The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.171.MENDAPATKAN



Pangeran Tatius yang juga tidak menyangka jika yang membuat babak belur penasehat hyang Shu adalah gadis yang sedang di cari nya, karena memiliki ciri ciri yang di gambarkan Bibi Derbah, bahwa yang menggunakan mutiara hijau sinar matanya berwarna hijau dan Sinaran dari cahaya matanya bisa terlihat sejauh tujuh meter. Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar yang entah mengapa kerongkongan nya terasa kering, dengan seksama Pangeran Tatius menatap gadis yang ada di depannya. pikiran pangeran Tatius berkelana mencari jalan bagaimana caranya dia bisa meminta kembali mutiara hijau yang ada padanya, sangat tidak tega jika harus menggunakan cara kekerasan akan tetapi jika menggunakan cara halus cara bagaimana yang tepat dan yang pasti nya akan di setujui. Pangeran Tatius lagi-lagi menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, kegundahan dan kegelisahan yang dia rasakan ternyata dapat di rasakan pula oleh gadis yang ada di depannya. Dengan senyum yang tersungging di bibirnya putri xiao er mendekati pangeran Tatius.


"Apa, kau juga sama terkejutnya seperti ku, hai pemuda tampan, aku minta maaf aku tidak tau Vampire tua yang kurang ajar itu adalah pamanmu, namaku Xiao er, namamu siapa?"tanya Putri Xiao er yang tak ragu untuk berjalan mendekati Pangeran Tatius.


"Namaku, Tatius,"


Gadis itu tersenyum mendengar jawaban dari pangeran Tatius setidaknya kali ini, laki-laki yang tadinya di anggap sombong dan sok jual mahal kini sudah mulai lebih baik, buktinya dia juga tidak keberatan menyebutkan namanya.


"Nama yang bagus, kalau boleh tau kau berasal dari mana dan Kenapa berada di sini? apakah kau lagi menemui saudara jauh mu" tanya Putri Xiao er ingin tau.


"Tidak, aku tidak memiliki saudara jauh di sini aku ke sini ingin menemuimu?"jawab pangeran Tatius pelan.


"Ha ..ha . ha....kau bisa juga ngegombal rupanya, bukankah awal kita bertemu kamu begitu dingin dan sombong padaku, masak iya kamu sudah lupa" ucap Putri Xiao er menggingatkan sikap pangeran Tatius ketiika pertama kali bertemu dengan putri Xiao er.


Pangeran Tatius menyunggingkan sebuah senyuman.


"Tentu saja aku ingat dan aku menyesalinya, untuk itu aku mencari mu."


Mendengar perkataan dari Pangeran Tatius yang begitu indah kedengarannya di telinga putri xiao er hati putri Xiao er mendadak menghangat, dengan lebih berani lagi putri xiao er melangkah lebih dekat lagi hingga jarak di antara kedua hanya tinggal limapuluh centimeter.


"Tatius....!" apakah itu artinya kau mau menjadi kekasih ku," tanya Putri Xiao er berani, pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar dia tidak menyangka jika ucapannya justru akan membuat nya terjebak dalam situasi yang sulit.


"Maaf kau salah mengartikan nya, bukan itu maksud ku,"


Putri Xiao er menggeryitkan dahinya.


"Kau bilang mencari ku tapi kenapa tidak ingin menjadi kekasih ku, lalu untuk apa kau mencari ku." ucap Putri Xiao er dingin, hatinya tiba-tiba merasa sakit dan malu lagi-lagi orang yang di sukai menolak nya untuk yang ke dua kali.


Pangeran Tatius lagi-lagi menelan ludahnya dengan kasar, dia mulai bergerak maju sedikit dengan bibir menyunggingkan sebuah senyuman, pangeran Tatius meraih tangan Putri Xiao er, membuat putri Xiao er menatap redup ke arah pangeran Tatius yang kala itu masih dengan tersenyum, Jantung putri Xiao er mulai berdetak lebih kencang dari biasanya dan di dalam hatinya terbit sebuah debaran debaran aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Putri Xiao er menggigit bibir bawahnya menunggu apa yang akan Pangeran Tatius lakukan padanya.


"Aku mau menggambil milikku, yang tidak sengaja terjatuh di lembah ini."ucap pangeran Tatius kalem dan tenang.


"Memangnya, apa yang jatuh di sini..!,tanya Putri Xiao er penasaran yang mana kini tatapan matanya melihat netra hitam dan teduh milik pangeran Tatius.


