The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.75.CERDAS



"Kekuatan magnet ini sangat dahsyat dalam sekali tarik pasti tubuhku yang tanpa raga sudah pasti langsung melayang ketarik masuk ke dalam aku harus mencari tempat aman."


Cahaya kuning keemasan pun melesat berputar sebelum akhirnya menjatuhkan diri nya di balik batu goa yang cukup besar.


"Di sini ku rasa aku lebih aman magnet itu tidak akan bisa menarik dan menghancurkan kokohnya batu besar ini, bahkan angin pun tidak bisa masuk menembusnya aku aman disini setidaknya sampai kekuatan aneh dari magnet itu habis.


"Bedabah...!" cerdas sekali anak itu, kemana dia menghindar ilmu magnet Bumi ku, tidak mungkin dia sudah keluar dari goa ini, tapi mengapa, mengapa aku kehilangan jejaknya, sungguh aku tidak boleh menggangap remeh anak itu, percuma saja aku kerahkan tenaga ku anak itu sudah tidak bisa terlacak keberadaan nya, aku harus menarik kembali magnet Bumiku agar tenagaku tidak habis terkuras dengan sia sia."


"Tenang..!"seperti nya suasana di goa ini sudah mulai tenang aku harus cepat cepat keluar dari goa ini."


Secepat kilat cahaya kuning keemasan pun melesat keluar goa setelah tidak lagi merasakan adanya gaya tarik magnet yang bisa menyeretnya masuk ke dalam goa.


Di bawah pohon rindang tampak Patih lembu ireng mondar mandir dengan berbagai macam kegelisahan nya. Tak lama kemudian muncullah cahaya kuning keemasan menuju arah di mana patih lembu Ireng berada dan langsung masuk ke dalam raga pangeran Tatius, Patih lembu ireng tersenyum lega karena kekhawatiran nya tidak terjadi, tak menunggu lama pangeran Tatius membuka mata.


"Paman..!"


"Pangeran! kau tidak apa-apa?"aku sangat khawatir dengan pangeran."


"Tidak apa apa paman aku baik-baik saja."


"Apakah pangeran menemukan orang itu."


Pangeran Tatius mengagguk.


"Ya, paman aku menemukan di mana dia bersembunyi."


"Apa, pangeran sudah bisa melumpuhkannya?"


"Tidak, aku tidak bisa paman bahkan aku lari dari nya."


Terlihat Patih lembu ireng sedang melotot tak percaya.


"Pangeran Tatius melarikan diri?" tidak ... tidak ini tidak mungkin aku tidak pernah melihat pangeran Tatius mundur dalam berhadapan dengan musuh kenapa sekarang pangeran Tatius bisa menggatakan melarikan diri aku tidak percaya ini."


"Aku menemukan keberadaan laki-laki bangsa manusia itu di dalam goa di sudut sana tempat nya berada dekat dengan lereng, ketika aku memasuki goa bau keberadaan nya sangat tajam aku berfikir akan masuk mencarinya tapi tiba-tiba hatiku merasa tidak enak dan tiba-tiba juga seperti ada daya magnet yang menarikku untuk masuk ke dalam, demi menghindari itu aku bersembunyi di balik batu yang besar sampai daya magnet itu tak lagi ku rasakan, barulah aku pergi dari sana, aku tidak akan bisa melawannya karena tubuhku tanpa raga untuk itu aku memilih pergi dari tempat itu."


"pangeran Tatius cerdas sekali, sekarang apa yang akan pangeran lakukan."


"Aku masih penasaran dengan keadaan di dalam goa tapi kita harus berhenti hati jangan sampai kitalah yang justru celaka di tangannya."


"Apakah pangeran akan kembali ke sana?"


"Menurut paman bagaimana?" apakah kita sebaiknya kembali ke sana ataukah tidak."


"Saya terserah dengan keputusan pangeran."


"Aku buang dulu keinginan tauku kita pergi ke istana saja, aku ingin melihat pesta pernikahan kakada Yervan."


"Baik, pangeran saya setuju."


Pangeran Tatius dan patih lembu ireng bersiap siap kembali ke istana kerajaan Barat Daya yang mana pastilah sudah mempersiapkan pesta pernikahan putri Lin Ying dengan Pangeran Yervan.


