
Kedua gadis itu bersemangat pergi ke toko baju yang ada di sekitar kerajaan Istana Sangkala, dengan berbekal uang keping emas yang baru di dapat dari pangeran Tatius, wajah mereka berbinar senang, setelah berkeliling dan memilih milih baju yang di rasa pas dan cocok ke duanya pun langsung kembali ke dalam kerajaan istana Sangkala.
"Aku sudah tidak sabar ingin segera malam dan menggunakan baju bagus ini, menurut mu bagaimana bagus tidak baju pilihan ku ini."tanya Sein zee pada temannya Caolin, yang juga lagi asik di depan cermin dengan memutar mutar kan baju barunya.
"Bagus," seru nya tanpa melihat ke arah Sein zee.
"Gimana kamu bisa tau kalau baju ini bagus,kamu nya saja tidak melihat, ayo lihat sini, Seru Sein Zee pada Caolin yang akhirnya membuat Caolin menghentikan kegiatan nya memutar mutar baju baru nya dan berjalan mendekati Sein Zee.
"Sangat bagus dan pasti nya sangatlah bagus karena kita membeli dengan harga yang mahal, "Trimakasih ya Sein...gara gara kamu aku juga dapat bagian uang untuk bisa beli baju baru, ini kalau aku nungguin uang dari hasil gaji Ayah di sini pasti ngak bisa beli paling Ayah cuma ngasih beberapa keping saja sedangkan pangeran Tatius benar benar dia berhati dermawan, tidak pelit aku tadi mendapatkan keping emas duapuluh dari nya kamu di kasih berapa Sein.?"tanya Caolin penasaran, kepo ingin tau.
"Aku mendapat kan tiga puluh keping emas,"
"Wah, banyak sekali, Pangeran Tatius yang tampan itu benar benar tertarik padamu Sein."seru Caolin dengan wajah bersemangat.
Sein Zee yang mendapat kan pujian pun tersenyum bahagia, hatinya benar benar di buat berbunga-bunga hari ini oleh pangeran Tatius, meskipun Pangeran Tatius belum menggungkap kan isi hatinya secara langsung tapi Sein Zee yakin pangeran Tatius sangat mencintai nya.
"Sein...!" aku balik ke tempat ku ya sampai ketemu Nanti malam,"
"Kamu ngak nunggu di sini saja kah, lebih baik tunggu di sini." tawar sein Zee pada sahabatnya.
"Trimakasih, tidak aku khawatir Ayah akan mencari ku,"tolak Caolin.
"Baiklah, hati-hati kalau begitu."
"Sip .!"
Dengan hati riang gembira Caolin melangkah meninggalkan rumah tempat Sein zee tinggal tak menunggu lama akhirnya Caolin sampai juga di depan pintu rumah nya dengan pintu terbuka itu artinya sang Ayah sudah ada di dalam rumah. Samar samar dari balik pintu terdengar percakapan antara sang Ayah dan temannya yang mungkin kebetulan mampir dan bermain ke rumahnya.
"Untuk Nanti malam pasti pestanya sangat meriah dengan banyak nya makanan yang di buat semua Raja lakukan demi memberikan selamat kepada Pangeran Tatius yang telah membawa kan calon mantu untuk nya."
"Iya, Calon istri dari pangeran Tatius sangat cantik aku sempat melihat nya tadi,"
"Iya, aku dengar dengar juga sangat cantik, semua orang kini lagi membicarakan berita ini, pangeran Tatius benar benar datang dengan membawa kejutan."
"Apa kau ingat nama gadis itu?'
"ingat lah, aku tidak pelupa seperti mu, nasib pikun masih jauh dari ku, ha . ha ..ha."
"Iya...ya, aku yang pelupa jadi aku yang mulai pikun, sekarang katakan siapa nama gadis itu?"
"Ini kalau tidak salah dengar mereka tadi Bilang Tania..begitu."
"Tania...!"" siapa itu Tania Ayah?" tanya Caolin yang ada di depan pintu sambil menenteng tas kresek berisi baju baru.
"Eh, anak Ayah dari mana saja kamu, kerjanya kok cuma main main saja, cepat beristirahat Nanti malam kita akan menghadiri pesta nya Pangeran Tatius.
"Ayah, belum menjawab pertanyaan ku, siapa itu Tania Ayah!"tanya Caolin penasaran.
"Apa?"Calon istri pangeran Tatius, Ayah jangan bercanda deh,"seru Caolin merasa terkejut.
