The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.86.ULAR



Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya bayangan laki-laki bangsa manusia dari balik batu besar melintas cepat, diam diam pangeran Tatius mendekati tempat itu.


"Apa, yang orang itu lakukan, lalu di mana putri Lin Ying, kenapa dia muncul dari balik batu dan apa yang tadi di bawah nya." karena semakin penasaran Pangeran Tatius melangkah lebih dekat semakin dekat langkah pangeran Tatius semakin jelas terlihat laki-laki bangsa manusia berhenti tepat di depan sebuah batu lempeng yang cukup besar dengan beberapa taburan bunga di sekitar batu lempeng itu.


Untuk beberapa saat pangeran Tatius tidak bisa memahami apa maksud dari manusia aneh yang mana terlihat jelas oleh pangeran Tatius laki-laki bangsa manusia itu mencium lempeng batu bertabur bunga melati.


"Apakah dia sudah gila, kenapa mencium sebuah batu, ini tidak penting bagiku aku harus mencari putri Lin Ying dan membawanya pergi, kasian kanda Yervan jika gagal menikah, lagi pula aku juga masih ingin bertemu dengan gadis cantik itu, sapa namanya ya, aku lupa galak tapi mengemaskan," lirih pangeran Tatius sambil menyunggingkan sebuah senyuman.


Pangeran Tatius memutar tubuh nya dan berniat pergi meninggalkan tempat itu, karena bagi Pangeran Tatius laki-laki bangsa manusia itu, tidak lah penting sekarang yang terpenting membawa kembali calon istri kakaknya, perlahan-lahan pangeran Tatius keluar dari persembunyiannya dan berniat melangkah pergi, akan tetapi langkah kakinya terhenti ketika tanpa sadar menoleh kembali ke arah laki-laki Bangsa Manusia, netra pangeran Tatius seolah olah tak percaya dengan apa yang di lihat nya batu lempeng yang bertabur bunga melati kini di atasnya terdapat sosok gadis yang sedang tidur dengan rambut panjang terurai berhias bunga melati di atas rambutnya.


Berkali-kali pangeran Tatius mengerjapkan mata dan mengusap usapnya.


"Apa aku tidak salah lihat dan apakah yang di atas batu lempeng itu putri Lin Ying? lalu kenapa tangan dan wajah nya begitu pucat kulit nya putih seperti kapas, aku tidak boleh pergi aku harus tau siapa gadis itu dan Kenapa di tidur kan di atas batu lempeng, kini aku baru mengerti laki-laki itu tidak mencium batu tapi mencium gadis yang ada di atas batu lempeng yang mana tidak bisa terlihat kasat mata Keberadaan nya, sebelum laki-laki bangsa manusia itu membuka gerbang pagar penghalang mata yang mana tidak ada yang akan tau jika di atas batu lempeng terdapat sosok gadis cantik dan aku yakin itu bukan putri Lin Ying.


"Apakah gadis itu juga tawanan nya, aku harus lebih dekat lagi agar bisa mendengar apa yang di ucapkan nya."


Perlahan-lahan Pangeran Tatius pergi berpindah tempat persembunyian dari yang sedikit jauh menjadi lebih dekat.


Sementara Patih lembu ireng yang berusaha memperbesar celah dari atas tebing dikejutkan oleh kedatangan seorang laki-laki tua dengan sebuah tongkat kayu di tangannya.


"Apa yang kau lakukan disini Nak?"


"Kakek..saya ingin memperlebar celah yang ada di sini agar bisa melihat keadaan di dalam goa."


" Untuk apa kau lakukan itu, tidak kah kau tau ini goa apa dan kisahnya."


"Tidak kakek, saya bukan orang sini jadi saya tidak tau goa apa ini."


Laki-laki tua itupun menghela nafas panjang sebelum mengajak patih lembu Ireng duduk.


"Ini adalah goa monzala sebuah goa yang terdapat di kerajaan Barat Daya paling timur di mana Goa Monzala memiliki beberapa lorong yang ada di dalam nya sehingga banyak yang tertarik untuk berkunjung dan melihat nya, akan tetapi setelah tersebarnya sebuah berita menghilang nya setiap warga yang berkunjung ataupun mendekati goa itu menjadi kan Goa Monzala terkenal angker dan tak pernah di jamah siapa pun jua terlebih setiap malamnya selalu ada suara wanita yang berteriak-teriak minta tolong."tutur dari salah seorang laki-laki tua yang kebetulan melintasi tempat itu dan melihat patih lembu ireng sedang sibuk memperbesar celah.


"Apakah seseram itu hingga tak ada satupun warga yang berani masuk ke sini dan apa yang akan terjadi jika ada yang masuk ke dalam sana kek."


