
Kebebasan dari para prajurit kerajaan awang-awang vampir yang tidak diketahui oleh prajurit kerajaan ambawarta membuat suasana di kerajaan Ambarwata semakin kacau penyerangan secara mendadak membuat mereka kalang kabut, sehingga banyak dari para prajurit kerajaan Ambarwata yang gugur di Medan pertempuran, suatu hal yang sangat di luar dugaan di mana ketika seluruh Rakyat dan prajurit kerajaan Ambarwata di hebohkan dengan keadaan istana yang terbakar kini muncul lagi masalah di mana para Tawanan kabur dan melakukan penyerangan secara mendadak.
Kekacauan yang semakin parah semakin memperburuk keadaan yang ada di dalam kerajaan istana Ambarwata.
Para prajurit kerajaan Ambarwata berjuang mati-matian untuk bisa menahan serangan dari para prajurit Tawanan yang kemampuan perangnya cukup bisa di bilang hebat karena sesungguhnya mereka itu para prajurit yang memiliki ilmu kekuatan yang cukup tinggi dalam perang.
Harus di ingat kemenangan Kerajaan Ambarwata terjadi bukan karena bisa menggalahkan kerajaan Awang Awang Vampire akan tetapi karena kecurangan dari pangeran Yasza yang telah menyandra Gadis cantik asal kerajaan Awang Awang Vampire yang di yakini ketika itu adalah putri dari sang Raja.
Hanya dalam hitungan jam para prajurit kerajaan awang-awang Vampir mulai bisa menguasai dan membuat para prajurit kerajaan Ambarwata kocar-kacir.
Di tengah hiruk-pikuk penyerangan yang di lakukan pasukan tawanan Awang Awang Vampire terlihat Pangeran Tatius berkelebat menuju tempat di mana sang Raja di Tawan, tidak menunggu waktu lama pangeran Tatius sudah berada di tempat itu.
Tanpa banyak bicara Pangeran Tatius segera melumpuhkan beberapa pengawal prajurit kerajaan Ambarwata sehingga kini bisa dengan mudah memasuki tempat di mana Raja di tawan.
Apa yang di katakan para prajurit penjaga kerajaan Ambarwata di tempat tugas penjagaan para prajurit Tawanan kerajaan Awang Awang Vampire Kaka itu, ternyata memang benar adanya tidak mudah melepaskan Raja karena Raja di rantai dengan kekuatan gaib yang sangat besar.
Untuk bisa melepaskan Rantai gaib yang di lakukan Pangeran yasza pada Raja, pangeran Tatius segera menggeluarkan keris pusaka yang dia miliki hasil dari pemberian sang Raja Sangkala kakek dari pangeran Tatius Ayah dari Ibu Ratu Shima.
Kekuatan keris yang maha dahsyat yang mana kekuatan nya juga mampu membuat para harimau bertekuk lutut di hadapan pemilik nya hanya dalam beberapa menit Rantai besi yang mengurung Raja telah lenyap, bersama dengan dentuman bunyi suara gelegar dengan cahaya kuning kemerahan yang mengeluarkan bunyi sangat keras dan memekakkan telinga.
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti terkesima ketika melihat putranya sudah datang dan sudah membebaskan nya, sementara Pangeran Tatius tangannya mengepal kuat ketika melihat kondisi tubuh Ayahnya yang hampir seluruhnya tubunya terdapat bekas dari cambukan.
"Kurang ajar, berani sekali orang itu membuat Raja begini, aku akan membuat perhitungan dengan nya."ucap pangeran Tatius berapi-api sambil sesekali tangannya menghantam
"Jangan gegabah pangeran, Tania ada dalam tawanannya kita tidak boleh bersikap egois yg mana tidak memperdulikan keselamatan Tania bahkan bisa jadi membahayakan keselamatan nya, kau harus cepat menolong nya aku takut dia semakin ketakutan."
"Baik, Raja, aku akan segera mencari Tania dan akan aku buat orang yang telah berani mengaggu ketentraman kerajaan Awang Awang Vampire hancur lebur."
Raja mengagguk kan kepala.
"Bagus, mari sekarang kita berbagi tugas aku akan menahan semua prajurit kerajaan Ambarwata dan kau pangeran selamatkan Tania dari tangan Pangeran Yasza."
"Siap, Raja!
Setelah memberikan hormat Pangeran Tatius segera pergi meninggalkan Raja, dengan menggunakan Indra penciuman Pangeran Tatius mencari keberadaan Tania.
*******
Sementara di tempat lain seorang prajurit Ambarwata sedang tergesa-gesa memasuki Balai Ruangan yang cukup luas di mana letaknya cukup jauh dari kerajaan, bangunan yang terpisah sengaja di buat pangeran Yasza untuk menghindari kebisingan dan kesibukan dari para prajurit kerajaan Ambarwata dan di tempat inilah Tania di bawah dan di jadikan pelayan pribadi pangeran Yasza.
seperti kegiatan para pelayan lainnya Tania juga di minta untuk menyiapkan makan dan segala keperluan dari pangeran Yasza.
