
pak guru Willy mengerjapkan kedua bola matanya bahkan sesekali mengusap usap matanya dia seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sesuatu pemandangan yang sangat tidak dimengerti di mana di dalam ruangan itu terlihat dengan jelas pangeran Tatius dan seorang laki-laki paruh baya sedang bertarung mengapa Pangeran Tatius bertarung dengan laki-laki paruh baya bangsa manusia bangsa seperti dirinya dan lebih tidak mengerti lagi, karena di dalam situ pun terdapat sosok wanita yang pernah meminta pada pak guru Willi untuk dilukis dan yang terlihat saat ini adalah sosok wanita yang wajahnya sangat pucat bagaikan seorang mayat.
Belum terjawab semua apa yang menjadi pemikiran dari pak guru Willi, kini pak guru Wili dibuat terheran-heran pula dengan kehadiran dan adanya Putri lin Ying yang juga ada dan berada di tempat itu, sangat membingungkan dan sangat tidak dimengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara mereka.
Putri Lin Ying yang tadinya fokus melihat jalannya pertarungan antara Pangeran Tatius dan laki-laki bangsa manusia, kini konsentrasi nya pun terpecah pada kedatangan pak guru Willy yang tiba-tiba berada di tempat itu.
"Mengapa Pak Guru Willi berada di tempat ini, apa yang sedang dia lakukan di sini, apa dia juga mau mati dasar guru bodoh." Sunggut Putri Lin Ying dengan kesal yang kemudian mendekati Pak guru Wili.
"Hei mau apa kau disini," tanya Putri lin Ying dengan kasar.
Pak Guru Willi yang mendapatkan pertanyaan dari Putri Lin Ying yang sangat sinis dan terasa mengkaitkan dirinya, hanya mengeryitkan dahinya dan menelan ludahnya dengan kasar.
"Aku kesini tentu saja ada perlu Kenapa kau juga ada disini," tanya Pak Guru yang penasaran mendengar perkataan dari putri Lin Ying.
Putri Lin Ying terkekeh.
Tahu apa kamu tentang diriku bukankah kau mengusirku, Bukankah semua terjadi juga karena ulahmu, kalau bukan karena ulahmu kalau bukan karena dirimu, aku tidak akan berada di tempat ini dan juga tidak akan mengalami nasib seperti ini." paham tidak seru Putri Lin Ying dengan berapi-api.
Pak guru Willi semakin dibuat bingung dengan perkataan dari Putri lin Ying, yang mana Pak guru Wili sama sekali tidak terasa membuat masalah tapi mengapa dirinya yang disahkan.
Pak guru Wili yang mendengar celotehan dari Putri Lin Ying, sedikit terkejut merasa heran mengapa dia yang disalahkan mengapa juga dia yang dianggap bersalah.
"Apa maksud dari ucapanmu, Aku tidak mengerti."ucap Pak Guru Willi penasaran, dia benar benar tidak mengerti mengapa dia harus disalahkan dan mengapa dia yang yang dianggap menjadi biang kesalahan.
Putri lin Ying tersenyum miring melihat reaksi dari pak guru Willi yang merasa menjadi orang yang tersakiti dan merasa dia tidak bersalah.
"Benar-benar guru bodoh tidak memahami semuanya, mengapa masih bertanya lihatlah di depan sana semua terjadi karena kau semua terjadi karena kamu."
"Apa maksudmu Putri lin Ying, bicara yang jelas di depan sana aku tau ada pertarungan dan perkelahian antara vampir jelek itu dengan laki-laki paruh baya tapi apa hubungannya denganku semua tidak ada hubungannya denganku Kenapa kau menyalahkan ku."
"percuma saja bicara denganmu Kau benar benar Guru bodoh, Apa kau tidak mengerti sama sekali semua terjadi karena ulahmu, kalau bukan karena kamu mengusirku kalau bukan karena sikap kamu Aku tidak akan berada di tempat ini dan tidak mungkin semua terjadi begini dan ini semua terjadi karena kamu, paham..! karena bangsa manusia itu sedang mengincarku dia mengginginkan darah keperawanan ku untuk diberikan tuh...!kepada wanita yang ada di sana, tuh mayat yang seharusnya dikuburkan seharusnya beristirahat dengan tenang mau dihidupkan kembali oleh tuh laki-laki bangsa manusia, aku heran kenapa ada ya Laki-laki dari bangsa manusia yang berpikir seperti itu ingin menghidupkan orang yang sudah mati."
Pak Guru Willi yang baru menyadari sebab dari terjadinya pertarungan dan kekacauan di tempat itu adalah dirinya dengan perlahan-lahan dia melangkah mendekati Putri Lin Ying.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu." ucap Pak guru Willi merasa bersalah.
Putri Lin Ying membuang muka dia merasa jengah dengan apa yang dilakukan Pak Guru Willi.
"Sudah semua sudah terjadi dan karena tidak ada yang bisa kau lakukan di sini lebih baik kau pergi saja." usir Putri Lin Ying pada Pak Guru Willi.
