
Malam yang dingin dengan sedikit gerimis
mewarnai suasana sunyi dan kalutnya sebuah hati
Devan masih sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Tania.
"Luka, perban yang sudah lama !"
"Luka, perban yang tidak boleh di buka di alam terbuka terlebih saat bulan purnama!"
"Kenapa serasa aneh begitu?"
Berkali kali Devan mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
Alam pikiran nya digunakan dengan keras untuk berfikir , kenapa dan mengapa.
Tiba tiba Devan teringat dengan kata kata dari Kakek nya.
jika seorang manusia terluka dan di lukai mahkluk lain.
kalau tidak bertujuan ingin membunuh nya
berarti kelak akan di cari nya.
Mahkluk itu akan mudah menemukan dengan
bantuan cahaya bulan purnama.
Dimana pacaran sinar nya mampu memprediksi keberadaan nya.
Lalu luka yang ada di tangan Tania itu apa di sebabkan mahkluk lain?
ataukah cuma luka biasa.?
jika luka biasa, kenapa harus di sembunyikan dari pancaran sinar Rembulan terutama bulan purnama.
Aku harus bertanya kepada Ayah Tania.
Agar aku bisa menemukan jawaban nya.
Tapi aku harus bertanya diam diam, kurasa
Ayah Tania sengaja tidak memberi tau Tania.
itu artinya sangatlah rahasia.
besok, aku akan menemui Ayah Tania apabila
Tania tidak ada di rumah.
***
Di dalam kerajaan Awang Awang Vampire.
Di dalam kamar pangeran Yervan.
Di sudut ruangan tersembunyi di balik sebuah tirai,Ratu Shima diam
bersembunyi, seolah olah sedang menunggu
sesuatu.
Tidak berapa lama pintu kamar Pangeran Yervan di buka dari luar.
" Pelayan....!"
" Iya Ratu....?"
"Ada apa?Apa ada, yang bisa saya bantu?"
" Ini!Berikan minuman kesehatan ini kepada
pangeran Yervan.
"Ingat..!"
Harus di minum sampai habis.
"Baik .,Ratu Derbah!"
"Bagaimana, keadaan Pangeran Yervan hari ini ?"
" Masih tetap seperti semula Ratu !"
" Pangeran Yervan hanya bangun Sebentar
lalu tidur lagi.
"Baik, kamu jaga terus pangeran Yervan jangan ada siapa pun yang masuk ke kamar ini.
"B a... baik Ratu!"
" Baiklah, kalau begitu aku pergi, ingat jangan ijinkan siapa pun yang masuk, kamar ini mengerti ?"
" Iya Ratu ! Saya mengerti.
"Baiklah,aku pergi dulu."
Setelah Ratu Derbah, Meninggalkan tempat itu,
dan ketika sang pelayan hendak memberikan
obat kepada pangeran Yervan.
Ratu Shima keluar dari tempat persembunyiannya.
"Tunggu! Jangan berikan dulu obat itu?"
"Ra ...Ratu Shima...!"
"Kenapa,Ratu ada di sini?Ratu Derbah tadi
melarang siapa pun berada di kamar ini,kalau begitu Ratu Shima lebih baik, Ratu pergi.
"Kau berani menggusirku ?"
" Maaf,Ratu..!saya hanya menjalankan perintah
dari Ratu Derbah.
"Apa kamu tidak ingin melihat pangeran Yervan sembuh?"
"Tentu saja, saya ingin Ratu ?"
" Lalu apakah obat dari Ratu Derbah membawa perubahan?"
"Tidak ada,Ratu !pangeran Yervan tetap seperti
awal mula.
"Mana obatnya?coba ku lihat.
Pelayan itu menggulurkan obat yang di berikan Ratu Derbah.
Ratu Shima menatap botol cairan itu dengan seksama.
"Pelayan !Obat ini aku bawa, aku mau tunjukan ketabib istana.
Apakah benar obat ini bagus untuk kesehatan pangeran Yervan ataukah tidak.
Jadi untuk sementara, kamu berikan obat dariku ini.
"Baik Ratu !"
