The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.294.KERAS KEPALA



Ratu Shima Tersenyum kecut mengenang betapa masih dingin dan acuh nya sang Ayah pada suaminya, meskipun sudah memiliki cucu tapi tetap saja sikap Raja Sangkalah tetap dingin, dia bisa bersikap lembut dan manis pada cucunya tapi tidak dengan Ayahnya, entah sampai kapan kebencian Ayahnya akan hilang dan berganti dengan kasih sayang.


Merasa sudah lebih baik Ratu Shima berniat kembali ke dalam istana kerajaan dan melihat Raja ada di mana, kini Ratu Shima tidak lagi mengkhawatirkan serangan dari udara karena jumlah dari prajurit kerajaan Sangkalah yang di turunkan cukup banyak dan keseluruhan mereka adalah prajurit terlatih bisa di pastikan Musuh akan terdesak mundur.


Kini tinggal melihat keadaan yang ada di dalam istana dan di depan alun alun perbatasan kerajaan apakah pasukan kerajaan Awang Awang Vampire mampu menghalau musuh atau tidak.


Dengan gerakan sangat cepat Ratu Shima terbang melesat ke dalam istana, ysng mana tidak menunggu lama sudah sampai dan berada di istana akan tetapi Ratu Shima sedikit tertegun melihat keadaan di dalam istana begitu lengang tidak ada siapapun.


"Kosong, apakah semua sudah berada di luar gerbang kerajaan, kalau begitu aku harus cepat pergi ke sana."


Ketika Ratu Shima berniat keluar gerbang istana tampak seorang pengawal menghangnya.


"Ampun, Ratu! Ratu hendak kemana?'


"Aku mau keluar aku mau mencari Raja."


"Tidak bisa Ratu, Raja sudah berpesan agar saya mencari Ratu dan mrmbawa Ratu ke ruang Rahasia."


"Apa? ke Ruang Rahasia, untuk apa?"


"Agar, Ratu bisa aman, sampai keadaan di dalam istana stabil."


"Oh, jadi Raja memerintahkan agar aku di suruh bersembunyi begitu!'


Dengan wajah menunduk pengawal mengagguk kan Kepala nya.


"Aku tidak mau, apa dia pikir aku ini penakut sehingga harus menjadi wanita pengecut."


"Ratu, jangan salah sangka apa yang di lakukan Raja itu karena Raja sangat memperdulikan keselamatan Ratu,"


"Aku, tidak mau, aku akan ikut berperang."


"Tapi, Ratu!"


"Sudahlah minggir, aku mau pergi."


"Ratu....! yeaaah bagaimana ini kenapa susah sekali istri istri Raja itu di bilangin pada keras kepala semua." keluh seorang pengawal yang kala itu juga kerepotan menghadapi Ratu Derbah, yang mana juga tidak mau di suruh tinggal di Ruang Rahasia, Ratu Derbah justru memberontak dan mengajar semua pengawal yang menghalanginya, terpaksa semua pengawal mengalah dan membiarkan Ratu Derbah pergi mencari Raja, dan sekarang Ratu Shima pun melakukan hal yang sama susah dan tidak mau di antar ke ruang Rahasia, entah apa nanti yang akan terjadi jika Raja tau kedua istrinya ikut berperang.


****


Di luar tepat nya di alun-alun perbatasan kota kerajaan Awang Awang Vampire Raja dengan menggunakan kuda putih bersama dengan dua ribu prajurit kerajaan Awang Awang Vampire sudah berdiri di hadapan musuh di mana di depannya dengan jarak sekitar 700 kilometer dari kejauhan terlihat dengan jelas bendera dan kereta kuda yang mana di dalam nya terdapat Raja atau pimpinan perang.


Melihat kedatangan Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti dengan dua ribu prajurit bersamanya membuat sang pimpinan yang berada di dalam kereta Tersenyum miring'.


"Hahaha...lihat! musuh di depan kita dia hanya membawa sedikit prajurit itu artinya kita bisa melumpuhkan dengan muda."


"Benar, pangeran seperti nya prajurit kerajaan Awang Awang Vampire hanya sedikit untuk itu kita tidak perlu bersusah payah karena sudah bisa di pastikan kemenangan akan ada di pihak kita."