Pangeran Tatius melepaskan genggaman tangan nya, dia kini mulai merubah posisi dari saling berhadapan kini menjadi membelakangi.


"Tapi, aku tidak yakin apakah orang itu akan mengembalikan nya padaku atau tidak" lirih pangeran Tatius yang suaranya bisa di dengar oleh putri Xiao er.


"Pasti boleh lah, kan kamu pemilik nya," ucap Putri Xiao er menasehati agar pangeran Tatius bisa bersemangat karena putri Xiao er merasa pangeran Tatius sedikit lemah, dalam hal meminta hak milik nya.


Pangeran Tatius kembali membalikkan badannya dan menatap putri xiao er.


"Apa kau yakin, dia akan mengembalikan nya?" tanya pangeran Tatius serius dengan tatapan tajam ke arah putri xiao er.


"Tentu saja, kan kamu pemilik nya."


"Jika dia menolak untuk memberikan nya apa yang harus aku lakukan?" Tanya pangeran Tatius dia ingin menggetahui jawaban apa yang akan di berikan putri xiao er kepadanya.


"Jika dia menolak untuk memberikan nya, kau ambil paksa saja itu kan milikmu jadi kamu berhak untuk mengambil nya."


Ucapan dari perkataan putri Xiao er membuat pangeran Tatius tersenyum.


"Kau sudah memberikan aku jalan dan solusi yang benar,, untuk itu aku akan menggikuti saran mu, seandainya dia menolak untuk memberikan nya padaku maka aku akan mengambilnya dengan paksa Karena itu adalah hak dan milikku."


"Tepat sekali, kamu harus tegas dan berani,"


Lagi-lagi pangeran Tatius tersenyum dia kembali berjalan mendekati Putri Xiao er.


"Kalau begitu, Tolong kembalikan mutiara hijau milikku,"ucap Pangeran Tatius tegas, membuat putri Xiao er langsung beringsut mundur bibirnya bergerar hebat dia tidak menyangka sama sekali jika yang di maksud laki-laki di depannya adalah mutiara hijau, bahkan dia sudah bodoh dengan memberikan saran agar menggambil nya dengan paksa.


Putri Xiao er menelan ludahnya dengan kasar.


"A-aku tidak mengerti maksud mu, kau bicara apa dan bagaimana mungkin aku memiliki mutiara hijau." jawab putri xiao er berbohong putri Xiao er yakin laki-laki di depannya itu tidak akan berani merampas darinya, karena putri Xiao er yakin laki-laki yang tak lain pangeran Tatius tidak memiliki kekuatan apapun bukti dari itu adalah, ketika dia tau pamannya dia buat babak belur laki-laki yang tak lain pangeran Tatius diam saja bahkan tidak menyerang untuk membalaskan dendam. Karena putri Xiao er diam diam menaruh hati pada pangeran Tatius maka tidak akan tega dan bisa dirinya menyakiti laki-laki di depannya, untuk itu jalan terbaik dari semua nya putri Xiao er yang terus beringsut mundur berniat akan pergi diam diam.


"Ayo...!" berikan mutiara hijau itu padaku."


Putri Xiao er tersenyum miring.


"Sudah ku bilang aku tidak tau tentang hal itu."jawab putri xiao er yang kekeh dengan pendiriannya.


"Jangan buat aku maksamu," ucap Pangeran Tatius tenang.


"Sudah ku bilang, aku tidak tau dan aku ada urusan lain untuk itu aku pergi dulu."


Tanpa menunggu jawaban dari Pangeran Tatius putri Xiao er langsung melesat terbang tinggi meninggalkan pangeran Tatius sendiri, melihat kepergian putri Xiao er dengan cepat pula pangeran Tatius menggejarnya.


Kecepatan terbang putri Xiao er yang tak ada tandingannya di kawasan siluman Naga betina putih, membuat dirinya bisa dengan mudah menghilang dari pandangan, putri Xiao er yakin pangeran Tatius tak kan mampu menggejarnya. bahkan putri Xiao er pun yakin pangeran Tatius tak kan bisa berbuat apa-apa untuk merebut mutiara hijau yang ada di dalam tubuhnya. kecepatan terbang yang sangat tinggi dari putri Xiao er membuat pangeran Tatius tersenyum.


