The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.351. TIGA KEPING EMAS



Sementara di dunia manusia tepatnya di Rumah Tania, suasana sudah sepi yang mana Ayah Tania telah masuk dan beristirahat di dalam kamarnya begitu juga dengan Tania, tinggalah lampu ruang tamu yang masih menyala.


Karena merasa lelah Tania segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas Ranjang yang tak lama kemudian langsung terlelap dalam tidur.


Malam yang dingin semakin merangkak Naik, tak jauh dari Rumah Tania tampak dua orang sedang berdiri berhadapan.


"Bagaimana, apa Pangeran akan masuk ke dalam Rumah itu?" tanya Patih Lembu Ireng ingin tau.


"Tidak, Paman, Ayah Tania tidak mengginginkan aku kembali ke Rumah itu, karena dia takut jika aku akan kembali membongkar makam Tania, untuk itu aku tidak akan masuk ke dalam Rumah itu."


"Lalu, bagaimana Pangeran bisa tau jika Nona Tania ada di dalam Rumah itu, atau jangan-jangan penciuman pangeran yang salah."


"Tidak, Paman!" aku sangat yakin jika Tania memang masih hidup dan aku yakin kami akan segera bertemu."


Paman patih lembu ireng manggut-manggut.


"Sekarang apa rencana Pangeran dan di mana kita akan bermalam?"


Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Kita mencari tempat yang di kontrakan penduduk di sekitar sini,"


"Tapi, pangeran, mereka bisa lari ketakutan jika melihat kehadiran kita, karena kita adalah mahkluk bangsa Vampire." ucap paman patih lembu ireng yang merasa khawatir.


"Mereka tidak akan tau jika kita ini Vampire, apabila kita menyamar seperti manusia lainnya."


"Baiklah, jika pangeran Tatius merasa yakin aku akan mendukung dan selalu siap mendampingi pangeran apapun yang akan pangeran lakukan."


"Trimakasih, paman kau sungguh baik dan perhatian, ayo sebelum Rumah warga tutup semua kita harus mencari Rumah ABG bisa kita tempati malam ini."


"Siap, Pangeran!"


Paman patih lembu ireng dan Pangeran Tatius segera pergi mencari tempat Rumah penduduk untuk tempat menginap mereka malam ini.


Setelah beberapa kali berkeliling Pangeran Tatius dan paman patih lembu ireng berhenti di sebuah Rumah yang lampunya masih menyala terang.


Dengan langkah pasti Pangeran Tatius mendekati Rumah itu dan mengetuknya.


"Tok


"Tok


"Tok


Tak lama kemudian terdengar sebuah suara langkah kaki mendekati pintu, beberapa menit kemudian pintu pun terbuka.


"Kalian siapa?"


"Maaf, Pak! kami mau mencari tempat untuk bermalam, apakah bapak bisa mengijinkan kami untuk bermalam di Rumah bapak?"


Terlihat orang itu berfikir sejenak, kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, sebelum mengulas senyum.


"Baiklah, ayo ikut dengan ku aku akan tunjukkan tempat untuk kalian."ajak laki-laki paruh baya yang mana dia langsung melangkah keluar yang kemudian di ikuti oleh Pangeran Tatius dan Paman Patih lembu ireng.


"Ayo, masuklah,"


"Trimakasih, pak!


"Di sini kalian bisa bermalam, Rumah ini tidak terlalu luas, Karena hanya memiliki tiga kamar, kami sengaja menyediakan Rumah ini untuk mereka yang Ingin mengginap di desa ini dengan tarif tidak terlalu mahal permalam nya, hanya seratus ribu rupiah perorang dan pada pagi hari, kalian akan mendapatkan pelayanan dari salah satu pembantu kami, mereka lah yang akan menyediakan makan dan kebutuhan kalian selama tinggal di sini, kalian bisa membayar uang sewa kamar sekarang juga ataupun Nanti setelah nya."


"Baik, Trimakasih Pak, saya akan bayar sekarang."ucap Pangeran Tatius dengan menyodorkan tiga keping emas pada laki-laki paruh baya yang ada di depannya." Maaf pak, kami tidak memiliki uang cash kami hanya memiliki ini, apa Bapak mau menerima nya." Tanya pangeran Tatius penuh harap.


