The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.170.BERTARUNG



Terlihat dua orang sedang berkejaran di udara, Putri Xiao er, tersenyum miring melihat penasehat hyang Shu yang mengejarnya dengan penuh semangat.


"Kau pikir aku akan lari dan menjadi pengecut dengan kabur dari mu, hah, tidak !" aku tidak gentar menghadapi Vampire tua seperti mu terlebih, aku sudah menggukur kekuatan tenaga dalam mu ketiika kau mencengkram tanganku, cukup bagus tapi kau bukan tandinganku, akan ku cari kan tempat yang bagus untuk meladeni tantangan mu."Gumam putri Xiao er sambil tersenyum miring yang sesekali terbangnya di perlamban agar sang Vampire mampu dengan mudah mengejarnya.


" Ku rasa tempat ini cocok untuk bermain main dengan Vampire tua itu dan siapa tau aku bertemu Vampire tampan yang sombong dan sok jual mahal itu, huuff... sama Vampire nenek tua saja dia mau, masak dengan ku yang masih muda ngak mau dan di tolak mentah mentah, benar benar kebangetan itu Vampire mentang mentang tampan sombongnya ngak ketulungan, huuu....!"Putri Xiao er mendengus kesal.


"Ah, ya, aku punya ide jika Vampire tua itu ku buat babak belur pasti Vampire Tampan itu akan datang, ku rasa di sini tempat yang cocok untuk menguji kekuatan Vampire tua itu."


Putri Xiao er, menghentikan terbangnya dan berhenti di sebuah tempat yang cukup luas yang ada di perkampungan itu.


"Lambat amat tuh terbangnya si Vampire tua, masak belum sampai juga begini mau menantangku, aku tunggu dengan duduk di sini saja."


Selang beberapa menit kemudian Penasehat hyang Shu tiba di tempat di mana putri xiao er sudah menunggu nya, penasehat hyang Shu sedikit terkejut melihat putri xiao er yang seolah olah sedang menunggu nya.


"Gadis aneh, apa dia tidak takut pada ku, kenapa justru duduk duduk di situ mau cari mati saja ini anak." gumam Penasehat hyang Shu dalam hati.


"Kau sudah datang Vampire tua..!" lain kali kau harus berlatih terbang yang lebih cepat lagi biar tidak ketinggalan begini."seru Putri Xiao er sambil tertawa.


"Kau...!"


"Kenapa?" apa kau terkejut atau kau berfikir aku akan kabur dan lari seperti seorang yang pengecut, kau salah Vampire tua aku hanya mencarikan tempat yang luas dan nyaman untuk kita bermain main, bagaimana apakah permainan nya bisa kita mulai."tanya Putri Xiao er.


Satu kalimat yang sangat membuat Penasehat hyang Shu merasa geram dan tersulut emosi.


"Kau menantangku!"


"Tidak, aku cuma meladeni keinginan mu bukankah kau ingin mengambil mutiara hijau dari ku, ayo, ambil mutiara hijau itu ada di dalam tubuh ku keluar kan jika kau bisa." ucap Putri Xiao er dengan nada mengejek."


Mendengar tantangan dan ejekan dari putri Xiao er, Penasehat hyang Shu wajah berubah menjadi merah padam.


"Kau sombong sekali, Nona, jangan salah kan aku jika kulit mulus mu terluka karena cakaran tanganku trima ini."


Penasehat hyang Shu terbang melesat tinggi ke arah putri xiao er dengan memberikan tendangan tendangan beruntun dari arah kanan dan kiri, tendangan yang begitu cepat dan bertubi-tubi membuat Putri Xiao er sedikit kewalahan, dia sangat terkejut jika orang yang dianggapnya remeh ternyata memiliki tendangan yang sangat cepat dan dahsyat, berkali-kali tendangan dari penasehat hyang Shu hampir mengenai tubuh nya.


"Hebat juga ini Vampire tua, aku tidak boleh meremehkan nya dan agar permainan ini cepat selesai, aku harus berubah ke wujud asli ku karena hanya dengan cara ini aku akan mudah mengatasi kecepatan tendangan nya."


Penasehat hyang Shu yang memiliki kecepatan tinggi dalam menendang tidak sedikit pun memberikan kesempatan pada putri Xiao er untuk melakukan serangan balik dan hal itu pula yang membuat putri Xiao er melesat terbang tinggi dan sebelum penasehat hyang Shu mampu mengejarnya dengan cepat Putri Xiao er sudah merubah dirinya mewujud semula, putri Xiao er berubah menjadi seekor Naga Betina putih. Penasehat hyang Shu memicingkan matanya melihat apa yang terpampang di depan matanya.