Pak guru Willi yang mendapatkan usiran dari Putri lin Ying dia menatap dengan tatapan mata sendu dan merasa bersalah, perlahan lahan tanganya menyetuh tangan Putri Lin Ying.
"Maafkan aku, ayo, sekarang kita pergi dari sini."Pak guru Wili melangkah pergi dengan menarik tangan halus dari putri Lin Ying tapi sebelum pak guru Wili membawanya pergi putri Lin Ying dengan kasar mengibaskan tangannya.
"Kamu jangan bodoh, laki-laki paruh baya itu kan mengincarmu jika kau tidak ada sudah pasti dia akan berhenti dan tidak akan menyerang Vampire jelek itu,"
"Kamu yang bodoh, kamu pikir Laki-laki bangsa manusia itu mau dengan mudah melepaskan lawan nya, kamu ada ada saja, sudahlah kalau kamu takut dan Ingin pergi pergilah aku tidak akan menghalanggi mu."
"Lalu apa yang akan kita lakukan disini, apakah sekarang kita hanya akan berdiam diri disini."
Putri Lin Yingin menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, dia juga belum mengerti apa yang dia lakukan selain Hanya berdiam diri dan menunggu.
Pak Guru Wili kembali menatap jalannya pertandingan dimana pisau-pisau dari pangeran Tatius melesat sangat cepat ke arah laki-laki bangsa manusia, sedangkan laki-laki bangsa manusia menghindari pisau pisau itu dengan membabatkan cambuknya kekanan, kekiri bahkan ke atas di mana cambuk itu juga mengeluarkan api yang sangat besar berkali-kali pisau dari pangeran tatius terpental akibat dari cambuk yang digunakan oleh laki-laki bangsa manusia.
Pak guru Willi juga menatap ke arah sosok wanita yang pernah meminta pak guru Wili untuk melukis nya dia menatap dengan iba di mana gadis itu itu wajahnya sangat pucat.
perlahan-lahan dengan langkah pasti pak guru Willi mendekati sosok wanita yang wajahnya sangat pucat.
"kasihan sekali kau Nona, apa yang di inginkan manusia itu sehingga kau dibiarkan dan tidak dikuburkan, ini tidak benar aku harus bertindak ini tidak boleh dibiarkan bagaimanapun juga mayat itu harus dikubur kan bukan dibiarkan apalagi diawetkan seperti ini tubuh mu memang utuh, badan mu pun juga harum, tapi aku yakin hatimu sangat terluka dan tersiksa karena engkau harus dipaksa untuk menunggu di mana kau bisa hidup kembali di dunia yang mungkin kau sendiri tidak mengginginkan nya. Baiklah aku akan menolong mu dan aku akan membebaskan dirimu dari cengkeraman laki-laki paruh baya itu." Gumam pak guru Wili dalam hati yang kemudian dengan sigap kedua tangannya mengaggkat tubuh gadis yang sudah menjadi mayat.
Putri Lin Ying yang melihat itu mengeryitkan dahinya.
"Apa yang akan kau lakukan?" kamu jangan konyol mau kau bawa kemana mayat itu,"seru Putri Lin Ying menggingat kan.
"Aku akan bawa dia ketempat dimana dia seharusnya berada."
"Apa maksud mu?" kamu jangan aneh aneh deh jika laki-laki bangsa manusia melihat maka tamatlah riwayat mu." seru Putri Lin Ying menggingat kan.
"Jika kau mau bekerja sama denganku semua nya akan beres."
"Apa maksud mu?"
"Ikuti saja apa yang aku perintahkan percayalah manusia paruh baya itu tidak akan bisa berbuat apa apa jika kita mengaggu mayat junjungan nya ini,"
"Apakah ini akan berbahaya."
"tentu saja, semua memiliki resiko bagaimana apa kau berani, ingat apa yang akan kita lakukan itu bisa menolong Vampire jelek itu juga."
"Apa kau yakin..!kamu itu guru bodoh yang tidak bisa melindungi diri sendiri jangan sok Sokan deh, lebih baik diam dan ikuti jalannya pertandingan ini, kita harus waspada kalau sewaktu waktu Pangeran Tatius membutuhkan bantuan kita bisa langsung menolong nya."
"Kau benar benar keterlaluan karena kau meremehkan kemampuan ku, Baiklah lebih baik aku pergi dan kerjakan sendiri dari pada meminta bantuan darimu yang sangat tidak bisa diandalkan."
Setelah mengucapkan itu Pak guru Wili dengan gerakan cepat langsung menyambar mayat yang ada di depan mereka dan dengan secepat kilat bayangan dari pak guru Wili sudah tidak terlihat lagi.
"Hei.. nekad sekali itu guru jelek, di bawa kemana mayat itu, bagaimana ini aku menunggu disini atau mengejar guru itu, aku juga penasaran dengan apa yang akan dilakukan guru itu lebih baik aku pergi menggikuti nya."desis putri Lin Ying dalam hati yang kemudian dengan cepat terbang melesat menjauh dari area pertempuran yang masih terus berlangsung.