
Hari yang di tunggu-tunggu Pangeran Tatius sudah tiba hari ini Pangeran Tatius akan membawa Tania ke kerajaan Awang-awang Vampire untuk melakukan proses pernikahan di sana.
Suasana sangat ramai dan meriah karena hari ini pesta pernikahan antara Pangeran Tatius dan Tania serta Pangeran Yervan dan putri Lin Ying akan di gelar.
Semua bersuka cita tidak hanya para prajurit kerajaan dan seluruh keluarga istana akan tetapi Rakyat dari kerajaan Awang-awang Vampire juga bahagia.
pernikahan pangeran Tatius yang meminta pada sang Raja untuk hadiahnya dengan memberikan uang dan makanan secara gratis pada seluruh Rakyat kerajaan Awang-awang Vampire maka lengkap lah kebahagiaan yang ada.
kebahagiaan bukan hanya milik kedua mempelai akan tetapi juga milik seluruh Rakyat kerajaan Awang-awang Vampire, mereka merasa senang dan bahagia karena baru kali ini pesta pernikahan sang putra mahkota justru memberikan banyak sumbangan baik itu makanan ataupun uang sehingga mereka yang menghadiri pesta bisa membeli baju bagus dan mahal pemberian dari kerajaan.
Semua Rakyat mengaggung agungkan Pangeran Tatius yang memiliki sifat rendah hati dan dermawan tidak lupa dengan Rakyat nya dia bahagia Rakyat nya pun di buat bahagia.
Setelah Acara pernikahan selama tiga hari di lakukan akhinya semua proses sudah mereka jalani.
Pangeran Yervan dan beberapa keluarga masih berbincang di ruang tamu di mana disana juga ada Pangeran Tatius.
"Ehem, yang mau malam pertama resanya duduk yang manis kenapa sih yus, Aku saja santai."
"Kanda Yervan ngomong apaan sih,"wajah Pangeran Tatius bersemu merah ketika pangeran Yervan meledeknya.
"Hmmm, marah dia hahaha."
"Yervan kamu benar-benar keterlaluan."
"Ibu Ratu aku tidak keterlaluan , Aku hanya mengatakan yang sebenarnya tuh lihat dia gusar begitu ingin cepat-cepat ketempat Istrinya."
"Halah kamu juga gusar tuh, kamu juga mau malam pertama juga kan dengan putri Lin Ying?"
"Ah, Ibu Ratu Shima bisa saja mana mungkin Aku akan melakukan malam pertama kan Aku sudah melakukan nya lebih dulu." jawab Pangeran Yervan santai.
"Apa?kok bisa Kanda berbuat begitu?'
"Issh, jangan menatapku dengan tatapan yang seperti itu, Aku bukan pencuri, itu kan hal biasa, cicipi dulu enak tidak kalau enak kita sikat."seru Pangeran Yervan sambil tertawa, menbuat Pangeran Tatius mendelik seketika, dia tidak habis pikir ternyata kakaknya tak bisa menahan gejolak jiwa nya.
"Ciiih najis amat begitu an belum resmi,"ledek Pangeran Tatius.
"Issh sok suci amat Lo, coba kalau Tania nya mau dan boleh pasti sudah kamu sikat juga." ledek Pangeran Yervan, rasanya senang bisa ngenjahilin sang Adik meskipun Pangeran Tatius bukan adik kandung nya akan tetapi setelah semua yang Pangeran Tatius lakukan padanya yang mana tidak pernah berubah meskipun telah mengetahui jika dirinya bukan putra Raja Awang-awang Vampire, bahkan ihklas dan menerima kehadiran Ibu Kedua Ratu Derbah meskipun sang Ibu Ratu memiliki tabiat yang sangat buruk, bahkan berkali-kali memiliki niat untuk mencelakakan dirinya dan Ibu Ratu Shima.
