Yervan menghadang langkah kaki Tania.


"Kau tidak bisa keluar dari tempat ini dan kau sebentar lagi akan menjadi istri ku aku tidak perduli kamu mau atau pun tidak karena aku akan memaksamu.'


Tania menatap tajam wajah Pangeran Yervan yang sedang menatapnya dengan bersilang dada di depan nya.


"Siapa kau berani memaksaku," seru Tania sambil melangkah pergi dia tidak perlu lagi mendengarkan segala bualan dari Pangeran Yervan.


"Kita lihat saja apa kau masih bisa menolakku,, jangankan menolakku kau bisa pergi dari sini saja itu belum tentu bisa,"desis Pangeran Yervan dengan senyum menyeringai.


Tania tidak lagi mempedulikan ucapan Pangeran Yervan dengan langkah pasti terus berjalan keluar pintu, akan tetapi sebuah tangan kekar sudah menyambar dan menghentikan langkah kakinya Tania.


"Lepaskan tanganku kau mau apa? teriak Tania histeris, Pangeran Yervan tersenyum menyeringai diam di kamar ini sampai tiba waktunya kau dan aku secepatnya akan menikah.


"Aku tidak mau?aku tidak sufih menikah dengan mu.


"Berteiak lah sesukamu karena kamu tidak punya pilihan dan untuk Tatius dia tidak akan bisa datang ke sini bertingkah laku yang baik dari pada aku berbuat kasar padamu.


"Pokoknya aku tidak mau," Tania Kembali berusaha lari dan pergi dari tempat itu, akan tetapi kali ini tangan kekar Pangeran Yervan menarik tubuh Tania dengan kasar dan melemparkannya ke atas Ranjang.


"Bruuugh.....,! unyu tubuh Tania yang di lemparkan Pangeran Yervan ke atas Ranjang.


"Pengawal...!


"Siap Pangeran,?


" jaga gadis ini jangan sampai dia kabur.'


"Baik Pangeran?"


Usai memberikan perintah kepada para penjaganya Pangeran Yervan segera meninggalkan tempat itu.


"Tunggu...! jangan pergi aku tidak mau disini , kembali Tania berteriak yang sama sekali tidak di dengarksn.Psngeran Yervan bahkan ketika Tania hendak turun dan melangkah ke pintu, kedua penjaga sudah menahannya.


"Lepaskan aku kalian jangan kurang ajar padaku, awas saja Nanti, Tatius akan menghukum kalian." seru Tania berapi-api.


"Nona jangan mimpi Pangeran Tatius tidak akan bisa datang ke istana ini, karena kerjaan ini sudah du kunci dengan pintu gaib, saranku Nona menurut saja dari pada Pangeran Yervan berbuat nekad dan kasar pada Nona."


"Tolong ..! biarkan aku keluar dari sini aku tidak mau menikah dengan laki-laki itu."


"Percuma Nona, sekali Pangeran Yervan mengginginkan Nona, maka Nona Tidak akan di lepaskan begitu saja aku sarankan Nona bisa menjaga sikap dari pada Pangeran Yervan berbuat kasar bahkan bisa jadi Nona akan di paksa sebelum menikah untuk melayaninya, Pangeran Yervan itu putra ke dua dari Raja dia juga suka bermain dengan wanita apalagi masih gadis Pangeran Yervan sangat suka itu, jadi ku peringatan hati-hati dari pada Nona hanya di jadikan pemuas ranjang nya lebih baik Nona diam dan menurut."


"Tidak aku tidak sudih menuruti nya aku tidak mau menikah dengan laki-laki itu."


"Maaf Nona, kami tidak bisa membantu, kami hsnya bisa menggatakan sifat Pangeran Yervan yang suka memaksa apalagi Nona wanita lemah tanpa ilmu,"Setelah memberi kan penjelasan kepada Tania para pengawal itupun pergi dari kamar Tania.


Dua hari kemudian Tania Kembali berusaha kabur dan lari dari tempat itu dan lagi lagi Pangeran Yervan menariknya dengan kasar Kembali ke dalam kamar dan hari ini lebih buruk dari hari hari sebelumnya, karena Pangeran Yervan tiba-tiba menutup pintu kamar setelah mendorong tubuh Tania.


"Hari ini kau lebih cantik dan kurasa tidak ada salahnya kita menikmati malam pertama lebih dulu, tidak perlu menunggu kita menikah, setiap kali melihat mu melawan dan memberontak kau tau, kamu semakin mengorbarkan gai..rah ku." desis pangeran Yervan yang tubuhnya mulai merangkak Naik ke atas Ranjang.


Tania yang menyadari dirinya dalam bahaya segera beringsut mundur dan secepat kilat turun dari Ranjang setelah ada kesepakatan.


"Jangan macam-macam kau, aku akan meminta Tatius menghukumu jika kau berani kurang ajar padaku."Teriak Tania lantang di sela sela ketakutan nya.


Pangeran Yervan tertawa lebar.


"Tatius tidak akan bisa masuk ke dalam istana ini dan kau akan menjadi milikku,"


Sampai di bibir ranjang Tania segera turun dan berlari ke arah pintu akan tetapi lagi-lagi Pangeran Yervan tidak membiarkan dengan cepat tubuh Tania di sambar nya dan kembali Tubuh itu di lemparkan ke atas Ranjang dan dengan gerakan cepat Pangeran Yervan juga ikut terbang dan menghujam Tubuh Tania hingga Tania terkungkung di bawah nya.


