
Suara gelegar yang membuat kerajaan Istana dasar laut bergetar, membuat para penghuni nya kebingungan dan berteriak-teriak, dua pengawal istana Naga telah berada di daratan, mereka berdua terpana tak percaya dengan apa yang telah di lihatnya.
"Kakak, kerajaan kita sengaja di serang dari darat lihat mereka?"
"Kau benar adik..!" mereka menyerang dari atas lautan, Ayo cepat kita laporkan kepada Ratu."
"Ayo, kakak..!"
Dalam hitungan menit mereka berdua telah kembali melesat masuk ke dasar lautan, tidak menunggu lama mereka pun sudah berada di istana kepribadian Ratu Naga betina putih.
"Salam Ratu, kami mau melaporkan apa yang telah kami lihat di daratan sana."
"Duduk dan katakan, apa yang terjadi di daratan mengapa kerajaan istana kita berguncang."
"Ampun, Ratu!" ternyata kerajaan kita sedang di serang beberapa orang di atas lautan mereka menggunakan alat alat yang bisa menghancurkan kehidupan kita di laut Ratu."
"Kurang ajar!" berani sekali mereka, menantangku dan mau menghancurkan istana ku , pengawal...!"
"Siap, Ratu!
"Tutup semua gerbang istana dengan pagar besi dan kerahkan prajurit istana Naga kita berikan serangan balasan pada mereka."
"Baik, Ratu! perintah siap di laksanakan.
Suasana istana yang tadinya mencekam, karena banyaknya serangan dari atas lautan kini kembali tenang setelah semua pagar besi kerajaan istana Naga di nyalakan sehingga bagaikan di dalam sangkar besi kerajaan Istana Naga yang sebagian sudah rusak akibat serangan dari atas lautan mulai di benahi dan sebagian lagi di kirim ke daratan guna memberikan serangan balasan pada lawan.
Sementara di atas sebuah kapal yang membawa beberapa prajurit Awang Awang Vampire, yang melakukan penyerangan pada lautan istana Naga sudah mulai kehabisan bahan peledak dan sampai saat ini, mereka tidak melihat kemunculan Naga hal itu membuat penasehat hyang Shu sedikit tertegun.
"Penasehat... mereka tidak muncul bagaimana ini?"
"Kau benar, mereka tidak muncul..!"tidak mungkin jika serangan kita tidak sampai dan tidak membuat gaduh di dasar sana, apakah istana merdeka menggunakan pagar pelindung besi yang sudah pasti tidak bisa kita tembus."
"Mungkin saja begitu penasehat, lalu apa yang akan kita lakukan."
Penasehat hyang Shu menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Kita ke daratan, kita tunggu hingga malam tiba aku yakini pasti ada salah satu Naga yang akan muncul ke daratan di malam hari dan ketika itu kita harus menyandra nya agar kita bisa menggetahui siapa yang memiliki mutiara hijau."
"Aku setuju penasehat, kita tunggu sampai malam."
"Baiklah...!" mari semuanya kita kembali."
Ketika pasukan dari kerajaan Awang Awang Vampire hendak meninggalkan lautan, tiba-tiba muncul dari arah yang tak di sangka sangka sekelompok Naga, membuat penasehat hyang Shu tersenyum, karena rencananya telah berhasil akan tetapi senyum penasehat hyang Shu segera memudar ketika mendapati dirinya dan kawan kawan telah di kepung dari segala penjuru.
"Penasehat, kita sudah di kepung bagaimana ini? apa yang akan kita lakukan."tanya salah satu pengawal istana kerajaan Awang Awang Vampire.
Panasehat hyang Shu terdiam untuk beberapa saat, dia berfikir keras jumlah tidak sepadan sudah pasti sangat tipis untuk bisa menang di tambah dengan situasi di tengah lautan, hal itu sangat menyulitkan dan tidak mungkin juga bisa mencapai kemenangan, jalan satu satunya harus bisa pergi mencapai daratan agar bisa menyusun kekuatan, meskipun kemenangan pun sangat tipis setidaknya tidak mati dan binasa semuanya dan langkah pertama yang harus dilakukan pasti nya mencari jalan agar bisa mencapai titik daratan.
"Semuanya dengarkan perintah ku!' dalam hitungan ketiga, kita fokuskan penyerangan pada titik sebelah kiri, kita akan membuat celah jalan melalui penyerangan di sebelah kiri, jangan hiraukan depan , kanan dan belakang kita fokus membuat celah dari sebelah kiri jadi penyerangan serentak tertuju pada sebelah kiri melalui jalan itu kita akan mencapai daratan agar kita bisa menyusun kekuatan dan tidak mati konyol di tengah lautan, apa kalian sudah mengerti?"
"Kami mengerti, penasehat!"
"Kalau begitu bersiaplah semuanya sebelum para Naga itu memberikan serangan terlebih dahulu kepada kita, ayo, kita serang Naga yang ada di sebelah kiri, bersiaplah....satu....dua....tiga....seraanggggg....!!!
"Duuuussss....dusssssss.....duuuuuuuss....!'
