The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.305.TERKURUNG



Pangeran Yervan yang menggamati jalannya pertarungan antara Ibu Ratu Derbah dan laki-laki bertopeng masih belum mengerti mengapa laki-laki bertopeng itu tidak sekalipun berusaha menyerang maupun melukai Ibunya sangat terlihat jelas jika laki-laki bertopeng itu hanya berkelit dan menghindar.


"Kok ada musuh yang tidak tega menyerang apakah semua itu karena Ibu Ratu seorang Wanita, sehingga pantang baginya untuk mengotori tangan nya dengan menyerang Wanita, jika seperti itu baguslah itu artinya dia sadar diri Wanita bukanlah tandingan nya untuk itu biarlah aku yang akan melawan mu dan membuka topeng mu, mungkin Wajahmu sangat buruk sehingga kau begitu malu hingga harus memakai topeng itu untuk melawan kami."lirih Pangeran Yervan bermonolog sendiri.


"Ibu Ratu minggir....!"Hoooop.... hiaaaaaa....!"


"Duuuuuuuss......!


Satu tendangan tepat mengenai tubuh laki-laki itu hingga membuat tubuh nya terpental kebelakang, karena laki-laki itu memiliki ilmu yang cukup tinggi maka ketika jatuh terpental langsung dengan posisi kuda-kuda."


"Ayo ..,lawan aku, aku lah tandingan mu ;" seru pangeran Yervan dengan lantang.


Terlihat laki-laki itu membenarkan letak posisi berdiri nya.


"Sial....! Kenapa anak ini juga ada di sini aku harus bisa kabur dari mereka."


"Hei ... mengapa diam saja jangan berfikir mau kabur ya, Hahahaha.. jangan mimpi karena aku tidak akan melepaskan mu, Ibu Ratu minggir biar dia jadi bagian ku."


"Silahkan, Pangeran Yervan, habisi saja laki-laki itu, tadi dia juga sudah memukul Ibu, lihat ibu terluka dan berdarah ini sakit putraku jadi, jangan biarkan dia lolos habisi saja."seru Ratu Derbah seraya menunjukan luka di siku yang ada sedikit darah.


"Baik, Ibu Ratu!


"Sial....pandai juga Wanita itu memfitnah ku, aku tidak melukai apapun bahkan memukul juga tidak dia terluka karena kecerobohan nya sendiri jatuh akibat gagal menyerangku kenapa jadi aku yang di kambing hitam kan, dasar Wanita licik."


Sementara Ratu Derbah menyungingkan sebuah senyuman.


"Rasain kau, laki-laki tua Bangka dan jelek kau pikir dengan memakai topeng aku tidak bisa menggenalimu dasar penghianat, sekarang rasakan jika kamu harus di lukai dan siapa tau mati di tangan putramu sendiri dan kau putraku tenang saja kau tidak perlu memiliki Bapak seperti dia cukup Raja yang jadi Bapak mu, kenapa tiba-tiba perutku lapar ya, itu ada jambu Air lebih baik Aku isi perutku dengan jambu Air sambil menikmati permainan Antara Bapak dan Anak." desis Ratu Derbah sambil tersenyum.


"Hai..berani sekali kau melukai Ibu Ratu, kau harus diberikan pelajaran, hiaaaaa..... duuuuuuuss.... duuuuuuuss..!


"Sial, anak ini Nekad, hoooop..... hiaaaa...! Laki-laki bertopeng itu terus melompat menghindari pukulan dari Pangeran Yervan tanpa berusaha memberikan perlawanan dan serangan balik.


Dari atas pohon rindang Ratu Derbah duduk bertengger dengan menyuapkan buah jambu Air ke dalam mulutnya.


"Hahaha...seru juga melihat Bapak dan anak lagi bertarung, beruntung Wajah putraku tidak mirip laki-laki tua itu, sehingga keadaan masih Aman tidak ada yang tau jika Pangeran Yervan putra dari Patih Ramboka yang jelek itu hihihi," desis Ratu Derbah sambil senyum senyum.


"Aku harus bisa kabur dari mereka, mana mungkin aku bisa melukai putraku sendiri, ****.. kenapa Nasibku begitu Sial, kenapa Derbah melihat ku dan langsung menyerangku sehingga aku harus terpisah dari rombongan para prajurit itu apakah sebenarnya Derbah mencurigai ku, Oh tidak, bukankah aku memakai topeng dan itu artinya Derbah tidak akan bisa menggenaliku, mungkin memang Nasibku saja yang sial, jadi pemberontak tapi harus bertarung dengan Anak sendiri benar benar menjengkelkan."


"Hei... laki-laki bertopeng apakah kau tidak memiliki kekuatan apapun sehingga kau hanya melompat dan melompat seperti katak."


