
Pangeran Tatius yang kesal dan geram karena merasa sang Nenek lebih mementingkan cucunya Devan dari pada dirinya segera berlari terbang melesat menuju ke kamar pribadi nya, akan tetapi gerakan Pangeran Tatius yang hendak pergi dengan cepat di cegah sang Nenek dengan cara memegang jubah hitam Pangeran Tatius.
Menyadari jubahnya di gengam sang Nenek Pangeran Tatius yang kesal dan geram tetap tidak akan tega kalau sampai menyakiti sang Nenek, karena dengan terbang melesat ketika jubahnya di pegang Nenek otomatis hal itu akan membuat Nenek nya terjatuh.
Akhirnya mau tidak mau Pangeran Tatius menggurungkan Niat nya.
"Nenek apa yang kau lakukan?"tanya Pangeran Tatius sedikit kesal.
"Seenaknya saja kamu mau tinggalin Nenek, apa tidak ada sopan santun yang lebih baik dari seorang tuan Rumah."
"Nek jangan aneh aneh deh, kan Nenek bisa pergi masuk sendiri, Nenek juga bisa dengan muda menyuruh Devan tinggal disini apalagi yang harus Aku lakukan semua terserah Nenek, Tatius lelah mau istirahat, Tatius permisi dulu Nek,"pamit Pangeran Tatius pada sang Nenek yang kemudian masuk ke dalam kamar nya.
Sementara sang Nenek hanya bisa tersenyum melihat kekesalan Pangeran Tatius dengan langkah pasti sang Nenek setelah menutup dan mengunci pintu justru pergi ke kamar Devan.
Terlihat lah Devan yang jauh berbeda dengan ketika berhadapan dengan pangeran Tatius sangat tegar penuh senyum dan suka meledek tapi di dalam kamar, Devan duduk termenung dengan tatapan mata kosong menerawang ke luar jendela.
"Kau belum tidur Van?"
"Nenek..!"seru Devan sambil memeluk tubuh sang Nenek dan menenggelamkan wajahnya disana.
"Sabar sayang, Nenek percaya kau kuat dan mampu sekarang cepat tidur dan jangan pikirkan apapun, ingat besok hari bahagia kamu kan."
"Iya, Nek."
Devan segera Naik ke Ranjang dan merebahkan tubuhnya sementara sang Nenek membantu memberikan selimut dan memberikan kecupan sebelum keluar dari dalam kamar Devan.
Sementara Paman Patih Lembu Ireng yang melihat tingkah dan perilaku sang Nenek mendengus kesal.
"Ternyata ada seorang Nenek yang pilih kasih pada cucunya, Pangeran Tatius kerap sekali diabaikan sementara si perampok cinta itu selalu di puja dan disanjung, cuih...! kalau Aku menjadi pangeran Tatius sudah ku lempar tuh Nenek, tega amat sama cucu sendiri," Sungut paman Patih lembu ireng yang kini duduk di dekat jendela dengan memandang jauh keluar di mana kini turun rintik hujan.
Tanpa disadari paman patih lembu ireng ucapan dan gerutuan dari nya sempat di dengar sang Nenek yang kala itu melewatinya, merasa kesal sang Nenek langsung menjewer telinga paman Patih lembu ireng.
"Berani sekali kau bicara begitu kepadaku,"
"Ampun Nek, jangan jewer Aku bukan anak kecil, Aku hanya iba dan kasian pada Pangeran Tatius, Nenek kenapa justru memperdulikan Devan, kasian itu pangeran Tatius bersedih, Devan itu laki-laki pengecut dia merampas dan merampok kebahagiaan Pangeran Tatius, Devan laki-laki peng...
"Diam, sekali lagi kau berani menjelekkan Devan Aku jewer lebih sakit kamu, sudah diam Aku akan temui Tatius kamu beristirahat saja, jika besok mau ikut, kamu juga harus menggunakan pakaian Manusia jangan jubah Vampire dan ingat yang rapi dan jangan membuat kekacauan, Aku sudah siapkan baju Manusia di atas meja Ruang tamu, ambilah jika kau mau," seru sang Nenek yang kemudian pergi meninggalkan paman Patih lembu ireng yang merasa sangat kesal.
"Issh dasar Nenek tua, Aku tidak sudih datang ke pesta itu, Aku tidak akan sanggup melihat keterpurukan Pangeran Tatius, tidak akan pernah Aku datang kesana." sungut paman Patih lembu ireng geram.
Sementara di dalam kamar sang Nenek yang melihat Pangeran Tatius duduk termenung menggelengkan kepalanya.
"Pangeran Tatius, kamu kok belum tidur."
"Nenek, mau apa Nenek kesini." sinis Pangeran Tatius pada sang Nenek hatinya benar-benar sakit dan kesal karena Nenek kandungnya justru memihak dan menyayangi yang bukan cucu kandungnya.
Tidak ada perasaan kesal atau marah melihat sikap Pangeran Tatius yang dingin padanya, sang Nenek justru tersenyum dan berjalan mendekati Pangeran Tatius.
"Tidurlah, biar besok badan kamu segar ketika menghadiri pesta pernikahan saudara mu,"
"Nek, kau begitu menyayangi Devan dari pada Aku, ini sangat menyakitkan bagiku tapi Aku sadar Nenek bersikap seperti ini itu karena Nenek kesal dan marah padaku karena Aku telah membuat Kakek di tahan di istana langit, untuk itu pergilah Nek, biarkan Aku sendiri."
