
Di kediaman kerajaan Awang Awang Vampire Ratu Shima yang tadinya mengacuhkan dan tidak mau ambil peduli dengan sikap Raja, kini mulai menurunkan egonya dengan berjalan mendekati Raja.
"Raja...!katakan padaku ada apa kenapa kau begitu gusar,"
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti Tersenyum lembut pada istri pertama nya, apapun keadaan hatinya Raja selalu besikap tenang seolah olah tidak ada sesuatu pun yang sedang terjadi.
"Ratu Shima, kau sudah tidak marah lagi padaku, maafkan aku yang telah menghukum mu,"
Ratu Shima mengeryitkan dahinya dan menatap dengan tatapan mata yang tajam dan penuh selidik.
"Mengapa kau menggalihkan pembicaraan."
"Maaf, Ratu!aku tidak mengerti apa maksud mu."
"Kau ..!
Ratu Shima memarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar kemudian berjalan mendekati Raja dan menangkup wajah tampan di depannya dengan sangat dekat membuat Raja berkali-kali menelan ludahnya.
"Katakanlah, ada apa mengapa wajahmu terlihat aneh, tolong jangan berbohong padaku."
Perlahan-lahan Raja menepis tangan halus Ratu shima yang menangkup wajahnya sambil tersenyum.
"Tidak ada apa-apa Ratu, jangan berfikiran negatif."
"Kenapa Raja tidak ingin aku tau.'
"Karena tidak ada apapun, ayo Ratu kita beristirahat ku rasa kau sudah sangat lelah karena hukuman yang ku berikan padaku, mengertilah aku tidak bermaksud menghukumu, maafkan aku." desis Raja lirih sambil membelai lembut rambut istrinya kemudian melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Ratu Shima dan menggajaknya keluar, tapi belum sampai Pintu sudah berdiri sosok wanita yang juga tak kalah cantik sedang. berkacak pinggang.
"Oh, jadi disini kalian, bagus aku harus kerja bagaikan pelayan disini kalian lagi bermesraan."
"Ratu, Derbah sejak kapan kau berdiri disitu?"
Pertanyaan Raja yang lembut tidak di perdulikan Ratu Derbah dia melangkah masuk dengan Tatapan mata yang tajam pada Ratu Shima.
"Kenapa menatapku begitu, jangan bertindak aneh seolah olah Raja itu hanya suamimu dia suamiku dan ingat kau cuma seorang selir jadi wajar kalau kau di perlakukan seperti pelayan."
Ucapan Ratu Shima yang sangat melukai hati dan menyakititkan Ratu Derbah mampu membuat kedua tangan Ratu Derbah siap melayang pada wajah cantik Ratu Shima seandainya saja Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti tidak menangkapnya.
"Sudah ..sudah...! berhenti lah bersikap seperti anjing dan kucing setiap bertemu selalu saja bertengkar, kalian berdua istriku jadi akupun menyayangi kalian semua."
"Oh, jadi sekarang kau juga mencintai Ratu Derbah begitu maksud mu, baik silahkan habiskan waktu berdua kalian aku tidak mau menggaggu."sungut Ratu Shima yang mana langsung berlari keluar pintu kemudian terbang melesat dengan sangat cepat.
Raja terperangah melihat sikap Ratu Shima yang tiba-tiba pergi meninggalkan nya.
"Ratu Shima, tunggu! kau mau kemana?"
Ketika Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti juga hendak terbang melesat mengejar Ratu Shima tangan halus Ratu Derbah mencegahnya.
"Tunggu, Raja! biarkan saja Ratu Shima ayo kita habiskan malam ini bersama." ucap Ratu Derbah sambil bergelayut manja di lengan suaminya yang mana dengan kasar langsung di tepis sang Raja.
"Kau benar-benar keterlaluan seharusnya kau tau diri kau itu memang cuma selir dan seharusnya jaga sikap mu dengan istri pertama ku bukan justru membuat kekacauan selalu."
"Ampun, Raja aku hanya....
"Diamlah, jangan menambah pusing kepala ku."seru Raja seraya berjalan duduk dan berselonjor kaki.