Pangeran Yervan mengakui betapa adiknya berhati mulia dan rendah hati mungkin hal itu jugalah yang membuat Tania jatuh cinta kepada nya.
"Yervan, Tatius sudah bercandanya kalian pergi ke kamar kalian masing-masing, kasian istri kalian menunggu."
"Ibu Ratu Shima tidak perlu menyuruh kanda Yervan karena dia sudah pernah jadi malam ini dia bilang puasa Ibu Ratu suruh kanda ronda saja biar membantu para penjaga yang ada disana, hitung hitung kanda Pangeran Yervan latihan menjadi seorang prajurit," ucap Pangeran Tatius sambil tertawa.
"Enak saja menyuruh ku, kamu saja yang jadi penjaga menggantikan prajurit biar malam ini tidak jadi malam belah duren."
"Sudah-sudah kau pergi ke kamarmu sana Pangeran jangan hiraukan kakakmu yang sangat menjengkelkan itu."
"Ibu Ratu, kenapa Ibu Ratu bagaikan ibu tiri, bersikap lah yang manis padaku,"keluh Pangeran Yervan dengan wajah cemberut, melihat itu Ratu Shima tersenyum kemudian menepuk manis punggung Pangeran Yervan.
"Kamu juga kembalilah ke kamarmu ini sudah malam."
"Baiklah, Ibu Ratu," Pangeran Yervan yang sosok Vampire asli dan tidak ada perubahan dalam tubuhnya segera terbang melesat menuju kamar nya karena terbang nya sangat cepat dan tidak terkontrol Pangeran Yervan langsung mendorong pintu dengan posisi terbang bagaikan kapal jet.
"Ciuuuuuzzzz, bruuugh....Auuw...!
"Hahaha...!
putri Lin Ying yang kala itu tanpa sengaja juga sedang membuka pintu sedikit terkejut ketika merasakan ada angin yang masuk ke dalam dengan hembusan kencang dan dengan gerakan refleks Putri Lin Ying segera menepi dan ternyata hembusan angin yang sangat keras adalah sosok dari suaminya yang sedang pulang membuka pintu dengan terbang akibatnya Karena pintu lebih dulu di buka maka tubuh Pangeran Yervan nyungsep di bawah meja.
sambil menahan tawa putri Lin Ying mendekati suaminya.
"Suamiku kamu tidak apa-apa kan?"
Pangeran Yervan mendelik sambil meringis.
"Istriku, kamu mau membunuh ku apa ya, sudah tau Aku akan datang kenapa kamu buka pintu pasti kamu sengaja membuat ku celaka agar Aku tidak bisa ikut belah duren."
"Suamiku, mana Aku tau jika kamu mau datang makanya belikan aku hp yang ada di dunia manusia, biar Aku bisa tanya kapan kamu datang nya."
"Shii **, apa pula itu ponsel Hp, sudahlah bantu Aku bangkit gara-gara kamu ini ,aku jadi merasakan sakit semua."
"Hahaha, sabar suamiku, Aku akan pijitin."ucap putri Lin Ying sambil membantu suaminya untuk bangkit dari terjatuh nya.
""Tidak usah, Aku mau mandi dulu." tolak Pangeran Yervan yang kemudian ngeloyor masuk ke dalam kamar mandi, di dalam kamar mandi di sela-sela ringisan bibirnya yang masih merasakan sedikit sakit akibat terjadug kaki meja, Pangeran Yervan angannya sedang melayang layang.
"Kira-kira bagaimana ya, reaksi Tania diajak begituan, pasti wajahnya langsung merah dan bibirnya owh my good kenapa Aku membayangkan istri Adikku sendiri, normal kan Aku tertarik padanya dia menang sangat cantik, beruntung sekali Tatius itu, meskipun Aku tidak bisa mendapatkan nya tapi kan Aku masih boleh mengintipnya,"ucap Pangeran Yervan sambil terkekeh.
"Tok....tok.. tok..!
