The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.250.NENGHILANG



Sambil menyunggingkan sebuah senyuman gadis berparas cantik itupun masuk ke dalam, tanpa permisi bagaikan sudah mengenal lama gadis itupun langsung duduk di samping Pangeran Tatius yang sedang sibuk berbicara dengan salah satu karyawan yang bertugas melayani pembeli.


"Maaf, mas! mau yang warna apa?"


"Ada warna apa saja mba di sini."


"Ada, hitam, biru, silver dan merah hati."


Pangeran Tatius menggamati benda pipih yang terjajar di depannya.


"Ini saja, bagus buat cowok! sahut sang gadis yang langsung menyomot warna biru dan memegang nya.


"Kau juga mau beli sel ini,"


"Sssst.. sudah kubilang namanya ponsel bukan sel di ingat ya "


Pangeran Tatius terkekeh menertawakan kebodohan nya, sedang sang gadis yang menatapnya begitu terkagum dengan ketampanan wajah yang ada di sampingnya hingga tanpa sadar dia menelan ludahnya beberapa kali.


"Hei rupanya kau di sini juga, apa kau mau beli ponsel seperti ini..! Pangeran Tatius memperlihatkan ponsel yang ada di genggaman tangannya.


"Tidak, aku mau ponsel yang lebih bagus dari punya kamu itu, yang lebih mahal, tuh seperti yang ada di situ tuh,," tunjuk sang gadis.


Pangeran Tatius manggut manggut sebelum bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman.


"Pasti Tania lebih suka yang lebih bagus." gumam Pangeran Tatius dalam hati.


"Hei..kau." Pangeran Tatius melambaikan tangan pada sang karyawan."Aku mau ponsel yang paling bagus di sini."


gadis yang ada di samping Pangeran Tatius mendelik seketika. Tangan halus nya segera mencolek tangan Pangeran Tatius.


"Hei ..! kamu ngomong apa? kamu sadar tidak dengan yang kamu ucapkan, kamu minta ponsel yang paling mahal memangnya kamu punya uang untuk bayar semua itu, ponsel yang paling mahal itu harganya sangat mahal, kamu jangan macam-macam dah ponsel yang seperti punyaku ini saja harganya bisa 10 juta kamu mau yang paling mahal emang kamu pegang uang." tanya sang gadis pada Pangeran Tatius yang ada di sampingnya.


Pangeran Tatius menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak punya uang."


"Tuh, kan, sudah yang biasa saja."


"Tapi aku tetap mau yang paling bagus."


Setelah berbicara beberapa saat pada karyawan yang ada di sana dan di berikan penjelasan pangeran Tatius kemudian memilih satu ponsel bagus berwarna silver.


Ponsel baru dimasukkan kedalam tas kresek kemudian karyawan itu menggatakan harga dari ponsel yang harus di bayar oleh Pangeran Tatius.


"maaf Mas saya tidak punya uang." ucap Pangeran Tatius pada salah satu karyawan yang menunjukkan nominal harga dari ponsel yang dibeli oleh pangeran tatius.


"tuh, kan! apa aku bilang kamu nggak punya uang untuk apa kamu beli ponsel yang bagus beli yang biasa saja sudah kembalikan ambil yang biasa saja," seru seorang gadis yang ada di samping pangeran tatius.


Sementara karyawan yang ada di depan pangeran tatius dan Gadis itu menatap dengan pandangan penuh selidik.


"maaf Mas saya memang tidak punya uang untuk membayar harga ponsel in,i saya hanya punya ini apakah ponsel ini bisa ditukar dengan apa yang aku punya ini." tanya Pangeran Tatius seraya memberikan sepuluh keping emas pada sang karyawan yang ada di tempat itu.


Gadis yang berada di samping pangeran tatius dan karyawan yang berada di sana menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya, kedua bola mata sang gadis mengerjap-ngerjap karena terkagum dan tak percaya, tangan halus dan putih sang gadis mengambil satu keping uang emas yang ada di atas meja.


"Kau dapat uang emas ini dari mana tanya sang gadis pada pangeran Tatius."


"Kurasa itu tidak penting untuk ku jawab, bagaimana apakah keping emas ini cukup untuk menganti harga ponsel ini."


"Cukup, mas! bahkan ini lebih dari cukup, bahkan mas boleh mengambil tiga ponsel seperti ini sekaligus."


