The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.378.AKU ISTRINYA



Devan yang sudah sangat frustasi dengan hatinya yang sedang terluka memilih Bar sebagai obat untuk menenangkan hatinya yang terluka.


Duduk di pojok ruangan yang hinggar binggar dengan alunan suara musik yang sangat keras Devan memesan beberapa botol minuman tanpa ragu Devan langsung menuang dan menegak nya.


"Kau benar-benar menyakitiku," lirih Devan sambil menuang dan menegak minumannya dengan sekali teguk.


"Hai Van! tumben kau disini, wajahmu kusut Sekali ada apa ini?"tanya seorang pemuda yang juga ingin memesan minuman.


Devan yang belum mabuk masih bisa mengenali siapa yang berada di depan nya dia adalah salah satu temannya yang berasal dari kota yang mana dulu juga teman satu genk yang mana sering bolos.


"Kau disini, sedang apa kau di kota ini?"


"Aku kebetulan mau pergi ke rumah paman yang dikabarkan sakit, kau sendiri mengapa kesini bukankah dulu pernah bilang sudah tidak mau minum lagi, sudah bertobat tapi sekarang Kenapa begini."


"Itu adalah rencanaku tapi hatiku saat ini sedang sakit jadi tidak ada salahnya aku sedikit minum saja biar rasa sakit ku hilang."


"Hahaha, bagaimana mungkin rasa sakit bisa hilang yang ada Nanti kau akan bertambah parah, pulanglah sebelum ku mabuk berat."


"Aku itu jago minum mana mungkin akan mabuk berat, kau tau aku kan, jadi jangan meremehkan ku,"ucap Devan menyakinkan.


Tampak pemuda yang ada di hadapan Devan menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Baiklah, Aku tidak bisa menemanimu berlama-lama disini, jadi jaga dirimu baik-baik, jangan sampai kamu mabuk berat yang akhirnya tidur dengan para wanita malam yang ada di club ini."


"Beres, kamu tenang saja semua pasti aman sentosa." ucap Devan yang lagi-lagi menyakinkan temannya.


Pemuda yang dulunya pernah satu sekolah Ketika di kota B yang bernama Roby segera pergi meninggalkan Devan seorang diri di sebuah Bar yang kala itu sangat ramai pengunjung.


Devan terus menegak minumannya hingga tandas.


"Tidak mencintai ku dan hanya mau membalas Budi, seperti itu juga kau pamerkan pada orang lain, kau mau membuat semua orang memgaggapmu sebagai gadis yang malang, kau benar-benar keterlaluan Tania,"


"Braak...!"Devan memukul meja dengan sangat keras hingga membuat beberapa orang menoleh kepada nya.


"Pelayan cepat tambah minumnya lagi."


Bergegas salah satu pelayan memberikan satu botol minuman kepada Devan.


"Uangnya Tuan."


"Nih, isi berapapun yang kau mau."Devan memberikan kertas cek.


"Tuan, serius ini boleh diisi berapapun."


"Tentu saja, ambillah dan jangan mengagguku."


"Baik, Tuan,"seru pelayan itu dengan girang.


Devan kembali menuangkan minuman kedalam gelas, kali ini Devan menuangkan minuman tidak tepat masuk ke dalam gelas sehingga airnya tumpah ke meja, beberapa mata yang sempat melihat Devan menggeluarkan lembaran kertas cek kepada sang pelayan, meneguk ludahnya.


"Dia, cowok kaya , Aku harus bisa mendapatkan nya malam ini, agar aku bisa mendapatkan uang yang banyak." lirih salah satu orang yang berada di dalam Bar di mana langsung didukung teman yang ada di sebelahnya.


"Benar sekali, cepat samperin dan jangan lupa bagi-bagi, sebenarnya Aku juga mau tapi langanan Aku sudah datang jadi Aku tidak bisa kamu jangan lupa Nanti Aku di icipi hasilnya ya?"