"Suamiku kenapa kamu di dalam Tertawa tawa ada apa?" teriak Putri Lin Ying dari luar.
"Issh, ini istri mau tau aja, pakai acara gedor pintu juga, sayang kamu ngapain gedor gedor pintu pergilah, Aku masih mau berendam apa kamu mau masuk mandi juga kalau mau sini,"
"Tidak tidak suamiku kamu lanjutkan saja mandimu Aku tunggu di luar." putri Lin Ying segera pergi dari depan pintu kamar mandi.
Sementara di dalam kamar mandi Pangeran Yervan tersenyum penuh kemenangan.
"Akhirnya pergi juga dia, Aku benar-benar penasaran dengan malam belah duren nya Tatius, kebetulan tadi Aku bawa baju ganti Aku bisa pergi dan keluar melalui jendela pintu kamar mandi ini."lirih Pangeran Yervan sambil tersenyum.
Setelah melakukan ritual mandi selama kurang lebih dari 20 menit Pangeran Yervan diam-diam pergi dari dalam kamar mandi melalui jendela, untuk keamanan agar sang istri tidak curiga sengaja Pangeran Yervan tidak mematikan air shower yang ada di dalam kamar mandi, sehingga masih menimbulkan suara gemericik.
Putri Lin Ying yang merasa menunggu suaminya sudah lama akan tetapi belum keluar juga menjadi merasa gelisah dan resah.
"Kenapa beliau keluar juga ya, padahal sudah sangat lama ini, jangan-jangan terjadi sesuatu di dalam kamar mandi, suamiku pingsan di sana, oh tidak Aku harus cepat cepat melihat nya."dengan terburu-buru Putri Lin Ying segera pergi masuk ke dalam kamar mandi,dia tidak lagi mengetuk pintu akan tetapi langsung membuka nya.
Dengan wajah cemas putri Lin membuka pintu kamar mandi.
"Suamiku, Suamiku apakah kau baik-baik saja di dalam,"seru putri Lin Ying panik dan ketika sampai di dalam kamar mandi putri Lin Ying dibuat terkejut bukan kepalang.
"Kenapa tidak ada, lalu dimana Suamiku," putri Lin Ying mengedarkan seluruh pandangan nya ke seluruh ruangan yang ada di dalam ruangan itu, putri Lin Ying segera memicingkan matanya ketika netra nya tanpa sengaja melihat jendela pintu kamar mandi yang terbuka.
"Apakah dia keluar melalui jendela ini, lalu untuk apa dia keluar dengan diam-diam melalui jendela ini, apa yang dia sembunyikan dariku, kurang ajar sekali baru menjadi pengantin sah satu hari sudah macam-macam awas kau kalau ketahuan akan aku beri kau pelajaran, Aku harus menggikuti lewat jendela juga biar Aku tau jejaknya."gumam Putri Lin Ying dalam hati.
Di tempat lain di sebuah Puri istana kepribadian Pangeran Tatius dengan sinar lampu yang temaram, Pangeran Tatius duduk sambil menatap sang istri yang sedang salah Tingkah, masih terngiang dalam ingatan nya, jika Pangeran Tatius akan meminta haknya di kerajaan Awang-awang Vampire, takut ragu dan salah tingkah menbuat wajah cantik Tania terlihat lebih mengemaskan.
"Bagaimana, apa kau sudah siap?"tanya Pangeran Tatius sambil melangkah mendekati sang istri kemudian menenggelamkan wajahnya pada punggung sang istri.
"A-aku takut,"ini yang pertama bagiku.
"Apa kau pikir ini juga bukan yang pertama bagiku, kanda Yervan saja sudah, Devan juga sudah masak kita kalah sih sama mereka."ucap Pangeran Tatius sambil mengulum senyum.
"terus bagaimana?"