"Siap kan pakaianku aku mau mandi."tegas pangeran Yasza sambil ngloyor masuk ke dalam kamar mandi.
"iya,"jawab Tania cepat, setelah melihat pangeran Yasza masuk ke dalam kamar mandi dengan cepat Tania mendudukkan bokongnya di lantai dengan berselonjor kaki.
Tanpa di sadari Tania Pangeran Yasza yang masuk ke dalam kamar mandi sudah keluar tanpa menimbulkan suara melihat apa yang di lakukan Tania, Pangeran Yasza tanpa sadar menelan ludahnya melihat pemandangan yang membuat jantung nya berpacu lebih cepat.
"Glugk...!busyet Wanita ini menantang ku, apa dia tidak tau jika melihat nya begitu darah kelakianku bisa bergolak dia benar-benar cantik, " Gumam Pangeran Yasza yang terus memandangi Tubuh Tania yang sedang terbaring di lantai dengan merentangkan kedua tangannya, Pangeran yasza Tersenyum smrik melihat pemandangan itu.
Hingga terdengar suara krincing dengan warna lampu merah berkedip kedip sebagai tanda bahaya jika itu menyala.
Pangeran Yasza terkesiap dari lamunannya ketika mendengar dan melihat tanda itu menyala dengan sigap langsung berdiri dan pergi melesat ke luar gedung yang jaraknya sekitar limapuluh meter dari ruang tunggu yang ada di dalam gedung, ibisa di bayangkan jauhnya jarak antara dalam ruangan gudung dengan ruang tunggu jadi sangat wajar jika kegaduhan di luar tidak bisa di ketahui jika tidak ada yang menghidupkan tanda bahaya.
Tania yang juga Mendengar suara krincing dan lampu yang ada di dalam ruangan itu berkedip kedip jadi ikut panik dan bangkit berdiri mencari mengapa suara krincing dan lampu berwarna merah itu berkedip kedip terus.
Sadar dirinya kini jadi pelayan di tempat itu Tania segera pergi ke kamar mandi dan di luar Tania memasang pendegaran nya apakah Tuan nya masih berada di dalam sedangkan dirinya sudah menunggu sangat lama.
Merasa sangat sepi dan tidak mendengar bunyi apapun dari dalam kamar mandi perlahan-lahan dengan keberanian yang tersisa Tania membuka pintu kamar mandi dengan perlahan lahan.
"Tuan...!
"Tuan...! A-apa kah kau masih di dalam, saya sudah lelah menunggu, Tuan....Tuan...!"
Karena tidak mendapatkan jawaban Tania memberikan diri untuk masuk lebih ke dalam ruang kamar mandi yang cukup luas dan mewah.
Sementara Pangeran Yasza setelah mencapai pintu pendopo ruang tunggu, mengeryitkan dahinya ketika melihat satu orang prajurit kerajaan dalam telah berdiri di hadapan nya dengan Wajah yang terlihat begitu tegang.
"Pangeran, Gawat..!
"Gawat, Pangeran...!seru salah satu pemuda yang berdiri di hadapannya.
"Gawat..!" gawat kenapa, bicara yang jelas"
"Di dalam istana terjadi kebakaran dan seluruh Tawanan lepas, kini para Tawanan itu menyerang prajurit kerajaan dan prajurit kita terdesak,"
"Apa? di dalam kerajaan terjadi kebakaran dan Tawanan lepas..! kurang ajar, siapa yang berani bermain-main dengan ku,"
"Pangeran apa yang harus kita lakukan."
"Pergi dan bawa limapuluh prajurit ke gedung ini amankan tempat ini segera cepat....!
"Siap, Pangeran!
Dengan sigap salah satu prajurit kerajaan Ambarwata segera pergi terbang melesat meninggalkan tempat di mana Pangeran Yasza sedang berdiri dengan gagahnya di samping kursi kebesaran yang ada ruang tunggu pendopo.
"Gadis itu, aku harus cepat mengamankan nya agar tidak ada yang bisa menemukan, aku tidak mau dia pergi dari istana ini Gadis itu harus bisa jadi milikku dan aku tidak perduli dengan para Tawanan yang lain," Rasa khawatir akan hilangnya Gadis yang dia Tawan yang mana Kini menjadi pelayannya dengan cepat Pangeran Yasza segera terbang melesat masuk ke dalam tapi alangkah terkejutnya dia ketika di lantai tempat Gadis itu berbaring Pangeran Yasza tidak lagi menemukan nya.
"Kemana Gadis itu..! aku harus cepat menemukan nya sebelum para perusuh itu menemukan nya." desis Pangeran Yasza yang kini mulai mencari keberadaan Tania.