"Sip, tenang saja setelah malam ini dia bersamaku aku akan minta uang cek yang jumlahnya banyak bisa buat kita berlibur."


"Kalau begitu cepat sebelum Cowok itu di samperin mereka.'"


"Ok Aku akan bereaksi sekarang."dengan bibir tersenyum wanita itupun langsung mendekati tempat dimana Devan sedang minum.


"Sendirian Bang?"boleh Aku ikut gabung."


Devan yang sudah sedikit mabuk hanya mengagguk angguk saja.


"Wah ini minuman yang keren dan paling mahsl disini, apa Aku juga boleh ikut menikmati minuman ini Bang?"


"Minum saja jika kurang kau boleh minta pada tuh pelayan."


"Ah yang bener Bang, boleh pesan minuman nya."


"Boleh, pesan berapa pun yang kamu mau."


"Baik, Aku pesan dulu,"bergegas wanita itu menghampiri sang pelayan untuk memesan minuman berkelas dengan harga yang sangat mahal." wah ini kesempatan ku Aku juga akan belikan teman-teman yang lain mumpung dapat gratis," lirih wanita itu sambil tersenyum senang.


"Mas, kasih Aku lima botol minuman xx yang berkualitas tinggi, Nanti Abang Aku yang disana tuh, yang akan bayar."ucap wanita itu antusias.


Sang pelayan menggikuti jari telunjuk yang di arahkan sang wanita.


"Oh, Boss kaya itu, baik Nona boleh ambil lebih dari lima botol."


"Serius Mas, boleh?"


Pelayan itupun mengagguk, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan wanita itu menggambil 10 botol minuman dsn langsung pergi membagikan kepada temannya, tentu saja teman-teman nya sangat senang, setelah selesai memberikan botol minuman pada temannya, wanita itu langsung menghampiri Devan dengan sangat berani Wanita itu merayu dan mulai melancarkan serangan mautnya dengan terus mengoda Devan.


Karena sudah mabuk Devan tidak menolak setiap sentuhan dan ciumaan yang di berikan wanita itu, merasa mendapat kan balasan wanita itu semakin berani.


"Bang, kita bermain di kamar saja yuk?"rayu wanita itu sambil terus berusaha mencummbu Devan dan pada saat wanita itu hendak menautkan bibirnya tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipi Wanita itu.


"Brengsek kau ...Plaaak...!"sebuah tamparan keras mendarat di pipi Wanita itu


"Hei...! berani kau menamparku rasakan ini, plaaak... !" tamparan yang juga cukup keras mendarat pada gadis yang ada di depannya.


"Hei slow saja kau juga sama dengan diriku kan, dia itu milikku, jadi pergi kau dari sini."


"Apa milikmu, ini milikmu trimalah.. plaaaak!


Kembali gadis itu memberikan Tamparan yang cukup keras pada Wanita itu."


"Kau benar-benar mau mengajak ribut, Aku tau kau mau merampas mangsaku yang kaya ini kan?"


"Mangsa...mangsa kepalamu itu, Aku itu istrinya."


"Apa?"Hahahah, istri apaan jangan kau mendustaiku bocah, pergilah."


"Tania... jangan pergi Aku sangat mencintai mu."igau Devan dalam mabuknya.


"Tuh, kau dengar dia menyebut namaku bukan namamu, jadi pergilah jangan mengaggu suamiku atau kau akan kulaporkan ke polisi, karena telah berani mengoda suamiku."


Wanita itu diam rupanya dia sedang berpikir yang tak lama kemudian.


"Ok, kita berdamai tapi aku tidak mau jika harus membayar minuman yang sudah ku pesan, suamimu itu yang menyuruhku tadi jadi aku tidak mau kalau harus bayar sendiri."


"Pergilah uang suamiku banyak, nih aku kasih lagi pergilah cepat."


"Kok cuma dua ratus ribu sih."