"Sial, dia mencibir ku dasar anak Derbah ngak ada adat, satu sifatku pun tidak ada yang nurun padanya baik dikit kek sama Bapaknya gitu biar aku bisa ngerasain bahagia, masa anak nglunjak terus sama Bapak nya."gumam Patih Ramboka bermonolog sendiri.


"Hahahah....seru juga nih laki-laki tua Bangka pasti lebih seru kalau ku lempar jambu Air.


"Wuuuuuuzz.....bluuukk..! buah jambu Air meluncur dengan cepat ke arah kepala Patih Ramboka.


"Auuuwwh...!


"Hahahah, Rasain tuh."


Patih Ramboka menatap geram ke atas pohon di mana arah jatuhnya jambu Air yang menimpa kepala nya, melihat Patih Ramboka meringis akibat buah jambu Air yang mendarat di kepala nya membuat Pangeran Yervan tertawa lepas.sementara Patih Ramboka menatap geram pada sosok Wanita yang bertengger di atas pohon.


"Awas....kau! hoooop....hiaaaaaa..!"tubuh Patih Ramboka terbang melesat ke atas pohon dan dengan kecepatan tinggi dengan disertai tenaga dalam langsung menyambar tubuh Ratu Derbah.


pangeran Yervan menatap ke atas pohon di mana Patih Ramboka sudah melingkar kan tangannya pada pinggang Ratu Derbah dan membawanya terbang melesat pergi menjauh dari tempat itu.


Sesaat Pangeran Yervan terlihat khawatir dan berniat mengejar Patih Ramboka yang telah membawa pergi ibunya, akan tetapi Niat itu dia urungkan.


"Kenapa hatiku mengatakan laki-laki bertopeng itu tidak akan menyakiti Ibu Ratu, terlebih sikap Ibu Ratu yang sangat Aneh, beliau menggadu terluka karena ulah laki-laki bertopeng itu sedangkan aku melihat sendiri luka itu akibat ibu Ratu gagal memberikan serangan sehingga jatuh sendiri, lebih baik aku biarkan saja laki-laki itu, seperti nya dia tidak berbahaya, aku harus cepat pergi mencari di mana Tania itu lebih penting."


Setelah berfikir akhirnya pangeran Yervan memutuskan untuk pergi dan membiarkan Ibu nya di bawa pergi laki-laki bertopeng.


Sementara laki-laki bertopeng yang merasa geram dengan ulah Ratu Derbah segera membawa Ratu Derbah ke sebuah bangunan kuno yang mana hanya Patih Ramboka yang memiliki kunci nya, bangunan kuno sebuah gudang Rahasia, segala hal Antik yang mengenai kerajaan ada di sana.


Tak lama kemudian Patih Ramboka membuka pintu dan membawa Ratu Derbah masuk ke dalam.


"Hei....mau apa kau bawa aku ke sini,."


"Diamlah, kau sungguh berisik."


"Hei, patih jelek, bisa bisanya kau berniat menjadi penghianat kerajaan."


"Sudah, ku duga ternyata kau menggenaliku."


"Tentu saja aku menggenalimu Wajah mu yang jelek membuat aku tidak bisa lupa."


Mendengar Ratu Derbah menggatakan jelek Patih Ramboka segera membuka topeng nya dan menangkup wajah cantik Ratu Derbah.


"Coba ulangi, aku jelek...! kalau aku jelek mana mungkin kau sampai punya anak dariku,"


"Itu karena lagi apes.'


Patih Ramboka melepaskan tangannya yang memangkup wajah cantik Ratu Derbah.


"O, iya, apes sampai tidur berkali-kali dengan ku begitu,"


"Kau...!"


Ratu Derbah menggangkat tangannya dan berniat menampar patih Ramboka tapi sayangnya tangan Patih Ramboka menahannya.


"Akui saja, jika aku sangat perkasa dan permainan Ranjang kita kamu selalu ku buat kalah."


"Diam..kau!" memalukan aku itu Ratu mu dan kau hanya patih jadi jaga ucapanmu."


"Sombong sekali kau,mentang mentang Raja perhatian padamu aku kau campakkan, sudah tinggal saja di sini sampai aku kembali."


Patih Ramboka mrmilih pergi meninggalkan Ratu Derbah dan berjalan menuju pintu.


"Tunggu...!kau mau kemana."


"Aku akan pergi agar bisa menjadi Raja agar aku bisa kembali membawa anak dan istri ku kembali padaku."


"Woi...kamu jangan macam-macam, Ramboka buka pintunya, jangan kunci aku di sini...! sial..dia menggurungku dan Raja...tidak Raja benar-benar dalam bahaya aku harus bisa keluar dari tempat tidur ini agar bisa menolong Raja, tapi bagaimana caranya."Ratu Derbah bermonolog sendiri.