"Apanya,"
"Tentu saja mulainya, katanya di cerita yang sering Aku baca itu sakit, kak,"
"Hmm, itu kan katanya sayang kita kan belum mencoba," lirih Pangeran Tatius sambil tersenyum kemudian melepaskan pelukannya dengan gerakan pelan Namun pasti, Pangeran Tatius membuka baju atasan."
Tania yang melihat pergerakan dari Suaminya segera memalingkan muka.
"Ah, kenapa kau buka baju?"
"Lha masak mau belah duren baju di pakai sih?"
"Ya, bukan begitu tapi itu membuat jantung ku mau meloncat."
"Hmmmm, itu artinya Aku menarik dong, sini putar badan nya lihat Aku, jangan membelakangi begitu, apa yang ada padaku itu milik mu dan apa yang ada padamu itu milik ku jadi untuk apa harus malu malu lagi." ucap Pangeran Tatius dengan lembut kemudian memutar tubuh Tania untuk menghadapnya, wajah mereka yang sudah sangat dekat, tatapan mata Pangeran Tatius yang begitu teduh menbuat Tania memilih memejamkan mata, pasrah dengan apa yang akan dilakukan suaminya.
Merasa mendapatkan lampu hijau tanpa menunggu dan ragu lagi Pangeran Tatius menundukkan wajahnya menangkup wajah cantik Tania, tatapan matanya kini berpindah pada bibir ranum milik istrinya.
Ketika Pangeran Tatius hendak melummat bibir ranum yang ada didepannya dengan mata terpejam dan sangat terlihat pasrah tiba-tiba Pangeran Tatius ikut memejamkan mata kemudian tersenyum lalu membuka mata.
"Sayang, ini enak sekali, terus sayang jangan berhenti." crocos Pangeran Tatius dengan suara yang keras.
Tania yang tadinya memejamkan mata mulai membuka kedua bola matanya pasalnya dia bingung apanya yang enak dan apanya yang terus, ketika kedua bola matanya terbuka Tania mendelik seketika, dengan ulah suaminya yang menjengkelkan, bagaimana bisa dirinya sudah pasrah sudah berpikir jika Pangeran Tatius akan mencium dan memanjakan nya, tapi yang terjadi Pangeran Tatius dengan santai menikmati ikan bakar sambil memeluk tubuh sang istri.
"Tatius apa yang kau lakukan?"seru Tania yang langsung bibir nya di tutup dengan suapan ikan .
"Sssssttt, jangan berisik di luar ada yang sedang mengintip kita,"
"Ap,_...
Belum juga Tania selesai bicara lagi-lagi tangan Pangeran Tatius menyuapkan secuil daging ikan ke mulutnya, sehingga Tania yang tidak bisa bicara karena mulutnya penuh hanya bisa mendelik melihat sikap dan ulah menggemaskan dari Suaminya.
"Enak kan sayang,"
"Iya enak,"
"Yang keras biar mereka yang di luar dengar." bisik Pangeran Tatius memberikan kode.
"Enak,"
"Kalau begitu kita bisa menikmati sampai pagi, sayang, ayo sayang sini didekat pintu lebih enak." ucap Pangeran Tatius dengan suara sedikit berteriak.
Sementara di luar kamar tepat nya di samping pintu, Seorang wanita menarik nafas panjang, seolah habis melihat adegan film action yang menegangkan dan ketika sosok wanita itu menggoyang kan pinggul nya ke kanan dan ke kiri kedua bola matanya menatap nanar pada pojok bangunan Puri istana tepatnya di balik rerimbunan.
"Ada yang berniat mencuri rupanya, akan Aku tangkap dia hoop huyaaa"
dengan sekali terbang sosok wanita itu berhasil menangkap seseorang yang sedang bersembunyi di balik rerimbunan tanaman pohon.
"Kena kau."
"Pangeran Yervan sedang apa kau disini?"
dengan tersenyum nyengir kuda Pangeran Yervan tersenyum malu-malu.
