The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 278.PENASARAN.



Kurang lebih tiga puluh menit Raja menyelesaikan ritual mandi kemudian mengganti pakaian kotor dengan pakaian bersih, kemudian Raja keluar menuju ruang tamu dimana Tania berada.


Ketika Raja sampai di Ruang tamu dan melihat Tania yang tidur dengan pulas di kursi, Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Cepat sekali tidur nya gadis ini dan kenapa gadis ini bisa berada di tempat ini apa yang terjadi dengan nya, kemarin Tatius bilang dia mau melihat prajurit Awang Awang Vampire yang sedang berlatih di gunung Merbabu dan seharusnya gadis ini ada di Puri kepribadian Pangeran Tatius, lalu kenapa bisa nyasar kemari?" lagi-lagi Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


Perlahan lahan Raja masuk ke dalam Ruang kamar tamu dan beberapa menit kemudian keluar dengan membawa sebuah kain tebal, Raja membawakan selimut untuk gadis yang tertidur di sofa.


Dengan perlahan-lahan Raja menyelimuti Tania yang sedang tertidur pulas.


"Cantik juga dan cukup tinggi juga selera Pangeran Tatius, tapi sayangnya gadis ini berdarah manusia dan aku harus konsisten dengan keputusan ku, tidak mengijinkan bangsa lain menguasai dan menjadi bagian dari bangsaku, mungkin aku harus berhati-hati dalam menasehati Pangeran Tatius agar dia mau memutuskan hubungan nya dengan gadis ini, bagaimana pun juga mereka berbeda alam dan aku tidak ingin kerajaan ku jatuh karena Raja nya sangat lemah dan berhati lembek seperti bangsa manusia. Ini sudah malam sekali aku berjanji akan menemani, kedua permaisuri ku untuk makan malam bersama tapi jika ku tinggalkan bagaimana gadis ini, sebenarnya di tempat ini cukup aman dan tidak akan ada yang menggaggu tapi jika dia takut bagaimana, bukankah tadi itu dia takut sampai bersembunyi di kolam meja dan kalau ku bawa ke Puri istana kepribadian ku apa kata kedua permaisuri ku yang selalu tidak akur itu, Pangeran Tatius..! kekasihmu benar benar membuat ku pusing."


Raja Mondar mandir sambil sesekali memijit kepalanya yang tidak sakit.


"Bagaimana ini!" kedua Ratu ku pasti kini sedang ribut karena aku belum datang dan jika aku datang gadis ini bagaimana, pasti terjadi sesuatu padanya sehingga dia pergi dari Puri kepribadian Pangeran Tatius atau begini saja aku tinggal sebentar untuk menemani kedua permaisuri ku makan setelah itu aku balik lagi kesini menemaninya, lebih baik begitu andai kau bukan berasal dari bangsa manusia sudah pasti aku akan merestui hubungan kalian, tapi faktanya kau adalah gadis manusia jadi tidak akan pernah aku bisa merestui hubungan kalian, cinta kalian cukup lah berakhir sebagai persahabatan."


Setelah mengucapkan kalimat itu Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti segera melesat terbang keluar, menuju istana Utama kerajaan Awang Awang Vampire.


****


Sementara di dalam ruang perjamuan makan di mana Raja Awang Awang Vampire akan melakukan pertemuan makan bersama sudah tampak dua orang wanita cantik yang ada di sana mereka memang satu Ruangan akan tetapi tidak ada di antara mereka satu percakapan apapun, mereka berdua bagaikan dua orang asing yang tidak pernah saling mengenal.


"Pengawal...!


"Siap, Ratu!


"Di mana Raja, mengapa sampai sekarang belum datang juga."


"Maaf, Ratu! hamba tidak tau."


"Cepat, kau lihat ke kamar kepribadian nya dan bilang kami sudah sangat lapar dan jenuh menunggu."


"Baik, Ratu!