"Hmmm, kau benar dan apakah itu yang ada diatas kuda putih itu Raja nya."


"Iya, pangeran! dialah Raja kerajaan Awang Awang Vampire ini,"


"Bagaimana kau bisa yakin dia Raja nya."


"Melihat baju yang dikenakan itu bukankah baju Raja."


"Kau, benar, itu baju kebesaran seorang Raja, lalu pemuda yang ada di lereng gunung Tengger itu, dia siapa jika Raja nya ada disini."


"Tentu saja kau tidak tau, karena kau tidak ikut dengan ku ke gunung Tengger dan akulah kemarin yang berhadapan dengan pemuda itu ilmunya cukup hebat dia juga memiliki ilmu seribu pisau, aku jadi binggung siapa sebenarnya pembunuh paman Hamdan, Raja yang ada di sini ataukah pemuda yang ada di gunung tengger itu."


"Saya, tidak tau pangeran."


Pangeran Yasza yang gemas campur kesal dengan sikap panglima yang ada di sampingnya mendelik menatap tajam pada sang panglima dan sang panglima yang tidak mengerti Kembali bertanya.


"Kenapa pangeran menatap ku begitu."


"Karena kamu bodoh, sudah jelas lah kau tidak tau kan sudah ku bilang kamu tidak ikut ke lereng gunung Tengger bersamaku."


"Nah, itu juga salah Pangeran, kenapa pangeran Yasza bertanya padaku."


"Kau ...


Pangeran Yasza menggangkat tangan hendak menampar panglima akan tetapi dia urungkan.


"Cepat berikan komando untuk segera menyerang."


"Baik, Pangeran!


Di sisi lain di atas kuda putih yang tinggi dan tegap sang Raja Awang Awang Vampire menatap tajam pada pasukan kerajaan asing yang ada di depannya di mana jarak kedua nya kurang lebih 700 kilometer.


"Apa kau menggenali bendera mereka paman."


"Tidak, Raja!saya juga baru kali ini melihat bendera seperti itu."


"Di mana Patih Ramboka, apa dua sudah menggumpulkan prajurit nya dan sudah ada di Medan perang."


"Tidak, Raja! hari ini saya tidak melihat patih Ramboka dan saya juga tidak melihat para prajurit nya seperti nya Patih Ramboka dan para prajurit nya belum bersiap.."


"Aneh, sekali, tumben dia tidak kelihatan, entah mengapa aku jadi mencurigainya, paman tolong kamu perintah kan beberapa orang untuk mencari Patih Ramboka dan menggawasi segala gerak gerik nya."


"Siap, Raja!


Bergegas panglima kerajaan segera pergi dan menyuruh salah satu pengawal istana untuk mencari dan mengawasi gerak-gerik patih Ramboka.


"Bagaimana?


"Sudah beres semua Raja saya sudah memberikan perintah dan sekarang apa yang akan kita lakukan Raja, apakah kita hanya akan diam dan menunggu."


"pasukan musuh lebih banyak dari jumlah yang kita miliki jadi kita bertempur menggunakan siasat, apakah pemanah dari atas sudah siap."


"Sudah, Raja!


"Bagus kalau begitu cepat perintahkan untuk menyerang dari arah atas agar pasukan musuh yang banyak bisa berkurang."


"Baik, Raja!


Bergegas prajurit kepercayaan Raja mengambil anak panah dan mengarahkan ke atas langit, tak lama kemudian panah panah meluncur ke arah pasukan musuh secara bersamaan dari arah atas, karena tidak menyadari akan di serang dari atas beberapa prajurit kerajaan musuh banyak yang jatuh bergelimpangan dan Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti Tersenyum melihat hal itu.


Satu titik permulaan kemenangan yang awal, di mana melempar anak panah ke atas langit adalah satu simbol perintah agar para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire segera memanah ke bawah atau menyerang musuh.


Sungguh saat yang tepat dimana para prajurit kerajaan musuh sedang terlena karena sedang fokus mempersiapkan diri untuk melakukan penyerangan sehingga tidak fokus akan adanya mara bahaya dari atas.