
Trimakasih buat Reader yang masih setia membaca cerita ini. Sedikit info di part ini mungkin akan sedikit menegangkan boleh lah di sediakan kopi dan gorengan agar ketegangan bisa sedikit berkurang, selamat membaca.
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti bersama Ratu Shima melangkah meninggalkan tempat di mana pertarungan antara dirinya dengan seorang pemuda yang entah apa motif dari penyerangan nya, ketika langkah Ratu Shima dan Raja Prayudha sejauh empat meter sayup sayup terdengar suara teriakan dari seorang Wanita yang mana membuat Raja Prayudha dan Ratu Shima menoleh ke belakang.
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti mendelik seketika, wajah nya yang tampan berubah menjadi merah padam, bahkan genggaman tangan dari Ratu Shima dengan cepat dia lepaskan ketika kedua bola matanya melihat seorang gadis sedang di seret dengan paksa dan seorang Wanita setengah baya yang diikat tangannya.
"Tolong...... lepaskan aku....!
"Tolong... lepaskan aku....!"
"Jalan cepat.....!"
"Aaaaaakh... Lepaskan siapa kau dan apa salah ku"
"Diam, kau....!"tidak perlu banyak bertanya."
"Lepaskan, tanganku sakit......!
"Diam . .!atau ku tampar kau...!
"Aku tidak takut.... lepaskan aku."
"Plaaak...!
"Aaaaaahk...!
"Itu, akibat dari kau tidak mau menurut, ayo jalan cepat....!
"Tidak...!
"Kau ingin ku tampar lagi hah....!"Auuwh...! kurang ajar berani kau menggigit tanganku rasakan ini...!"
"Plaakk.... Plaaaaakk...!"
"Aaaaaahhk...!
Menurut lah atau wajah cantik mu akan hancur karena tamparan ku."
"Kau laki-laki brengsek dan pengecut beraninya hanya memukul Wanita."
"Diaaaaam...! atau ku tampar lagi kau ayo jalan."
"Aku tidak mau....!
"Aaaaaahk!
tanpa rasa belas kasian pemuda itu terus menyeret gadis yang ada di sampingnya yang masih terus meronta-ronta dan memberikan perlawanan.
"Tania...!" lirih Raja dalam hati.
Raja Prayudha mengepalkan kedua tangannya ketika tau gadis yang sedang di seret itu adalah Tania.
"Kurang ajar kau anak muda... lepaskan dia....!!"
"Ha-ha-ha....! apakah dia putri mu hahahah cantik juga, menyerahlah Raja jika tidak aku akan membunuh putri cantik mu ini, atau kau akan melihat bagaimana aku menikmati tubuh Putri mu ini, hahaha.....!"
"Bedebah....! bajingan kau, jangan sekali kali kau berani menyentuhnya jika tidak aku akan menghabisi mu."
"Hahaha .. jangan sombong dulu Raja aku tidak akan main-main dengan ucapanku, putri mu ini cukup cantik dan aku suka keberanian nya dan pasti akan menjadi kenangan terindah bagimu jika aku menikmati di depan matamu."
"Kau...! Aku peringatkan sekali lagi lepaskan gadis itu, urusan mu hanya dengan ku bukan dengan gadis itu.
"Hahaha ....kau benar tapi aku tergoda juga dengan kecantikan nya jadi tidak akan ada masalah jika aku sedikit menikmati madu nya.'
"Diam kau, jaga ucapan kotormu dan jangan pernah kau bermimpi."
"Hahaha.... cantik...! Ayah mu Ingin melihat kita bercinta disini, ayo sayang layani aku di sini,"
"Cuih....!"kau pemuda gila siapa yang sudih dengan mu, hah."
"Jangan melawan atau aku akan lebih berbuat kasar padamu."
Ratu Shima yang sedari tadi diam kini diam diam mengeluarkan selendang sutranya dan bertniat menggarahkan pada pemuda yang ada di depannya.
Namun sebelum kain sutera itu dilemparkan ke arah sang pemuda tiba-tiba pemuda itu berseru dengan lantang.
"Jangan berani menyerang dan melawan ku karena aku tidak akan main-main dengan ucapanku, lihat ini..! lihat apa yang akan kulakukan."
"Aaaaaakh....!
Tania berteriak keras ketika rambut panjang nya di tarik pemuda yang ada di depannya.
"Hahaha , sekarang lihat, Raja..! bagaimana aku akan membuka dan merobek baju Putri mu."
"Ja-jangan... jangan lakukan itu, aku mohon, Ayah Tolong aku."
Air mata Tania mulai mengalir di pipinya yang putih, wajah nya mulai ketakutan, bayangan mengerikan mulai menari nari di pelupuk matanya yang indah.