Sebuah serangan tak terduga membuat pasukan Naga di sebelah kiri kewalahan, karena mereka belum siap, pasukan prajurit kerajaan Awang Awang Vampire terus melakukan penyerangan tanpa memberikan kesempatan pada lawan untuk menyerang balik, beberapa Naga yang mengepung pun berhamburan membantu pasukan Naga di sebelah kiri yang kewalahan. Kedatangan para Naga yang dari segala arah membuat para prajurit kerajaan Istana Awang Awang Vampire sedikit kwalahan dan hampir terdesak karena mereka tidak seimbang, melihat hal itu, Penasehat hyang Shu kembali memutar otaknya, dia benar benar merasa cemas pada semua prajurit nya yang kini jadi bulan-bulanan para Naga.
"Jika begini terus kami semua bisa binasa sebelum mencapai daratan, aku harus mencari pimpinan mereka dan menangkap nya untuk ku jadi kan Sandra."
Penasehat hyang Shu melihat kesekliling pasukan Naga dan terlihat lah salah satu Naga yang hanya tersenyum dan memandang jalannya pertempuran, Penasehat hyang Shu tersenyum smrik dia yakin Naga itu lah pimpinan para Naga, tidak ingin membuang buang waktu, penasehat hyang Shu dengan kecepatan terbang yang tinggi melesat cepat ke arah sang Naga yang fokus melihat jalannya pertandingan yang kala itu dia tersenyum senang karena semua teman Naga nya berada di atas angin, yang mana pasukan pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire mulai terdesak, banyak yang terjatuh dan tergeletak di tempat, para pengawal mulai sedikit panik, karena kekuatan mereka semakin melemah dan jumlah pasukan pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire yang terus berkurang karena satu persatu mulai berjatuhan, gugur dalam medan pertempuran.
"Jangan bergerak, jika kau bergerak sedikit saja maka keris ini akan menancap di lehermu."
Mendengar ancaman penasehat hyang Shu sang Naga pun mulai panik.
"Lepaskan aku!" apa maumu?"
"Suruh anak buah mu mundur jika tidak aku akan membunuhmu."
Sang Naga Tertawa terbahak-bahak dia sangat yakin, jika musuhnya hanya ingin menggertak untuk itu dia menolak dengan angkuh dan sombong.
"Tidak..!" pasukan mu akan habis dan akan tamat hari ini juga, aku tidak akan menghentikan mereka, ha ...ha..ha."seru Sang Naga, membuat penasehat hyang Shu mengeram keras dengan Rahang yang mulai mengeras. Dengan suara berat dan penuh dengan penekanan penasehat hyang Shu mulai memerintahkan lagi.
"Cepat..! perintah kan mereka untuk menghentikan penyerangan sekarang juga."
Lagi-lagi sang Naga hanya tertawa dan dengan sombongnya bicara.
"Tidak....biar semua pasukan mu mati di sini, ha....ha....ha." teriak sang Naga dengan tertawa mengejek.
"Baik...!" rasakan ini...!"
"Juuuuuuusss....!"
"Aaaaaaaaaaah....!"
Sebuah keris dengan tekanan yang cukup kuat menusuk leher Sang Naga hingga menimbulkan jeritan dan rintihan kesakitan dari sang Naga.
"Lakukan perintah ku, atau kau mengginginkan mati di tangan ku sekarang juga..!"teriak Penasehat hyang Shu dengan penuh kemarahan. Kini Sang Naga pun tak berani bersikap sombong dan mengganggap main main ancaman lawannya, karena jika dia menolak pastilah tamat riwayatnya hari ini juga, keris yang sudah menancap cukup dalam ujungnya akan semakin di tancapkan lebih dalam dan hal itu akan sangat sakit.
"Cabut dulu kerismu aku bisa mati jika kau terus membiarkan darahku mengalir."
"Baik..!" lakukan cepat."
"Sreeeeeeettttt...!"suara keris di cabut dengan kasar dan menimbulkan suara kesakitan dari sang Naga
"Aaaaaaaaaa......haaaah...haaahh!" suara nafas yang tersengal-sengal akibat keris yang sudah di cabut.
"Cepaaaat...!"atau ku tancapkan lagi keris ini.'ancam Penasehat hyang Shu.
"Ba-baik ...!"
Dengan nafas yang masih seperti berlari maraton ngos ngosan sang Naga mulai memerintahkan pada para pengawal nya untuk menghentikan penyerangan.
"Semuanya..!" aku perintahkan hentikan penyerangan sekarang juga, mundur...!"Teriak sang Naga.
Para Naga yang sedang bertarung pun berhenti dan mundur dengan seketika dan semuanya menatap pada sang pimpinan dan mereka tertegun ketika melihat darah segar keluar dari leher sang Naga.
"Perintah mu sudah ku lakukan, sekarang lepaskan aku." seru sang Naga kemudian.
"Ha. ha ..ha. suruh anak buah mu mundur dan memberikan jalan agar para pengawal ku bisa kedaratan secepat nya.
"Semua nya mundur dan biarkan mereka ke daratan." teriak sang Naga tanpa ada yang membantah dan melawan mereka pun memberikan jalan pada para pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire untuk kedaratan.
Penasehat hyang Shu tersenyum puas.
"Bagus...!" tapi kau masih harus kami tawan."
"Bedebah ...!" kau menipu ku..!"
Penasehat hyang Shu tidak menjawab dia hanya tersenyum.