"Mau tidak, kalau tidak mau sini kembalikan,"


"Iya, mau," Sungut Wanita itu seraya pergi." ternyata istrinya pelit beruntung tadi aku sudah pesan sepuluh botol lumayan buat pesta dengan teman-teman." lirih Wanita itu sambil tersenyum.


Sementara di tempat Devan yang sedang mabuk.


"Ayo Yun, sini cepat bantu Aku membawa Devan masuk ke dalam mobil jangan bengong saja."


"Aku kagum dengan mu kamu hebat bisa mengusir Wanita itu,"


"Sudah cukup memujinya, cepetan bantu."


Dengan sedikit bersusah payah kedua gadis itupun membawa Devan masuk ke dalam mobil.


"Kau tunggu dulu disini, Aku mau bayar minumannya Devan."seru gadis itu yang langsung masuk kembali ke dalam Bar dan mendekati tempat Pelayan menyajikan minuman.


"Berapa harga minuman yang di pesan suamiku tadi?"


"Tidak usah bayar mbak, tadi suaminya sudah bayar dengan cek kosong."


"Apa? cek kosong?"


"Iya, saya boleh menuliskan berapa saja yang saya mau,"


"Enak sekali kau kembali kan cek itu padaku,"


"Tidak bisa mbak, ini untuk alat pembayaran."


"Kau kembali kan tidak?" jika tidak Aku akan laporkan ke polisi."


"Ja-jangan, mbak ini saya kembalikan tapi mbak harus bayar minuman yang di pesan suami mbaknya."


"Tentu, sekarang berikan cepat."


Dengan sangat berat hati sang pelayan akhinya memberikan Kembali kertas cek kosong.


"Ini, untuk membayar semua minuman yang di pesan suamiku."


"Mbak, kurang, ini cuma duaratus ribu?"


"Mau ambil atau tidak jika tidak mau sini dan aku tidak usah membayar mu, Aku cuma punya uang segitu kau terima tidak?'


"Iiih dasar istri pelit, ya baiklah mau," seru pelayan itu sambil mendumel, hari ini ternyata bukan dapat untung tapi justru buntung, rugi banyak aku."


Gadis yang sudah berhasil mengambil cek kosong langsung kembali ke tempat mobilnya.


"Sudah beres Yun, sekarang Aku akan bawa pulang Devan ke apartemen nya,"


"Apa kau yakin bisa?"


"Tentu saja,"


"Baiklah hati-hati ya?"


"Sip!"


Mobil yang membawa Devan akhinya meninggalkan Bar tempat dimana Devan sedang mabuk, di dalam mobil Devan masih terus menyebut nyebut nama Tania.


"Brisik sekali sih kamu, bikin pusing kepala ku saja, dari pada Aku mrndengar kan kamu terus ngelantur mendingan Aku tutup telinga ku dengan memutar lagu.


Merasa sangat kesal gadis itu menghidupkan lagu yang cukup keras dengan menggunakan handset sehingga telinga nya tidak sakit dan pening ketiika Devan masih terus memanggil nama Tania.


"Kau itu bodoh Van, sudah mau menikah malah mabuk, Aku yang kamu sakiti saja tidak pernah mabuk cuma ada masalah sedikit saja mabuk, Aku yang kamu Abaikan dan tinggalkan tidak pernah mabuk dasar Cowok Cemen, tapi biarpun begitu ku akui kamu sangat tampan, Araaaaaagggghhhh....mikir apa Aku ini, kenapa juga aku bodoh dan sudih menolong nya sedangkan dia sudah mencampakkan aku dengan sangat menyakitkan, huuff cinta itu memang buta andai kau tau hatiku, Aku sangat mencintai mu Van dan Andai Aku boleh berharap Aku lah yang seharusnya menjadi Istrimu bukan Tania, tapi sudahlah Aku ihklas Mungkin kau memang bukan jodhoku, lirih gadis itu dengan Tersenyum kecut.