The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.366 HANCUR



Pangeran Tatius yang sibuk membakar ikan untuk sesaat membiarkan Tania sendiri, setelah semua ikan yang di bakar sudah matang barulah pangeran Tatius menghampiri tempat dimana Tania duduk menunggu.


Dengan suara keras dan sedikit nyaring Pangeran Tatius menghampiri Tania.


"Tara...sudah matang, ayo kita makan ini untuk mu..!"ucap pangeran Tatius seraya menggulurkan Ikan yang ada di tangannya.


Pada awalnya pangeran Tatius tidak begitu memperhatikan wajah Tania akan tetapi setelah menggulurkan ikan dan menatapnya Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya Ketika Melihat buliran bening jatuh di pipi halus kekasihnya.


"Kau menangis kenapa?"apa yang terjadi padamu, apa ada binatang yang menggigitmu Kenapa tidak berteriak, coba lihat mana yang sakit," tanya pangeran Tatius panik.


Melihat wajah kepanikan dari kekasihnya Tania semakin sesenggukan dan hal itu semakin membuat pangeran Tatius binggung.


"Tania sayang jangan begitu ayo ngomong biar aku tau, maaf kan aku tidak menggawasi aku sibuk dengan urusanku sendiri jangan menangis lagi, coba katakan mana yang sakit biar ku lihat."tanya pangeran Tatius cemas.


"Aku tidak apa-apa."jawab Tania sambil mengusap dan menepis tangan pangeran Tatius yang khawatir padanya." mana ikannya."seru Tania mencoba membuang rasa sesak yang tiba-tiba hadir menyusup ke dalam relung hatinya.


"Ini..!"masih panas biar ku tiup aku suapin saja biar ngak kepanasan." tawar pangeran Tatius yang mana Tania kali ini tidak menolak.


"Kapan lagi bisa di suapin pacar, kapan lagi bisa duduk berdua dan kapan lagi bisa merasakan kasih sayang nya, apa aku egois jika ingin menikmati untuk yang terakhir kalinya."lirih Tania dalam hati.


Setelah beberapa kali membiarkan pangeran Tatius menyuapinya, kini Tangan Tania menahan tangan Pangeran Tatius.


"Cukup, aku sudah kenyang."


"Baiklah kalau begitu aku makan." dengan lahap pangeran Tatius menikmati ikan bakar, Tania hanya mau menikmati dua ekor ikan bakar sedangkan pangeran Tatius membakar enam ikan khawatir Kekasih nya kurang karena biasanya Tania bisa menghabiskan tiga sampai empat ekor jika mood makannya tinggi, tapi entah mengapa kali ini cuma dua ekor ikan bakar sudah cukup dan anehnya tubuh Tania tidak mengelembung gendut Karena porsi makannya yang lumayan tinggi.


Pangeran Tatius berfikir mungkin ini efek dari masih pagi dan Tania habis menangis, meskipun Pangeran Tatius tidak bertanya lagi apa yang membuat kekasihnya menangis tapi dia mencoba memperhatikan dan mencari tau sendiri apa penyebab nya.


Ketika pangeran Tatius sibuk makan dan berfikir tiba-tiba Tania membuka percakapan.


"Aku mau bicara dengan mu."


"Hmm, bicara saja aku akan dengarkan."


"Tatius, aku serius ingin bicara."


"Iya, sayang ngomong saja, meskipun aku sambil makan aku bisa dengarkan kok, telinga ku masih bagus semua," ujar Pangeran Tatius yang mana semakin membuat Tania gemes entah mengapa bersama dengan sang kekasih Vampire rasaanya sangat menyenangkan, selain dia seorang yang penyayang dia juga termasuk Pemuda Vampir yang sopan tidak pernah macam macam dalam pacaran dan selalu menjaganya dengan benar.


Mengagumi sang kekasih dalam hati membuat dada Tania menjadi sesak lebih sesak ketika membayangkan posisinya di gantikan wanita lain yang lebih mencintai dan menyayangi Kekasih nya, entah mengapa rasa nya sakit dan tak rela tapi apa boleh buat keadaan yang tidak mendukung membuat dirinya harus rela melepas dan kehilangan Kekasih nya untuk selamanya.


Tania menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, meskipun terasa sulit dan berat tapi semua harus cepat dia selesaikan, menggingat dirinnya juga tidak datang sendiri, bisa jadi sebentar lagi Devan datang mencari nya dan hal itu akan semakin kacau apabila dia belum menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya dan apa tujuan nya menggajak Pangeran Tatius untuk bertemu.


"Tatius, ini penting."Tania berucap sambil mengatur napas yang mana sungguh bagaikan orang yang sedang melakukan interview pada sang Boss dimana hatinya berdebar begitu kencang.


"Ya sudah langsung saja bicara,aku pasti mendengar kan cuma sayang ikannya kalau di angurin kamu mau lagi tidak?"Tawar pangeran Tatius tenang.


"Tidak..!aku sudah cukup."