"Sudah bisa di pastikan dia tidak akan bisa kembali, aku sarankan kamu pergi saja dari sini jangan dekati goa itu Nak berbahaya."


"Apa Kakek tau temanku sudah ada di dalam sana dan bagaimana mungkin aku akan pergi kini justru aku akan ikut masuk kedalam dan melihat nya."


"Apa...!"temanmu sudah masuk ke sana?" ini sangat berbahaya sekali lebih baik kau tunggu saja disini."


"Tidak kek,aku tidak bisa membiarkan temanku di dalam kenapa napa aku pergi dulu."


Dengan cepat patih lembu ireng hendak melesat terbang masuk kedalam goa akan tetapi gerakan nya terhenti ketika dengan gerakan cepat laki laki tua itu memutar tongkat dan melemparkannya ke tubuh patih lembu Ireng.


"Aahhhhh.. buuuuugh.!" suara teriakan patih lembu Ireng yang terkena lemparan tongkat dari sang kakek tua jatuh tersungkur ke tanah.


"Apa yang kau lakukan padaku Kek, Kenapa kamu justru memukul ku." tanya Patih lembu ireng tak percaya.


"Kenapa kamu tak bisa di peringatkan secara baik baik,"


"Mengertilah kek, tugasku menjaga pangeran dan sekarang pangeran ada di dalam sana dalam bahaya bagaimana mungkin aku bisa membiarkan itu semua terjadi biarkan aku pergi."Seru patih lembu ireng seraya bangkit dari terjatuhnya.


"Aku, tidak perduli keselamatan pangeran Tatius itu yang terpenting, jangan halangi aku atau aku akan melawanmu."


"Nekad sekali kau anak muda tapi baiklah, ayo ikuti aku," seru laki-laki tua dengan menyeret tangan patih lembu Ireng.


"Lepaskan..! kau mau bawa aku kemana aku ingin masuk ke dalam goa itu dan membantu pangeran Tatius."


"Diamlah..!ikuti saja aku."


"Woi...!"berhenti, kuat juga tenaga orang tua ini " Gumam patih lembu Ireng yang mau tak mau terpaksa menggikuti langkah kaki orang itu yang masih terus memegang tangan nya.


Laki-laki tua itu membawa patih lembu Ireng memutar berjalan membelakangi dinding goa dan berhenti di depan sebuah tanaman liar yang sangat rimbun daunnya. Laki-laki tua melepaskan genggaman tangan nya kini tongkat nya dia gunakan untuk menyibakkan tanaman liar yang rimbun maka terlihat lah sebuah celah besar dan berlorong gelap.


Patih lembu ireng menatap kakek tua dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Kenapa kau bawa aku ke sini?"tanya Patih lembu ireng kesal.


"Bukan kah kau ingin menolong tuan pangeran mu anak muda."


"Tentu saja, aku mau masuk ke dalam goa sana bukan ke sini!"Geram Patih lembu ireng yang mulai habis kesabaran dia merasa telah di permainkan orang tua yang ada di depannya.


"Ini ujung belakang Goa Monzala kau bisa masuk lewat sini, di sini kau akan aman karena penunggu Goa monzala tidak akan tau kalau ada orang yang masuk melewati lorong goa dari belakang."


"Oh, begitu baiklah aku akan masuk sekarang?"


Patih lembu ireng segera melangkah masuk.


"Hei ..anak muda tunggu aku belum selesai bicara!"


Teriakan dari kakek tua itupun tak lagi di gubris dan di dengar oleh Patih lembu ireng tapi tak lama kemudian terdengar sebuah teriakan dari patih lembu ireng.


"Aaaaaaaaaaa...daaaa ulaaaaarr..!" Seru patih lembu ireng yang kemudian berlari keluar.


"Ulaaar.....ular...di sana ada banyak ular." ucap Patih lembu ireng dengan nafas yang terputus putus, dengan teman laki-laki tua itu mendekati Patih lembu ireng.


"Kenapa terburu-buru aku kan belum selesai bicara, kamu aman lewat jalan ini akan tetapi kamu harus bisa menggalahkan ular yang ada di sana itu"


"Jadi kamu sudah tau kalau jalan ini banyak ularnya."


laki-laki tua itupun mengagguk.


"Lalu, sekarang bagaimana?"


"Terserah kamu, bukankah kamu pemberani silahkan pilih mau melewati jalan yang mana, sekarang aku pergi dulu jaga dirimu baik-baik." ucap laki-laki tua yang kemudian melangkah pergi.


"Eeeeh.... tunggu..!"sekarang aku harus bagaimana?'


Laki-laki tua itupun cuma tersenyum dan melambaikan tangan tinggalah patih lembu Ireng dalam kebimbangan.