
Selami hampir tiga puluh menit Tania menyelesaikan ritual mandi dengan rambut basah dan terurai, Tania keluar dari dalam kamar mandi, tanpa memperdulikan sepasang mata yang menatap nya tidak berkedip dengan senyum tersungging di bibir.
Lagi-lagi Pangeran Tatius meneguk ludahnya ketika melihat Tania keluar dari dalam kamar mandi tanpa mau melihat nya, Pangeran Tatius mengerti jika sang istri masih sering malu dan tidak suka jika terlalu diperhatikan terlebih ketika dia hanya mengenakan handuk sebagai penutup nya, suatu hal yang sangat mengemaskan yang mana semakin membuat Pangeran Tatius terpesona dengan keindahan dan kecantikan dari istri manusia nya.
Senyum tersungging di bibir dan rasa bangga bisa mendapatkan seorang gadis Manusia yang begitu cantik dan mempesona.
Pangeran Tatius yang asyik dengan lamunannya terperanjat kaget ketika tiba-tiba sang istri sudah berada di depan nya.
"Kenapa masih berdiri terpaku, cepat mandi ini sudah siang Aku tidak mau kesorean tiba di Rumah, Aku sudah rindu dengan Ayah ku."
"Iya, tunggu sebentar ya,"jawab Pangeran Tatius yang mana Langsung membuka kelambu penghalang dinding pemisah antara Ruang mandi dengan Ruang luar dengan satu pintu dalam kamar mandi.
Seperti yang sudah di janjikan Pangeran Tatius hari ini Pangeran Tatius akan membawa Tania pergi kembali ke Negri manusia yang mana setelah semua beres dan sudah berpamitan kepada seluruh penghuni kerajaan Awang Awang Vampire, Pangeran Tatius dan Tania Akhirnya undur diri.
"
Ibu Ratu Shima yang sesungguhnya ingin agar putra dan menantunya tinggal di kerajaan Awang-awang Vampire tidak bisa untuk menghalangi atau pun mencegah, karena tentu saja Pangeran Tatius lebih memilih akan tinggal dsn menetap bersama dengan istrinya dari pada harus tinggal di istana tapi sang istri tidak mau.
Kesabaran Pangeran Tatius dan keihklasan Pangeran Tatius yang menerima apapun yang diminta sang istri membuat Tania semakin menyayangi dan mencintai suaminya.
Dengan menggunakan kekuatan terbang yang sudah sempurna Pangeran Tatius membawa Tania kembali ke Negri manusia.
Hanya membutuhkan waktu dua jam akhirnya Pangeran Tatius dan Tania tiba di dalam Rumah Tania.
Pangeran Tatius sengaja membawa Tania masuk ke dalam Rumah melewati pintu jendela kamar sehingga Ayah Tania tidak tau dan juga tidak mengetahui jika putri nya telah kembali.
"Sayang Aku beristirahat dulu, kamu kalau mau menemui Ayah pergilah Aku tidur dulu, ngantuk," ucap Pangeran Tatius menjelaskan.
Tania memahami jika sebelumnya Suaminya sangat kelelahan akibat dari permainan panas pagi tadi dan sebenarya Tania juga merasakan hal yang sama, akan tetapi karena rasa rindu nya yang membuncah membuat rasa lelah Tania hilang.
"Baiklah, Aku menemui Ayah dulu,' jawab Tania kemudian.
Pangeran Tatius yang sudah merebahkan tubuhnya di atas Ranjang sedikit memicingkan kedua bola matanya, ketika melihat sang istri keluar dari dalam kamar.
"Segitu rindunya sama Ayah hingga lelah dan capeknya dia tahan, Aku tau dia juga kelelahan akibat dari permainan ku, ternyata sebesar itu cinta nya sama Ayah, kenapa jadi jelas ya, kan wajar Anak merindukan Ayahnya."lirih Pangeran Tatius dalam hati.
Sementara di luar Tania langsung mencari keberadaan sang Ayah. dan ketika melihat sang Ayah lagi menyiram bunga miliknya Tania berteriak.