Dalam hati Tania mengumpat kelakuan pangeran Tatius yang santai dan tenang sedangkan dirinnya begitu binggung dan tegang.


"Tumben makannya sedikit lagi program diet kah, sudah ngak usah diet begitu juga aku suka." cicit pangeran Tatius memuji.


Tania Tersenyum kecut mendengar perkataan dari kekasihnya yang masih sibuk dan asik dengan ikan bakarnya tanpa peduli dengan hatinya yang lagi binggung dan resah.


"Aku mau...mau....


Tania diam sesaat rasanya sangat susah untuk bicara bagaikan terkena sariawan mendadak sehingga berkata pun sulit.


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya menatap wajah kekasihnya dengan senyum.


"Kamu kenapa?" kalau mau minta diantar pulang tunggu sebentar lagi ya aku masih kangen, tau tidak rasaanya aku tidak percaya jika aku masih bisa bertemu dengan mu lagi, seluruh hidupku bagaikan terhenti seketika saat Ayah berbohong dengan menggatakan kalau kamu sudah mati, jantungku mau lepas saat itu, kau tau aku bolak balik dari kerajaan Awang Awang Vampire ke dunia manusia hanya untukmu, untuk bisa bertemu dan Melihat mu, aku sangat senang ternyata Ayah berbohong padaku ternyata kamu masih hidup, entah apa sebabnya Ayah berubah pikiran apakah beliau tidak lagi merestui hubungan kita, tapi kamu jangan khawatir aku tidak akan mundur aku mau kau menjadi istriku, bagian dari hidupku aku sangat mencintai dirimu kau juga mencintai diriku kan?"


Serasa ada biji kedondong yang nyangkut di tenggorokan Tania ketika mendengar semua penggakuan Kekasih nya hingga membuat bibirnya terkatup rapat.


Sungguh dirinnya benar benar bahagia mendengar penggakuan Cinta Kekasih nya akan tetapi sungguh hal ini membuat dirinya semakin sulit untuk bicara kejujuran padanya.


"Hei...! Kenapa diam kau juga mencintai ku kan?" tanya Pangeran Tatius sambil menatap lekat wajah didepannya dengan tatapan mata sayu dengan bibir menggulum senyum.


Merasa tidak mampu bersitatap dengan sang kekasih Tania bangkit dari duduknya dan memilih membelakangi sang kekasih.


Tentu saja hal itu membuat Pangeran Tatius gemas, karena sikap kekasihnya di anggap begitu aneh dan penuh rahasia.


"Kamu kenapa?" ada yang sedang kau pikirkan, apa kamu juga memikirkan sikap Ayah yang mulai dingin dan acuh padaku, kalau soal itu kamu tenang saja aku bisa hadapi tidak masalah sikap apapun yang di perlihatkan Ayahmu padaku bagiku cukup kamu dan kamu." ucap Pangeran Tatius yang ikut berdiri dan memeluk tubuh Tania dari belakang.


Jantung serasa mau lepas ketika pelukan hangat itu datang untuk nya. Dengan perlahan lahan tangan halus Tania melepaskan pelukan pangeran Tatius.


"Kamu kenapa sih, aneh begini?" protes pangeran Tatius yang mana dia berharap pelukan nya akan mendapatkan sambutan Maja dari Kekasihnya seperti yang sudah sudah tapi kali ini Tania terkesan tidak membiarkan sedikitpun Pangeran Tatius memeluk nya.


"Aku mau mengatakan tujuan ku Meminta kita bertemu disini."


"Ya, katakan saja aku akan dengarkan, tapi tidak masalah kan jika sambil memelukmu, aku sangat rindu padamu apakah kau tidak merindukan aku!"


"Tatius, aku mau bicara serius bukan main-main."


"Ok.. !baik, sekarang bicara lah," jawab Pangeran Tatius dengan kedua tangan bersendekap di depan dada.


"A-aku ... Aku..


Tania berhenti bicara untuk meneguk ludahnya kasar entah mengapa kerongkongan nya terasa kering.


Mendengar perkataan kekasihnya yang terhenti henti membuat pangeran Tatius menaikkan satu alis matanya.


"Aku ...


"Mau aku lamar secepat nya begitukah." sahut pangeran Tatius tak sabar dari tadi cuma Mendengar aku....aku dari kekasih nya.


Bagaikan anak kecil Tania mengerakkan kedua tangan nya


"Bukan bukan seperti itu..!"


"Lalu?" tanya Pangeran Tatius pemasaran.


"Aku, mau hubungan kita akhiri sekarang juga."


Perkataan Tania tidak begitu keras akan tetapi mampu membuat darah Pangeran Tatius tiba-tiba mendidih dan bergolak.


Kedua tangan nya yang tadinya bersendekap dengan tenang tiba-tiba dia lepaskan dengan kedua bola mata membulat seketika, sungguh Tania bergidik melihat hal itu, hingga memilih untuk membuang muka.


