The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.385.HARAPAN BURUK



Suasana sangat ramai dengan hiruk-piuk para undangan yang hadir di Rumah keluarga Tania hal aneh yang Pangeran Tatius tidak bisa memahami dia mencium banyaknya mahkluk Vampir di sekitar Rumah Tania, meskipun Pangeran Tatius tidak melihat kehadiran mereka.


Beberapa kali Pangeran Tatius mengusap kasar wajahnya dan jangkung nya, entah mengapa ada perasaan berdebar debar dengan sangat hebat yang bergejolak di dalam jiwanya.


"Ada apa ini, kenapa Aku mencium banyak mahkluk Vampire di tempat ini, meskipun mereka tidak terlihat akan tetapi kehadiran mereka benar-benar ada, Aku harus waspada jangan-jangan Rumah Tania kedatangan mahkluk Vampire yang hendak melakukan penyerangan, Aku harus pastikan semuanya aman, terutama Tania, tidak ada yang boleh menyakiti meskipun itu hanya seujung kuku, siapa yang berani melakukan nya dia harus berhadapan dengan ku,"Gumam Pangeran Tatius dalam hati yang kemudian dia bangkit dari duduknya dan berniat pergi, akan tetapi pergerakan dari Pangeran Tatius di cegah paman Patih lembu ireng.


"Pangeran mau kemana?"tanya paman Patih lembu ireng penasaran, karena tidak biasanya Pangeran Tatius terlihat sangat panik dan resah.


"Aku akan melihat situasi di sekitar tempat ini,"


"Untuk apa Pangeran, sudahlah jangan cari cari sesuatu yang hanya menyusahkan Pangeran saja, untuk apa Pangeran harus memperdulikan ini semua biarkan saja Non Tania bukan lagi tanggungjawab Pangeran jadi Pangeran duduk santai saja disini kita hanya akan jadi penonton."


"Kamu benar-benar berpikir yang egois dan picik paman, sudahlah Paman Patih lembu ireng duduk saja disini dengan santai dan tenang Aku akan melihat dan memastikan tempat ini Aman."


"Terserah Pangeran sajalah, Aku kalau jadi Pangeran tidak akan sudih toh Non Tania bukan calon istri pangeran."Sungut Paman Patih lembu ireng menggungkapkan kekesalan nya, paman Patih lembu ireng sangat kesal dengan sikap Pangeran Tatius yang masih peduli dengan Tania sedangkan gadis itu bukan lah miliknya dan seharusnya bukan lagi tanggungjawab nya, karena kesal Paman Patih Lembu ireng justru duduk sambil memejamkan kedua bola matanya, merasa muak dan kesal dengan pesta pernikahan yang ada di Rumah Tania.


Sementara Pangeran Tatius terbang melesat mengitari seluruh sudut Rumah Tania, Pangeran Tatius mempertajam Indra penciuman nya akan tetapi hasilnya nol, karena


tak mampu melacak keberadaan mahkluk Vampire yang tercium keberadaan nya.


"Sial, kenapa Aku tidak bisa menemukan mereka, Aku yakin mahkluk Vampire asing itu ada, akan tetapi bagaimana mungkin aku tidak bisa melihat keberadaan mereka, ini pasti Vampire yang memiliki ilmu sangat tinggi sehingga Aku tidak mampu melacak keberadaan nya, Aku hanya bisa mencium kehadiran nya tapi untuk mengetahui mereka Aku tidak bisa, sungguh Vampire yang luar biasa ilmunya,dia miliki kekuatan yang sangat tinggi, Aku harus berhati-hati dan lebih waspada, jika sekali lagi Aku melacaknya dan tidak menemukan Aku akan segera pergi ke kamar Tania, Aku takut terjadi sesuatu padanya, tapi jika Aku kesana bagaimana tanggapan Devan dan ayah pasti mereka tidak suka, lalu apa yang harus Aku lakukan," keluh pangeran Tatius bingung.