"Ayah Tania pulang...!"teriakan Tania yang cukup keras membuat Sang Ayah yang kala itu sedang menyiram bunga segera menoleh.
"Tania...! seru sang Ayah dengan mata berbinar." Kamu datang Nak, Ayah pikir kamu tidak akan kembali lagi dan tidak akan ingat Ayah."desis Ayah pada Tania Putri nya yang mana langsung menghambur dalam pelukan sang Ayah.
"Mana mungkin Aku begitu, Aku akan selalu ingat Ayah dan akan selalu bersama Ayah lagipula Aku kan harus sekolah sayang tinggal dua bulan kalau tidak di lanjutkan."
"Ada Ayah dia lagi berada di dalam kamar katanya ngantuk,"
",Oh, ya sudah Ayo masuk kita berbincang di Rumah."
Ketika Ayah Tania dan Tania akan berjalan menuju ke teras halaman Rumah, tiba-tiba Pangeran Tatius sudah berdiri disana.
"Selamat siang Ayah,"
"Tatius, katanya istrimu kamu mau tidur beristirahat,"
Pangeran Tatius tersenyum sambil menatap wajah sang istri.
"Tidak Ayah, istriku saja tidak capek bagaimana Aku bisa capek kan perjalanan cuma dua jam." jawab Pangeran Tatius sambil mengedipkan sebelah matanya pada sang istri, menbuat Tania mendelik.
"Ayah ayo masuk jangan dengar kan ucapan dari Tatius dia itu ngacau."
"Ngaco gimana sayang kan Aku bener, kamu saja tidak capek kok Aku yang cowok capek."
"Tatius.... ngomong apaan sih," Tania yang tadinya bergelayut manja pada sang Ayah akhinya melepaskan pelukannya dan berpindah mendekati Pangeran Tatius dan bermaksud menamparnya.
Sementara Pangeran Tatius tersenyum senang karena taktik nya berhasil, entahlah serasa tidak suka jika Sang istri memeluk ataupun bersentuhan sedikit saja dengan orang selain dirinya, rasanya sakit dan tidak suka meskipun itu Ayah dari istri nya sendiri, oleh sebab itu jugalah yang membuat Pangeran Tatius yang tadinya ngatuk dan ingin beristirahat tidak jadi.
Tania yang berjalan ke arah Pangeran Tatius dengan wajah sedikit garang membuat Pangeran Tatius mengulum senyum.
Kesal dan jengkel sang suami justru tersenyum, sementara Tania merasa malu jika sang Ayah sampai tau jika dirinya pun kelelahan akibat dari perbuatan sang suami.
Ketika tangan halus dan putih itu terangkat dan hendak menampar Pangeran Tatius, ternyata Pangeran Tatius lebih cepat bertindak dengan menangkap tangan sang istri dan hanya dengan sekali tarik keseimbangan tubuh Tania lemah sehingga dengan mudah jatuh dalam dekapan suaminya.
Tania membulat kan kedua bola matanya ketika tangan Pangeran Tatius menariknya hingga jatuh ke dalam pelukannya.
"Tatius ini tempat terbuka lepaskan Nanti dilihat orang dan malu kalau sampai Ayah menoleh kebelakang dan melihat Aku begini." ucap Tania yang merasa was-was, sementara Pangeran Tatius pura-pura tidak mengerti tidak perduli." Tatius Aku mohon jangan begini," rengek Tania memohon pengertian dari sang suami.
"Baiklah, tapi jangan ulangi, jangan sembarangan main peluk ingat, semua yang ada padamu itu milik ku tidak ada yang boleh menyentuh selain Aku meskipun dia adalah Ayah."
"Issshh, peraturan apaan itu, ada-ada saja sudahlah Aku mau ngobrol dengan Ayah Aku rindu padanya."desis Tania yang kemudian berlari mendekati sang Ayah.
Pangeran Tatius yang melihat sikap istri nya semakin gemas.
"Awas saja jika berani' main pegang dan peluk Aku akan hukum kamu di Ranjang Nanti, enak saja mau di pegang pegang kan orang itu kan milikku semua," gumam Pangeran Tatius bermonolog sendiri.