
Sebuah jeritan kecil dengan di sertai jatuhnya tubuh Tania di atas lantai. membuat lantai itu seperti sedang bergoyang, di tambah dengan sosok bayangan hitam yang melesat dengan cepat ke arah Tania yang berusaha melakukan bunuh diri mendorong dan menampar tangan Tania yang sedang memegang pecahan gelas hingga pecahan gelas itu terlempar dari tangan nya.
"Bodoh...! apa yang kau lakukan hah!" mau mati kau, beruntung aku balik lagi karena ada yang ingin ku ambil dan ternyata kau sedang berusaha bunuh diri, bangun cepat! Seru Pangeran Yervan yang dengan sigap menarik tubuh Tania yang terjatuh untuk bangkit.
"Auuw...sakit tauk!"seenaknya saja tarik tarik tangan orang."
Pangeran Yervan tersenyum miring melihat dan mendengar celotehann Tania.
"Sakit ya...!"tanya Pangeran Yervan ingin memastikan.
"Tentu saja sakit, dimana ada ceritanya di tarik kasar tidak sakit," Sungut Tania kesal.
"Cuma begitu saja sakit, mau melakukan bunuh diri, kau pikir bunuh diri itu tidak sakit, sekali lagi kau berani macam-macam aku benar benar tidak akan menoleransi nya dan aku tidak perduli kau menangis suka ataupun tidak kau harus melayani ku."bentak Pangeran Yervan yang dengan sigap mendorong tubuh Tania jatuh ke atas ranjang dan lagi lagi Pangeran Yervan mengunci pergerakan Tania hingga dia terkungkung di bawah himpitan tubuh nya.
"Jangan ...! jangan lakukan itu padaku aku tidak akan mrnggulangi nya lagi, sumpah"desis Tania yang mulai kelabakan karena tak mampu bergerak ketika tubuhnya terhimpit tubuh Pangeran Yervan.
"Gila ...ini Vampire, kalau aku tidak pura-pura menuruti bisa bisa Vampire ini nekad," gumam Tania dalam hati.
"Kau pikir aku percaya?gadis seperti mu tidak bisa di percaya, pengawal..!
"Siap Pangeran..!"
"Ikat gadis ini!"seru Pangeran Yervan yang kemudian bangkit dari atas tubuh Tania yang di kungkung nya, mendengar perkataan dan perintah Pangeran Yervan kepada para pengawal nya Tania mendelik seketika.
"Baik Pangeran!"
"Ingat awasi setiap pergerakan nya jangan sampai kau tledor."titah Pangeran Yervan dengan tegas.
"Baik Pangeran."kedua pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire yang bertugas menjaga Puri istana kamar kepribadian Pangeran Yervan dengan sigap melaksanakan perintah dari atasannya.
Selesai memberikan perintah Pangeran Yervan segera pergi dari tempat itu.
"Tolong...! jangan ikat aku, percaya lah aku tidak akan mengulangi nya lagi,"mohon Tania pada kedua pengawal kerajaan, yang mana kedua pengawal kerajaan tidak menjawab permintaan Tania, setelah menggikat Tania pada kursi salah satu penjaga atau pengawal istana bergegas pergi menghampiri Tania.
"Anda cukup beruntung Nona!" karena Pangeran Yervan tidak langsung melakukan has..ratnya karena biasanya Pangeran Yervan selalu menyalurkan hasrat sebelum mencampakkan gadis gadis yang sudah di incar nya dan ketahuilah, Pangeran Yervan bersikap seperti itu ketika sudah kehilangan putri Lin Ying yang meninggal kan nya demi mengejar Pangeran Tatius lebih baik kau menikah dengan nya dan menurutinya dari pada Pangeran Yervan marah dan memaksa mu, itu saranku karena percuma kau melawan bahkan pergerakan mu akan selalu dalam pengawasan nya."
"Tolong aku agar aku bisa keluar dari tempat ini, aku tidak mau menikah dengan nya."pinta Tania dengan tatapan mata menghiba.
"Maaf Nona, kami tidak berani, jaga diri dan sikap Nona agar Pangeran Yervan tidak berbuat yang lebih menyakitkan."saran salah satu pengawal kerajaan yang mana setelah mengguncapkan itu dan setelah menggikat Tania kedua penjaga itupun pergi, tinggal lah Tania yang kini tubuhnya mulai terlihat cemas.
"Bagaimana aku bisa melarikan diri dari tempat ini, sungguh demi apapun aku tidak mau menikah dengan Vampire itu, Tatius kau di mana, apa setega ini dirimu padaku," keluh Tania sambil berusaha melepaskan ikatan tali yang menggikat nya.
Sementara di belahan dunia lain mahkluk bertubuh tinggi besar yang tak lain adalah Raksasa' tengah tersenyum menatap seorang pemuda tampan yang mulai bangun dengan membuka kedua bola matanya.
"Pangeran...kau sudah sadar..?"
Laki-laki bertubuh tinggi dan berkulit putih bersih itu mengeryitkan dahinya ketiika melihat sosok bertubuh tinggi besar berada di hadapan nya.
"Kamu siapa?kenapa aku berada disini."
"Apakah Pangeran tidak menginggatku."
laki-laki itu mulai mencoba bangkit dari tidur nya dan duduk di depan laki-laki bertubuh tinggi besar.