Bergegas pengawal kerajaan istana berlari pergi ke istana puri kepribadian sang Raja. Sampai di pintu utama sudah berdiri dua pengawal kerajaan istana. Awang Awang Vampire.


"Cepat, kau katakan pada Raja, Ratu Derbah dan Ratu Shima sudah menunggu di ruang makan "


"Raja tidak ada di tempat."


"Apa?


"Pergilah dan katakan pada Ratu jika Raja tidak ada di Puri istana kepribadian nya."


"Baiklah..!"


Bergegas Pengawal itupun pergi kembali menemui Ratu Derbah yang tadinya minta agar Raja cepat datang.


"Salam, Ratu! maaf Raja tidak....


"Ada apa ribut ribut disini?"


"Raja...!"


"Kami sangat lapar kenapa lama sekali."


"Baiklah, ayo kita makan dan kau pengawal Kembali lah ketempat mu."


"Siap, Raja!"


Raja langsung menarik kursi dan duduk di depan kedua istrinya, Raja sedikit gerah dengan tatapan tajam dari Ratu Shima yang seolah olah sedang menyelidiki nya.


"Ratu, kenapa kau menatapku begitu, aku hanya telat Lima belas menit."


"Aku tau, Raja hanya terlambat lima belas menit, tapi kenapa wajahmu seperti orang yang begitu resah ada apa?"


"Tidak, ada mari kita makan."


Raja langsung mengambil makanan dan sayuran yang sudah terhidang di atas meja dan dengan senyum mengembang Raja sengaja mengambilkan beberapa lauk untuk Ratu Shima dan Ratu Derbah, kemudian Raja mulai melahap makanannya, Raja tidak memperdulikan lagi tatapan mata menyelidik Ratu Shima Raja berpura pura bersikap sewajarnya.


"Raja, makan ini." ucap Ratu Derbah sambil menggambilkan beberapa makanan kesukaan Raja, dengan senyum tersungging di bibirnya Raja menganggukkan kepalanya.


"Trimakasih."


Suasana makan terlihat hening dimana Ratu Derbah tidak membuat ulah yang menjengkelkan, semua karena di Acara makan malam kali ini Raja memperhatikan kedua istrinya dengan adil, Raja terlihat buru-buru dalam menghabiskan makanannya hal itu membuat Ratu Shima semakin penasaran.


"Raja, ada apa dengan mu, kenapa makan mu buru buru begitu."


"Ratu Shima, itu hsnya perasaan mu, aku sangat lapar jadi aku makan dengan lahap, Ratu aku sudah selesai kalian selesaikan makannya dengan santai aku sedikit kurang sehat dan aku akan membawa beberapa namakan ke dalam kamar agar jika lapar menyerang aku bisa langsung makan, baiklah aku pergi dulu aku ingin segera beristirahat kalian yang rukun dan makanlah."ucap Raja sambil memberikan kecupan pada kening kedua istrinya kemudian berlalu pergi.


Tinggallah Ratu Shima dan Ratu Derbah, kedua nya diam tanpa ada yang ingin membuka pembicaraan.


"Aku juga Sudah kenyang,"seru Ratu Shima seraya bangkit dari duduknya dan berniat pergi akan tetapi langkah nya di hentikan Ratu Derbah.


"Kau mau kemana?'


"Itu, bukan urusanmu."


"Hei, Ratu Shima, aku tau kau mau menemui Raja, bukankah tadi Raja sudah bilang dia mau beristirahat, jadi jangan ganggu beliau."


"Aku sudah tau dan hal itu bukan urusanmu menyingkirl ah."


Ratu Derbah tersenyum miring kemudian bangkit dari duduknya.


"Sudahlah, trima saja Raja hari ini tidak tertarik bercinta s dengan mu."


Ratu Shima tidak mau ambil perduli dengan ledekan dan hinaan dari Ratu Derbah, Dia sangat yakin jika sikap Raja hari ini benar-benar aneh dan Ratu Shima ingin menggetahui ada apa di balik semua itu dan Ratu Shima benar benar di buat penasaran karena nya.