"Tolong..... lepaskan gadis itu, katakan apa maumu, tapi tolong lepaskan dia jangan sakiti dia."
"Hahaha...nah begitu itu baru menyenangkan."
"Raja..!kau bicara apa , mengapa harus menggalah pada bocah tengik itu, tidak Raja aku tidak sudih menyerah dan mengalah dengan bocah tegik itu."
"Ratu, keselamatan Tania itu lebih penting dari semua nya,"
"Raja..! tumben dan aneh sekali mengapa kau membela gadis yang sama sekali kita tidak menggenalnya."
"Tatius menitipkan nya padaku.'
"Apa? pangeran Tatius menitipkan pada Raja, tapi dia tidak bilang apa-apa pada ku dan....
"Cukup..!Apa kalian akan berdebat terus sekarang letakkan senjata kalian di atas tanah cepaat...!"
"Ayo, Ratu letakkan senjatamu juga."
"Aku tidak mau..!"
"Ratu, tolonglah, mengalah untuk kali ini saja."
"Raja, kau juga suka dengan gadis itu kan?"
"Ya, Ampun Ratu kenapa berfikir sejauh itu."
"Hei ...apa yang kalian lakukan cepaat letakkan senjatamu tunggu apa lagi..!!!"
"Baik..!"
Raja dengan cepat dan pasti meletakkan semua apa yang menjadi senjata nya, Ratu Shima yang awalnya tidak suka dan kesal terpaksa menggikuti apa yang Raja lakukan.
"Hahaha... Bagus.....!"
"Apa yang kau minta sudah kami lakukan, sekarang lepaskan gadis itu."
"Apa...?"melepaskan Hahahah Prajurit cepat ikat mereka berdua."
"Baik, pangeran..!"
"Hahahaha ... prajurit cepat ringkus mereka."
Beberapa prajurit kerajaan musuh segera menggikat Raja Prayudha dan Ratu Shima.
"Bawa mereka secepat nya ke Kerajaan Ambarwata."
"Baik, pangeran."
Saat itu juga prajurit Pangeran Yasza segera menggikat dan membawa Raja ke kerajaan Ambarwata, begitu juga dengan Tania dan Ratu Shima.
Bagaikan seorang penghianat Raja di bawa dengan di ikat kedua tangan dan kakinya sementara Ratu Shima dan Tania di naikkan dalam tandu dengan penjagaan ketat serta dengan tangan terikat pula.
Air mata Tania terus menggalir mana kala melihat Raja yang sesekali di cambuk para prajurit kerajaan Ambarwata.
Meskipun kesal, marah dan tidak terima terpaksa Ratu Shima menggalah dan rela ikut menjadi tawanan dari para prajurit kerajaan Ambarwata, menerima apa yang Raja perintahkan, meskipun dalam hati Ratu Shima terbesit ada rasa kecemburuan di mana Raja tidak pernah bersikap lembut apalagi mau berkorban demi siapa pun, akan tetapi demi keselamatan gadis Asing ini Raja rela melakukan apa saja tidak perduli dirinya di siksa.
Keadaan di kerajaan Awang Awang Vampire tepatnya di perbatasan kota Alun Alun menjadi sepi, sebagian prajurit dari kerajaan Ambarwata sudah pergi meninggalkan istana kerajaan Awang Awang Vampire bersama dengan pimpinan mereka pangeran Yasza, setelah para prajurit kerajaan Ambarwata menahan semua pasukan dari kerajaan Awang Awang Vampire yang terpaksa harus menyerah kalah demi menyelamatkan kehormatan seorang gadis yang sesungguhnya tidak pernah para prajurit Vampire itu kenali.
Tanpa disadari oleh prajurit kerajaan Ambarwata, kurang lebih ada lima orang prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang lolos dari tangkapan mereka, hal itu karena para prajurit itu berpura pura mati dan tergeletak di tanah, setelah para prajurit kerajaan Ambarwata pergi jauh mereka para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang berpura-pura mati segera berlari pergi masuk ke dalam istana.
Mereka berusaha mencari di mana Pangeran Tatius berada, mereka tidak tau jika pangeran Tatius sebenarnya tidak ada di dalam kerajaan.
"Pangeran. .!
"Pangeran Tatius....di mana kau pangeran?'
"Pangeran...!Kelima prajurit itu pun langsung berteriak teriak memanggil nama Pangeran Tatius.
"Bagaimana...?"
"Tidak, ada!
"Apakah, Pangeran Tatius ada di jalan Rahasia di pinggir sungai."
"Mungkin saja iya, ayo kita cari kesana, kasian Raja badannya penuh luka, aku tidak tega melihat nya, siapa gadis sialan itu, kita sudah mau menang menjadi kalah dan harus menyerah."
