The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.386.AIR MATA



Paman Patih lembu ireng yang kesal terus mengumpat dan marah marah, dia benar-benar kecewa dengan apa yang dilakukan Devan pada Pangeran Tatius.


Disisi lain Devan terus mencari keberadaan Pangeran Tatius Devan yakin jika pan Patih Lembu ireng sudah hadir di pesta,itu artinya Pangeran Tatius juga sudah ada, akan tetapi Devan bingung di mana Pangeran Tatius saat ini berada.


ketika sudah menggelilingi tempat akan tetapi tidak dapat menemukan Pangeran Tatius maka dengan sangat berat hati Devan memilih untuk kembali masuk ke dalam Rumah yang mana sudah bisa di pastikan Tania sedang menunggu nya. Ketika langkah kaki Devan hendak masuk ke dalam, terlihat lah sosok bayangan yang dicarinya sedang duduk tenang di belakang Rumah.


"Tatius, aneh sekali tempat itu tadi sudah Aku lewati dan Aku tidak menemukan dia disana tapi kenapa sekarang tiba-tiba ada, dasar mahkluk Vampire mereka bisa datang dan pergi sesuka hati," dengan langkah pasti Devan mendekati tempat pangeran Tatius duduk.


"Kau disini, ngapain?"tanya Devan tanpa basa-basi, membuat Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya.


"Itu bukan urusan mu," sinis Pangeran Tatius yang kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah pergi.


"Hei Tunggu kau mau kemana?" ada sesuatu yang penting yang harus Aku katakan padamu,"teriak Devan membuat Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya


"Apa, hal penting apa yang masih ingin kau bicarakan padaku,"


"Tania meminta dirimu untuk menjadi pengiringku jadi kau harus masuk bersama ku."


"Aku tidak bisa, cari orang lain saja."


"Ini Tania yang meminta kau harus memenuhi nya."


"Sudah bukan urusan ku katakan padanya suruh mencari orang selainku karena Aku sangat sibuk lagi pula Aku juga tidak bisa lama-lama disini."


"Dengar, kamu tidak mau kan mengecewakan Tania jadi Aku sarankan Turuti saja permintaan nya terlebih kondisi Tania hari ini sangat buruk."Devan terpaksa berbohong untuk memancing Pangeran Tatius agar dia mau menuruti apa yang sedang dia inginkan.


"Apa maksud mu?" Tania sedang tidak sehat kah?'


"Iya,tiga kali dia pingsan,'


"Apa, pingsan." dengan perasaan khawatir Pangeran Tatius tanpa bicara segera terbang melesat meninggalkan tempat itu, Devan yang melihat tingkah laku Pangeran Tatius menyunggingkan sebuah senyuman.


"Ternyata tidak bisa juga mendengar kekasihnya sakit bagaimana bisa dia melihat Aku menikahi kekasihnya dasar Vampire bodoh, kenapa pula tidak mau membawa kabur Tania, cuma di kasih tau Tania sakit pingsan dah seperti kebakaran jenggot, kita lihat sampai dimana kau akan bertahan."Devan tersenyum miring kemudian dengan kedua tangan disatukan membentuk sebuah bunyi.


"Pok .pok...pok..!" beberapa kali tepukan maka muncullah beberapa orang keluar dari tempat persembunyiannya.


"Bagaimana, apakah Tatius bisa melihat kalian?"


"Tentu saja tidak, dia hanya bisa merasakan kehadiran kami,"


"Baiklah, Nanti muncullah pada saat yang tepat, Aku pergi dulu, Aku harus menemani Calon istriku, pasti Tatius sudah ada disana.'tanpa menunggu jawaban Devan langsung pergi meninggalkan tempat itu dan kembali masuk kedalam Rumah dan menuju ke dalam Kamar Tania.


Sementara di dalam kamar Tania yang baru saja selesai di rias duduk sendiri setelah sang perias meninggalkan dirinya. Dengan perasaan gusar Tania menunggu kedatangan Devan untuk menggajaknya turun, karena tinggal setengah jam lagi Acara ijab kabul akan dilakukan.


"Kemana sih Devan ini lama amat, bosan Aku menunggu terus." keluh Tania kesal. Tiba-tiba terdengar sebuah suara.


"Bruug....!Tania langsung menoleh ke sumber suara benda keras jatuh, kedua bola matanya membulat seketika, ketika mengetahui siapa yang datang.


"Tatius, apa yang kau lakukan disini."