Salah satu karyawan itupun mengagguk.


"Kasih aku satu dong!'pinta sang gadis yang ada di samping Pangeran Tatius dengan manja.


Tanpa banyak bicara Pangeran Tatius menggulurkan satu ponsel bagus dengan harga yang sangat mahal pada gadis yang ada di sampingnya.


"Serius kamu memberikan ini padaku."


Pangeran Tatius mengagguk dengan gerakan refleks sang gadis yang ada di samping Pangeran Tatius langsung memeluk Pangeran Tatius, membuat mata Pangeran Tatius mendelik seketika.


"A-apa yang kau lakukan, lepas Jangan begini," Pangeran Tatius merenggangkan pelukan sang gadis sambil menoleh kanan dan kiri was was dan takut jika tiba-tiba ada Kekasih nya Tania di sekitar tempat itu.


Akibat dari kenekatan sang gadis padanya membuat Pangeran Tatius berniat cepat cepat pergi dan kembali ke alam Vampire, merasa tidak nyaman dan jenggah berada dekat dengan gadis yang suka memeluk orang.


Ketika semua sudah beres dan pangeran Tatius melangkah pergi, sang gadis tiba-tiba berlari menjajari langkah dari Pangeran Tatius.


"tunggu.. !seru sang gadis pada pangeran Tatius.


Pangeran Tatius menghentikan langkahnya ketika seorang gadis memanggil dan menghentikannya.


"Ada apa Kenapa kok berlari-lari mengejarku Apa ada yang tertinggal " tanya pangeran tatius.


"tidak ada, aku cuma ingin tahu siapa namamu kenalkan aku Arista namamu siapa? Tanya gadis itu seraya menggulurkan tangannya.


pangeran tatius tersenyum namun dia tidak menyambut uluran tangan dari sang gadis yang ada di depannya, dia hanya menyebutkan nama nya saja.


"Namaku Tatius, panggil saja Tatius ucapnya datar.


"kamu mau ke mana Apakah kamu mau pulang naik angkot, pulang bersama ku saja bagaimana kebetulan aku bawa mobil."


"Maaf, Nona! aku buru-buru terimakasih atas tawaranmu tapi sekali lagi Tolong jangan ikuti aku karena aku sedang buru-buru."


"Justru ini bagus kalau buru-buru itu aku antar dengan mobil bisa pulang cepat jadi kamu tidak perlu menunggu angkot lagi."


Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, hatinya sedikit kesal karena selalu diikuti gadis yang ada di sampingnya sedangkan dia ingin cepat-cepat pulang dan bertemu dengan Tania serta memberikan kejutan padanya, kejutan yang Pangeran Tatius harap bisa meluluhkan amarah kekasihnya.


"Bagaimana,?mau kan Tatius." pinta sang gadis dengan penuh harap.


"Trimakasih, tidak, aku pulang sendiri saja "


Gadis yang ada di samping Pangeran Tatius mendenggus kesal menampakkan wajah kecewa, sesungguhnya Pangeran Tatius mengerti itu akan tetapi dia tidak perduli yang ada dalam pikiran nya ingin cepat pulang dan bertemu dengan kekasih nya.


"Maaf, Nona Arista seperti nya di dalam ada yang memanggil nama Nona."


Dengan gerakan refleks Arista menoleh ke dalam dan benar saja teman yang tadi pergi bersama nya sedang melambai kan tangan kepada nya.


"Sial...! ngaggu orang lagi mau PDKte saja." dengus Arista kesal dan ketiika dia berbalik Arista terkejut karena tidak lagi mendapati Pangeran Tatius ada di sampingnya.


",Hei...! kemana cowok Drakula tampan itu, kenapa tiba-tiba menghilang, apa dia pergi mencari angkot ."


Dengan berlari lari kecil gadis bernama Arista pergi mencari keberadaan pangeran Tatius.


"kok tidak ada sih, cepat sekali pergi nya, apa aku lagi bermimpi, tidak ini ponsel pemberian nya juga masih ada , tapi kenapa dia menghilang dengan cepat."


"Rista..! sini cepat."


"Ini, lagi gara-gara dia Pangeran Drakula ku hilang beruntung saat aku mengajarinya aku sempat mencuri foto nya," desis Arista sambil tersenyum simpul.