"Cukup hebat kemampuan terbang mu, akan tetapi, kali ini aku tidak akan melepaskan mu akan aku ambil kembali mutiara hijau yang ada padamu dan aku akan bisa merubah wujud ku menjadi manusia dan keinginan Tania akan bisa terpenuhi aku bisa menggantar nya makan di restoran mewah ataupun menemaninya di pusat keramaian, sungguh aku tidak sabar akan datang nya hari itu, pasti Tania akan senang dan kami bisa merajut cinta dengan penuh bahagia. Sayang... tunggu kedatangan ku untukmu." Gumam pangeran Tatius dengan sebuah senyuman manis tersungging di bibir nya.


Pangeran Tatius mempercepat kecepatan terbang nya dan tidak menunggu lama terlihat lah bayangan dari putri Xiao er, pangeran Tatius memutar arah jalan pintas sehingga dalam waktu yang sangat cepat pangeran Tatius sudah berdiri menghadang langkah terbang dari putri Xiao er.


Putri Xiao er menelan ludahnya dengan kasar.


"Jangan menghindar, atau lari dariku karena aku tidak akan melepaskan mu, cepat berikan mutiara hijau itu padaku,"


"Sialan.. bagaimana dia bisa tau rencana ku ingin memutar arah dan menghindari nya.


"Berikan Mutiara hijau itu sekarang?"


"Tidak, aku tidak tau apa itu mutiara hijau jadi pergilah dan jangan mengangguku."


"Sekali lagi ku katakan berikan mutiara hijau itu atau aku akan memaksa mu."


Putri Xiao er tertawa sumbang.


"Lakukan saja jika kau bisa."


"Baik, jangan salah kan aku jika aku bersikap kasar dan menyakiti mu."


"Ssshhh ... sok baik lagi huuuf dasar laki-laki sombong." dengus putri Xiao er kesal.


Pangeran Tatius yang sudah tidak mau lagi bermain main dan membuang buang waktu lama dengan cepat melesat terbang hendak menangkap putri Xiao er, dengan menyerang lengan putri Xiao er.


"Kau berani memulai serangan dengan ku." sungut nya kesal.


"Aku mau menggambil apa yang jadi hal dan milik ku berikan,"


"Tidak..!"


"Jangan salahkan aku trima ini,"


"Wuuuuuuzz .... wuuuuuuzz!" tangan Pangeran Tatius dengan cepat menyambar nyambar memberikan pukulan ringan pada putri Xiao er, sementara Putri Xiao er yang masih memiliki hati pada pangeran Tatius pun tidak melakukan perlawanan dengan serius dan benar dia hanya berkelit dan menghidar, putri Xiao er yakin laki-laki di depannya tidak akan tega melukai dirinya untuk itu putri xiao er sangat santai dalam meladeni serangan dari pangeran Tatius yang juga tidak terlalu serius memberikan pukulan dan serangan pada gadis yang ada di depannya.


"Tidak bisa begini terus aku harus cepat menyelesaikan semuanya, mutiara hijau itu harus cepat berada di tangan ku dan aku akan bisa segera menemui Tania, pasti dia kesal karena aku jarang datang menemui nya." Gumam pangeran Tatius dalam hati.


"Maaf..! Nona Xiao er, berhati-hati lah terimalah ini."


"sreeeeeeettttt..... sreeeeeeettttt... sreeeeeeettttt...!" pangeran Tatius melempar kan sebuah pisau kecil ke arah putri xiao er membuat putri Xiao er harus berjuang keras menghidar dan menangkis semua pisau yang mengarah padanya.


"Kurang ajar, rupanya dia tidak main main baik, akan aku ladeni."desis putri Xiao er yang mulai terpancing emosi.


"Hiyaaaaaa....hoooooppp.... duuuuuuuss....! tubuh putri xiao er membumbung tinggi yang kemudian mendarat kan tendangan beruntun ke arah pangeran Tatius dan pangeran Tatius tersenyum smrik karena jebakannya telah berhasil, dia telah berhasil membuat putri Xiao er terpancing emosi sehingga putri Xiao er kini bertarung dengan sungguh sungguh dan hal itu lah yang di inginkan Pangeran Tatius, karena tidak mungkin pangeran Tatius bisa memberikan serangan jika lawan nya tidak serius dalam meladeni serangan nya.


Kecepatan putri Xiao er dalam memberikan tendangan membuat pangeran Tatius harus berkali-kali melompat dan berkelit bahkan terkadang pangeran Tatius harus berguling guling di tanah putri Xiao er benar benar tidak memberikan kesempatan padanya untuk memberikan serangan balik,


Permainan kaki yang sangat terlatih, dalam penyerangan, hingga membuat pangeran Tatius yang berguling guling sulit untuk bisa bangkit putri Xiao er benar benar tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada pangeran Tatius untuk bisa membalas serangannya.