Ratu Shima yang kesal dengan sikap Raja karena tidak mau bicara terus terang di tambah dengan kehadiran Ratu Derbah yang sangat menyebalkan membuat Ratu Shima memilih pergi ke tempat yang sunyi di mana dia bisa menenangkan diri dan tempat yang di tuju adalah sungai yang ada di belakang kerajaan Awang Awang Vampire.
Ketika Ratu Shima terbang dengan ketinggian yang cukup tinggi dan dengan kecepatan yang sedang, laju terbang yang biasa saja karena lokasi tidak begitu jauh. Akan tetapi Ratu Shima merasakan ada hal aneh angin yang bertiup dari arah barat lebih kencang dibandingkan dengan angin yang dari arah timur dimana seharusnya angin itu sama karena perbedaan inilah Ratu Shima menoleh ke arah barat, dengan mengeryitkan dahinya.
"Hawa hembusan udara dari arah Barat kenapa lebih kencang apa iya angin berbeda beda hembusann nya dan apa itu ....? kelelawar kah apa aku lagi berhalusinasi mana ada kelelawar sebayak itu, ah sudahlah lebih baik aku cepat sampai di sungai.
Ratu Shima tak lagi menghiraukan apa yang dianggap nya aneh setelah tiba di tepian sungai Ratu Shima segera merentangkan kedua tangannya.
"Sejuk sekali meskipun situasi nya sudah malam, hoaaaamm...ngatuk juga tapi aku harus mencari tau sendiri dimana keberadaan pangeran Tatius, aku yakin pembicaraan Raja dengan salah satu panglima lewat alat komunikasi dari kerajaan, itu membicarakan pangeran Tatius dan aku melihat kekhawatiran Raja, tapi sepertinya Raja tidak ingin aku tau, Baiklah aku juga bisa mencari putraku sendiri, dia pikir putri Sangkala ini bodoh apa? aku bisa melakukan apapun tanpa kau tau Raja dan sekarang dia justru bersenang senang dengan istri kedua nya huuff...!"jalan satu-satunya aku harus memanggil roh paman Patih lembu ireng datang kesini karena hanya dia yang bisa menggetahui dimana pun pangeran Tatius berada, karena kekuatan dari tusuk kondeku yang bisa melacak keberadaan pangeran Tatius ada padanya."
Perlahan lahan Ratu Shima duduk bersila dengan bibir membaca kekuatan mantra gaib, angin yang tadinya biasa saja kini tiba-tiba berhembus dengan sangat kencang hingga pohon dan dedaunan bergoyang goyang baikan akan terjadi gempa dan tumbang yang mana hanya dalam sekejap terdengar lah sebuah suara.
"Salam, Ratu Shima! ada apa kau memanggilku."
"Paman, carilah keberadaan pangeran Tatius dan jangan kembali sebelum kau menemukan dan membawanya kembali."
"Baik, Ratu! perintah siap hamba laksanakan."
"Cepatlah paman, karena hanya engkau lah yang bisa menemukan keberadaan Pangeran Tatius, kau masih ingat cara menggunakan tusuk konde dariku waktu itu kan, ketika kau mencari keberadaan pangeran Tatius ketika dia mencari mutiara hijau agar bisa menjadi manusia seutuhnya."
"Iya, Ratu! saya masih ingat kebetulan saya juga sudah lama tidak bertemu dengan pangeran Tatius, saya sangat merindukan nya."
"Pergilah paman, aku serahkan keselamatan putraku kepada mu."
"Siap, Ratu!
Dengan sangat ajaib angin yang tadinya berhembus dengan sangat kencang kini berangsur-angsur mulai kembali seperti semula.
"Beres semua, lihat Raja aku tidak sebodoh prasangka mu, aku bisa mencari sendiri keberadaan putraku, kau selalu meremehkan kekuatan ku sehingga kau tak pernah meminta bantuan apapun padaku dan aku juga tidak perlu merepotkan dirimu karena aku juga bisa melakukan sendiri." Ujar Ratu Shima bermonolog sendiri.' lebih baik sekarang aku pergi ke dalam kerajaan aku mau tidur saja ngatuk dan biarkan saja sekarang Raja dan Ratu Derbah menghabiskan malam panas berdua, aku tidak mau ambil pusing untuk itu, tapi untuk kelelawar yang kulihat, kenapa perasaan ku tiba-tiba tidak enak kelelawar sebanyak itu mau kemana? tidak ada salahnya jika aku pergi mencari tau jangan sampai kelelawar itu melewati istana kerajaan ini, bisa kotor dan mengaggu, aku harus menghalangi dan mengalihkan arah lajunya biar tidak berterbangan di atas kerajaan Awang Awang Vampire.
