
Kabut tebal putih yang menghalangi pandangan mata dan membuat siapapun yang terjebak di dalamnya tidak akan bisa keluar, serta kepergian musuh yang sudah jauh menghilang itu tidak akan lagi bisa dengan mudah menemukan nya karena sudah tertinggal sangat jauh tapi hal itu tidak ada artinya apa-apa bagi pangeran Tatius.
Dengan menggumpulkan kekuatan tenaga dalam nya pangeran Tatius menghentakkan kedua kakinya ke tanah kemudian kedua tangan menyatu di dalam dada dan pada detik selanjutnya kedua tangan itu di arahkan ke atas langit dengan gerakan seperti mendorong, tidak lama kemudian turunlah air hujan yang sangat lebat yang dalam sekejap kabut tebal yang menggelilingi dan menghalangi pandangan mata hilang seketika.
Sambil menyunggingkan sebuah senyuman pangeran Tatius mempertajam Indra penciuman yang mana tanpa kesulitan langsung bisa menemukan jejak pangeran Yasza.
Setelah menggetahui arah terbang dan perginya Pangeran Yasza dengan cepat pangeran Tatius memilih jalan memutar yang mana tujuan nya adalah pangeran Tatius akan menghadang langkah dari Pangeran yasza sekaligus memberikan kejutan pada pangeran Yasza, jika dirinya bisa dengan mudah menemukan jejak nya.
Sementara pangeran Yasza Tersenyum puas dengan hasil yang didapatkan nya dimana dia bisa mengkungkung dan membuat pangeran Tatius tidak bisa melihat dan mengejarnya Kembali.
"Rasain, tuh! makanya jangan coba-coba melawan ku kau tidak akan bisa menang apalagi mau merebut kristal ini..hahahaha, jangan bermimpi, tidak ada yang bisa melawanku, aku pangeran Yasza dari kerajaan Ambarwata tidak akan kalah dengan pemuda seperti dirimu, meskipun wajah mu tidak begitu jelas, aku akui kau cukup berilmu tinggi tapi...ilmumu tidak ada seujung kuku dari ilmu dan kekuatan ku, selamat terkurung dalam kabut ajaibku, tenang besok kau bisa terlepas dari semua nya dan sekarang aku bisa tenang." ucap Pangeran Yasza bermonolog sendiri.
Pangeran yasza yang sedang bahagia hatinya, karena dia telah mampu menggalahkan musuhnya dengan santai memainkan bola kristal putih sesekali dengan ketinggian rendah di lempar keatas kemudian di tangkap, lemparan dengan jarak yang sangat pendek membuat pangeran Yasza seperti anak kecil yang sedang bermain main.
Tanpa disadari pangeran Yasza, apa yang dilakukanya tidak lepas dari pengawasan pangeran Tatius yang sedang tersenyum di depan nya dengan bersilang dada. Setelah mendapat kan kristal putih pangeran Yasza tak lagi melakukan perjalanan dengan terbang dia hanya melakukan dengan berjalan kaki untuk itu pangeran Tatius pun menunggu pangeran Yasza dengan santai di depan nya, merasa sudah sdikit dekat pangeran Tatius mulai melakukan aksi jahil nya.
Diam diam pangeran Tatius mengerahkan tenaga dalam dan dengan gerakan tak terduga pangeran Tatius langsung menendang dengan kaki kemudian dengan cepat mengambil alih kristal putih keabadian yang ada di tangan pangeran Yasza.
Serangan yang tak terduga sontak saja membuat pangeran Yasza terkejut dan tak mampu mempertahankan kristal putih keabadian yang ada di tangan nya dan pada akhirnya kristal putih itu pun lepas dari genggaman tangan nya.
"Lihat...! Kristal putih ini sudah ada di tangan ku."ucap pangeran Tatius seraya menunjuk kan kristal putih yang ada di genggaman tangannya.
"Kau ...!"
wajah Pangeran Yasza berubah menjadi merah padam dia benar-benar tidak menyangka jika pangeran Tatius bisa lepas dari jerat kabut putih yang menggurungnya.
"Sial..! bagaimana ini bisa terjadi! kenapa dia bisa melepaskan diri dari kurungan kabut putih ku, siapa pemuda ini dan kenapa juga dia bisa dengan mudah mengetahui keberadaan ku, rupanya pemuda ini bukan sembarangan orang aku harus berhati-hati dalam menghadapi nya, baik seperti nya aku kesulitan untuk mendapatkan kristal putih keabadian itu jadi tidak ada jalan lain selain aku akan menghancurkan kristal putih itu agar tidak ada yang bisa memiliki." desis pangeran Yasza bermonolog sendiri.
"Hei...kau jangan sombong dan bangga dulu anak ingusan karena aku belum kalah lihat dan tunggu apa yang akan kulakukan padamu."teriak pangeran Yasza geram.