"Sudahlah jangan marah-marah, jika Raja membelanya itu artinya dia gadis yang spesial bagi Raja, "
"Kau benar...!
"Kita masuk ke dalam Puri itu."
"Itu Puri kosong, bagaimana mungkin Pangeran Tatius ada di sana."
"Siapa tau saja, ayo kita lihat, kita harus bisa secepatnya menolong Raja dan Ratu Shima jangan sampai terlambat."
"Baiklah, ayo kita dobrak saja jika Pangeran ada di dalam pasti dia akan terkejut dengan kedatangan kita,"
"Ayo.....!"
Kedua prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang mendapatkan tugas dari ketiga temannya mencari di arah Timur kini sedang bersiap untuk mendongkrak pintu Puri istana kerajaan Awang Awang Vampire yang biasanya dikosongkan.
"Satu...!
"Dua...!
"Tiga ...!
"Braaaaakk...!
"Hei..... siapa yang kurang ajar di luar....?"
Mendengar ada suara dari dalam kedua prajurit itu saling berpandangan sebelum...
"Pangeran ada di dalam ...ayo...!
"Iya...!"
"Pangeran....!" Pangeran....gawat...!
"Pangeran gawat...!
"Siapa kalian kenapa datang berteriak Teriak mengagguku,"
"Hooossh.....hooossh ..hoosh!
Kedua Napas prajurit kerajaan Awang Awang Vampire terengah enggah ketika membuka pintu kamar dalam Puri istana yang kosong.
"Ada apa bicara yang jelas."
"Pangeran Yervan...! gawat Raja....
"Iya, Pangeran gawat....!
"Gawat.... gawat kenapa...?"
"Raja ditangkap kerajaan musuh....!"
"Kerajaan musuh, apa ada yang menyerang kerajaan Istana?"
"Iya, pangeran, mereka menahan Raja dan Ratu Shima serta seorang gadis Asing, kita kalah karena gadis Asing itu pangeran."
"Gadis Asing?" apa Wajah nya Cantik dan berambut panjang."
"Benar, Pangeran!
"Tania...! desis pangeran Yervan yang langsung meloncat dari Ranjang tempat nya beristirahat." Katakan padaku kemana mereka membawa gadis itu."
"Pangeran, kenapa kau justru bertanya tentang gadis Asing itu kenapa Pangeran tidak menanyakan keadaan Raja, keadaan Raja sangat... .
"Diam... jawab pertanyaan ku kemana mereka membawa Tania cepaat....!
Wajah Pangeran Yervan merah padam sambil mencengkram kuat leher prajurit nya.
"Pangeran...! tenang lepaskan Adik prajurit, kami akan memberitahukan."
Pangeran Yervan melepaskan cengkraman tangannya dia mengeram kuat dengan kedua tangan mengepal.
"Katakan, kemana orang itu membawa Tania..!"
"Mereka membawa gadis itu ke arah Utara pangeran."
Setelah mendengar ucapan dari kedua prajurit nya tanpa bicara apapun Pangeran Yervan langsung terbang melesat ke arah Utara.
Kerajaan Awang Awang Vampire terpisah jauh dari pintu gerbang istana dari Arah Barat, timur maupun Utara dan juga terpisah jauh dari perbatasan kota Alun Alun, sehingga penyerangan yang terjadi jika belum bisa membobol dan menembus pintu pintu kerajaan maka keadaan di dalam kerajaan masih terlihat aman seolah olah tidak terjadi sesuatu pun, bahkan orang yang berada di dalam nya tidak akan mengetahui kejadian yang ada di luar jika tidak ada yang memberi tau atau keluar dari dalam istana.
Pangeran Yervan terbang melesat dengan kecepatan tinggi, dia berharap bisa cepat menemukan Tania, meskipun rasa cintanya di tolak dan berkali-kali tidak dihargai akan tetapi rasa cinta yang tumbuh berkembang menggalahkan segala nya, ada rasa khawatir dan cemas pada diri pangeran Yervan.
Dari kejauhan di atas ketinggian Pangeran Yervan mendengar suara benda benda tajam berbenturan, khawatir itu adalah Raja dan rombongan Tania yang di Tawan, pangeran Yervan mempercepat kekuatan terbang tampaknya.
Ketika Pangeran Yervan sudah dekat kedua bola matanya membulat seketika, pada saat mengetahui siapa yang bertarung di bawah sana.
"Ibu Ratu Derbah...! dengan siapa dia bertarung, dan aneh musuh ibu Ratu hanya menghidar dan berkelit bahkan terlihat tak berniat memberikan serangan balasan, dari mana penyerang itu berasal kenapa dia menggunakan topeng aku akan membantu ibu Ratu agar bisa menangkap orang itu dan pastinya orang itu tau kemana Tania dan Raja di bawa pergi.