"Apa kau bilang? mau mengakhiri..!tanya pangeran Tatius sambil menarik kasar lengan Tania hingga membuat Tania mau tidak mau menatap wajah pangeran Tatius yang terlihat sangat marah.


"Tatius lepas, apa-apaan sih kamu?'


"Kamu sedang bercanda kan, kamu lagi main-main kan?


"Aku tidak bercanda Tatius aku bicara serius aku mau hubungan kita putus."


Pangeran Tatius tertawa mengejek.


"Aku tidak mau, memangnya apa salahku kenapa kau mau mengakhiri, bukankah sudah kubilang jika Ayah tidak setuju aku yang akan meminta dan bicara padanya kamu tenang saja, jadi stop bicara aneh aneh."tukas Pangeran Tatius yang kemudian berjalan merapikan ranting ranting yang digunakan untuk membakar ikan.


Tania berjalan mendekati kekasihnya dengan kesal pasalnya pangeran Tatius menggaggap apa yang Tania ucapkan itu main-main.


"Tatius, aku serius aku mau kita putus."


"Tidak perlu ku jawab pasti kau tau jawabannya, aku tidak mau.'


"Aku tidak perduli..!'teriak Tania keras karena pangeran Tatius menggabaikan nya.


"Aku tidak perduli kamu mau atau tidak yang pasti aku tidak mau memiliki hubungan lagi dengan kamu karena aku tidak mencintaimu." teriak Tania lantang.


"Deg..!


Tangan kekar yang sibuk membereskan tempat untuk membakar ikan menghentikan kegiatan nya tiba-tiba, kedua tangan nya mengepal dan wajah tampan nya berubah menjadi merah padam.


Dengan cepat Pangeran Tatius membalikkan badannya dan menatap wajah gadis yang ada didepannya dengan tatapan mata tajam.


"Apa kau bilang? kau tidak mencintai ku, hahaha coba ulangi,"


Dengan cepat Tania membuang muka dan kembali mengatakan.


"Aku tidak mencintaimu."


"Tatap aku dan katakan sekali lagi." teriak pangeran Tatius emosi yang mana tangannya langsung memutar tubuh Tania hingga kedua mata mereka bertemu.


Merasa kesal juga dengan sikap pangeran Tatius dengan memberikan diri Tania juga menatap tajam pada pemuda yang ada di depannya.


"Aku tidak mencintaimu, puas."teriak Tania kesal.


"Aku tidak mau hubungan kita berakhir."ucap Pangeran Tatius tak kalah kerasnya juga.


"Terserah kamu, karena sebentar lagi aku akan menikah jadi Jangan temui dan jangan ganggu aku lagi."ancam Tania dengan mata berapi-api.


"Deg..


" A-apa, kau mau menikah, pasti kau bohong kau marah padaku kan, makanya kau bersikap begitu."tanya pangeran Tatius yang kini nadanya mulai lembut.


"Apa yang dikatakan Tania itu benar Tatius, dia akan menikah lagi,"jawab salah satu suara yang tiba-tiba datang menghampiri mereka membuat pangeran Tatius menoleh ke sumber suara.


"Kau, mau apa kau disini."tanya Pangeran Tatius dingin.


"Dia calon istriku, jadi sangat wajar jika aku di sampingnya, aku memberikan kesempatan padanya untuk bicara padamu, Karena sudah selesai aku akan mengajaknya pulang, ayo sayang kita pulang." ajak Devan pada Tania yang mana langsung mendapat kan anggukan dari Tsnia.


Merasa geram dengan sikap Devan yang telah kurang ajar membawa pergi Kekasihnya dengan garang Pangeran Tatius menyerang Devan dengan memberikan pukulan keras pada punggung laki-laki itu di tambah dengan satu tendangan.


Melihat Devan jatuh tersungkur Tania berteriak.


"Cukup Tatius, kau mau membunuh calon suamiku, pergi kau jangan ganggu kami."


"Tania, kau. .!ucap Pangeran Tatius tertahan rasaanya tak percaya orang yang dicintai nya lebih membela orang lain.


"Sudah kubilang hubungan kita berakhir aku tidak mencintaimu apa kau tidak dengar aku tidak mencintaimu puass...!"


teriak Tania sambil berlari menjauh dari tempat mereka.


Pangeran Tatius diam tertegun hatinya hancur dan dadanya serasa sesak bagaikan duri duri yang menancap di jantung nya.


Devan bangkit sambil menyunggingkan sebuah senyuman kemenangan.


"Kau sudah dengar kan Vampire jelek, Tania tidak mencintai mu dan jika kamu tidak percaya kamu boleh datang di pesta pernikahan kami Minggu depan, tapi jika tidak kuat kamu tidak usah datang aku khawatir kamu akan membuat keributan di pestaku," seru Devan sambil tersenyum miring yang kemudian berlari kecil mengejar Tania.


Pangeran Tatius menatap kepergian mereka dengan tatapan mata hancu.