Sementara laki-laki tua paruh baya melihat keping emas yang di gunakan untuk alat pembayaran sedikit terkejut dan tidak percaya.


"Keping emas, apa ini benar keping emas Nak."


"Benar, pak, apakah bapak mau menerima kami atau alat pembayaran yang kami berikan kurang?"


.Dengan mata berbinar dan senyum tersungging di bibirnya laki-laki paruh baya memunggut keping emas yang di sodorkan pangeran Tatius kepada nya.


"Tidak-tidak, ini sudah lebih dari cukup kalian boleh tinggal di sini sesuka kalian dan sekarang kalian boleh beristirahat aku pergi dulu, kalau ada perlu apa-apa kalian bisa langsung datang ke Rumah yang tadi aku tinggali."


"Baik, Pak, Trimakasih."


Pangeran Tatius dan paman patih lembu ireng segera masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


"Beristirahat lah paman, besok kita pikirkan rencana kita selanjutnya."


Paman Patih lembu ireng mengagguk kan kepalanya. Malam yang dingin dan sunyi pangeran Tatius yang berada di dalam kamar nya tidak bisa memejamkan mata sedikitpun akibatnya tanpa sepengetahuan dari paman Patih lembu ireng, pangeran Tatius diam-diam pergi dari Rumah itu


Sementara Devan sudah memutuskan untuk menerima dan membiarkan Kalung mantra masih di pakai di leher Tania dan malam ini Devan menginap di Rumah Nenek menggingat hari sudah malam.


Begitu juga dengan Sang Nenek diapun pergi beristirahat di kamarnya dan rencananya besok akan membeli segala perlengkapan yang di butuhkan Devan untuk acara pernikahan Minggu depan.


***


Esok hari Paman patih lembu ireng kebinggungan mencari dimana pangeran Tatius karena sejak semalam Paman patih Lembu Ireng tak melihat keberadaan pangeran Tatius di Rumah, sengaja paman Patih Lembu Ireng tidak mencari Karena dia tau dan yakin pangeran Tatius pasti sedang berada di dalam kamar Tania tepatnya di Rumah Ayah Tania Hal itu paman Patih Lembu Ireng maklumi akan tetapi sampai pagi beranjak siang pangeran Tatius belum muncul dan Belum pulang ke Rumah, membuat paman Patih lembu ireng menjadi khawatir.


"Kenapa pangeran Belum pulang juga."keluh Paman Patih Lembu Ireng dalam hati yang mana dia mulai resah dan khawatir.


Ketika kesedihan dan keresahan sedang melanda paman Patih Lembu Ireng tiba-tiba sebuah bayangan hitam dengan cepat masuk ke dalam Rumah.


Tanpa menunggu Paman Patih lembu langsung masuk ke dalam Rumah dan melihat bayangan hitam yang masuk ke dalam Rumah itu siapa, benarkah pangeran Tatius ataukah orang lain.


Senyum paman Patih Lembu Ireng mengembang Ketika melihat pangeran Tatius sudah duduk di kursi.


"Pangeran semalam kau dari mana saja, aku begitu menghawatirkan mu."


pangeran Tatius Tersenyum mrndengar pertanyaan dari paman Patih lembu ireng.


"Aku dari menggintip Rumah Tania paman, aku harus memastikan apa benar Tania masih hidup atau sudah mati dan apa paman tau hasilnya sangat di luar batas pikiranku, Tania masih hidup paman aku cuma bisa melihat dari jauh karena aku tidak mau menggejutkan Tania dan Ayah Tania, untuk itu aku datang secara diam-diam. Paman besok aku akan menemui Tania secara langsung aku akan memberikan kejutan padanya sekarang aku mau tidur aku sangat ngantuk dan lelah."


"Silahkan pangeran, aku doakan semoga apa yang pangeran impikan, bisa segera tercapai."


Pangeran Tatius menggangukkan kepalanya Sambil Tersenyum sebelum tubuhnya menghilangkan dari balik pintu.,-