"Benar, gadis ini lah yang telah mengambil mutiara hijau milik pangeran Tatius aku tidak akan melepaskan nya apapun caranya aku harus bisa menggeluarkan mutiara hijau dari dalam tubuhnya untuk ku serahkan kepada Rsja." Desis Penasehat hyang Shu memutuskan


"Akhirnya...kau kembali ke wujud aslimu Naga Betina, cepat! berikan mutiara hijau itu kepadaku!"teriak penasehat hyang Shu.


Terdengar suara tawa dari putri Xiao er yang sangat lebar.


"Kau jangan mimpi, karena aku tak akan memberikan kepadamu, jika kau bisa ambil saja sendiri ha ..ha..ha.!"ledek putri Xiao er.


"Baik, kita lihat siapa yang akan segera tumbang hari ini."seru penasehat hyang Shu yang dengan kecepatan tinggi menendang kan kakinya pada kepala sang Naga, Putri Xiao er yang dapat membaca arah serangan dari penasehat Hyang Shu bisa dengan mudah segera berkelit, dengan cara menurunkan kepalanya kebawah dan bagian ekor nya dengan gerakan cepat di hantam kan ke tubuh penasehat hyang Shu, tak aya lagi Penasehat hyang Shu yang tak menyadari akan mendapatkan serangan balik dari ekor sang Naga membuat nya jatuh tersungkur ke tanah, putri Xiao er tertawa lebar melihat hal itu, membuat penasehat Hyang Shu mengeram kesal diam-diam diambilnya sebilah pisau dan di lemparkan dengan kecepatan tinggi ke arah putri Xiao er, tapi sayangnya putri Xiao er yang sudah siap dengan segala kemungkinan sehingga gerakan dari penasehat Hyang Shu yang menggambil pisau dan melemparkan nya tak lepas dari ketajaman mata putri xiao er.


"Kau gagal lagi melukaiku, Vampire tua, sekarang trima kematian mu,"


"Hiyaaaaaa.... wuuuuuuzz...... duuuussssss... duuuuuuuss duuuussssss!"


Sebuah serangan beruntun dari ekor sang Naga yang berkali-kali menghantam tubuh penasehat Hyang Shu, yang tidak di beri kesempatan sedikit pun untuk memberikan serangan balasan hal itu, membuat tubuh penasehat Hyang Shu terluka akibat berkali-kali terkena sabetan dari ekor sang Naga.


Tatapan mata tajam putri xiao er terlihat sangat menakutkan, dengan warna cahaya hijau yang menyala terang kini melilit tubuh penasehat hyang Shu kemudian menjatuhkan nya dengan sangat keras.


"Aaaaahhh..!"


Terdengar suara teriakan keras dari penasehat hyang Shu ketiika tubuhnya di hantam kan ketanah dengan sangat keras, maka keluarlah darah hitam dari mulut penasehat hyang Shu yang tubuhnya kini sangat lemah dengan keadaan baju berjubah hitam nya terkoyak oleh ekor sang Naga hingga menembus kulit meninggalkan bekas luka di sana , Putri Xiao er tertawa puas melihat keadaan penasehat hyang Shu yang tak berdaya


"Cuma segitu kemampuan mu sudah berani menantangku." ucap Putri Xiao er yang kemudian melesat terbang tinggi meninggalkan penasehat hyang Shu yang terluka dan tergeletak tak berdaya.


Penasehat hyang Shu yang terluka parah berusaha bangkit akan tetapi tubuhnya yang lemah membuat nya kehilangan keseimbangan hingga membuat tubuhnya kembali akan jatuh ke tanah, akan tetapi belum sampai tubuh itu jatuh sebuah bayangan hitam dengan cepat menahannya sehingga dirinya tak jatuh.


"Paman..! apa yang terjadi dengan mu?"


"Pangeran Tatius...!" kau kah itu."


"Iya, paman! kenapa paman terluka begini, ayo aku bantu duduk dan menggobati luka paman."


Dengan telaten pangeran Tatius membantu penasehat hyang Shu dan atas saran dan nasehat dari penasehat Hyang Shu yang ahli dalam pengobatan maka tidak menunggu waktu lama luka luka penasehat hyang Shu sudah terobati semua dan rasa sakit yang di alami penasehat hyang Shu sedikit demi sedikit berangsur hilang.


"Paman.!" siapa yang membuat paman terluka begini."tanya pangeran Tatius ingin tau.


karena pesan Raja jangan sampai mutiara hijau itu jatuh ke tangan pangeran Tatius maka penasehat hyang Shu memilih berbohong dan tidak berkata dengan jujur. Akan tetapi pangeran Tatius yang memiliki kekuatan Indra penciuman dan insting yang sangat tinggi maka dengan muda dapat mengetahui dan merasakan jika apa yang di katakan penasehat hyang Shu adalah bohong.