Dengan gerakan cepat pangeran Yasza mundur dua langkah kemudian kedua tangan nya menyilang di depan dada, setelah itu dengan kekuatan tenaga dalam kedua tangan yang menyilang di depan dada secara bersamaan dihempaskan ke atas.
"Huuuuu.....haaaaaa ...!"seketika tubuh pangeran Yasza bergerar dengan hebat dan secara tiba-tiba tubuh itu kemudian berubah menjadi banyak semuanya dalam gerakan yang sama, ketika pangeran Yasza Tertawa maka seluruh bayangan tubuh yang sama pun ikut tertawa, pangeran Tatius yang baru melihat dan mengetahui ilmu aneh yang dimiliki musuh di depannya sedikit terkejut.
Melihat musuh di depannya terlihat binggung pangeran Yasza tidak menyia-nyiakannya kesempatan itu untuk menyerang pangeran Tatius.
"Ayo, serang aku! hahaha atau aku saja yang lebih dulu menyerang mu, baiklah aku akan serang kau lebih dulu trima ini hiyaaaa.... duuuuuuuss...... duuuuuuuss..... duuuuuuuss..!
Sebuah tendangan dari arah samping kanan, kiri depan dan belakang membuat Pangeran Tatius langsung jatuh tersungkur di tanah dia tidak bisa mengendalikan banyaknya bayangan yang menyerangnya.
Pangeran Yasza yang sudah dari tadi merasa geram kini tak sedikit pun memberikan kesempatan pada pangeran Tatius untuk bisa melawan, bahkan kristal putih yang ada dalam genggaman tangan nya pun sudah jatuh dan berpindah tangan, kekuatan dari sinar kristal putih yang menyilaukan membuat pangeran Tatius tidak bisa melihat dengan jelas wajah musuh yang ada di depannya, bahkan kristal putih yang jatuh pada tangan musuh tak dapat di pastikan bayangan mana yang memegang kristal putih asli, keadaan itu membuat Pangeran Yasza tertawa lebar sambil mengejek.
"Lihat...! kristal putih ini ada di tanganku dan lihat lah aku akan segera menelannya dan akulah yang akan memiliki jiwa keabadian." seru pangeran Yasza sambil tertawa-tawa.
"Gawat...! ini tidak boleh terjadi aku harus menghalangi nya tidak jadi masalah jika kristal itu hancur dari pada harus jatuh pada orang yang tidak benar."
"Hei...! kau sudah menyerah atau kau ingin aku menggampunimu karena sebentar lagi aku akan menghabisi mu setelah kristal putih ini masuk dalam perutku."
Perlahan-lahan pangeran Yasza memasukkan butir kristal putih ke dalam mulutnya tapi belum juga sampai tertelan pangeran Tatius yang diam-diam sudah menggumpulkan kekuatan tenaga dalam nya dengan cepat memberikan serangan balik pada Pangeran Yasza.
"Sreeeeeeettttt...... sreeeettttt... sreeeettt...! tiba-tiba bermunculan pisau pisau kecil menggarah ke pada pangeran Yasza dan satu pisau berhasil melukai orang yang tepat.
"Auuw...!kurang ajar dia berhasil melukai ku, orang ini menggunakan ilmu jurus seribu pisau, apa? jurus seribu pisau bukankah ini berarti orang yang sedang berhadapan denganku adalah orang dari kerajaan Awang Awang Vampire pembunuh paman Hamdan, itu artinya laki-laki ini adalah salah satu dari mereka dan...
Belum juga selesai pangeran Yasza bermonolog sendiri tiba-tiba sebuah pisau melesat tepat mengenai punggung nya yang mana membuat dirinya hampir terjatuh dan sontak saja hal itu mengakibatkan kristal putih yang ada di dalam mulutnya terloncat keluar, kesempatan itu tidak disia-siakan pangeran Tatius untuk mengambilnya .
Menyadari kristal putih lepas, tubuh seribu bayangan miliki Pangeran Yasza segera menendang tubuh Pangeran Tatius dan menggambil kristal putih, begitu kristal putih terlepas dari tangannya pangeran Tatius dengan cepat pangeran Tatius yang menyadari itu langsung mengunakan jurus seribu pisau di arahkan tepat pada kristal putih keabadian, lemparan pisau yang tepat lngsung membuat kristal keabadian itu hancur seketika.
"cetaaaaaaarrr.....! bunyi suara kristal putih keabadian yang pecah di udara, membuat pangeran yasza terkejut dan yang lebih menggejutkan lagi sebuah suara teriakan yang sangat keras dari atas.
"Tidaaaaaaaakkk....!
Suara yang sangat keras dan aneh juga di dengar pangeran Tatius yang mana wajahnya langsung tengadah ke atas melihat siapa yang sedang berteriak.