Dalam kekalutan nya Pangeran Tatius terus mencoba mencari keberadaan Mahkluk Vampire yang ada di sekitar Rumah Tania meskipun serasa sulit dan belum bisa di temukan nya.


Di dalam kamar Tania sedang di rias dengan sangat cantik, wajahnya yang sudah cantik semakin bertambah cantik, Devan yang sudah selesai di rias menatap kagum pada calon istri nya.


"Cantik, sangat sempurna,"Ucap Devan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang rias kamar Tania.


"Wah, ada calon suamimu, Tania selamat ya untuk kalian berdua smoga bahagia."


"Trimakasih, tapi kami belum mengikat janji jadi belum pantes dapat ucapan kata selamat bukankah begitu Tania,"tanpa menjawab Tania hanya mengagguk kan kepala nya, Devan bisa melihat betapa mendung nya wajah calon istri nya meskipun riasan wajahnya kinclong, tapi nyatanya hatinya sedang bersedih.


Devan meneguk ludahnya kemudian pergi keluar dari dalam kamar Tania. Sampai di luar Devan sedang celingukan seolah olah sedang mencari sesuatu.


"Ehem ..!" Devan berdehem kecil.


"kenapa tidak memakai baju yang sudah Aku berikan, lihat kau jadi sangat aneh sendiri di sini, lihatlah semua tamu memakai putih, sudah sana ganti baju jangan seperti ini memalukan sekali, kamu akan jadi pusat perhatian orang tau ,"Merasa ucapan Devan benar tanpa menolak Gadis itu menggikuti langkah kaki Devan yang mengantarnya ke sebuah kamar ganti.


"Mbak, tolong rias gadis ini juga, dia Nanti akan jadi penggiring kami, jadi buat riasan yang bagus untuk nya agar tidak terlalu jauh dengan kecantikan pengatin yang di iringi nya."


"Baik, mas, jangan khawatir saya akan memberikan yang terbaik."


Mendengar jawaban dari mbak tukang rias segera Devan pergi keluar kamar dengan senyum tersungging di bibir dan dengan gagahnya berjalan menyalami semua undangan yang datang, saat itu Tania masih Belum bisa menemani Devan untuk menyambut para tamunya, karena Tania masih sedang di rias.


"Dimana Vampire jelek itu, apa dia tidak datang, sial jika tidak datang tapi Aku rasa Tatius bukanlah cowok yang suka ingkar janji dia pasti datang tapi kenapa tidak ada." setelah mengedar kan pandangan ke seluruh ruangan, Devan keluar melihat suasana halaman yang ada di luar Rumah yang mana sangat ramai dengan para tamu yang hilir mudik datang silih berganti, dengan senyum tersungging di bibir Devan memberikan sambutan yang terbaik untuk mereka para tamu yang datang.


Senyum Devan semakin mengembang Ketika kedua bola matanya melihat sosok paman Patih Lembu ireng sedang duduk bersandar di kursi.


"Parman, kenapa kau tidak masuk?"Devan bertanya dengan sesekali matanya melihat sekeliling berharap bisa melihat Pangeran Tatius, tapi rupanya Devan harus menelan kekecewaan karena sosok yang di carinya tidak ada.


"Untuk apa masuk lebih baik Aku disini saja.'


"Paman bersama pangeran Tatius kan, lalu dimana dia sekarang"


"Untuk apa kau bertanya begitu pergilah dan nikmati pesta mu di atas duka dan luka saudara mu," cibir paman Patih lembu ireng kesal.


Devan hanya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Baiklah Aku akan mencari sendiri Aku yakin dia ada di sekitar tempat ini."ucap Devan yang kemudian langsung pergi.


Sementara Paman Patih lembu ireng mengumpat Devan habis-habisan setelah dia pergi.


"Dasar saudara tak berperasaan, tak berhati, tak tau diri aku doakan semoga pernikahan ini tidak jadi dan kalau benar penciuman Indra dari pangeran Tatius bahwa di sekitar tempat ini ada mahkluk Vampire lain semoga kamu mati di bunuhnya," desis paman Patih lembu ireng.