Namun untuk menjaga dan menghindari dari kecurigaan, maka Pangeran Tatius mengagguk dan mempercayai semua yang di ucapkan penasehat hyang Shu.


"Baiklah paman aku pergi dulu jaga diri paman baik-baik." ucap Pangeran Tatius yang kemudian langsung melesat terbang tinggi meninggalkan Penasehat hyang Shu, tanpa menunggu jawaban darinya. Kepergian pangeran Tatius sempat membuat penasehat Hyang Shu was was dan khawatir terlebih menggingat dan menggetahui jika pangeran Tatius memiliki Indra penciuman dan insting yang sangat tajam.


"Jangan jangan pangeran Tatius menggetahui jika aku sudah berbohong bagaimana ini? jika sampai mutiara hijau itu jatuh ke tangan pangeran Tatius maka tamatlah riwayat ku, Raja tidak akan pernah mengampuni ku lagi, sekarang aku harus bagaimana?" keluh penasehat hyang Shu dalam gelisah nya.


Sementara Pangeran Tatius menggunakan Indra penciuman nya untuk melacak dan mencari di mana orang yang telah melukai penasehat hyang Shu, dengan kecepatan tinggi pangeran Tatius terbang melesat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lain dan tidak menunggu lama terlihat lah sebuah bayangan putih yang juga melesat terbang ke arah timur. melihat hal itu pangeran Tatius tersenyum.


"Rupanya itu bayangan itu yang telah membuat paman penasehat hyang Shu terluka, akan ku hadang dia dari arah depannya."


Dengan menambah kecepatan terbang dan mencari jalan pintas yang bisa menghadang laju terbang sosok mahkluk yang ada di depannya.


Kecerdasan pangeran Tatius mampu membuat langkah dari gerakan terbang sosok mahkluk misterius itu pun terhenti ketika pangeran Tatius sudah berdiri di depan jalannya dengan tubuh membelakangi.


"Hei...siapa kau?" berani sekali menghalangi jalanku minggir atau ku hajar kau!"


"Aku juga ingin tau kenapa kau melukai paman ku," jawab pangeran Tatius yang masih dalam posisi membelakangi.


"Kurang ajar, di tanya bukannya menjawab tapi balik bertanya, huuuuff..!"Minggir baik baik atau ku paksa kau untuk minggir."


"Silahkan jika kau bisa.'


"Kurang ajar sombong sekali kau, apa kau ingin ku buat seperti paman tuamu yang sudah sekarat itu hah..!"


"Jangan terlalu banyak bicara lakukan jika kau bisa."


"Baik..!" trima ini."


"Duuuussss.... duuuuuuuss.... duuuuuuuss!"


berkali-kali sosok misterius yang tak lain putri Xiao er memberikan tendangan beruntun pada pangeran Tatius, tanpa berubah posisi yang masih tetap membelakangi pangeran Tatius menghindari semua serangan yang diarahkan kepadanya.


"Busyet...! hebat juga laki-laki ini, dia tidak perlu melihat arah dari serangan ku tapi dia mampu menghindarinya, aku harus lebih berhati-hati rupanya kali ini lawan ku bukan orang sembarangan." Gumam putri Xiao er yang mulai waspada.


"Hei... tunjukkan wajahmu jangan bertarung dengan membelakangi ku, apakah wajahmu sangat menakutkan sehingga kau tak punya nyali bertarung dengan saling bertatap muka,"Ledek putri xiao er, memancing emosi dari pangeran Tatius yang kala itu masih berdiri dengan membelakanginya.


Putri Xiao er sangat penasaran dengan orang yang memiliki kemampuan cukup tinggi yang sejujurnya dia mengakui jika orang dihadapan nya bukan orang sembarangan yang tidak boleh dia anggap remeh.


"Janganlah beralasan bilang saja jika kau penasaran dengan ku."


"Ssshh.. sombong sekali dia dan tau dari mana jika ucapanku sebenarnya penasaran dengan nya."Desis putri Xiao er dalam hati.


"Tidak perlu berpikir aku akan memperlihatkan diriku,"ucap Pangeran Tatius menjelaskan.


Perlahan lahan pangeran Tatius membalikkan badannya.


"Ini, aku..!"ucap Pangeran Tatius tenang.


putri Xiao er menatap tak percaya orang yang ada di hadapannya ternyata adalah orang yang dia cari dan kagumi sejak awal berjumpa.


"Kauuu ..!" ucap Putri Xiao er tertahan, putri Xiao er menelan ludahnya dengan kasar dan menggigit bibir bawahnya.