The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 260.BERUBAH WUJUD



Laki-laki bertato terus berlari dan berlari agar bisa menghindari dari kejaran laki-laki berjubah hitam yang dia yakini juga bukan berasal dari bangsa manusia.


Setelah merasa sedikit aman laki-laki bertato menghentikan langkah kakinya, dia menengok ke kiri dan kanan serta ke belakang, khawatir jika tiba-tiba sosok berjubah hitam mengejarnya.


Laki-laki bertato bernafas dengan lega ketika dia tidak melihat bayangan sosok baju hitam itu artinya laki-laki berjubah hitam tidak lagi mengejarnya.


Untuk beberapa saat laki-laki bertato berhenti dari larinya dan mengatur pernafasan yang menjadikan nya ngos ngosan naik turun tidak teratur.


"Syukurlah, laki-laki berjubah hitam itu tidak mengejarku, Auuwwh...dia benar benar gila langsung ingin membunuh ku, padahal gadis itu belum aku apa-apain, mencuri ciuma nnya saja belum dapat sudah di hajar habis habisan dan ketiga anak buahku, sial mereka semua tewas mengenaskan, benar benar sosok Vampire yang sangat bringas, lebih baik aku merubah wujud asliku agar dia tidak mengetahui jika itu aku, karena sangat berbahaya kalau aku masih menjadi sosok manusia."


Laki-laki bertato mundur satu langkah kemudian duduk bersila tak lama kemudian wujud manusia yang ada padanya perlahan lahan berubah menjadi seekor kucing hitam yang cukup besar bagaikan kucing anggora yang sangat besar bahkan ketinggian nya hampir menyamai tingginya seekor Anjing kecil.


Laki-laki bertato tersenyum puas setelah mampu merubah dirinya ke wujud aslinya, dia sangat yakin dengan cara merubah diri akan bisa menyelamatkan nyawanya yang sedang terancam.


Ketika Laki-laki bertato yang sudah merubah dirinya akan beranjak pergi tiba-tiba terdengar Teriakan dari laki-laki berjubah hitam yang tak lain adalah Vampir dari Pangeran Tatius.


"Woi....dimana kau, jangan lari, kau harus membayar semua nya." teriak Pangeran Tatius lantang yang mana langsung membuat Laki-laki bertato yang sudah berubah menjadi kucing anggora yang sangat besar menggigil ketakutan.


"Sial, Vampire itu masih mengincar ku, aku harus tenang dia tidak akan menggenaliku bukankah aku sudah merubah wujud, jadi tidak ada yang perlu aku takutkan."gumam laki-laki bertato dalam hati.


Laki-laki bertato yang sudah berubah menjadi wujud manusia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan menahan semua kegelisahan dan kegundahan hatinya yang tiba-tiba datang.


Pangeran Tatius berhenti kedua bola matanya menyapu ke sekeliling tempat itu, dan kucing anggora yang sebenarnya laki-laki bertato berjalan dengan santai, berpura-pura seolah olah hatinya tidak sedang takut dan bersikap biasa saja seolah olah dia kucing biasa.


"Meoong.....! meoooong...!"suara kucing yang berjalan dengan santai hendak pergi sambil menggoyang goyangkan ekor nya yang panjang.


Pangeran Tatius yang memiliki insting dan daya penciuman yang tajam mampu melacak dan mencari dan menemukan sesuatu yang hanya tertinggal angin bisa dengan mudah mengetahui sosok kucing yang ada di depannya.


Bibir Pangeran Tatius tersenyum miring, tiba-tiba terbesit satu ide yang pastinya akan sangat menyenangkan jika di mainkan.


"Rupanya kau ingin mengelabui ku, mahkluk manusia jadi jadian, baiklah kali ini aku tidak akan mengambil nyawamu aku tidak akan membunuhmu." senyum menyeringai tersungging dari sudut bibirnya.


Sementara sang kucing yang merasa tidak aman jika berlama lama di tempat itu segera beranjak pergi dengan perlahan lahan, meskipun hatinya begitu bergetar dan was was jika Vampire yang ada di sampingnya itu menggenalinya.


"Meoooong.....!"Meoooong....!


Laki-laki bertato yang telah merubah wujud nya menjadi seekor kucing, bernafas dengan lega karena Vampire di sampingnya tidak bergeming dari tempatnya.


Tapi ternyata dugaan laki-laki bertato yang dirinya telah berubah menjadi kucing tersentak kaget ketika justru Vampire yang dianggap tidak memperdulikan nya dan tidak curiga padanya justru menangkap dan menggendong nya.