Dengan senyum nyengir kuda Tatius bangkit dari terjatuhnya, karena tergesa-gesa dan tidak mengontrol diri ketika panik mendengar perkataan Devan, jika Tania sedang buruk keadaan nya Pangeran Tatius dengan terburu buru masuk ke dalam kamar Tania melalui jendela.


"Aku, cuma mau lihat, apa kamu baik-baik saja."Mendengar kekhawatiran Pangeran Tatius hati Tania berbunga bunga, rasanya senang tapi sedetik kemudian Tania menyadari sesuatu, Aku tidak boleh terlena dengan sikap manisnya."Aku ini calon istri orang, jika Aku bersikap baik dan manis itu akan membuat Tatius semakin tidak bisa jauh dari ku dan Aku juga semakin terbelenggu dengan perasaan, tidak, Aku tidak boleh lemah, Aku harus bisa membuat Tatius membenciku,"gumam Tania dalam hati.


"Tentu saja, memangnya kenapa?"Ucap Tania sinis, bahkan tanpa menatap wajah mantan kekasihnya. Perkataan dingin Tania membuat Pangeran Tatius menelan ludahnya, Pangeran Tatius menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Aku....


Belum sempat Pangeran Tatius menyelesaikan ucapannya tiba-tiba sebuah suara menertawakan nya.


"Hahahaha, Rupanya kau menemui calon istriku secara diam-diam, pengecut sekali kau mau membawa kabur calon istriku ya?"ledek Devan yang tiba-tiba muncul.


"Sial, anak brengsek itu sudah mengerjai ku."


"Tatius apa Devan bicara benar kau mau berbuat rendah, mau menculik ku? dengar meskipun Aku mencintai mu tapi Aku tidak akan sudih kamu bawa lari seperti seorang pengecut."Ucapan Tania betul-betul membuat telinga Pangeran Tatius menjadi panas, hingga membuat luapan emosi yang terpendam menyeruak keluar, bagaimana tidak emosi di permalukan di depan Devan, laki-laki yang sangat dibencinya.


"Aissh, siapa juga yang mau membawa mu kabur dan lari, lagipula wanita bukan hanya kamu saja, Aku kesini itu karena permintaan mu juga."Sinis Pangeran Tatius yang tak mau kalah di anggap sangat mengejar meskipun hatinya bilang iya tapi gengsi nya tinggi juga.


Sakit, kesal dan geram itulah yang dirasakan Tania ketika dengan mudah Pangeran Tatius mengatakan jika wanita bukan hanya dia saja setelah mengatur ritme napas yang terasa sesak, Tania melangkah maju berdiri tepat dihadapan orang yang sangat dia cintai tapi kini sangat menyakitkan hatinya, meskipun dia sadar sikap dingin Pangeran Tatius itu juga terjadi akibat dari ucapan kasar nya.


"Oh begitu ya, mana wanita mu dan apa tujuan mu ke kamar ku?"


"Dia ada di luar, nih, Aku bawain kado buat kamu, Aku tidak memiliki apa-apa jadi simpan saja gelang perak ku ini, tidak bagus sih, tapi lumayan buat kado kamu, sapa tau suatu saat kamu butuh uang kau bisa menggadaikan nya."


"Kau..! baik, kenapa tidak kau perkenalkan dia padaku,"tantang Tania, pasti bohong dia, batin Tania dalam hati.


"Nanti juga akan kuperkenalkan padamu, silahkan dilanjutkan Acara kalian Aku permisi dulu," dengan langkah cepat Pangeran Tatius melangkah pergi keluar dari dalam kamar pengantin wanita.


perasaannya yang kesal dan geram membuat langkah kaki dari Pangeran Tatius sangat cepat, merasa kerongkongan nya kering Pangeran Tatius dengan cepat mengambil air minum yang tersusun dan terhidang rapi di meja, karena buru-buru tanpa sengaja air yang akan dia minum justru tumpah pada baju seorang yang ada di tempat itu.


"Maaf, Aku tidak sengaja." Ucap Pangeran Tatius pada orang yang ada di depannya.


"Tidak apa-apa,"Ucap gadis itu sambil menatap wajah orang yang menumpahkan air padanya. Oh my good, Tampan sekali dia."gumam gadis itu sehingga membuat dirinya untuk beberapa saat tertegun menatap tak berkedip.