"Ibu Ratu Shima juga sedang apa disini?"
"A-aku, ya Aku sedang lewat saja."jawab Ratu Shima gugup.
"Ibu Ratu, bohong pasti ibu Ratu sedang ngintip Tatius yang mau belah duren."
"Kau..!Ratu Shima mendengus geram sambil mendelik.
"Aku juga lagi mengintip Tatius Ibu Ratu,"Pangeran Yervan memberikan Jawaban yang juga sangat mencengangkan yang mana Ratu Shima menduga jika Pangeran Yervan berada di tempat itu karena sedang memergoki dirinnya yang sedang mengintip.
"Apa? kurang kerjaan sekali kamu itu, lalu istrimu bagaimana ini kan juga malam pertama kalian?"
"Ah, Ibu Ratu jangan pura-pura lupa, bukankah tadi saya sudah bilang jika tidak ada malam pertaamma diantara kami, kan Aku dan Lin Ying sudah pernah melakukan."
"Dasar, anak Nakal, jika kamu juga mau intip diam jangan berisik, ternyata Tatius sangat Hoot, dia bilang akan menikmati sampai pagi dan apa dia melakukan nya di dekat pintu astaga model seperti apa yang sedang mereka lakukan,"
"Ibu Ratu, kan.sudah tua lebih baik Kembali ke Puri istana Ibu Ratu saya khawatir jika Raja mencari Ibu Ratu tidak ada di tempat."
"Kau tidak usah mengurusku, Aku mau lihat putraku,'
"Pok...pok...pok...! hebat ya kalian, pada ngintip orang pergi semua dari sini jika tidak Aku akan berikan hukuman pada kalian."
"Raja...! bagaimana Raja ada disini."
"Tentu saja Aku mencari ayo cepat pergi mengaggu orang saja."
Dengan perasaan takut dan khawatir akan mendapatkan hukuman Ratu Shima dan Pangeran Yervan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Raja tersenyum puas melihat kedua orang yang di perintahkan sudah pergi.
"Ada-ada saja orang mau bercinta kok di intip, tapi Aku juga penasaran, intip sedikit kan tidak apa-apa," dengan mengendap-endap Raja Prayudha Anatius praja pramusti melangkah dengan sangat perlahan mendekati pintu Puri istana kepribadian Pangeran Tatius.
Melalui lobang kunci dan dengan mempertajam Indra pendengaran Raja Prayudha mulai mendengar kan suara yang ada di dalam Puri istana.
"Bagaimana sayang enak kan?'
"Iya, enak sekali rasanya ingin Nambah lagi,"
"Tenang, Aku akan berikan kita nikmati pelan pelan ya, agar rasaanya bisa benar-benar terasa."
"Iya,"
Raja Prayudha Anatius praja pramusti yang mendengar itu langsung menutup mulutnya.
"Astaga mereka benar-benar di mabuk cinta, lebih baik Aku pergi disini hanya membuat Aku ikut tegang setidaknya malam ini Aku juga bisa belah duren dengan Ratu ku."gumam Raja Prayudha sambil terkekeh sendiri, kemudian dengan perlahan lahan beringsut pergi.
Pangeran Tatius yang memiliki Indra penciuman dan pendengaran yang sangat tajam tertawa lepas.
"Akhirnya mereka sudah pergi, ayo sayang kita mulai."
"Mulai apa, ini masih enak, Aku mau habisin,"
"Astaga, sayang ikan nya Nanti saja besok Aku tangkap kan yang lebih banyak, ayo Aku lagi ingin nih," Pangeran Tatius menarik tangan istri nya di bawah ke kamar mandi untuk mencuci tangan, setelah selesai Pangeran Tatius segera mengendong Tubuh istri nya menuju ke atas Ranjang.
"Turunkan, Aku bisa jalan sendiri,"
"Baik, Aku turun kan disini."dengan sangat pelan Pangeran Tatius meletakkan tubuh Tania di atas Ranjang.