"Jangan pergi kucing yang lucu,, hoop...!'dengam sekali tangkap kucing itu sudah berada dalam gendongan Pangeran Tatius.


Pangeran Tatius tersenyum menyeringai.


"Kau pikir kau bisa mengelabuhi ku, ha-ha-ha tidak semudah itu, kali ini aku tidak akan membunuhmu tapi aku akan mengurungku sampai kau sendiri bosan untuk hidup." gumam Pangeran Tatius dalam hati.


"Sial, Vampire ini menangkapku, apakah dia mengetahui siapa diriku yang sebenarnya, tidak ... tidak , tidak mungkin dia tau mungkin dia mengaggap aku lucu sehingga dia mengendongmu." hibur hati laki-laki bertato kepada dirinya sendiri.


Setelah beberapa menit mengendorg kucing Pangeran Tatius menurunkan nya dan kemudian ketika kucing itu hendak pergi berlari Pangeran Tatius segera mengeluarkan ilmu di mana tiba-tiba kucing itu langsung berada di dalam sebuah kerangkeng besi.


"Meoooong....! teriak laki-laki bertato yang tidak menyangka jika dirinya kini di masukkan dalam kerangkeng besi yang ukurannya sebesar tubuhnya.


"Kau sudah membunuh laki-laki itu Tatius..!tanya pak guru Wili yang tidak mengerti jika laki-laki bertato sudah berubah menjadi seekor kucing.


Pangeran Tatius tidak menjawab pertanyaan pak guru Wili dia langsung mendekati kekasihnya.


"Tania belum sadar, nih kau pegang dan bawa ini, kucing ini sangat bagus dan cocok untuk mainan Tania Nanti, aku akan balik ke krajaan Awang Awang Vampire dan memberikan pengobatan pada Tania kau mau balik ke negri asalmu atau ikut dengan ku."tanya Pangeran Tatius sinis dimana hatinya masih sangat kesal dan marah karena ulah dari pak guru Wili kekasihnya jadi begini.


"Aku ikut dengan mu, aku juga ingin melihat perkembangan kondisi Tania Nanti,"


"Terserah kamu..! pegang erat erat jubahku aku akan membawa kalian terbang dengan cepat."


Tanpa membantah pak guru Wili menuruti semua perkataan dari pangeran Tatius.


Dalam hitungan menit tubuh mereka sudah terbang melesat melewati dahan dahan pohon, tak lama kemudian mereka pun sampai di dalam Puri Istana kerajaan kepribadian Pangeran Tatius.


Semua Pengawal yang melihat kedatangan Pangeran Tatius segera membungkuk memberi kan salam hormat.


"Pengawal...!"


"Siap, Pangeran!"


"Bawa temanku ini ke kamar Puri tamu istana, berikan pengobatan padanya dan jangan lupa panggilkan Tabib istana ke kamar ku, agar dia cepat memeriksa kekasih ku yang pingsan."


"Siap, Pangeran!"


Dengan cepat pengawal istana membawa pak guru Wili pergi ke puri kamar istana kerajaan Awang Awang Vampire .


Setelah membaringkan Tubuh kekasih nya Pangeran Tatius melangkah pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ritual mandi hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit setelah itu pangeran Tatius keluar dan berganti baju kemudian kembali mendekati Ranjang di mana Tania sedang berbaring.


"Bersabarlah, sebentar lagi tabib istana akan datang memeriksaku." lirih Pangeran Tatius sambil menggenggam erat tangan kekasihnya.


Tak lama salah satu tangan Tania bergerak gerak yang kemudian sedikit demi sedikit membuka kedua bola matanya.


Pandangan matanya yang melihat langit langit kamar dan sekeliling terasa asing membuat nya teringat akan kejadian yang menimpa dirinya.


"Tidak... jangan... jangan... tolong lepaskan aku.'teriak Tania histeris.


Hal itu membuat pangeran Tatius hatinya bagaikan di hiris iris.


"Sayang....! tenanglah kau aman disini tidak ada yang akan menyakiti mu, lihat lah aku ada di sini.


"Tatius....!"aku takut."seru Tania sambil memeluk erat kekasihnya,"


"sssst ....tenanglah kau tidak apa-apa, kau akan baik baik saja,"bisik Pangeran Tatius di telinga kekasihnya sambil membelai lembut rambut dan mengecup tipis kekasih nya.


"Wili...!kau harus mendapatkan hukuman atas perbuatan mu yang telah membuat Tania ketakutan, awas saja aku akan memberikan pelajaran yang pantas untuk mu Nanti." geram Pangeran Tatius pada pak guru Wili dalam hati.