
Dengan menggunakan seragam keprajuritan dari Kerajaan Ambarwata sosok misterius yang tak lain adalah Pangeran Tatius segera melesat pergi ke tempat di mana para prajurit kerajaan awang-awang Vampir di tawan.
Jarak antara kerajaan Istana Ambarwata dan tempat Tawanan berada tidak terlalu jauh sehingga hanya dalam hitungan menit Pangeran Tatius sudah sampai di depan tempat para prajurit di Tawan.
Kehadiran Pangeran Tatius tidak sedikit pun membuat para penjaga yang ada di sekitar tempat itu curiga, hal itu di karenakan Pangeran Tatius menggunakan baju seragam keprajuritan kerajaan Ambarwata di sertai dengan topi lebar penutup wajah bak Koboy.
Meskipun begitu tidak mudah bagi pangeran Tatius bisa masuk ke dalam, terbukti kedatangan nya langsung di hadang dua prajurit kerajaan Ambarwata.
"Mau apa kau ke sini?"
Merasa sedikit curiga dan penasaran karena tidak biasanya Pangeran Yasza mengutus salah satu prajurit kerajaan untuk datang ketempat para tawanan di tahan.
"Aku di tugaskan untuk mengchek keadaan para Tawanan."
Sangat tenang dan santai dalam bicara hal itu membuat para prajurit penjaga tawanan tidak menaruh curiga.
"Masuklah, tapi jangan lama-lama."
Pangeran Tatius hanya mengagguk sebagai jawaban kemudian dengan langkah pasti langsung masuk ke dalam ruangan bawah tanah.
"Tunggu...!"
"Ada apa lagi?"
"Aku akan menemani mu."
Pangeran Tatius membulat kan kedua bola matanya, ketika salah satu prajurit kerajaan Ambarwata berniat menemaninya.
"Tidak perlu, tugasmu berjaga-jaga di sini jika kau masuk dan Tuanmu tidak melihat mu disini kau pasti akan di hukum."
Sejenak prajurit kerajaan Ambarwata itu memikirkan apa yang di katakan laki-laki yang ada di depannya.
"Kau benar, baiklah kau pergi sendiri tapi ingat jangan lama lama."
Pangeran Tatius melemparkan sebuah senyuman sebagai ungkapan setuju.
Cukup dalam dan luas itulah yang pertama kali di lihat Pangeran Tatius sehingga para prajurit Tawanan tidak bisa langsung bisa terlihat, harus berjalan cukup jauh terlebih dulu dan lebih masuk ke dalam.
Sayup-sayup terdengar erangan dan rintihan dari dalam yang kini mulai jelas terlihat dan tampak lah kurang lebih empat orang prajurit kerajaan awang-awang Vampir tubuhnya penuh dengan luka, seperti nya mereka berempat habis menggalami penyiksaan.
Pangeran Tatius yang melihat prajurit nya dalam keadaan menggemaskan menggepalkan tangan nya dengan kuat.
"Kurang ajar! mereka menyiksa prajurit ku lihat saja apa yang akan aku lakukan setelah ini." dengus Pangeran Tatius dengan geram.
Perlahan-lahan Pangeran Tatius mendekati ke empat prajurit yang sedang merintih kesakitan, dengan kekuatan tenaga dalam yang dimiliki Pangeran Tatius membuka kerangkeng besi menggunakan kekuatan tenaga dalam yang sudah tersalurkan kedalam telapak tangan nya.
Dengan sekali hentakan rantai yang itupun terbuka, Melihat ada yang masuk ke dalam ke empat prajurit kerajaan awang-awang Vampir beringsut mundur dengan wajah menunduk penuh dengan ketakutan.
"Ampun, jangan siksa kami, ba-baik kami mau mengerjakan apa yang kalian inginkan."
Langkah kaki Pangeran Tatius yang semakin dekat membuat ke empat prajurit kerajaan awang-awang Vampir semakin menggigil ketakutan.
"Kenapa menunduk lihat aku dan jangan takut apa kalian tidak menggenaliku."
"Apakah, kami tidak sedang bermimpi, benarkah ini Pangeran Tatius, ta-tapi mengapa Pangeran menggunakan seragam keprajuritan kerajaan Ambarwata ini."
Dengan sangat santai pangeran Tatius menjawab pertanyaan dari prajurit nya.
"Bukankah dengan seragam seperti ini aku bisa lebih muda menemui kalian."