"Bercanda bagaimana?" tanya itu sama Om Xefco..dia yang bilang tadi."
"Apa yang Om bilang itu benar jika pangeran Tatius Nanti malam akan memperkenalkan calon istri nya yang bernama Tania " tanya Caolin penasaran.
"Benar ...itu benar sekali bahkan calon istri nya Pangeran Tatius sangat cantik."
"Apa? jadi semua itu benar."tanya seinv
Om Xefco mengagguk pasti, tanpa bicara apapun Caolin langsung langsung berlari masuk ke dalam kamarnya, sang Ayah yang melihat itu jadi binggung.
"Hei...putrimu Kenapa tuh."tanya Om Xefco yang melihat putri sahabat dan teman rekan kerja langsung berlari masuk ke dalam kamar.
"Aku, juga tidak tau, ada apa dengan nya ya,"
"Sudah sana kau lihat putri mu, aku melihat seperti nya dia lagi patah hati, jangan jangan putri mu jatuh cinta sama Pangeran Tatius."ucap Xefco menjelaskan.
"Wah... gawat itu kalau beneran iya,"
"Sudah cepat urus putri mu aku balik dulu sampai ketemu di tempat pesta."
"Ok, hati-hati."
Setelah Kepergian Xefco,buru buru laki-laki Ayah dari Caolin masuk kedalam kamar dan terlihat lah Caolin sedang sesenggukan.
"Nak, kau menanggis, tanya sang Ayah yang mendapati putri nya sedang menanggis sesenggukan. Di belainya dengan lembut rambut hitam milik putrinya.
"Dengar, Nak!" Ayah tidak melarang kau menyukai siapapun tapi kamu harus sadar dengan kedudukan kita, kau dan Pangeran Tatius itu bagaikan langit dan bumi jadi Ayah harap lupakan pangeran Tatius dari dalam hatimu, kau jangan bersedih lagi."ucap sang Ayah menasehati putri nya seraya membelai rambut hitam milik Caolin.
Caolin yang matanya sembab karena dengan penuh dengan air mata membuat nya menengadah kan wajahnya dan menatap lekat lekat wajah sendu sang Ayah.
"Bukan aku yang patah hati Ayah."ucap Caolin menjelaskan membuat sang Ayah terkejut dan dengan gerakan refleks menjauhkan kepala putrinya dari pangkuan nya.
"Apa, kau bilang? bukan kamu! lalu kenapa kau menangis sampai banjir begini."tanya sang Ayah pada putrinya.
"Teman, Caolin Nanti yang akan patah hati Ayah, dia sangat mencintai Pangeran Tatius dan Pangeran Tatius mengapa seperti itu jika dia tidak cinta dengan teman saya buat apa dia bersikap dan berbuat baik padanya bahkan Sik perhatian pasti hati temanku hancur berkeping keping, hizk....hizk.... hizk."tutur Caolin yang masih sambil menangis, sedang sang Ayah hanya menggelengkan kepalanya.
"Itu salah dia sendiri, mengapa tidak sadar diri dan langsung ke GR an, jika di berikan perhatian sedikit harus sadar, orang memberikan perhatian bukan cuma cinta saja tapi juga karena dia menghormati ataupun menyayangi sebagai teman atau dia di anggap saudara semua bisa terjadi, tapi sudahlah Ayah cukup bersyukur dan senang ternyata bukan putri Ayah yang lagi patah hati."seru nya yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar kamar.
"Ayah... tunggu!"Apakah calon istri pangeran Tatius sangat cantik?"
"Ayah dengar begitu, tapi Ayah tidak tau nanti kita juga akan tau ketika pangeran Tatius memperkenalkan calonnya kepada kita semua."Setelah mengguncapkan itu sang Ayah langsung beranjak pergi dan tinggallah Caolin sendiri yang kini mondar mandir bagaikan gangsing.
"Bagaimana jika nanti Sein zee menggetahui jika Pangeran Tatius ternyata telah memiliki kekasih, apakah dia bisa sanggup, kasian juga kamu Sein zee tapi betul juga kata Ayah salah sendiri membiarkan pikiran hatinya terlanjur jauh, bukankah pangeran Tatius sejak dulu memang memiliki sifat yang baik dan perhatian, Araaaaaagggghhhh.... pusing mikirin nasib hati sein Zee tapi aku penasaran seperti apa ya kira-kira calon istri dari pangeran Tatius itu."