Melihat tatapan kagum gadis yang ada didepannya Pangeran Tatius yang teringat tantangan dari Tania tiba-tiba tersenyum licik dan timbullah sebuah ide yang muncul dibenak nya.


"Seperti nya gadis ini boleh juga."gumam Pangeran Tatius dalam hati ' mbak bajunya basah mari Aku antar untuk masuk keruang ganti."tawar Pangeran Tatius dengan senyum semanis mungkin.


"Masuklah, di dalam banyak baju ganti ,Aku tunggu disini."


Tidak menunggu lama gadis itupun keluar dengan baju yang sudah bersih.


"Namamu siapa, apa boleh kita menjadi teman.'


"Tentu saja Namaku Tatius,"


"Aku , Rieke,"


"Senang berkenalan denganmu,"ucap Pangeran Tatius sambil tersenyum."lihat saja Aku juga bisa buat kamu kebakaran Nanti." gumam Pangeran Tatius dalam hati


"Kita ketempat mempelai yuk, kebetulan Aku di undang sebagai pengiring pengantin wanita."


"Oh, ya Aku juga di undang untuk pengiring mempelai pria."


"Itu dia mereka pasangan yang serasi ya,"


"Apa serasi?"uhuk .uhuk... ternyata rasanya masih sesak dan sakit kalau melihat sang kekasih dengan orang lain di bilang serasi.


"Iya, cocok sekali mereka itu,"dengan susah payah Pangeran Tatius mengaggukkan kepala dan tersenyum mengakui jika Tania dan Devan pasangan yang serasi.


Di sisi lain tepat di hadapan Tania melihat seorang gadis berjalan beriringan dengan pangeran Tatius dengan sangat dekat.


"Idih, Norak banget sih tuh cewek, jalan ngak usah mepet begitu apa tidak bisa dasar cewek murah,"Sungut Tania kesal yang mana suara umpatan Tania sempat terdengar telinga Devan, yang mana Devan hanya menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Tania, kamu lagi membicarakan apa?"tanya Devan yang mendengar ucapan Tania.


"Tidak ada Van, kamu kalau jalan tangannya melingkar disini biar kita terlihat pasangan yang sempurna."pinta Tania yang langsung meraih tangan Devan dan memintanya melingkari di pinggang ramping nya.


"Oh, iya!" tumben gue boleh pegang pinggangnya, ini rejeki nomplok nih, eiih tapi tunggu dulu, bukankah Tadi Tania baru saja bicara mengumpat, rupanya sakit hati juga melihat Tatius dengan cewek lain, jujur aja dah jeles begitu, Napa pakai Acara sok gak mau dekat, tapi biarkan saja Aku kan cuma seorang penonton kita lihat sampai dimana mereka saling memusuhi."


"Ehem, apakah kau yang akan jadi pengiring wanita dari calon istri ku?"tanya Devan memecah keheningan.


"Iya,"jawab gadis itu sambil tersenyum malu yang mana hatinya sedang sibuk mengatur detak jantung nya yang berdetak dengan sangat keras karena tangan pemuda tampan yang ada di sampingnya melingkar manis di pinggangnya.


"Cantik sekali."


"Jlep..Auw...sebuah kaki menginjak kuat kaki Devan ketiika bibirnya memuji gadis yang ada di depannya."Tania kenapa kau menginjak kakiku,"


"Siapa yang menginjak Aku tidak tau dan tidak sengaja," elak Tania berpura-pura." Ayo kita makan." ajak Tania sambil melengos pergi tanpa bicara sepatah kata pun pada Pangeran Tatius.


Pangeran Tatius sendiri mengatur suasana perasaan kesal yang juga ada di hatinya yang mana rasanya ingin menampar Devan yang berani melingkar kan tangannya pada pinggang kekasihnya.


Duduk di satu meja makan dengan saling berhadapan, semakin membuat muak Tania yang mana ternyata gadis di samping Pangeran Tatius dengan sangat manja meminta Pangeran Tatius untuk mengambilkan makanan dan yang terakhir dengan gaya sok alay...nya meminta Pangeran Tatius untuk menyuapinya.


Tidak tahan melihat pemandangan di depan mata Tania bangkit berpindah mengambil buah karena tidak selera untuk makan, sementara Devan mengambil beberapa makanan dan ditaruhnya di piring kemudian meminta ijin pada Tania untuk pergi membawa makanan kepada temannya.Maka tinggallah mereka bertiga.