"Hoooop.... hiyaaaaa...!Ratu Shima Kembali terbang melesat ke udara kini tujuan nya mau menggalihkan beberapa kelelawar yang mau melewati kerajaan Awang Awang Vampire dan ketika jarak pandang antara Ratu Shima dan beberapa kelelawar yang terbang mengarah pada kerajaan Awang Awang Vampire, kedua bola mata Ratu Shima menatap tak percaya sehingga dengan gerakan cepat Ratu Shima menghentikan langkah terbangnya berhenti dan bertengger di atas pohon yang menjulang tinggi.
"Busyet ...itu bukan kelelawar itu beberapa pasukan Vampire bersenjata, mau apa mereka ke arah sini. .. jangan. .. jangan para Vampire itu datang untuk menyerang kerajaan ini, tidak itu tidak mungkin tapi arah nya kenapa benar kesini bagaimana ini, coba aku terbang lebih tinggi lagi agar aku bisa melihat seluruh keadaan kota kerajaan Awang Awang Vampire dari atas.
"Hoooop... hiyaaaaa....!
Ratu Shima mempercepat kekuatan terbangnya dan semakin tinggi dan dari atas kini terlihat lah dengan jelas keadaan seluruh Kota Awang-awang Vampire. Mata indah Ratu Shima tak berkedip melihat apa yang terjadi di bawah sana, jauh dari perbatasan terlihat beberapa api berkobar dengan beberapa warga berlarian kesana-kemari serata beberapa pasukan berkuda dan pasukan bpemanah yang jumlahnya ribuan semua sudah mengepung kerajaan Awang Awang Vampire. Ratu Shima menutup mulut nya agar tidak berteriak histeris, pemandangan yang sangat mengerikan sudah terlihat jelas dari atas ketinggian dan sekarang Ratu Shima mengerti jika pasukan Vampire yang mengarah kearah kerajaan Awang Awang Vampire dari udara adalah pasukan yang juga ingin menyerang kerajaan Awang-awang Vampire.
Ratu Shima bergidik melihat kerajaan Awang Awang Vampire sudah terkepung dan Raja tidak tau jika kerajaannya sedang dalam bahaya, untuk kembali ke Krajaan dan memberi tau Raja itu tidak mungkin semua bisa terlambat dan memakan waktu, karena yang di butuhkan saat ini bukan hanya kabar berita lalu bersiap siap semua bisa terlambat jika hal itu dilakukan, jalan satu-satunya Ratu Shima Kembali ke tepian sungai.
Ratu Shima yang berada di ketinggian segera terbang menukik dengan sangat cepat agar dirinya bisa mencapai tepian sungai dalam hitungan menit, akibat dari tidak terkontrol nya terbang Ratu Shima yang menukik ke bawah membuat posisi jatuh tidak seimbang hal itu mengakibatkan jatuhnya tidak tepat.
"Buuugh....! Auwwh...!
tubuh Ratu Shima jatuh pada bebatuan kecil hal itu mengakibatkan lengan, kaki dan pelipis Ratu Shima sedikit berdarah, Ratu Shima meringis menahan sakit, darah hitam yang mengalir akibat benturan tak lagi Ratu Shima pedulikan dengan sangat buru-buru dan cepat Ratu Shima Kembali melakukan pemanggilan Roh pada Patih lembu ireng.
Ratu Shima hanya bisa melakukan pemanggilan Roh pada Patih lembu ireng karena Patih lembu ireng memiliki tusuk konde dari Ratu Shima, selain itu Ratu Shima tidak bisa melakukan pemanggilan Roh.
Angin berhembus dengan sangat kencang ketika Ratu Shima melakukan pemanggilan Roh tak lama kemudian kembali terdengar suara.
"Salam, Ratu Shima! ada apalagi gerangan memanggilku."
"Paman, aku....