Senyum kebahagiaan terpancar dari raut wajah para prajurit yang tadinya begitu memprihatinkan dan sangat sedih kini wajah nya berubah ceria dan terlihat bahagia.
"Cepat, keluar, aku akan. membebaskan yang lain."
"Siap, pangeran!
Kembali Pangeran Tatius berjalan sejauh empat meter dan terlihat lah sebuah bangunan dengan jeruji besi yang sangat luas yang mana di dalamnya terdapat banyak para prajurit kerajaan awang-awang Vampir.
Tanpa membuang-buang waktu lagi Pangeran Tatius segera menggerahkan tenaga dalam nya yang di alirkan ke telapak tangannya yang mana dalam waktu singkat hentakan dari kekuatan tenaga dalam yang dilakukan Pangeran Tatius membuat semua pintu yang terkunci dengan gembok besi hancur seketika.
"Boooommm....!
suara yang begitu keras dan memekankan telinga yang mana membuat para prajurit kerajaan awang-awang Vampir terkejut dan lebih terkejut lagi ketika melihat pintu pintu yang mengurung mereka sudah hancur dan terbuka.
Antara terkejut dan tak percaya dengan apa yang terlihat di depan matanya, para prajurit kerajaan awang-awang Vampir menatap lekat lekat sosok laki-laki berbaju seragam ke prajurit an yang mana justru menghancurkan benteng yang selama ini menggurung mereka, di mana mereka tidak memiliki pilihan lain selain harus menerima menjadi budak suruan dari para prajurit kerajaan Ambarwata, karena jika mereka berani membangkang dan menolak maka akan mengalami nasib yang sama dengan ke empat rekannya yang di siksa secara sadis dan kejam.
Beberapa prajurit kerajaan awang-awang Vampir yang tak asing dengan sosok pemuda yang mengenakan seragam keprajuritan kerajaan Ambarwata menatap tak percaya.
"Pa-pangeran Tatius....!
Ucapan spontan dari beberapa prajurit kerajaan awang-awang Vampir yang memanggil sosok laki-laki di depannya dengan panggilan Pangeran Tatius langsung menatap dan bersorak Sorai.
"Pangeran datang...!" pangeran datang, kita bebas...!"seru para prajurit dengan wajah yang ceria dan penuh haru.
para prajurit kerajaan mulai berhamburan keluar dari dalam tahanan sesuai dengan perintah pangeran Tatius mereka akan langsung melakukan penyerangan balasan.
Sorak-sorai dan gemuruh kegaduhan akibat dari luapkan kebahagiaan dari para prajurit kerajaan awang-awang Vampir sampai pula terdengar oleh dua orang penjaga yang berada di luar.
"Kau dengar...! mengapa di dalam Terdengar berisik sekali ada apa di sana."ucap seorang prajurit kerajaan Ambarwata yang merasa terganggu dengan suara berisik yang di timbulkan dari dalam penjara bawah tanah, yang mana pantulan suaranya bisa jelas terdengar karena jalan pintu masuk sedang terbuka.
"Kau, benar kakak aku juga mendengarnya."
"Coba kau lihat ke dalam apa apa di sana mengapa berisik sekali."
"Siap, kakak, akan ku lihat sedang apa mereka."
Tanpa merasa curiga dan was-was seorang prajurit penjaga segera menuruni anak tangga dan berjalan menuju ke dalam di mana Tawanan prajurit dari kerajaan Awang Awang Vampire di tahan.
Ketika langkah kaki Prajurit kerajaan Ambarwata semakin dekat maka semakin dekat keras pula suara gaduh dan brisik yang di timbulkan di dalam sana.
Prajurit kerajaan Ambarwata terkesiap ketika melihat para prajurit Tawanan nya berhamburan keluar, tidak sempat pergi bersembunyi maupun melawan satu prajurit penjaga tawanan itupun mulai jadi bulan bulanan kemarahan dari para prajurit kerajaan awang-awang Vampir yang berhamburan keluar.
Tidak menunggu waktu lama satu prajurit yang sudah babak belur itupun jatuh tergeletak di lantai, Para prajurit kerajaan awang-awang Vampir segera menaiki tangga dan ketika di luar bertemu dengan satu penjaga kerajaan Ambarwata dengan cepat para prajurit kerajaan awang-awang Vampir menyerangnya, karena tidak menyangka akan menerima serangan dadakan dan jumlah mereka yang sangat banyak tak Aya lagi dalam hitungan menit penjaga itupun roboh tak berdaya.