"Jangan.... jangan lakukan padaku aku mohon.' air mata Tania mulai pecah wajahnya menggigil ketakutan ketika tubuhnya sudah dihimpit di bawah himpitan tubuh kekar Pangeran Yervan.


"Sudah ku bilang menurut lah tapi, kamu justru membuat gai rahku. muncul, tenanglah aku akan menikahimu setelah ini, srkarang ayo layani aku.


"Tidak....aku tidak mau hizk... hizk....jangan aku mohon.'teriak Tania dengan derai air mata.


Pangeran Yervan yang sudah di ambang gaih..rah yang sudah memuncak tak lagi mau mendengarkan teriakan dari gadis yang ada di bawah nya.


"Berhenti lah menangis aku akan menikahimu secepat nya bahkan setelah permainan kita ini Nanti, trima dan nikmati saja aku akan bermain dengan lembut." lirih Pangeran Yervan dengan senyum menyeringai Pangeran Yervan yang mulai berusaha menghujam kan beberapa kecupan pada Tania, tak ada yang bisa dilakukan Tania selain hanya menangis dan pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.


"Jika terjadi apa-apa padaku, aku tidak akan memaafkan mu Tatius aku benci kamu, karena kamu tidak datang menolong ku, aku akan benci kamu,' teriak Tania dalam hati di seka srla Isak tangisnya.


Tania yang terus menangis dan memejamkan matanya sambil bermonolog mengumpat marah pada Pangeran Tatius, ketika pangeran Yervan berusaha mencumbunya.


"Ternyata seru dan menyenangkan mengertak kekasih Tatius ini, biasanya aku tidak akan memberikan kesempatan dan ampunan pada gadis incaran ku, tapi gadis ini benar-benar membuat ku jatuh cinta dan entah mengapa aku tidak tega ketika melihat nya menangis begitu, aku yakin setelah ini gadis ini akan memilih menuruti ku dan aku bisa menahan gejolak naf...suku.


"Bagaimana....apa kau sudah siap sayang, lihat dan rasakan lah adik kecil di bawah sana sudah meronta ronta ingin masuk," goda Pangeran Yervan dengan tersenyum.


"Jangan...! aku mohon jangan lakukan itu padaku, ampuni aku,"mohon Tania dalam tangis


"Kau ingin aku tidak melakukan nya."


"Iya.... jangan lakukan aku mohon,'


"Baik ...! ada syaratnya untuk itu."ucap Pangeran Yervan.


"A-apa?"tanya Tania.


"Buka matamu jangan menutup begitu wajahku tidak begitu jelek kan! syaratnya kau harus menurut dan mau dengan ihklas menikah dengan ku, jika tidak sekarang kita lakukan saja kasian adik kecil di bawah sana yang meronta ronta ingin masuk, bagaimana kau.pilih yang mana, kita bermain sekarang apa nanti sayang.


"Jangan... jangan lakukan, I-iya aku mau menikah tapi Tolong lepaskan aku dan jangan lakukan itu padaku,"


Mendengar ucapan Tania Pangeran Yervan tersenyum menyeringai senyuman licik tersungging di bibirnya.


"Baiklah, mulai sekarang turuti semua perintah ku,"


Pangeran Yervan bangkit dari tubuh Tania dengan senyum penuh kepuasan karena telah berhasil membuat gadis di depannya setuju dan menerima dirinya.


Mulai sekarang kau adalah kekasih ku, bersiaplah nanti aku akan mengajakmu berkeliling istana ini, tiga hari lagi pesta pernikahan kita akan kita gelar." papar Pangeran Yervan yang mulai bangkit daru Tubuh Tania dan melepaskan Kungkungan nya yang kemudian melangkah pergi.


Setelah Kepergian Pangeran Yervan buru-buru Tania mengusap air mata nya.


"Aku tidak sudih menikah dengan mu dan lebih baik aku mati sekarang juga dari pada harus menjadi istri laki-laki brengsek seperti mu."


Mata indahnya mulai nanar melihat sekeliling, tidak ada benda keras di dalam kamar itu dan tiba-tiba mata indah Tania melihat bekas gelas tempat nya minum dengan cepat di raihnya gelas itu dan di pecahkan nya beberapa detik kemudian pecahan gelas itu langsung di arahkan pada Tangan Tania.


"Tatius kau benar benar tidak datang menolong ku lihat lah ulah dari saudara mu yang brengsek itu hampir saja aku akan kehilangan kehormatan ku, kau tidak datang karena kamu tidak menghawatirkan dan tidak mencintaiku tapi aku sangat mencintai mu dan diri ini hanya untuk mu karena aku takut tidak bisa lagi menjaganya untuk itu lebih baik aku mati."


Tania mulai memejamkan matanya ketika pecahan gelas sudah mengarah tepat di pergelangan tangannya.


"Selamat tinggal Tatius....aku mencintaimu!"


"Sreeeeeeettttt....! gerakan pecahan gelas yang sudah di arahkan ke tangan nya dan....


"Aaaaaaa.... Bruuugh..!