"Aku tidak ingat, apakah kita pernah bertemu sebelumnya."
Laki-laki yang tak lain adalah pangeran Tatius tersenyum, dia baru ingat jika yang berdiri di hadapan nya adalah Raksasa yang beberapa tahun lalu dia bebaskan.
"Aku ingat sekarang, tapi mengapa kau ada di sini dan mengapa pula aku pingsan di sini."seru pangeran Tatius bingung dia merasa sangat aneh karena tiba-tiba dia berada di situ sedangkan dia tidak ingat apa yang telah terjadi padanya.
Laki-laki Bertubuh Raksasa itu tersenyum mendekati Pangeran Tatius.
"Pangeran lupa jika saya memilih tinggal dan berdiam diri di dalam air dan ketika itu saat saya sedang beristirahat saya mendengar suara yang sangat keras jatuh di atas permukaan air ternyata keris manusia yang mana aku belum tau jika laki-laki itu Pangeran aku baru tau ketika sudah melihat dengan jelas dan sekarang apakah Pangeran tidak ingat sedikit pun mengapa Pangeran sampai pingsan."
terlihat Pangeran tatius mengingat-ingat sesuatu yang telah terjadi mengapa dia sampai jatuh di atas permukaan air dan ketiika ingatannya tertuju pada Tania yang di bawa Pangeran Yervan masuk ke dalam istana kerajaan Awang Awang Vampire, Pangeran Tatius segera bangkit dari duduknya dengan tergesa gesa Pangeran Tatius segera melangkah pergi meninggalkan Raksasa yang memandang Pangeran Tatius dengan perasaan dan tatapan mata binggung, tanpa bicara apapun tiba-tiba Pangeran Tatius pergi meninggalkan nya, hal itu membuat Raksasa itu bertanya tanya dalam hati, adakah ucapannya yang menyinggung sang Pangeran sehingga pangeran tega pergi meninggalkan nya tanpa bicara apapun.
Untuk sesaat Raksasa itu diam dalam kebinggungan sampai pada akhirnya Raksasa itupun menghadang langkah kaki Pangeran Tatius.
"Pangeran Kenapa tiba-tiba Pangeran pergi meninggalkan ku apakah ada perkataan ku yang menyinggung dan menyakiti hati Pangeran, jika menang ada tolong maafkan lah dan katakan lah kesalahan ku biar aku bisa memperbaiki nya."
Langkah kaki Pangeran Tatius yang terhenti karena di hadang Raksasa di depannya segera menyunggingkan sebuah senyuman.
"Kenapa kau berfikir begitu, aku lagi buru buru, aku harus bisa masuk ke dalam kerajaan istana Awang Awang Vampire untuk membawa kembali calon istri ku yang di bawa kanda Pangeran Yervan, sedang kan kerajaan istana Awang Awang Vampire oleh ibu Ratu telah di kunci dengan kunci gaib yang mana aku yang sudah memiliki wujud manusia tidak bisa masuk dengan muda jadi aku harus berusaha kembali agar pintu kerajaan Awang Awang Vampire bisa ku buka."
"Oh...jadi masalahnya Pangeran ingin masuk ke dalam kerajaan istana Awang Awang Vampire!"
"Ya."
"Itu sangat mudah, Pangeran tidak perlu bersusah payah serahkan semuanya padaku."
"Apa maksud mu! Apakah kau bisa membuat Pintu gaib itu terbuka."
"Tentu saja "
"Benarkah,tapi aku manusia apa mungkin itu bisa."
"Pangeran tidak perlu cemas, Raja tanpa sengaja menaruh kunci gaibnya di sini." tunjuk Raksasa pada lengan kiri yang terdapat sebuah benda berwarna putih perak dengan kilau cahaya putih nya yang bersinar terang seperti anak panah.
"Bagaimana aku bisa menggambilnya benda itu menyatu dengan lenganmu jika kuambil pastilah akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
Raksasa tertawa lebar ketika pangeran Tatius mengeluh sulit menggambil nya bahkan jika di ambil akan meninggalkan rasa sakit.
" Mengapa kau tertawa,"
"Pangeran sangat aneh kenapa merasa takut dan khawatir sakitnya pasti cuma sebentar, aku tau Raja sengaja menanamkan kunci ajaibnya di sini, jika aku berulah macam macam Raja bisa memberikan pelajaran padaku dengan mengambil kunci ini dari jarak yang cukup jauh dan pasti lah aku tidak mampu menahan sakit nya, tapi Pangeran jangan cemaskan aku karena sakit itu cuma sebentar, lakukan lah Pangeran aku siap."
"Tapi.... rasaanya pasti akan sakit bagimu."
"Pangeran! lakukan lah jangan ragu Pangeran harus cepat masuk ke dalam istana bukankah kekasih Pangeran ada di sana."
"Cepatlah dan jangan banyak berfikir lagi."
"Baiklah..!aku akan mengambilnya." Pangeran Tatius mulai mengambil keris yang menancap di atas permukaan air kemudian dengan gerakan seperti kilat keris itu di arahkan pada lengan Raksasa dan dalam hitungan detik secepat kilat keris itu melakukan tugasnya dengan menggores beberapa bagian di sekitar lengan Raksasa.
Darah merah mulai menetes dari lengan tangan raksasa.
.