"Ratu, apa yang terjadi dengan pelipis mu kenapa kau berdarah," tanya Patih lembu ireng sebelum Ratu Shima menyelesaikan ucapannya, Patih lembu ireng sudsh memotong pembicaraan lebih dulu.
"Hal itu tidak penting paman, cepat katakan pada Ayahhanda Raja Sangkala untuk menggiring kan pasukan dari udara dan darat ke Krajaan Awang-awang Vampire, kerajaan Awang-awang Vampire di serang paman dan sekarang sudah di kepung aku akan menahan pasukan dari udara agar tidak masuk ke kerajaan, cepat paman aku tidak mungkin bisa menahannya sendiri."
"Baik, Ratu! tunggu kedatangan kami aku juga akan membantu Ratu,"
"Tidak, paman kau tidak boleh ikut ke sini kau cepet cari Pangeran Tatius dan bawa ke sini, apa kau mengerti kau tidak perlu menghawatirkan aku, pergilah dan laksanakan perintah ku,"
"Baik, Ratu Shima! perintah siap kami laksanakan."
Setelah kepergian Patih lembu ireng Ratu Shima kembali terbang melesat ke udara dan berniat menghadang pasukan Vampire yang menyerang dari udara.
Sementara di dalam kerajaan tampak seorang pengawal istana berlari lari kecil sambil berteriak memanggil manggil nama Raja.
"Raja ...!Gawat ...Raja...!
"Raja....!"dimana kau Raja...!"
"Hei, berisik, ada apa kau berteriak Teriak seperti orang kesetanan."
Dengan nafas terengah enggah.... pengawal itu berusaha bicara.
"Hooosh ..hooossh... hooossh. .Di depan hoossh hooosh hoosh..!"
"Di depan kenapa?" bicara pelan pelan saja."
"Hoosh...hooosh..hoosh.
"Aku mau bertemu Ra- Raja Sekarang juga, di depan ada ...di depan...ada..
"Tenang, aku akan panggilkan Raja, kamu terlihat seperti orang yang baru melihat hantu saja, tunggu di sini akan aku panggilkan."
Ketika pengawal itu masuk kedalam pengawal yang di suruh menunggu dengan cepat berlari masuk ke dalam sambil berteiak teriak.
"Raja ...Raja...!gawat Raja....!
"Hei, jangan berisik, kenapa kau ikut masuk."
"Raajaaaa....!'
Karena Teriakan pengawal sangat kencang dan menggema di seluruh ruangan akhirnya Raja keluar juga.
"Ada apa? kenapa kau berisik sekali."
"Gawat, Raja gawat."
"Iya katakan ada apa?"
"Kerajaan di serang, Rumah Rumah penduduk di bakar kita sudah di kepung Raja."
"Apa? Kerajaan diserang dan kita sudah terkepung."
"Benar, Raja! sekarang apa yang akan kita lakukan."
Raja bangkit dari tempat duduknya tangannya mengusap kasar wajahnya.
"Raja bagaimana ini," tanya Ratu Derbah yang juga ikut khawatir dan panik.
"Diamlah, aku sedang berfikir," ucap Raja sambil memijit kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.
"Kemana Shima pergi jika kerajaan sudah di kepung itu artinya Shima dalam bahaya karena dia keluar istana ini dan pasti nya Shima melihat semua ini." Gumam Raja dalam hati, yang mana sikap Raja yang diam dan Belum memberikan perintah apapun membuat Ratu Derbah dan sang pengawal resah dan memutuskan untuk bertanya lagi.
"Raja, apa yang harus kami lakukan?"
Pertanyaan sang pengawal menyadarkan Raja dari lamunannya karena dia sibuk memikirkan Ratu Shima.
"Oh, ya ! persiapkan semua pasukan bersenjata bawa mereka ke perbatasan hadang musuh dari arah depan dan kau bawa Ratu Derbah ke tempat Rahasia agar aman serta cari Ratu shima bawa juga ke tempat Rahasia cepat.'
"Baik, Raja!mari Ratu kau ikut dengan ku."
"Tidak, aku tidak mau aku hanya mau menemani Raja."
"Ratu Derbah, kau jangan memperparah keadaan pergi lah ini perintah."
"Tapi, Raja!
"Pergiiiii....!"
"Ba-baik Raja!