"Dan ingat, jangan katakan apapun kepada Ratu Derbah! jika di tanya apakah obatnya sudah di minum, jawab saja sudah.
"Apa kau mengerti ?"
" Hamba mengerti Ratu !"
"Baiklah, kerjakan tugasmu dan ingat pesanku jangan beritau Ratu Derbah, kalau obatnya sudah ku ganti.
"Siap Ratu! Hamba mengerti !"
Ratu Shima segera meninggalkan kamar Pangeran Yervan.
Hanya dengan sekali kelebat bayangan tubuhnya sudah berada di dalam puri istana.
Ratu Shima, mondar mandir sambil mengamati botol yang di bawa nya.
Apa mungkin Ratu Derbah, mampu berbuat sejahat itu kepada putra tunggalnya.
Mana mungkin Ratu Derbah memberikan obat yang tidak benar dan memburukkan kesehatan
Pangeran Yervan.
"Lalu kenapa kesehatan Pangeran Yervan tidak kunjung membaik dan sembuh.
"Aku tidak akan mendapatkan jawaban apapun jika aku terus menerka nerka, sedangkan aku tidak tau, apa sesungguhnya isi dari botol ini.
Ratu Shima keluar menuju pintu.
"Penggawal...!Kemari kau !"
"Saya Ratu, Apakah Ratu Shima membutuhkan sesuatu?"
"Ya..,"
"Apa yang Ratu Shima butuhkan ?"
Tanya pengawal itu.
"Kau panggil tabib istana kerajaan,bawa dia menghadap ku sekarang!"
"Baik Ratu !"
Pengawal itu segera memita undur diri dan pergi
mencari tabib istana.
Ratu Shima menunggu dengan angan dan pikiran yang terus melayang layang.
Tidak ada satu pengawal istana, yang berani
menolak keinginan Ratu Shima.
Karena jika berani sedikit saja membangkang atas perintahnya, maka Raja Sangkala akan
memusnahkan seluruh keluarga nya.
Raja Sangkala terkenal sebagai sosok Vampire yang sangat kejam,namun juga dermawan.
konsisten dan salalu menepati janji.
Karena sumpah janjinya itulah terpaksa Raja
Sangkala menyerahkan Putri kesayangan nya
untuk di jadikan Ratu Permaisuri Raja Awang Awang Vampire.
Putri Shima adalah seorang putri yang memiliki sifat arif lembut baik hati dan bijaksana.
cerdas dan sangat menyayangi Raja Sangkala
Ayah nya.
Ratu Shima di besarkan tanpa seorang Ibu.
Dari kecil hingga dewasa tidak pernah sekalipun Ayahnya, menceritakan seperti apa
sosok dari Ibundanya.
Ratu Shima hanya mengenal Ratih kadarsih sebagai ibundanya, ,yang merawat nya sejak kecil.
Sedangkan Ratih kadarsih dia ketahui, dari sang Ayah Raja Sangkala dia bukan ibu kandungnya.
Pernah beberapa kali Ratu Shima menanyakan
siapa ibu kandungnya.
Namun tak pernah sekalipun Raja Sangkala
Ayah nya memberikan jawaban.
Bahkan setiap kali, Ratu Shima bertanya
Sang Raja Sangkala tiba tiba murung dan menangis.
Hal itu membuat Ratu Shima tidak tega bertanya dan mempertanyakan siapa ibu yang telah melahirkan nya.
Ketika anganya kembali menghadirkan sebuah pertanyaan siapakah Ibunda nya.
Ratu Shima harus menelan pil kepahitan, karena tidak akan pernah menemukan sebuah
jawaban.
Kali ini Ratu Shima harus mendapatkan jawaban dari sebuah kejadian yang membuat
putra tunggalnya di masukkan ke dalam penjara.
Bagaimana pun caranya Pangeran Yervan harus bisa segera sadar, agar bisa dengan cepat memberikan kejelasan.
siapa sebenarnya yang melakukan kejahatan kepadanya.
Dan pangeran Tatius segera mendapatkan kebebasan.
Bersambung...