The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.16 JAWABAN.



Untuk beberapa saat lamanya Ratu Derbah


terdiam.


Dia tidak ingin gegabah dengan asal menerima


tawaran yang Ratu Shima berikan.


Rencana yang sudah dia bangun dan harapan


untuk menyingkirkan ibu dan anak itu bisa


hancur dan gagal.


Semua yang sudah tersusun rapi, akan sia sia belaka.


"Bagaimana Ratu Derbah, apa kau menerima tawaran ku?"


Suara


Ratu Shima membuyarkan lamunan Ratu Derbah.


Ratu Derbah kemudian tertawa.


"Ha,...ha....ha...ha..!


"Kau jangan bermimpi Ratu Shima, aku sama sekali tidak tertarik dengan tawaran mu,


itu artinya aku tidak menerimanya.


Silahkan saja, kau mengaduh dan mengatakan


apapun di hadapan Raja, tapi ingat...!


Ratu Derbah berjalan mendekati Ratu Shima


dengan menaruh jari telunjuk nya di pipi Ratu Shima sambil menepuk nepukannya dengan perlahan.


"Tapi ingat....!kau tidak memiliki bukti apapun


kalau akulah pemilik botol obat itu.


Mendengar ucapan Ratu Derbah, Ratu Shima


mengeram dan mengepalkan tangannya.


"Kau...!Ucapan Ratu Shima mengantung di udara.


Ratu Derbah tersenyum, senang, melihat wajah


ayu Ratu Shima, yang memerah karena marah.


"Sampai kapan pun, kau tidak akan bisa membebaskan putramu dari penjara


Ha...ha. ha...ha...!


"Silahkan cari jalan baru agar semua mimpimu


bisa terwujud.


Setelah mengucapkan itu Ratu Derbah pergi


hanya dengan sekelebat bayangan.


Ratu Shima tertegun mendengar perkataan


Ratu Derbah.


"Kau benar benar licik,dasar wanita ...


Ratu Shima menghampiri, wanita tua yang


baru saja menjadi bulan bulanan dari


kemarahan Ratu Derbah.


"Bibik Pelayan bangunlah, mari aku obati luka lukamu ini."


"Trimakasih, Ratu Shima, kau telah menyelamatkan nyawa ku, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika Ratu Shima tidak datang menolong ku.


"Ayo, berdiri lah jangan berlutut begitu".


"Mari, aku obati.


Dengan sabar Ratu Shima mengobati


luka sang pelayan.


*****


Di tempat lain.


Devan sudah berdiri di dekat Rumah Tania, rasa keingintahuan nya tentang luka yang ada di tangan Tania sangat besar.


Sehingga membuat nya nekad mengunjungi


Rumah Tania.


Ketika berada di sekolah, Devan sempat mendengar, kalau Tania di undang dalam pesta


ulang tahun temannya.


Jadi bagi Devan ini adalah kesempatan yang baik untuk bertemu dengan Ayah Tania,


selagi Tania tidak ada di Rumah.


Dengan langkah pasti Devan mengetuk pintu


"Tok....Tok....Tok....!"


Tidak menunggu lama terdengar suara pintu di buka.


"Selamat sore Om...!"Sapa Devan santun.


"Ya, sore , kamu mencari Tania ya ? Tania nya


"Tidak ,Om ! Saya tidak mencari Tania, saya ingin


ngobrol dengan OM.


"Dengan, aku !


Masuklah, dan katakan kamu mau ngobrol


soal apa ?"


"Maaf, Om..!Kemarin aku melihat luka di tangan Tania, kalau boleh Tania terluka karena apa OM..?


Ayah Tania menghela nafas panjang.


"Untuk apa kau ingin tau Nak..?Itu luka habis jatuh biasa.


"Tapi...!!!


"Kenapa Tania bilang perbannya tidak boleh di buka di alam terbuka, terutama saat muncul bulan purnama?


"Tania tidak mengerti apa yang dia bicarakan, jadi jangan di angap serius ucapannya.


"Tapi, Om..?


"Sudahlah kita bicara yang lain saja, jangan membahas hal yang tidak penting ini.


"OM ..! Luka di tangan Tania itu bukan karena


akibat dari mahkluk lain kan OM.


Ayah Tania mengeryitkan dahinya


"Apa maksud ucapan mu Nak ?"


"Saya khawatir jika luka yang ada di tangan Tania itu akibat dari mahkluk lain.


Karena sangat berbahaya jika ternyata luka itu


memang di timbulkan dari mahkluk lain.


"Maksud kamu bagaimana?"


"Nenek pernah bilang, jika seorang manusia di lukai mahkluk lain, jika dia tidak membunuhnya


pastilah dia kelak akan mendatanginya.


Ayah Tania menghela mafas dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Apa yang kau katakan sama dengan yang di katakan peramal tempo hari dulu."


"Dulu, saat Tania masih kecil, dia sering ku tinggal sendiri di rumah.


Rumah kami dekat dengan hutan dan jauh dari kampung desa.


Tania anak yang penurut, sejak kecil dia tidak


mengenal siapa ibunya.


Akupun pulang' kerja sewaktu sore hari.


Aku tidak tau apa saja yang di lakukan Tania.


mungkin dia bermain di luar rumah.


Pada suatu hari di saat keberangkatan kami untuk pindah rumah.


Aku melihat luka di tangan Tania, aku bermaksud membawa nya ke dokter.


Tapi ketika di jalan aku bertemu dengan seorang peramal.


Dia menatap tajam ke Tania, yang saat itu


ku gendong karena Tania sedang terlelap tidur.


Dia menyuruhku berhenti dan melihat


Tania dengan tatapan yang aneh.


Pandangan matanya teetuju pada luka di tangan Tania.


"Saat itu dia bertanya, aku mau kemana?


Aku menjelaskan akan pergi ke dokter karena


Tangan Tania terluka.


Dia bilang tidak perlu, luka yang di alami Tania


itu akibat dari perbuatan mahkluk lain.


Saat itu aku panik dan takut aku binggung


aku harus bagaimana?


Dia menyarankan luka di tangan Tania harus tetap selalu tertutup, jangan sampai terbuka


apalagi ketika bulan purnama.


"Jadi tolong, Nak Devan jaga Tania jangan biarkan perbannya terlepas dan juga jangan


biarkan Tania berada sendiri di tempat sepi.


Peramal itu bilang suatu saat mahkluk itu


akan datang mencari Tania.


Devan tertegun mendengar cerita dari Ayah Tania.


"Baik, Om,saya berjanji akan selalu menjaga


Tania.


Bersambung...