Sedangkan di belahan dunia lain Devan, Tania dan Dodi sudah masuk ke dalam Rumah sang Nenek, Devan menyuruh Tania dan Dodi untuk duduk sedangkan Devan segera masuk ke dalam mencari keberadaan sang Nenek yang ternyata ada di halaman belakang.


"Nek..!"


"Devan..!"baru pulang sekolah ya?"


"Iya, Devan pulang sekolah langsung ke sini, menemui Nenek."


"Wah...! perhatian sekali cepat ganti seragammu dan bantu Nenek memetik sayur Nenek mau bawa ke pasar yang ada di ujung sana kamu mau mengantar Nenek kan?"


"Maaf, Nek! tidak bisa ada teman teman Devan di sini."


Devan cengar cengir sambil tersenyum.


"Iya, Nek!


"Dengan, Tania lagi?" tanya Nenek menatap tajam cucunya, tatapan tajam sang Nenek sedikit mengerikan karena telihat Nenek tidak suka terpaksa Devan menunduk sambil mengagguk.


"Maaf Nek!" Devan tidak bisa jauh dari Tania Devan mencintai Tania."


"Devan...!" kenapa kamu cari masalah saja sudah Nenek bilang jangan dekat dekat dengan Tania dia bukan jodoh mu kelak kamu akan sakit hati dan aku tidak mau sifat Papamu mengalir dalam darahmu sehingga kau akan jatuh terpuruk."


"Kenapa sih, Nenek tidak mengerti perasaan Devan,selalu itu yang Nenek katakan Devan sudah besar dan dari mana Nenek tau Tania bukan jodoh Devan."


"Ya, sudahlah terserah kamu, Nenek sudah memperingatkan mu, jangan sampai kamu menyesal."ucap sang Nenek sambil berlalu masuk ke dalam yang di ikuti Devan dari belakang nya. Kesal, marah tapi bagaimana pun juga Devan yakin Neneknya mengetahui sesuatu tentang Tania, ,sehingga bersikeras tidak mengijinkan Devan menjalin hubungan dengan Tania, tapi Devan sudah bertekad dalam hati tidak akan mundur dia akan terus memperjuangkan cintanya.


Melihat kehadiran sang Nenek di ruang tamu segera Tania dan Dodi membungkuk kan badan sambil tersenyum.


"Selamat siang Nek!'


"Selamat siang, Tania!"apa kabarmu?"oh ya itu siapa di samping mu?"


"Oh, dia .... belum juga Tania selesai bicara Devan sudah menyahut.


"Dia, si Idiot Dodi Nek!"


Mendengar cucunya memanggil idiot temannya dengan cepat Nenek memukul lembut kepala Devan.


"Kamu, itu! masak teman sendiri di bilang Idiot."


"Habis nya dia ngejar-ngejar Tania terus dan... belum selesai Devan menceritakan keluhan nya Dodi sudah menjawab.


"Devan iri padaku Nek, dia mau bawa lari pacar Dodi."


Ucapan Dodi membuat Tania dan sang Nenek tersenyum.


"Ya sudah Devan ajak teman teman mu makan di belakang Nenek mau ke pasar mengantar sayur pesanan."


"Baik, Nek!"


"Ayo, Tania, kita makan aku sudah lapar dari tadi belum terisi."


Tania mengagguk sedangkan Sang Nenek yang berjalan sudah sampai pintu di kejar Dodi.


"Nek..!"


"Ada apa?"Tanya Nenek ingin mendapatkan penjelasan dari Dodi. Tapi Dodi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Hati hati," Seru Dodi tiba-tiba.


"Woi..! mau makan tidak, ayo makan." seru Devan pada Dodi yang di jawab dengan anggukan. Dodi melangkah masuk ke dalam ke ruang meja makan dengan pikiran yang tidak tenang.


"Nenek, itu Aneh!irih Dodi dalam hati.


Acara makan mereka selesai dan Devan langsung pada inti tujuan nya mrngajak Tania.


"Tania...!"


"Ya ada apa?"


"Ikut, aku!"


Tanpa menunggu jawaban dari Tania Devan langsung menarik tangan Tania masuk ke dalam satu ruangan kamar yang tertutup yang di luar nya memiliki ukiran indah, Dodi yang sempat melihat Devan menarik Tania ke dalam satu ruangan langsung berlari kecil menggikuti dari belakang.