Merasa mendapat kan kesempatan untuk memanas-manasi hati Tania Pangeran Tatius berpura-pura juga sangat peduli dan perhatian pada gadis yang ada di sampingnya.


"Rasain, emang enak di sakitin, sudah bagus Aku ihklasin hidup dengan orang lain, tapi mengapa masih bersikap menyakitkan."Gumam Pangeran Tatius sambil tersenyum miring penuh kemenangan.


Tania yang kesal pikirannya sudah tidak terkontrol dengan baik sehingga buah dan pisau yang dia pegang pun tidak di perhatikan dengan baik sehingga menggunakan dengan asal, yang mana bukan buah yang teriris pisau tapi justru tangannya yang terkena goresan pisau.


"Auuuuww....! teriak Tania spontan karena kesakitan akibat pisau yang salah darah mulai keluar dari ujung jarinya.


Mendengar Tania berteriak kesakitan dan melihat darah mulai mengalir, membuat Pangeran Tatius panik dan dengan gerakan cepat Pangeran Tatius terbang melesat menghampiri.


"Tania, kamu kenapa coba lihat."dengan cepat Pangeran Tatius meraih tangan Tania dan dengan gerakan cepat merobek sedikit kain putih yang melekat pada tubuhnya dan mengikat kan pada ujung jari Tania yang berdarah.


"Kenapa ceroboh, bagaimana, masih sakit,"tanya Pangeran Tatius panik dia benar-benar tidak bisa kalau harus melihat kekasihnya terluka, dengan lemah Tania mengagguk.


"Lain kali hati-hati pisau itu tajam dan tidak ada kan ceritanya pisau itu tidak tajam jadi kalau mengunakan jangan sambil melamun."goda Pangeran Tatius.


"Kenapa kamu menolong ku, kenapa kamu masih peduli Aku,"


"Karena Aku mencintai mu,"jawab pangeran Tatius santai, dengan suara sedikit berat.


"Kalau kau mencintaiku, kenapa kau sakiti Aku, siapa gadis itu dan kenapa pegang pegang dia, itu kamu suka kan, dia cantik dan kamu...


"Stttt...kamu itu calon istri orang sudah jangan bicara macam-macam, seharusnya disini Aku yang marah, sudah kamu hianati dengan menikah dengan orang lain, masih juga kamu suruh datang, sudah datang sudah mengalah kamu masih menambah luka dengan mempermalukan Aku di depan Devan dan sekarang kau masih menyalahkan Aku, lalu mau kamu itu apa sayang, Aku pusing dah semua yang kulakukan salah."ucap Pangeran Tatius gemas bercampur dengan kesal.


"Jelas kamu yang salah semua yang terjadi padaku,itu karena kamu, gara-gara kamu yang play boy main peluk orang sehingga Aku harus mengalami Nasib seperti ini, jjka dulu kamu memikirkan perasaan ku, dan tidak memeluk Putri lin Ying, Aku tidak akan kabur dari sana dan Aku tidak akan mengalami sakit kritis sehingga harus berhutang budi pada orang dan akhirnya harus menikah dengan orang itu, semua salahmu, Aku benci kamu Aku benci."Teriak Tania berapi-api hingga buliran bening air matanya mulai jatuh menetes di pipi.


Pangeran Tatius diam tertegun, apa yang di katakan Tania memang benar, dengan wajah menunduk dan dengan perasaan yang sangat kacau Pangeran Tatius mencoba meraih tangan Tania.


"Jangan sentuh Aku,"


"Maafkan aku."Pangeran Tatius meneguk ludahnya dengan susah payah."Tolong jangan menangis Aku tidak bisa melihat mu bersedih, Aku tidak sanggup melihat nya, hatiku sakit dan seperti di iris iris jika kamu seperti ini,"


"Apa kau pikir Aku akan bisa tersenyum bahagia, kamu yang membuat Aku jadi menderita begini dan jangan berpura-pura kau juga sedih."


"Sayang, Tolong jangan bicara seperti itu," Pangeran Tatius menarik tubuh Tania masuk kedalam pelukannya.


"Aku akan meminta mu dari Devan, meskipun Aku harus bersujud mengemis padanya, kau ingin Aku kan yang menjadi suami mu, akan Aku lakukan, kamu tenang saja semua akan baik-baik saja," ucap Pangeran Tatius menghibur hati kekasih nya dan melepaskan pelukannya kemudian hendak melangkah pergi dari ruang kecil yang hanya tertutup kelambu.