"Malam ini, boleh ya?"tanya Pangeran Tatius dengan tatapan penuh harap, dalam hati Tania juga merasa kasian karena sudah beberapa hari tidak melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri.
Dengan sedikit malu Tania mengagguk perlahan, melihat anggukan sang istri wajah Pangeran Tatius berbinar senang.
Karena tidak mau menyakiti takut apa yang di takutkan istri nya terjadi Pangeran Tatius melakukan nya dengan sangat pelan.
Malam itu menjadi saksi kedua ingsan lain jenis dengan lain bangsa melakukan penyatuan meskipun Pangeran Tatius bukan dari bangsa manusia akan tetapi dalam bercinta rupanya dia juga memahami bagaimana memanjakan dan melakukan nya dengan lembut.
Beberapa kali Pangeran Tatius terpaksa berhenti ketika Tania merintih dan mengeluh sakit, ketika Pangeran Tatius ingin membuka segel milik istrinya, kesabaran Pangeran Tatius yang luar biasa membuat Tania iba hingga memilih menahan rasa sakit ketika sesuatu yang asing mulai mengobrak Abrik miliknya dengan mencengkram dan mencakar punggung suami nya, Pangeran Tatius yang memiliki insting sangat tajam bisa memahami untuk itu pangeran Tatius melakukan dengan sangat hati-hati dan lebih sering berhenti untuk memberikan jeda agar rasa sakit yang dialami sang istri berkurang, Hingga semua nya bisa dia capai dengan sempurna.
"Terimakasih, sayang."ucap Pangeran Tatius seraya memeluk tubuh polos Istrinya di bawa selimut.
"Besok, Aku tidak mau ikut makan bersama.,'
"Iya, Aku akan menemani kita akan makan di disini, jika kamu mau besok Aku akan membawamu melihat lihat keindahan yang ada di istana ini,"
"Benarkah,"
"Tentu saja masak Aku berbohong, sekarang tidurlah dan trimakasih sudah memberikan hadiah yang istimewa padaku."
"Apaan sih," Sungut Tania malu-malu.
Malam yang indah dengan bertaburan bintang bintang di langit, deru suara angin yang meniup dedaunan menjadi saksi bisu cinta mereka telah menyatu.
Pangeran Tatius yang tidak mampu memejamkan mata mengulum senyum, menggingat Kembali saat-saat pertama bertemu ketika Tania masih kecil, kala itu pangeran Tatius tidak tau dia hanya merasa sangat suka dan senang jika bisa dekat dengan Tania, kemudian Pangeran Tatius mengembara dari satu kota ke kota lain yang ada di dunia manusia, akan tetapi yang di cari tidak kunjung dia temukan, hingga satu hari Pangeran Tatius tanpa sengaja menemukan sebuah kitab kecil milik bangsa manusia yang pernah di Tawan Ayahnya di penjara bawa tanah.
Diam diam Pangeran Tatius membaca semua yang tertulis disana hingga menemukan satu cara untuk bisa mengetahui keberadaan seseorang yang kita cari dengan satu tanda yang kita miliki, dari cara itu pangeran Tatius memahami satu hal yang bisa membuat dirinya bisa menemukan gadis yang kala itu dicari nya dengan memaparkan tanda bekas cakaran di tangan yang membentuk inisial nama dengan kemunculan bulan purnama.
Lagi-lagi Pangeran Tatius tersenyum mengenang masa masa dimana dia selalu menunggu dan menanti saat-saat bahagia dimana bisa bertemu dan memiliki gadis yang sangat dicintainya. Sekali lagi Pangeran Tatius mendaratkan sebuah kecupan lembut di anak Rambut sang istri kemudian Pangeran Tatius ikut memejamkan mata di samping istrinya.