"Siapa bilang Aku membenci kamu karena Kakek mu di Tawan di istana langit, Kakemu sebentar lagi juga sampai di bumi, besok dia juga akan menghadiri pesta pernikahan Tania jadi kamu tidak usah merasa bersalah dan sekarang tidurlah,"
"Apa Nenek bicara serius,"
"Tentu saja, sekarang tidurlah besok kamu harus terlihat segar sangat memalukan jika besok kamu terlihat kusut."
"Nek, Aku pamit pergi dulu Aku mau menemui Tania,"
"Apa...?"menemui Tania malam-malam begini ngapain, lagi pula Tania pasti sudah tidur, jangan menggangunya, lebih baik kau tidur sekarang."
"Nek, Aku mau bertemu dengan Tania untuk yang terakhir kali jadi Aku harus pergi."
"Tidak perlu, besok juga bisa sudah tidurlah,"
"Tapi Nek, Aku ingin bicara empat mata sebentar saja."
"Tidak usah, tidur saja kamu."
"Aku yang akan menghalangi mu,"
"Nek apa-apaan ini,"
"Tidurlah,"
"Aku bisa menggunakan kekuatan ku untuk melawan Nenek."
"Lakukan jika kau bisa, dasar cucu pembangkang, wuuuuuuzz...!"
Sang Nenek lebih dulu menggeluarkan tenaga dalam nya dan mengarahkan pada pangeran Tatius hingga membuat tubuh Pangeran Tatius melayang di udara dan dengan gerakan cepat sang Nenek melemparkan Tubuh Pangeran Tatius ke atas Ranjang.
"Bruuugh...!"bunyi tubuh Pangeran Tatius yang terlempar ke atas Ranjang.
Pangeran Tatius sangat terkejut dia tidak menyangka jika ternyata sang Nenek betul-betul mengeluarkan kekuatan tenaga dalam nya, ketika pangeran Tatius hendak bangkit dengan menggunakan kekuatan sang Nenek yang cerdik sudah lebih dulu menambah kekuatan tenaga dalam nya dengan menggikat Pangeran Tatius dengan besi baja, sehingga Pangeran Tatius tidak lagi mampu bergerak karena kedua tangan dan kakinya terikat besi baja.
"Nek, lepaskan apa yang kau lakukan padaku?"keluh Pangeran Tatius putus asa ternyata sang Nenek lebih cerdik dia tau kekuatan Pangeran Tatius cukup tinggi untuk itu sebelum Pangeran Tatius memberikan serangan balik sang Nenek sudah lebih dulu menyerang nya dan mengunci pergerakan nya, sehingga Pangeran Tatius tidak mampu lagi bergerak.
"Sudah tidurlah jangan brisik, Aku temani disini,"
"Nek, lepaskan jangan ikat Aku seperti ini, Nek Aku cuma mau bertemu Tania untuk yang terakhir kali Nek."
"Tidak boleh, besok kamu juga bisa bertemu dengan nya,
"Nek, kalau besok mana bisa Aku bicara dengan nya kan besok...
"Sudah diam, jangan berisik," seru sang Nenek Sambil merebahkan tubuhnya di sebuah sofa panjang yang ada di dalam kamar Pangeran Tatius.
Malam semakin merangkak tinggi hujan rintik pun mulai reda tiba-tiba terdengar suara deru Angin yang cukup keras memasuki ruangan kamar Pangeran Tatius, hingga membuat kelambu bergoyang dan bergerak melambai lambai, tak lama kemudian hembusan angin yang dahsyat pun sedikit demi sedikit mulai sirna dan berganti dengan asap putih yang tebal menggulung di dalam kamar, yang lama-kelamaan asap putih itu membentuk sosok laki-laki paruh baya.
"Kakek...!tolong Aku kek."teriak Pangeran Tatius yang mengetahui sosok laki-laki itu adalah Raja Sangkala.
Dengan cepat Raja Sangkala meramalkan sebuah mantra yang kemudian di arahkan pada kedua tangan dan kaki Pangeran Tatius yang terikat.
Dalam hitungan menit besi baja penggikat Pangeran Tatius sudah lepas.
"Apa yang kau lakukan pada cucuku Nenek Tua."
"Aku hanya menggikat nya agar cucu tersayang mu bisa tidur, dia sangat keras kepala ingin menemui Tania jadi ku ikat saja dia."
"Sini Pangeran, tidur di pangkuan kakek, jika Pangeran tidak bisa tidur, jangan sedih kakek selalu bersama mu, tidak perlu kamu ikuti Nenek peot itu dan benar Pangeran tidak usah menemui Tania karena hal itu akan membuat Pangeran semakin sakit."
Entah magnet apa yang digunakan Raja Sangkala dengan patuh Pangeran Tatius tidur di pangkuan nya.
"Cihh, dasar cucu manja," ledek sang Nenek, sementara Raja Sangkala menatap tajam istri nya memberikan isyarat agar sang istri diam.
______
______
Assalamu'alaiku ***maaf telat terus ya up nya.....
itu karena Autor juga lagi kejar tayang di fizoo
bagi yang ingin melihat dan Intip karya Aku disana, tinggal cari judul.
pembalasan si culun Tampan.
napen, Santai O87
tinggal sedikit lagi kok Tatius nya tamat.
hayo ada yg bisa nebak tidak...apa yang akan terjadi nanti di pesta pernikahan Tania.
trimakasih masih setia mendukung karya iniππππ***