"Menghindar saja terus aku mau lihat sampai kapan kau bisa bertahan dengan selalu berguling guling, kau harus waspada dan benar benar berhati-hati sedikit saja kau lengah maka kakiku bisa dengan cepat menginjak lehermu dan bisa di bayangkan apa yang akan terjadi padamu Tatius yang tampan, sangat di sayangkan ke tampananmu akan menggalami nasib yang sama seperti pamanmu yang babak belur itu," lirih Putri Xiao er sambil tersenyum penuh dengan kemenangan.


"Jangan berfikir aku sudah tidak mampu menyerang balik, Nona Xiao er berhati-hati lah dengan serangan dadakan ku " Desis Pangeran


Tatius yang kini menatap tajam setiap gerakan kaki putri Xiao er yang mengarah kepada nya dan pada detik berikutnya.


"Hooooooop....!"pangeran Tatius menahan satu kaki putri Xiao er dalam gengaman tangannya yang kemudian dalam hitungan detik dengan kekuatan tenaga dalam yang tinggi pangeran Tatius mendorong kaki yang dalam genggaman pangeran Tatius sehingga tubuh putri xiao er terpaksa harus melakukan salto belakang sebayak dua kali untuk menghindari jatuh tersungkur di tanah dan pada saat itu pula pangeran Tatius juga melakukan gerakan salto depan dan dengan kekuatan tinggi lompatan salto depan dari pangeran Tatius yang di lakukan dengan lompatan yang tinggi berhenti tepat di belakang putri Xiao er dengan kedua tangan berada di pinggang putri xiao er dan menghentikan salto belakang nya, hal itu membuat putri Xiao er sedikit terkejut bahkan irama jantung yang tadinya biasa saja menjadi berpacu lebih cepat dari biasanya.


"Lepaskan tanganmu apa yang kau lakukan Tatius," ucap Putri Xiao er dengan suara berat nya .


"Buka mulut mu dan keluarkan mutiara hijau itu cepat,"


"Tidak bisa...!" mutiara hijau sudah berada di dalam tubuh ku bagaimana mungkin bisa keluar kecuali kau membunuh ku dan membelah perutku untuk menggeluarkan nya."


"Kenapa harus membunuh mu jika dengan cara ini bisa,"


Pangeran Tatius memutar tubuh putri xiao er hingga kini berhadapan dengan nya.


"A-apa yang akan kau lakukan?" tanya Putri Xiao er yang mulai gugup pikiran nya mulai berfikir yang buruk"apa Tatius benar benar akan membunuhku." keluhnya dalam hati.


Sementara Pangeran Tatius menangkup wajah Putri Xiao er dan putri Xiao er pun sudah pasrah dia mulai memejamkan mata nya.


"Jika tadi Tatius menyerang nya tiba-tiba dengan pisau, bisa jadi kali ini benar benar akan merobek perutnya dan menggeluarkan mutiara hijau itu dan tamatlah riwayatnya saat itu juga.


Dengan sedikit memaksa pangeran Tatius membuat mulut Putri Xiao er agar terbuka, dengan cara menahan dan menangkup wajahnya dan dengan kekuatan tenaga dalam pangeran Tatius meletakkan tangannya yang sudah teraliri ilmu tenaga dalam.


"Keluar kau, dari dalam tubuh Xiao er "


"Wuuuuuuzz..!"


"Aaaaaaa....panaaaasss,!"sebuah teriakan histeris ke luar dari bibir putri Xiao er hingga mampu mengibaskan dan menepis kan genggaman tangan pangeran Tatius yang sedang menangkup nya, tubuh putri xiao berguling guling di tanah sambil memegangi perutnya yang terasa panas dan mulal merasakan seakan akan mual dan mau muntah maka dengan gerakan refleks mulut Putri Xiao er pun terbuka dan tidak menunggu lama dari mulut itu lah keluar cahaya hijau sebesar kelereng membumbung tinggi dan dengan gerakan cepat pangeran Tatius menangkap nya.


"Akhirnya, aku dapatkan juga mutiara hijau ini, Tania tunggu kedatangan ku aku akan segera datang menemui mu," Gumam Pangeran Tatius dalam hati sambil tersenyum.


Sementara Putri Xiao er dengan keluarnya mutiara hijau, maka perlahan lahan tubuhnya berubah kembali ke wujud aslinya yaitu menjadi Naga Betina putih.