Ketika pagi menjelang Tania sudah bangun dan Bergegas pergi masuk ke dalam kamar mandi, meskipun berjalan dengan sedikit kesulitan karena sedikit menahan rasa sakit di daerah intinya akibat ulah dari pangeran Tatius semalam. Tania menggigit bibir bawahnya setiap kali kakinya melangkah.
Pangeran Tatius yang merasa Ranjang nya terasa kosong karena tangan nya tidak bisa menyentuh sang istri mulai membuka mata dan ketika melihat Tania berjalan dengan tertatih dengan cepat Pangeran Tatius terbang mendekati dan dengan gerakan cepat Langsung mengendong Tubuh sang istri.
"Sayang, kenapa tidak bilang kalau mau ke kamar mandi?"
"Tidak apa-apa Aku bisa sendiri koh,"
"O,ya tapi kok jalannya lelet gitu," ledek Pangeran Tatius sambil tersenyum jahil.
"Itu kan gara-gara kamu Aku jadi begini,"
"Makanya kalau mau apa-apa dan mau kemana-mana bilang ya? Aku akan antar."
"Keluarlah, Aku mau mandi,"
"Mandi bareng saja Yuh,"
"Apaan sih, jangan aneh-aneh deh,"
Pangeran Tatius mengulum senyum dan tidak memperdulikan larangan sang istri, Tania berusaha memalingkan wajahnya ketika melihat tubuh sixpack terpampang indah di depannya.
"Sayang kenapa kamu belum buka baju, sini Aku bantu."
"Tidak usah, Aku bisa sendiri, " jawab Tania cepat tapi rupanya Pangeran Tatius tidak perduli dengan sekali tarik terlepas lah penutup yang membungkus tubuh istrinya, hal itu lagi-lagi membuat aliran darah Pangeran Tatius menjadi Naik.
"Sayang minta sekali lagi ya, kita coba disini Aku rasanya Ingin,"
"Jangan, Aku tidak mau yang semalam saja sakitnya belum hilang,"tolak Tania akan tetapi bukan Pangeran Tatius kalau tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
Akhirnya apa yang terjadi semalam kembali terulang.
"Bagaimana, tidak sakit lagi kan?"
"Iya, tapi jangan lagi,"
Pangeran Tatius mengulum senyum kemudian dengan sangat hati-hati membantu sang istri berendam di air hangat.
Selama hampir satu jam mereka berada di dalam kamar mandi akhir nya keluar juga.
Melihat sang istri menyisir rambut nya yang basah lagi-lagi Pangeran Tatius meneguk ludahnya.
"Aku lapar," ucap Tania ketika sudah selesai menyisir rambut nya."
Pangeran Tatius terkesiap karena lupa.
"Tunggu sebentar," Pangeran Tatius membuka pintu dan melambaikan tangan pada sang penjaga.
"Bawa makanan ke kamarku,"
"Baik, Pangeran,"bergegas pengawal yang di panggil Pangeran Tatius segera terbang meleset pergi, tidak menunggu lama pengawal itupun kembali datang.
"Pangeran, ini makanannya sudah siap."
"Baik, letakkan di meja," dengan menunduk hormat pengawal itupun meletakkan makannya di atas meja kemudian melangkah pergi.
"Sayang Ayo kita makan,"ajak pangeran Tatius pada Tania yang kemudian di jawab dengan anggukan.
Sementara itu di tempat kediaman kerajaan Awang Awang Vampire, di ruang makan tampak Ratu Shima sedang menatap nanar ke sekeliling ruangan yang mana kedua netranya tidak melihat kehadiran dari putra dan menantunya.
"Di mana Pangeran Tatius dan Tania mengapa mereka belum terlihat."
"Mungkin mereka tidak ikut makan bersama ibu Ratu,'
"Itu pasti istrinya tidak mau di ajak makan bersama dan Pangeran Tatius menemaninya."
"Itu benar sudahlah ,ayo kita makan"